Untouchable

Untouchable
#sembilan



😊


Shin hye's pov


Saat ini..


Jujur saja aku tak mampu untuk sekedar menyembunyikan senyumku.. Segalanya membuat isi kepalaku terasa terbang bebas.. Untuk pertama kalinya aku merasa seperti ini..


Dan balkon tempat kini ku berdiri dan menyandarkan diriku... Dalam sekejap telah menjadi tempat ternyaman bahkan di bandingkan seluruh tempat di dunia ini..


Mungkinkah.. Pada akhirnya kepakan sayap kupu-kupu akan membawakan bahagia yang akan memihak pada diriku.


Aku merasa akan gila dibuatnya..


Sisa semalam yang menggelayut dalam otakku.. Membuat bibirky tak henti ku sentuh dan tak lelah untuk menyunggingkan senyum..


Namja itu.. Benar-benar membuatku luluh..


Aku benar-benar seperti tak waras..


Wajahnya yang sangat dekat dengan wajahku..


Hembusan nafasnya..


Aroma tubuhnya..


Dekapannya yang hangat..


"nona shin hye!!! "


Ah.. Bahkan suaranya pun selalu terngiang di telingaku..


Oh aku benar-benar sudah tak waras..


"nona.. Shin hye.. !!!"


Apa?? Suara itu nyata..


Aku ragu untuk berbalik badan..


Saat ini orang yang memanggil namaku itu pasti sedang nenatap lurus ke arah punggungku.


Haruskah aku menoleh???


"um.. " lirihku bingung bagaimana harus bersikap..


Karena aku tak kunjung menoleh..


Terdengar derap langkah kakinya mendekatiku..


"argghh.. Eottokhaeyo!!! " batinku


Gyyaa.. Dia semakin dekat..


Aku memejamkan mataku..


Aku harus bagaimana.. Oh tidak..


Apa aku lompat saja ke bawah. 


Arghh....


Aku merasakan seseorang berdiri di sampingku..


"nona.. Gwenchana??" sapanya lembut..


Bahkan terlalu lembut.. Itu membuat jantungku hampir lengser kebawah.. Aku berusaha membuka kedua kelopak mataku.. Seperti ada berjuta ton pemberat disana..


Dengan susah payah.. Mataku akhirnya terbuka dan dengan sangat susah dan payah.. Akhirnya aku mampu menoleh dan memandang wajah yong hwa.. Yang.. Entahlah.. Dia terlihat sangat tampan..


"nona.. Kau baik-baik saja?? " tanyanya, terlihat gurat cemas di wajahnya.. Serta terlihat canggung.. Sama hal nya denganku.. Tapi, mungkin karena dia adalah namja.. Keberaniannya bisa saja 1 persen lebih tinggi dari diriku..


Aku berusaha mengangguk pelan.. Anggukan yang sangat pelan tapi jujut saja itu menbuatku kehilangan banyak tenaga dan membuatku berkeringat..


Fiuh..


Aku belum pernah merasa bodoh seperti ini..


"nona.. Tentang yang semalam.. Itu.. Aku.. " yong hwa terdengar terbata-bata menyampaikan kalimatnya..


Ah.. Untuk keseribu kalinya jantungku berdetak sangat cepat...


Apa yang akan dia katakan.. Dan apa yang harus katakan..


Tiba-tiba saja ada dewa penyelamat yang membantuku mengacaukan percakapan ini..


"hyung'ah..!!!!!  Apa yang kau lakukan disana?? Apa kau akan membayar untuk aku karena aku bekerja menggantikan tugasmu???!!!! " seru jung shin dari ambang pintu yang menuju ke loteng ini..


Yong hwa menghela nafas..


Dan tanpa bicara apa-apa lagi..


Dia segera berlari menyusul dongsaengku yang sudah lebih dulu menuruni tangga kebawah..


"selamat.. " aku memegangi dadaku dan menghembuskan nafas panjang yang sejak tadi kutahan..


💖


Yong hwa's pov


Tadi itu hampir saja aku meminta maaf pada nona park..


Tapi si sajangnim cerewet itu selalu saja muncul.. Dimana-dimana..


Terdengar suara teriakannya dari bawah sana..


Tempat ini dan caffe terpisah day  lantai dimana disana berisi kamarku..


"whoa.. Suaranya sangat besar.. Jungie'ah.. Seharusnya kau membentuk sebuah grup vocal dan kau bernyanyi dalam part yang membutuhkan teriakan-teriakan erotis.. " kelakarku seorang diri.. Dan tertawa seorang diri pula..


Aku segera berlari menuruni tangga..


"hyung'ah..!! Yong hwa hyung!!! " teriakan jung shin terasa akan menjebol dinding...


"baiklah.. Baiklah.. Aku datang.. Hentikan omelanmu itu jungie'ah.. " ujarku seraya menggantikkannya mencuci gelas-gelas..


"huh.. Kau ini benar-benar.. " omel jung shin lagi..


Tapi dia tidak akan benar-benar marah padakku.. Dia selalu saja pura-pura marah.. Berteriak-teriak tak jelas.. mungkin itu satu-satunya cara untuk membuatnya merasa lapar lagi.. Karena tidak ada yang dia kerjakan selain berteriak.. Dan tertawa terbahak-bahak..


Dasar jung shin..


"geundae.. Aku harus punya kesempatan untuk meminta maaf pada nona park.. Untuk kekurang'ajaran ku semalam padanya.. " batinku cemas karena melihat nona shin hye terlihat jijik untuk memandang wajahku..


😐


Author's pov


Hari itu ketika matahari mulai terik shin hye terlihat keluar dari caffe di susul jung shin yang akan mengantarnya pulang..


"jika kau ingin suasana berbeda kau bisa tinggal di apartemen ku nuna.." jung shin menawarkan.


"ani.. Gwenchana.. Aku akan pulang.. Mungkin eomma sudah cemas menantiku pulang.. "


Ucap shin hye dengan seulas senyum tipis di wajahnya..


Ada kerinduan pada eomma nya.. Tapi.. Ada kecemasan disana.. Sang Appa yang begitu otoriter-pun menantinya untuk pulang. Dan dia benci itu...


"shin'ah.. " ucap shin hye ketika mereka sudah di dalam mobil..


Jung shin yang sedang mengemudi hanya fokus lurus ke depan..


"ehm.. " jawabnya..


"gomawo... " ucap shin hye..


"mwoga?? " tanya jung shin


"untuk memberikan izin pada eomma ketima dia berencana menikahi Appa saat itu.. Berkatmu.. Aku memiliki hal yang aku rindukan dirumah.. Ada alasan bagiku untuk pulang.. Eomma itu sudah seperti ibu kandungku.. Gomawo.. " ucap shin hye dengan di iringi tatapan lembutnya pada jung shin..


Jung shin tersenyum tulus..


"nuna.. Kau lebih pantas untuk bahagia dibanding siapapun di dunia ini.. Kau yeoja yang baik,  ceria, dan begitu cantik.. Ibu mana yang tidak akan menganggapmu putrinya.. " jung shin menoleh sebentar melihat sunggingan senyum malu-malu shin hye..


"lebih dari itu.. Eomma tak membutuhkan izinku untuk menikahi orang yang dia cintai dengan hatinya.. " tambah jung shin..


"geundae shin'ah.. Eomma takkan menikah jika kau keberatan.. Karena baginya kau adalah segalanya.. " shin hye mengacak-ngacak rambut jung shin..


"ah.. Nuna.. Geumanhaesayo..  Aku tidak bisa lihat jalan.. " jung shin menampik tangan shin hye..


Shin hye hanya tersenyum..


"betapa beruntungnya aku memiliki kau dan eomma.. " batin shin hye yang menandangi dongsaengnya yang sibuk merapikan rambut lurusnya..


😊


Tepat pukul 12 malam itu..


Pelanggan terakhir yong hwa telah keluar dari pintu caffe...


Yong hwa nampak sangat kelelahan..


Jung shin yang sesaat lalu masih sibuk dengan tumpukan uangnya..


Kini terlihat berjalan ke tempat dimana dia menggantungkan tas dan mantelnya..


Dia bersiap untuk pulang..


Dan menghampiri yong hwa yang tengah bersandar pada kursi..


"kau lelah?? Sebaiknya kau cepat istirahat hyung.. Terimakasih untuk hari ini.. " jung shin menepuk-nepuk pundak yong hwa..


"ne.. Kau hati-hatilah dengan uang yang kau bawa itu.." ledek yong hwa..


Jung shin hanya tertawa kecil..


"nee..nee.. Neee Arasseo hyung'nim.. " candanya seraya berlalu pergi..


Mobilnya meninggalkan pelataran caffe beberapa menit kemudian..


10 menit berlalu.....


Dengan malas dan raut wajah mengantuk.. Yong hwa bangkit dari duduknya..


Menatap ke jam dinding besar berbentuk wajah anjing di dinding tembok di sebelah kananya berdiri..


Dan menutup laci kasir yang terbuka..  Dan membukanya kembali saat merasa melihat sesuatu di dalam sana..


Handphone milik jung shin..


"yya.. Bahkan dia meninggalkan ponselnya.. Yang dia ingat hanya uang dan uang.. Ckckck.. " yong hwa berdecak yang memasukan kembali ponsel itu ke dalam laci.


Dan menguncinya..


Dia menggeliat membelakangi pintu caffe di sisi dalam tempatnya bekerja..


Seseorang membuka pintu..


Yong hwa tersenyum tanpa menoleh..


"kau punya melupakkan sesuatu???" tanya yong hwa yang mengita itu jung shin..


"atau.. Kau kembali selarut ini karena merindukanku..??" tanyanya lagi dengan tersenyum geli.. Tanpa menoleh..


"ne.. " jawab suara yang berasal dari belakang..


Yong hwa terkejut..


Itu bukan suara jung shin..


Suara seorang yeoja..


Dia menoleh dengan cepat dan mendapati yeoja cantik berdiri tersenyum di belakangnya dipisahkan oleh meja tempat pelanggan memesan menu...


Mulut yong hwa menganga lebar..


"no.. Noon.. Noonnaa park.. " lirihnya terbata-bata bersama rasa terkejutnya yang merajai tubuh dan pikirannya..


"bogo shipeosoyo.. " shin hye seperti hendak menangis..


Yong hwa dengan segenap keraguannya mulai melangkah mengitari meja panjang itu.. Menuju tempat shin hye berdiri..


"mwo?? " sesampainya di depan shin hye..


Shin hye menatap yong hwa..


Matanya berkaca-kaca..


"aku merindukanmu.. " lirih shin hye..


"nona.. Mian.. Malam tadi.. Aku....." ucap yong hwa yang terlihat bingung dengan ucapan shin hye.. Berusaha mengalihkan pembicaraan..


"kau tidak merindukanku?? " tanya shin hye..


"nona.. Aku.. " yong hwa bingung harus mengatakan apa..


"benar.. Kau tidak merindukkan ku?? " ulang shin hye..


"aniya.. Aniya.. Nona.. Hanya saja aku tak pantas untuk itu.. " ucap yong hwa merasa rendah diri..


Shin hye maju selangkah lebih dekat pada tubuh yong hwa..


Kini wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah yong hwa..


Yong hwa menatap wajah cantik shin hye..


Shin hye tiba-tiba saja mengalungkan lengannya pada leher yong hwa dan mengecup bibir yong hwa.. Membiarkannya berlama-lama disana..


Yong hwa yang memilik cinta pada pandangan pertama..


Tak kan sanggup menolak ciuman manis pada malam yang dingin itu..


Dia melingkarkan lengannya pada pinggang shin hye dan mulai membalas kecupan shin hye dengan ciuman hangatnya..


Membuat bibir shin hye basah karena lumatan-lumatan bibirnya yang terus menerus..


Tanpa mereka sadari seseorang datang.. Membuka pintu dan terkejut melihat pemandangan di hadapannya..


"nuna.. Hyung.. !!!! " serunya kaget...


Please vote and coment yach reader'nim..  😊