Untouchable

Untouchable
#dua



Yong hwa berlari masuk ke dalam dan mencari-cari ruangan yang bertuliskan emergency di atas pintu kacanya..


Itu dia..


Ruangan yang yong cari..


Dia membuka pintunya dan bergegas masuk..


"harabeoji.. Harabeoji!!! " pikiranya berbicara seraya tubuhnya dibawa langkah kakinya mencari-cari dimana seseorang yang dia maksud..


Dan dia melihat ahjumma yang tinggal disebelah rumahnya tengah bercakap-cakap dengan seorang dokter,dan disebelah mereka terbaring lemah seorang kakek tua..


Kakek itu terlihat sangat lemas.. Dia tengah terlelap..


Yong menghampiri mereka..


Ahjumma melihat yong dan mengisyaratkan padanya untuk segera mendekat..


"ah.. Seonsaengnim.. Dia adalah wali tuan Jung.. " ucap ahjumma Song itu pada dokter..


"ne.. Seonsaengnim..aku cucunya..bagaimana keadaannya?? " ucap yong ketika dokter menghadap ke arahnya..


Dokter tersenyum


"kau tenanglah.. Ini biasa terjadi pada seorang manula.. Kami akan merawatnya dengan baik.. Komplikasi memang sering terjadi pada seseorang berusia lanjut.. " papar dokter muda itu.


"ne..khamsahamnida.. " ucap yong seraya membungkuk sebentar..


"baiklah.. Biarkan beliau beristirahat.. " sang dokter lalu pamit..


Ahjumma menatap yong..


"yong'ah.. Kau hanya perlu mengurus administrasinya.. " ucap ahjumma itu..


"ne.. Ahjumma.. Terimakasih kau segera membawa harabeoji ke rumah sakit.. Khamsahamnida.. " ucap yong tulus.. Terlihat gurat cemas di wajahnya..


"gwenchana.. Sudah kukatakan.. Anggap saja aku ini ibumu.. " ucap ahjumma song tersenyum.


"kau uruslah administrasinya.. Aku akan menjaganya disini.. " ucap ahjumma song


"ne.. Ahjumma.. Terimakasih,aku akan segera kembali.. " ucap yong kemudian pergi keluar ruangan


Yong ragu-ragu saat melangkah mendatangi loket pembayaran..


"ah.. Chogiyo!! " ucapnya pelan.


Seorang petugas menyapanya dan tersenyum


"chogi.. Atas nama tuan Jung min hyuk.. Ah.. Dia di ruang emergency.. " ucap yong..


Petugas itu menyerahkan beberapa lembar kertas kepada yong hwa..


Yong menerimanya dan membaca isinya..


Terlihat jumlah biaya yang harus dia selesaikan..


"kau akan melunasinya hari ini?? Tuan Jung akan di pindahkan keruang perawatan setelah kau membayarnya.. " ucap sang petugas.


Yong memegang kepalanya.. Dan menghela nafas berat..


"rawatlah harabeojiku jebal.. Aku akan segera kembali.." yong lalu berjalan keluar rumah sakit dan berlari ke suatu tempat..


Dia bahkan tak punya sesuatu apapun disakunya untuk membantunya menggunakan bus..


Karenanya dengan ragu dan bergumam sejenak.. Pada akhirnya Yong berlari menuju suatu tempat..


******


"mworagoyo?????? Katakan sekali lagi!!!!" bentak ahjussi tua berkepala botak..


"bisakah aku menerima upahku?? Aku sudah dua pekan bekerja bersamamu.. " lirih yong hwa mengulangi perkataannya..


Ternyata yong datang kembali kepada pria botak yang telah menerima hantaman kepalan tinju yong di wajahnya..


Kenapa?


Tidak ada jalan lain baginya.


Itulah satu-satunya alasan..


Yang menjadi satu-satunya alasan..


Harga diri bahkan tak lagi penting saat ini..


Kesehatan Harabeoji adalah yang paling berharga saat ini..


Dia hanya ingat eomma dan abeoji nya menghilang tanpa kabar..


"mwo????? " ahjussi botak itu berkacak pinggang..


"ah.. Benar-benar kau ini!!!! Setelah kau menghajarku lalu kau kembali kesini untuk meminta kembali bekerja dan meminta upahmu??? " ahjussi itu tertawa sinis..


"kau tahu??? Itu sangat menggelikan!!! " umpatnya kasar.


"sunbae.. Tolonglah..baiklah jika kau tak ingin aku bekerja lagi disini.. Paling tidak berikan aku upahku.. " pinta yong hwa..


"cih.. Itu membuatku muak.. Sebaiknya kau pergi.. " ahjussi itu memalingkan wajahnya..


"harebeoji ku sangat membutuhkan biaya perawatan.. Jebal sunbae.. Jebal!! " sungut yong hwa pelan.


"aku sangat muak melihatmu.. Aku tidak peduli dengan apapun tentangmu.. " ahjussi itu sudah hendak berlalu meninggalkan yong hwa.


Yong hwa


Sekali lagi dihadapkan pada kondisi tidak ada jalan lain..


Inilah satu-satunya jalan..


Yong hwa tiba-tiba berlutut di hadapan ahjussi botak itu..


"sunbae.. Aku sangat membutuhkannya.. " lirih yong hwa..


"kau berlutut dan meminta maaf setelah kau membuat wajahku seperti ini?? " dia menunjuk bagian wajahnya yang membiru..


"kau berharap aku memaafkanmu dan memberimu uang????? Huh.. Bermimpi saja" ahjussi itu lalu berjalan meninggalkan yong hwa..


Yong hwa lalu berjalan menggunakan lututnya mengejar langkah ahjussi itu.


Yong hwa meraih tangannya..


"sunbae..jebal.. Jebal.. " yong hwa kini berlutut di belakang ahjussi itu..


Ahjussi itu berdecak tak jelas dan mengeluarkan dompetnya.. Mengambil beberapa lembar uang dan melemparkannya ke samping tubuhnya..


Uang kertas itu bertebaran..


Di depan wajah yong hwa


Sementara ahjussi itu berlalu pergi bersama umpatan-umpatan kasarnya..


"kkuh juh.. " usirnya..


Yong hwa menitikkan airmatanya..


"gwenchana.. Nan gwenchana.. " lirihnya seraya memunguti lembaran demi lembaran uang yang terserak di depannya..


Yong lalu berdiri.. Merapikan uangnya dan melipatnya..


Menaruhnya di saku celananya..


Dia mengusap wajahnya..


Kenapa hidup begitu pahit..


Dia mengingat kedua orang tuanya..


"tak pernahkah kalian memikirkan keadaanku walau hanya sekejap???  Mengapa kau membiarkanku dalam situasi pahit seperti ini?? " yong hwa mengepalkan tangannya dan berteriak-teriak di tengah padang rumput itu..


Tiba-tiba saja hujan turun..


Yong hwa berlari menuju halte bus terdekat..


Dan halte bus terdekat itu jaraknya tidak begitu dekat...


Jaraknya cukup membuat pakaian yong hwa basah terguyur hujan..


Bus datang dan yong hwa masuk ke dalam bus..


Sang supir terlihat memperhatikan air yang menetes-netes dari pakaian yong hwa.


"joeseonghamida.. Aku sangat terburu-buru.. " ucap yong hwa..


******


Yong hwa kini berada di depan loket..


Dia meraih uang disaku celananya..


"ah..ini basah... " pikir yong hwa seraya melirik petugas administrasinya..


"ah.. Ini.. Untuk pembayaran biaya perawatan pasien bernama Jung min hyuk.. " ucapnya seraya menyerahkan uang basah itu.


Petugas itu menatap uang yang di bawa yong hwa.. Menopang dagunya dan berdecak seraya bergeleng-geleng..


Yong hwa meringis..


Petugas itu menghela nafas dan menerima uang itu dengan ekspresi enggan..


"khamsahamnida.. " yong tersenyum


Petugas itu cemberut..


"camkanma.. Ketika kau membayar sisanya.. Pastikan kau mengeringkan uangmu terlebih dahulu.. " ucapnya datar..


"ah.. Ne..arasseo.. Khamsahamnida!! " ucap yong hwa tersenyum malu.


1 jam kemudian harabeoji nya di pindahkan ke ruang perawatan..


Yong menatap harabeoji nya..


Dia tertidur..


Setelah yong menyuapinya semangkuk bubur..


"harabeoji.. Istirahatlah dengan baik.. " lirih yong hwa menatap wajah harabeojinya..


Yong hwa lalu keluar..


Dia melangkah dengan lemas ke tepi jalan dan duduk di ataa trotoar..


Sesuatu berbunyi..


Perutnya..


"ah.. Aku sangat lapar.. " belum ada apapun yang masuk kedalam tubuhnya dari pagi tadi..


Yong hwa merogoh-rogoh sakunya..


"hh.. Harusnya aku mengambil sedikit untukku.. " gumamnya sedih..


Sesuatu berbunyi..


Ponselnya...


Ponsel yong berdering..


Yong meraihnya..


Siapa yang menghubunginya..


Alarm..


Bukan alarm menghubunginya..


Tapi itu bunyi alarm..


Entah alarm macam apa yang berbunyi pukul 4 sore..


Tapi mungkin berkat alarm itu yong hwa bisa mengisi perutnya..


Dia menatap ponselnya..


"adakah yang bersedia membeli ponselku ini?? "gumamnya seperti menemukan genangan air di tengah padang pasir..


Tubuh yong menggigil karena kehujanan.. Dan lemas..


Dia beranjak bangun dari duduknya dan menyebrangi jalan yang lengang..


Tadinya jalan itu lengang..


Tapi entah kenapa tiba-tiba muncul mobil berjenis sport yang melaju pelan ke arah yong hwa..


Pengemudinya terkejut dan menginjak rem dengan tiba-tiba..


"ah.. Kapchagi!!!! " serunya terkejut..


Tidak ada sentuhan apapun yang dilakukan bamper mobil itu pada tubug yong..


Tetapi tubuh yong terjatuh di depan mobil itu..


Dia sungguh lemas..


Pengemudi mobil itu turun dan mendekati yong..


"kau baik-baik saja?? " tanya si pengemudi..


Yong hwa berusaha bangun dan berjalan kembali ke trotoar tempat dimana dia duduk beberapa detik lalu..


Si pengemudi mengikutinya..


"kau baik-baik saja???" tanyanya lagi..


Yong hwa meringis.. Lututnya agak tergores..


"aku tidak apa-apa.. Aku tidak akan minta ganti rugi apa-apa darimu.." ucapnya cuek mengibas-ibaskan tanganya pada celananya yang kotor..


"kau benar-benar baik-baik saja?? " tanya pengemudi itu lagi.


Yong hwa mendongak..


"yya!! Kau cerewet sekali.. Baiklah...aku kesakitan..karena itu maukah kau membeli ponselku ini?? Aku sangat lapar.. " gerutunya..


Si pengemudi terkejut menatap wajah yong yang dari tadi selalu menunduk.. Dan saat dia mendongak..


"o.. Hyung!!!!! " seru pengemudi itu..


Yong hwa mengernyitkan kening..


"kau hyung??? Yong hwa hyung?? Ah majayo!!!  Kau hyung.. " serunya senang.


"kau mengenalku??? " tanya yong bingung..


"hyung ini aku!!! " ucapnya..


Yong hwa meringis dan menggeleng-gelengkan kepalanya..


"jung shin.. Ini aku jung shin..." serunya..


"jung shin?? Lee jung shin.. " yong hwa mengingat-ingat nama itu..


"ani..park jung shin.. " ucapnya tertawa..


"park jung shin?? Jungie???? " pekik yong hwa..


"ne.. Tapi jangan panggil aku jungie lagi.. Aku sudah dewasa hyung.. " ucapnya..


"heol...daebak!!! Benarkah itu kau?? Bukankah kau ke jepang setelah lulus SMA??? " ucap yong hwa antusias.


"ah..akan sangat panjang bila ku ceritakan perjalanan hidupku..


Aku akan ceritakan semuanya setelah makan.. Kaja.. " ajak jung shin


Yong hwa merasa malu..


Tapi dia menerima ajakan jung shin..


Mereka masuk ke dalam mobil..


Yong hwa memperhatikan bagian interior mobil jung shin.. Sangat mewah..


"hyung.. Aku pergi sebelum membalas segala kebaikkanmu padaku di SMA dulu.. Mianhaeyo hyung" ucap jung shin dalam perjalanan.


"ah..aku bahkan sudah tidak ingat apapun..aku tak pernah melakukan apapun untukmu.. " ucap yong hwa.


"seperti biasanya.. Kau selalu baik hyung.. " puji jung shin..


Yong hwa tersenyum


..


"ah..hyung kita sampai.. " ucap jung shin


"dimana kita?? " tanya yong


"ini.. Restoran yang aku kelola.. " ucap jung shin..


Yong menatap bagian depan restoran itu dari dalam mobil..


"yang kau kelola?? " tanya yong hwa


Jung shin mengangguk..


"kaja.. " ajaknya..


Mereka lalu masuk ke dalam..


Dan duduk di sisi dinding kaca samping.


Jung shin memesankan beberapa makanan untuk mereka..


Yong hwa makan dengan lahap..


Jung shin mendengarkan cerita pilu yong hwa..


Dan pada akhirnya jung shin meminta yong hwa bekerja di restoran itu..


"ah.. Tidak perlu..aku akan mencari kerja dengan caraku sendiri..aku menceritakan tenta g diriku hanya karena kau memintaku.. Bukan karena aku mengharapkan belas kasihmu.. " jawab yong hwa.


"ani..hyung'ah.. Satu kali saja aku ingin membalas kebaikanmu.. "


Pinta jung shin tulus.


Yong hwa lalu menerimanya.


*****


Sebulan berlalu sejak yong menerima tawaran bekerja di restoran itu..


Hari ini ada sebuah acara pesta ulang tahun yang akan di adakan disana..


Sejak pagi mereka sibuk membuat beberapa cake dan makanan berat hingga ringan..


Meracik beberapa jenis minuman yang akan dihidangkan nanti malam.


"siapa yang memesan ini semua?? " ucap yong hwa pada teman kerjanya..


"seorang namja yang kaya raya" ucapnya asal saja..


**


Malam yang dimaksud datang..


Beberapa tamu undangan datang.. Beberapa dari mereka mengenakan baju yang mahal.. Beberapa lagi mengenakan baju yang sangat mahal..


Suasana sangat ramai..


Dan tak lama kemudian masuklah seorang namja yang lengannya bertautan dengan seorang yeoja.


Perhatian tertuju pada mereka berdua..


Sang namja mengenakan stelan kemeja dan jas..


Dan sang yeoja mengenakan gaun indah berwarna merah yang terbuka di bagian punggungnya..menampilkan indah kulit putihnya..


Sang namja itu bermarga Lee..


Lee hong ki lengkapnya..


Dia sangat populer di antara gadis-gadis.. Bahkan dia diam-diam berkencan dengan beberapa diantara gadis itu..


Lee hong ki membawa sang yeoja duduk di salah satu kursi..


"yya.. Yong'ssi.. Dia yang memesan pesta ulang tahun ini untuk kekasihnya.. " ucap temannya seraya menunjuk hong ki.


Yong hwa membawa nampan berisi gelas-gelas berisi orange jus dan meletakkannya di meja lee hong ki dan yeoja itu..


Yong hwa menoleh ke arah wajah yeoja itu ketika menaruh gelas di hadapanya


Dan berjalan kembali menuju dapur..


"bukankah..dia nona park..


Park shin hye.. " batin yong hwa


#tobecontinue


Please vote and coment..


😊


Khamsahamida..