
Di sela-sela kesibukannya..
Yong hwa terus menerus menoleh ke arah shin hye dan hong ki..
"ah benar rupanya.. Dia nona park yang dulu menolongku.. " pikir yong hwa setelah memastikan dengan cara membandingkan pengelihatannya dan ingatannya.
Yong hwa memperhatikan shin hye dari kejauhan..
"geurae.. Aku memang sebentar sekali menatap wajahnya saat di dalam taxi.. Tapi wajahnya cukup cantik untuk selalu melekat dalam ingatanku.. " yong hwa mengangguk-angguk tak jelas..
Dia tersenyum dan beberapa detik kemudian tersadar dari lamunannya..
Dan kemudian bergeleng-geleng tak jelas..
Seolah mengembalikan dirinya pada kenyataan..
Yong lalu bergegas berjalan menuju sebuah meja dengan gelas-gelas kosong di atasnya..
Yong hwa meraih gelas-gelas kosong itu dan hendak membawanya masuk ke dalam ketika seseorang berteriak padanya..
"chogiyo!!!! Disini.. " teriaknya pada yong hwa..
Lee hong ki yang memanggilnya..
Yong hwa mendatanginya..
"bawakan kami anggur... " ucap hong ki bernada arogan..
"ne.. Tunggulah sebentar.. "
Yong hwa lalu berlalu ke dalam dan keluar bersama nampan di tangannya.. Terdapat dua botol anggur dan dua gelas berleher panjang di atas nampannya itu.
Yong meletakkan semua benda di atas nampan itu di hadapan hong ki..
"tuangkan untukku.. " serunya masih dengan nada arogan..
"ne.. " ucap yong hwa seraya menuangkan anggur ke gelas hong ki.
"tuangkan juga untuk kekasihku yang cantik ini.. " ucap hong ki seraya menyentuh dagu shin hye..
Shin hye terlihat risih..
"ne.. " ucap yong hwa lagi..
"tidak perlu.. Aku tidak minum.. " ucap shin hye..
"mwo?? Yya..ini hari ulang tahunmu.. Kau harus minum anggur.. "
"kau bisa mengganti anggur ini dengab sup rumput laut saja.. Jika kau peduli tentang ulang tahun yang kau bicarakan itu.. " ucap shin hye datar..
"yya!!! " tegur hong ki..
Yong hwa terdiam
"yya!!! Pelayan!!! Neo mwo hae??? Tuangkan anggurnya..
"
Yong hwa menuangkan anggur ke gelas shin hye dan berlalu masuk ke dalam..
Yong hwa berjalan di sela-sela barisan meja ketika mendengar suara gelas jatuh dan pecah daro balik punggungnya..
Shin hye membanting gelasnya ke lantai ketika hong ki memaksanya untuk meneguk anggur itu..
Praaaannnngg!!!!!!!!!
Hong ki terlihat marah dan tamparan tanganya mendarat begitu saja di pipi shin hye..
Shin hye memegangi pipinya..
Menatap hong ki dengan penuh kebencian..
Yong hwa menoleh ke arah suara gaduh itu dan hendak menghampiri mereka..
Tapi sebuah tangan meraih lengannya..
"shin'ah.. " tegur yong hwa..
"biarkan saja hyung.. Kau masuklah.. Ini bukan bagian dari urusan caffe kita.. " ucap jung shin tenang..
Yong hwa dengan berat hati mengikuti perkataan jung shin..
Dia berlalu ke arah dapur..
Dan park shin hye pergi meninggalkan hong ki yang terlihat menyesal..
Entah kenapa yong hwa merasa sangat marah.. Marah sekali..
Dadanya naik turun karena menahan emosi yang meluap..
"bisa saja ku hajar namja brengsek itu.. " umpatnya ketika berada di dapur..
Tepat pukul 11 malam..
Semua tamu undangan pulang..
Tentu saja ini lebih awal dari schedule.
Yong hwa telah selesai membereskan meja-meja..
Dan yang lain mencuci piring-piring serta gelas..
"hari ini pasti sangat melelahkan.. Terimakasih kalian sudah bekerja keras.. " jung shin tersenyum kepada seluruh pegawai caffe..
Yang lain pulang..
Yong merasa penat sekali..
Dia menuju lantai atas..
Disana dia bisa melihat langit malam yang cerah dan melepas lelahnya..
Yong menuju balkon dan menyandarkan dirinya disana..
Wajahnya mendongak ke atas..
Ada rasa lega terselip dihatinya..
Dia bisa bertemu kembali dengan teman masa kecilnya saat sekolah dulu..
Dan karenanya dia bisa bekerja dan menghasilkan uang untuk hidupnya dan hidup harabeojinya.
"aku berhutang banyak pada jungie.. " ucapnya..
Angin begitu kencang..
Dingin menelusup di tubuh yong hwa meski yong mengenakan jaket hangat yang tebal..
Rambut yong hwa berantakan di terpa angin..
Dia menoleh ke sisi lain balkon..
Ada seseorang disana..
"apa itu jungie.. " pikir yong hwa..
Suasana agak temaram karena beberapa lampu sudah dipadamkan..
Tapi dia terlihat seperti seseorang dengan rambut panjang..
Rambutnya melambai-lambai kencang di mainkan angin..
Yong hwa mendekatinya..
"nona park.. " lirihnya..
"apa.. Apa yang dia lakukan di sini?? Bagaimana dia bisa ada disini? " pikir yong hwa..
Bahu shin hye bergerak naik turun.. Dia sesenggukkan..
Airmata terus menetes dari sudut-sudut matanya..
Gaun dengan punggung terbuka yang dia kenakan.. Membuatnya menggigil kedinginan..
Yong hwa berjalan mendekatinya..
Melepas jaket tebalnya.. Dan dengan berani dan hati-hati meletakkannya di bahu shin hye..
"ini memang sangat lusuh.. Tapi paling tidak kau tidak kedinginan nona park.. " ucap yong hwa..
Shin hye menoleh..
"kau.. Kau siapa?? " tanyanya..
Mereka berhadapan sekarang.
Yong hwa bisa melihat wajah shin hye yang sembab..
Yong hwa hendak berbicara ketika suara jung shin tiba-tiba terdengar memecah sunyi..
"nuna..!!! " panggilnya..
Yong hwa dan shin hye menoleh ke arah jung shin..
"nuna.. Aku mencarimu kemana-mana.. " ujarnya seraya berjalan mendekat..
"nuna.. Gwenchana??
Kajja.. Aku akan mengantarmu pulang.. " ucap jung shin kemudian..
Yong hwa terkejut..
"nuna???" pikirnya penuh tanya..
Jung shin lalu membawa shi hye pulang..
Meninggalkan yong hwa yang masih berdiri dengan rasa terkejut yang belum hilang..
"bagaimana bisa jungie punya kakak perempuan?? " ucapnya heran..
Yong hwa duduk di kursi di tepi balkon..
😯
Sekitar satu jam berlalu..
Jung shin datang kembali dengan membawa sekantong snack dan minuman ringan..
"hyung.. Aku sudah mengira kau masih disini.. " sapanya riang.
"yya!! Jungie.. Kau berhutang penjelasan padaku.. "
"yya!!! Hajima..berhenti memanggilku seperti itu.. Menggelikan sekali..
Yong hwa tertawa kecil..
"aigo.. Aigoo.. Ne..nee.. Araseo..
Sajangnim.. " canda yong hwa
Jung shin lalu menyerahkan sekaleng softdrink pada yong hwa..
"geundae.. Shin'ah.. Bagaimana bisa dia adalah nuna mu?? Bukankah kau putra tunggal??
Atau mungkin?? "
Jung shin tersenyum pahit..
"hyung'ah.. Kau tau siapa diriku.. Kau mengenalku sebagai lee jung shin.. Tapi kini aku adalah park jung shin..dan entahlah.. Suatu hari nanti aku mungkin akan kembali menjadi lee jung shin.. " ucapnya..
Yong hwa mengernyitkan keningnya..
"apakah??? " tanyanya terpotong..
"ne.. Ibuku menikah dengan ayah shin hye.. Kau tahu apa pekerjaan ibuku sejak kita kecil dulu.. Dia rela menjual dirinya untuk menghidupiku.. Dan karena pekerjaan ibuku.. Aku selalu di bully dan di siksa di sekolahku dulu.. Dan kau lah yang selalu datang menolongku.. " jung shin meneteskan airmata..
"dalam hari-hari suramnya.. Ibukku memiliki pelanggan seorang pimpinan mafia.. Dan ternyata dia jatuh cinta pada ibukku dan menikahi ibuku.. " papar jung shin..
"mwo?? Ma.. Mafia?? " yong hwa terkejut..
"ne..begitulah dia.. Dia memiliki ribuan anak buah di korea ini.."
"tapi.. Apa yang dilakukan mereka?? " ucap yong bingung..
Jung shin membuka tutup minumannya dan meneguknya hingga tersisa sedikit..
"banyak hal.. Mengawal penyelendupan barang-barang legal.. Hingga penyelendupan ikan-ikan laut.. Juga mendampingi bandar besar narkotika di negri ini.. Dan ah.. Entahlah banyak hal lagi.. " jung shin menghabiskan minumannya dan meleparkan kalengnya ke lantai..
Yong hwa melongo tak percaya..
"dan nona park adalah.. "
Ucapnya..
"ne.. Dia adalah putri ayah tiriku.. Dan si brengsek itu adalah putra kepala kepolisian yang memiliki kerja sama abu-abu dengan ayah tiriku..
Ayah lee hong ki membackUp segala kejahatan ayah tiriku..
Jadi.. Tidak heran jika dia memperlakukan nuna dengan begitu kasar.. " ujar jung shin lagi.
"karena itu kau hanya diam melihat dia menampar nona park??" tanya yong hwa..
"eung.. " jung shin mengangguk..
"entah sampai kapan aku bertahan kondisi keluarga yang seperti itu.. Hyung'ah...aku akan mendapatkan lebih banyak uang dan mengganti seluruh biaya sekolah yang telah ayah tiriku keluarkan.. Dan aku akan memiliki namaku sendiri suatu hari nanti.. Nama ayahku.. " ujar jung shin..
Yong hwa hanya menepuk-nepuk pundak jung shin..
🙁
Pertemuan kedua yang tak pernah terduga..
Dan tanpa berkenalan lebih dalam secara langsung dengan diri park shin hye..
Bahkan kini yong hwa mengetahui kondisi park shin hye yang tidak menyenangkan..
Yeoja yang baik hati itu..
Yeoja cantik itu..
Ada debaran dalam dada yong hwa..
Akankah dia bertemu lagi dengan yeoja cantik itu..
Please coment and vote para pembaca yang baik hati..
😊
Khamsahamnida