Untouchable

Untouchable
#delapan



💖aku seperti merasa tabir gelap yang merongrongku sejauh ini telah tersingkap dengan hadirnya seberkas cahaya kecil.. Dan yang ku harap dapat menghangatkanku di tengah badai 💖


Yong hwa mengernyikan dahinya..


"simba?? Terdengar seperti nama panggilan untuk sesuatu yang bukan manusia.. " pikirnya sepintas lalu..


Dia bergegas ke wastafel dan mencuci mukanya..


"ah.. Walau Tak sempat mandi aku tetap tampan.. Entah apa yang membuatku begitu tampan.. " selorohnya konyol seraya mengusap-ngusap wajahnya dan memandang pantulan wajahnya di depan cermin wastafel..


Dia menyapu seluruh bagian wajahnya dan jari jemarinya terhenti ketika menyentuh bibirnya.. Dirinya tersentak..


"Benar.. Semalam itu.. Aku dan nona park.. " yong hwa melototi dirinya yang ada di pantulan cermin..


"oh.. Tidak.. Bagaimana ini??? " yong hwa merasa malu dan bingung..


"apa yang harus ku katakan ketika melihat nona shin hye nanti.. Yong hwa!!! Neo miechoso???? " dia menepuk-nepuk bibirnya dengan telapak tangan kanannya..


Dan segera berlalu kembali ke depan..


"sangat terlambat sekali untuk membuka caffe.. Bagus untukku bahwa jung shin tidak memotong gajiku.. " yong hwa tertawa kecil seraya bergumam sendiri..


"alih-alih memotong gajiku.. Dia malah akan menambahnya karena aku terus menggaruk.. " yong hwa tertawa lagi..


Dan kini wajahnya terlihat serius.. Dan terlihat seperti telah memikirkan sebuah keputusan besar..


Dan berkata dengan tegas..


"jungie'ah.. Baiklah.. Mulai saat ini.. Aku akan terus menggaruk.. " dan lalu dia tertawa terbahak-bahak seorang diri..


Tak menyadari ada dua pelanggan yang sudah beberapa menit menatapnya dengan jijik..


Mereka dua orang mahasiswi yang hendak menikmati secangkir coffe disana..


"chogio.. " teriak salah seorang mahasiswi itu..


Yong hwa yang sedang menunduk terkejut..


"kapchagi.. Arghh.. " kepalanya terbentuk bagian sisi meja..


"ah.. Ne.. Silahkan.. " sapanya..


"apa caffe ini buka?? Aku sudah memanggilmu berulang kali.. Apa kami nampak seperti dua orang gelandangan yang tak bisa membayar cofee sehingga kau tidak menanggapi panggilanku..  Apa kau tahu aku bisa saja membeli seluruh isi caffe ini beserta dirimu.. Dimana sajangnimnya.. Aku sungguh kesal sekali.. "


Ceracaunya tak berhenti dan tak terduga..


Yong hwa meringis bingung..


"apa maksudnya kata-kata itu.. " pikirnya bingung.. Dan meggaruk tengkuknya..


"yya?!! Kau tuli?? Kau bisa mendengarku tidak??? Cih.. " umpatnya kemudian..


Sang teman hanya menggeleng-geleng..


"sudahlah.. Kau selalu berlebihan seperti ini..


Mianhae.. Dia memang mudah kesal.. Kau bisa lihat kerutan di bawah matanya.. Dia kesal karena itu.. Buatkan kamu dua coklat panas.. " dan dia menarik temannya yang kini mendelik ke arahnya..


"mworago?? "


"sudahlah.. Duduklah.. Berisik sekali kau.. "


Mereka berdua akhirnya duduk dan masih berseteru soal kerutan mata..


Yong hwa hanya menggeleng-geleng..


"hhh.. Mereka bahkan tidak tahu diluar sana ada yang menghawatirkan tentang bagainana mengisi perutnya dibanding mengurusi kerutan wajah.. " yong hwa berdecak-decak..


😂


"nuna.. " panggil jung shin yang ternyata tidak menemukan shin hye di kamar yong hwa..


Dia menuju atap.. Dan mendapati shin hye termenung disana..


"nuna..!!! " teriaknya saat jaraknya masih agak jauh..


"ah.. Dongsaeng'ah.. Waseo!! " sapanya tersenyum..


"nuna.. Kemana saja kau semalaman?? Eomma sangat cemas.. " omelnya..


Shin hye hanya tersenyum..


"yya.. Nuna.. Aku mencarimu di tengah malam yang dingin tidak memperdulikan kamar tidurku yang hangat.. Dan simbaku yang cantik..aku mencarimu kemana-mana.. " omelnya terus menerus..


Shin hye tersenyum lagi..


"yya nuna setidaknya jangan kau matikan ponselmu.. Atau kau bisa meminjam ponsel untuk menghubungiku.. Kau tidak tahu betapa cemas kami.. " jung shin masih belum puas mengomel..


Senyum shin hye bertambah lebar..


Dia hanya menatap adiknya yang sibuk dengan rentetan kalimat panjangnya..


"yya nuna.. Kenapa kau terus menerus tersenyum.. Ah.. Benar-benar.. "  jung shin terlihat sebal..


"shin'ah.. " panggil shin hye dengan suara rendah..


Jung shin menoleh menatap wajah nunanya..


"shin'ah.. Aku rasa.. Aku jatuh cinta.." shin hye tersenyum..


"mwo? Jatuh cinta??" jung shin terkejut..


"siapa?? Ani.. Siapa namja itu?? " tanya jung shin penasaran..


"aku.. Begitu bahagia.. Aku....  Menghabiskan malam yang indah bersamanya..  Malam yang belum pernah kurasakan.. " ungkap shin hye bahagia..


Jung shin mengernyitkan keningnya..


"nuna.. Mungkinkah kau... Sudah... " jung shin memasang wajah curiga..


"tidur bersama?? Haha apa bahagia saat malam hari itu selalu karena tidur bersama.. " shin hye tertawa mendengar ucapan adiknya..


"lalu.. Apa.. Yang membuatmu begitu bahagia.. Ah.. Lupakan.. Beritahu saja siapa namja itu??" ucap jung shin penuh tanya..


"kau akan tahu nanti.. "


"bisakah kau tidak main teka-teki denganku?? " jung shin terlihat kesal..


"dongsaeng'ah.. Aku lapar.. " rengek shin hye dibuat-buat..


"haish.. Baiklah.. Baiklah.. Turunlah..aku akan membuatkanmu sarapan..  Entah toko cake itu sudah mengantar cake-cake mereka atau belum, karena yong hwa sangat rajin.. dia membuka toko pada saat manusia sudah ingin makan siang.. Pasti mereka datang mengantar cake saat dia masih tertidur dengan cantiknya.. Dan lalu membawa semya cake itu kembali.. Baiklah.. Aku akan menunggumu dibawah nuna.. "  ucap jung shin yang kemudian berlalu..


😊


Jung shin turun ke bawah dan mendapati yong hwa tengah menata cake di etalase..


"oh.. Mereka sudah datang?? " ucap jung shin seraya mendekati yong hwa..


"nuguyo?? " tanya yong hwa bingung melihat ke sekeliling caffe..


"mungkinkah dua orang mahasiswi itu adalah kenalan jungie.. Oh tidak.. Aku tidak sanggup jika mereka datang setiap hari.. " pikir yong hwa ngeri..


Jung shin mengecek beberapa tagihan dari toko cake itu..


"shin'ah.. Mereka siapa yang kau maksud??? "tanya yong hwa yang terlihat mengusik konsentrasi jung shin yang sibuk menghitung..


"cake.. " ucapnya singkat..


"cake?? Yya?? Kenapa kau sebut cake sebagai mereka?? Kau ini bodoh atau apa?? " ledek yong hwa..


Jung shin melirik yong hwa..


"hmm.. Benar ah betapa bodohnya aku..


Hanya saja.. Aku sedang berpikir.. Berapa upahmu yang harus ku potong karena terlambat buka caffe.. " jung shin melirik yong hwa dan menahan tawa..


"ah.. Jung shin'ah.. Hajima.. Lihat.. Siapa yang berdiri di hadapanku ini.. Seorang sajangnim muda dan tampan dan tentu saja sangat cerdas.. Ah benar.. Berapa IQ mu??  150?? Ah.. Tidak.. 200?? Ah.. Pasti 300..whoa.. Daebak..." yong hwa berusaha merayu jung shin yang terlihat tertawa dibuatnya..


"yya.. Hyung.. Brengsek kau.. Sebaiknya kau jangan mengusik harimau yang tengah sibuk menghitung atau cakarnya akan segera keluar... " dia tertawa dan kembali menghitung angka-angka di atas secarik kertas itu..


Yong hwa bernapas lega..


"harimau mana yang sibuk menghitung.. Apa tidak ada peribahasa yang lebih masuk akal.. " pikir yong hwa geli..


Dy menelengkan kepalanya..


"mungkinkah.. Simba itu......


Dia sendiri??? " yong hwa masih penasaran siapa simba..


😂


Shin hye turun setelah mencuci wajahnya.. Dia nampak sangat cantik bahkan tanpa balutan gaun mahal atau baluran make up tebal..


Yong hwa baru saja merapikan gelas dari meja pelanggan dan tanpa sadar langkahnya bertemu dengan shin hye yang baru saja turun..


Yong hwa dibuat kikuk oleh keadaan itu..


Dia hanya menunduk memandang gelas-gelas itu..


Shin hye yang masing malu-malu terlihat salah tingkah..


Dia berlari begitu saja membuatnya tak sadar menyentuh barisan gelas di rak dan membuatnya berantakan...


Beberapa di antaranya hampir saja jatuh ke lantai jika jung shin tidak secepat kilat meraih gelas-gelas itu..


"nuna.. Wae irae??? "jung shin terlihat merapikan kembali susunan gelas itu..


"ah.. Mian.. " dia langsung berlari ke salah satu kursi pelanggan dan duduk disana dengan canggung..


Jung shin tidak menyadari sikap aneh shin hye..


"hyung.. Bawakan cake coklat dan coklat panas untuk nuna.. " perintah jung shin..


Yong hwa mendelik mendengar ucapan jung shin..


"hyung kau tidak dengar.. "


"jungie'ah.. Kau saja yang membawakan itu untuknya.. Kau kan adiknya.. Oke?? " ucap yong hwa kikuk..


"mwo??? Antarkan sekarang atau benar-benar akan ku potong gajimu!!!" ujar jung shin pura-pura marah..


Yong hwa bingung.. Dan merasa salah tingkah..


"baiklah.. Potong saja gajiku.. " ucap yong hwa yang tak sanggup menghadapi shin hye dan tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa semalam dirinya telah dengan penuh gairah ******* bibir shin hye..


😂


Hayy.. Readers.. Vote and coment ya.. 😊