Untouchable

Untouchable
#tujuh



💞 cinta adalah pemilihan kata yang tepat untuk mewakilkan rasa yang terasa mulai tumbuh.. Kau takkan bisa merabanya dengan jemarimu.. Bahkan kau tak akan mengerti meski ribuan kali kau pikir dengan logikamu..


💋


Tak ada yang lain yang terjadi semalam..


Hanya sebuah ciuman hangat yang terjadi disaat yang sangat tepat..


Shin hye melepas ciuman yong hwa dan merasa sangat malu dan canggung..


Shin hye terburu-buru berbaring dan menutupi wajahnya dengan selimut.. Tanpa menoleh sedikitpun ke wajah yong hwa..


Yong hwa tersenyum melihat tingkah jenaka shin hye..


Agak sedikit hilang rasa malunya melihat yeoja itu berperilaku menggemaskan..


"selamat tidur.. Aku akan tidur di bawah.. " lirih yong hwa yang kemudian beranjak dan keluar dari kamar setelah memadamkan lampu kamar.


Yong hwa tersenyum-senyum sendiri.. Dia berjalan sambil tersipu-sipu seperti gadis perawan yang baru pertama kali merasakan ciuman..


Dia merebahkan dirinya di sofa di caffe.. Dan mulai tersenyum lagi..


"ah.. Apa yang sudah aku lakukan.. " pikirnya malu..


Dia teringat wajah shin hye yang begitu dekat.. Matanya yang terpejam.. Aroma tubuhnya.. Dan.. Bibirnya yang lembut dan begitu manis..


Yong hwa memegangi wajahnya yang terasa panas..


"ah.. Itu tadi.. Ah.. " pikirnya tak henti..


Untuk pertama kalinya dalam hidupnya.. Yong hwa merasa sangat bahagia..


😚


Di tempat lain di waktu yang sama..


Shin hye duduk di atas kasur lantai..


Dan menyentuh bibirnya..


Lalu tersenyum tersipu-sipu..


"ah.. Yong hwa.. Dia sangat tampan.. Dan.. Ciuman itu.. Kehangatan itu.. " shin nye tersenyum.


Tapi sejenak kemudian dia memasang wajah datar..


Senyumnya pudar..


Ingatannya menarik-narik wajah hong ki ke hadapannya..


Sekejap saja shin hye merasa sangat muakk..


Bahkan mengingat wajahnya saja..


Mengingat wajahnya saja..


Shin hye benar-benar tak tahan..


"jika.. Aku mulai mencintai yong hwa.. Apakah.. Aku benar-benar bisa menjaga cinta itu??" batin shin hye merana.


Karena untuk pertama kalinya.. Shin hye merasakan sesuatu yang biasa disebut bahagia..


Sejak hong ki hadir dalam hidupnya.. Shin hye bahkan lupa bagaimana rasanya merasa bahagia itu.. Bahkan lupa bagaimana cara untuk bahagia..


Shin hye kembali berbaring dalam keremangan..


Berbagai rasa berkecambuk dalam dirinya..


Hingga tak sadar dia mulai terlelap..


😳


Samar-samar terdengar seperti suara sesuatu di ketuk-ketuk dengan cepat..


Mata yong hwa mengerjap-ngerjap seketika terbuka dan melihat guratan cahaya matahari yang menerobos lewat dinding-dinding kaca caffe..


Suara ketukan itu makin keras..


"hyung!!! Hyung!! " suara jung shin..


Dari balik pintu caffe..


Yong hwa terkejut.. Menyadari hari sudah sangat siang..


Dia buru-buru mencari kunci..


"ah.. Dimana kunci itu.. Camkanma jung shin'ah.. " teriaknya..


Dia merogoh-merogoh ke dalam saku celana dan kemejanya..


Tidak ada..


"hyung'ah.. Kau sedang apa?? Buka pintunya.. Palli..!!!! " ujar jung shin dengan suara kencang..


Yong hwa menggaruk-garuk kepalanya..


Mencoba mengingat dimana dia meletakkan kuncinya..


"hyung!!!!! " teriak jung shin tak sabaran..


Yong hwa mendekati pintu..


"shin'ah.. Kurasa aku lupa dimana aku menyimpan kuncinya?? " ucap yong hwa merasa bersalah..


"yya!!! Bagaimana mungkin kau bisa lupa.. " ujar jung shin sebal.


"mianhae.. Aku akan mencarinya.. " ucap yong hwa masih mencari kunci di dalam pikirannya..


"kau sedang apa??? " teriak jung shin..


"aku sedang memikirkannya.. " jawab yong hwa..


"memikirkan tentang apa?? " jung shin masih berteriak dari luar pintu..


"mwo??? Yya!!!! Hyung kenapa kau memikirkan kuncinya?? Apankau menyimpannya dalam kepalamu?? Carilah cepat.." ujarnya sedikit kesal..


Yong hwa lalu mencari-cari di antara kursi-kursi.. Melongok ke kolong-kolong meja..


Jung shin yang sangat tak sabar menempelkan wajahnya di kaca pintu caffe memperhatikan gerak-gerik yong hwa dalam usahanya mencari kunci..


"ah benar.. " ucapnya tiba-tiba..


"hyung!!!! Bukankah aku pernah memintamu menduplikat kuncinya??apa kau melakukannya?? " tanya jung shin berteriak terhalang pintu caffe..


Yong hwa tertawa..


"ah..majayo.. Aku sudah menduplikatnya.. " ucap yong hwa senang..


"cepatlah.. Buka pintunya.. Kau lamban sekali.. " ujar jung shin seraya tersenyum lebar..


"geundae.. " ucap yong hwa bingung..


"wae?? Kau lupa juga dimana kau menaruh duplikatnya?? Yya!!! Kau benar-benar payah.." teriak jung shin lagi..


Yong hwa lalu mendekati pintu caffe dan menempelkan wajahnya pada kaca..


"anii.. Maksudku... Bukankah aku memberikannya padamu???? " teriak yong hwa


"mwo??? " jung shin bingung..


Dan merogoh-rogoh kantong celananya..


"ah.. Majayo!!! Dia di dalam celanaku.. Bukan di dalam kepalamu?? " ujarnya tertawa..


Dia lalu membuka pintunya..


Yong hwa masih menempel di pintu kaca itu..


"yya.. Shin'ah.. Kita seperti bermain game siapa yang bodoh dan siapa yang lebih bodoh.. " ujar yong hwa setelah jung shin membuka pintunya..


"karena aku pemilik caffe ini.. Maka kau yang paling bodoh hyung.. " ujar jung shin di sela tawanya seraya masuk ke dalam..


"haishh.. " tukas yong hwa..


Jung shin menyandarkan tubuhnya ke kursi..


"hyung.. Aku tidak tidur semalaman dan berputar-putar mengelilingi seoul.. Melelahkan sekali.. " ucapnya seraya menejamkan mata dengan bersandar di punggung kursi..


"apa kau tidak punya kesibukan?? " tanya yong hwa bingung dengan ucapan jung shin..


"ani.. Eommonim menghubungi ku.. Nuna tidak dirumah sejak pagi.. Dan dia tidak bersama hong ki.. Ah.. Ponselnya juga mungkin kehabisan batrei.. Aku mencari-carinya ke tempat-tempat yang biasa dia datangi.. "


Yong hwa menunduk dan menggaruk-garuk pipinya..


"siang kemarin dia mengakatan padaku dia akan pergi menemui hong ki.. Dan dia tidak pernah kembali hingga malam.. Ah aku sungguh khawatir.. "


Yong hwa menggaruk-garuk lengannya..


"aku memang sangat menyayangi nuna.. Tapi tingkahnya kali ini sungguh merepotkanku.. Semalaman aku kedinginan.. Mengemudi disaat aku sangat lelah..dan masih tetap tidak menemukannya.."


Yong hwa hanya diam dan menggaruk-garuk kepalanya..


"aku bingung kemana harus mencarinya.. Semoga tidak terjadi apa-apa padanya.. Aku sangat cemas.. Geundae hyung.. Kenapa kau terus menggaruk???tingkahmu benar-benar membuat mataku sakit.. " tanya jung shin sebal..


"uhm.. Shin'ah.. Aku.. Sebenarnya.. Shin hye.. Ah.. Ani.. Nona shin hye itu.. "


Yong hwa bingung mencari kata yang tepat..


"mwo?? Waeyo???? Aneh sekali.. Sebaiknya kau mandi.. Kau menggaruk disana-sini saat aku berbicara kesana kemari.. Bisa ku berhentikan kau dari caffe.. " ucap jung shin Pura-pura marah..


"shin'ah...!!!!!!! " teriak yong hwa..suaranya cukup keras membuat jung shin terkejut..


Shin menatap wajah yong hwa..


"shin'ah.. Nona shin hye ada disini.. " lirih yong hwa takut-takut dengan suara yang sangat sangat sangat rendah..


"mworagoyo??? " jung shin mencari-cari arah mata yong hwa yang memandang kesana-kemari..


Yong hwa menggaruk-garuk bagian belakang telinganya..


"yya!!! Hyung kau benar-benar luar biasa.. Kenapa kau tidak menghubungiku semalam? " teriaknya tak percaya bahwa sesuatu.. Tepatnya seseorang yang dia cari ternyata ada di caffe nya sendiri..


"yya!!aku menghubungimu semalam.." yong hwa membea diri..


"ne.. Nee.. Tapi kau tidak berkata apa-apa.." jung shin tidak mau kalah..


"yya!! Jungie'ah.. Itu karena kau tidak bertanya apa-apa padaku.."


Ucap yong hwa masih membela diri..


Jung shin memegangi keningnya..


"sudahlah.. Kau membuatku semakin lelah.. Dimana dia? "tanya jung shin..


"dikamarku.. " ucapnya..


"seharusnya aku sudah menduganya karena tidak biasanya kau tidur di sofa.. " ucap jung shin sebal..


"mianhaeyo shin'ah.. "


"yya!! Hyung.. Akan ku tambahkan gajimu bulan depan.. Jadi belilah pembersih untuk tubuhmu.. Menjengkelkan sekali melihatmu menggaruk-garuk seperti simba.. " ucap jung shin seraya berjalan menuju tangga ke lantai atas..


"ne.. Shin'ah..


Geundae.. Shin'ah.. Simba itu siapa??? " tanya yong hwa.


Jung shin menoleh sebentar dengan tersenyum geli dan menaiki tangga..


😂



    💖 simba and jung shin 💖


😊