
Suara gemericik air memenuhi isi kamar mandi yang sedang dipakai oleh Jevin.
Lelaki itu sedang membersihkan badannya yang terasa lengket.
"Ahhh.. kenapa bayang-bayang wajahnya selalu muncul terus dipikiranku"
Dengan segera Jevin mengakhiri acara mandinya karna sudah merasa dingin.
Baru saja ia melangkahkan kakinya keluar kamar mandi, suara dering ponsel terdengar dari atas nakas. Ia lalu tersenyum karna mengira pasti Ibunya yang menelfon, siapa lagi kalau bukan Ibu.
Karna ia tak mempunyai kekasih. Seperti dulu saat masih bersama Maura, ia seperti diteror oleh kekasihnya sendiri karna hampir tiap jam Maura menelfon dirinya.
Ia langsung mengangkat telfonnya tatkala sudah meraih ponselnya tanpa melihat siapa yang menelfon.
"Haloo Bu.." senyuman mengembang pada bibir Jevin.
"Jev.. Jevin ini aku.. Maura" seketika Jevin menjauhkan ponsel dari telinganya dan kaget akan nomer yang tertera di ponselnya.
"Kau... kau ada perlu apa lagi?? " tanya Jevin kesal.
"Aku mau kita kembali lagi Jevin seperti dulu... Aku masih mencintaiiimuuuuu" teriak Maura dengan kencang membuat Jevin menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kenapa ia mirip dengan Ibu yang suka teriak-teriak ketika telfon, menyebalkan. Wanita sama saja"
"Aku tidak tuli, kau bisa bicara dengan normal. Tidak perlu sampai teriak-teriak. Dan sekali lagi aku beritahu, aku tidak bisa kembali lagi denganmu. Tidak ada setitik cintaku padamu yang masih tersisa. Aku sudah tak punya perasaan apa-apa lagi denganmu. Ku harap kau mengerti"
"Tak perlu cinta, kau hanya mau menerimaku lagi. Cinta bisa tumbuh kapan saja. Kau di Jakarta kan? Aku akan menghampirimu, aku ingin kuliah disana juga. Bagaimana? Kita bisa terus bertemu, dan pasti cinta itu muncul kembali."
"Cinta bisa tumbuh kapan saja. Bisa terus bertemu dan cinta pasti akan muncul. Benar juga yang di ucapkan Maura. Aku hanya perlu sesering mungkin bertemu dengannya dan pasti cinta itu akan muncul dengan sendirinya."
"Jev... kau mau kan?"
"Ah.. apa? Oh yg tadi..Hmm"
"Mau kan Jev??"
"Hmm mau.... " seketika Maura girang "Tapi boong..... Hahahaa"
Dan Jevin mematikan telfonnya sepihak.
"Jev.. makanlah dulu , aku sudah membelikan makanan untukmu. Nanti setelah makan kita baru pergi melihat kost-kostan yang cocok untukmu."
"Terima kasih teman, kau memang yang terbaik."
"Kau hutang budi kepadaku, kau harus mencarikan aku wanita."
"Oh... tenang saja, aku sudah punya kandidat untuk kau" jawab Jevin dengan wajah datarnya.
"Hey... kau baru 1hari di Jakarta. Bagaimana kau langsung mendapatkan teman wanita. Kau ini diam-diam menghanyutkan"
"Hahahaha kau mau tidak?"
"Mau lah.. pasti teman wanitamu sungguh cantik-cantik. Siapa Jev, cepat beritahu aku.. "
"Aku berkenalan dengannya tadi pagi, namanya Tania. Kau boleh langsung memacarinya" disambut lemparan bantal dari Aldo dan Jevin langsung keluar dari kamar dengan tertawa terbahak-bahak.
**
Saat ini mereka berdua sedang berada di kost-kostan yang lumayan dekat dengan kantor namun cukup jauh untuk ke kampus.
Tapi sepertinya Jevin menyukainya, tempatnya yang lumayan luas dengan kamar mandi didalam dan juga biaya yang tidak terlalu mahal.
Jevin langsung memilih kost-an ini saja meskipun kata Aldo, masih banyak rekomendasi kost-kostan yang lain tapi ia dengan segera memilih yang ini saja.
"Kau sebenarnya tak perlu sampai menyewa kost-kostan, tidur dirumahku juga tak masalah"
"Kamar kau hanya ada 2 , aku setiap hari harus satu kamar dengan kau... tidak tidak mauuu"
"Apa kau saja yang tidak mau, aku juga tidak tidak tidak mauuuu"
"Berisik kau... pulang sana. Aku mau istirahat"
Jevin sudah membawa semua barang-barangnya pada saat mencari kost-kostan tadi.
"Baiklah... kau jaga diri baik-baik. Nanti berangkat kerja akan aku jemput"
Setelah Jevin mengiyakan, Aldo segera pulang.
🎶Los Dol ndang lanjut leh mu Whatsapp an
cek paket datane, yen entek tak tukokne
tenan dik elingo yen mantan nakokno kabarmu,
tandane iku ora rindu,
nanging kangen kringet bareng awakmu
tak gawe los dol blas aku ra rewel
tutuk - tutuk no chatingan karo wong liyo
rapopo, aku ra gelo,
kok tutup - tutupi, nomere mbok ganti
firasat ati angel di apusi
senajan mbok ganti tukang las, bakul sayur lan tukang gas
titeni, bakale ngerti
Reff :
Los Dol ndang lanjut leh mu Whatapp an
cek paket datane, yen entek tak tukokne
tenan dik elingo yen mantan nakokno kabarmu,
tandane iku ora rindu,
nanging kangen kringet bareng awakmu🎶
Lagu Denny Caknan yang berjudul Los Dol ini sebagai pengantar tidur Jevin, kegiatan yang cukup melelahkan hari ini seketika hilang setelah mendengar lagu kesukaannya.
Seperti kisah cintanya dengan Maura, mungkin ia pernah kecolongan akan tingkah Maura yang mungkin sudah menyelingkuhinya dari dulu.
Tapi ia baru menyadari saat melihatnya waktu itu bersama lelaki lain.
Sebenarnya di lain sisi Maura yang terlihat manja, crewet, suka mengatur tapi ia juga punya hati yang baik.
Dia sopan dengan orang tua Jevin dan selalu membawakan bingkisan setiap kali datang kerumahnya.
Lain halnya dengan Jevin yang tak pernah mendatangi rumah Maura, karna merasa kurang percaya diri akan pekerjaan pada saat itu.
Ia takut orang tua Maura akan tidak suka padanya.
Dan pada akhirnya Maura yang malah mengkhianatinya.
Jevin tak menyangka kisah cintanya akan selalu berakhir dengan perselingkuhan.
"Kurangku apa.. wajah tampan iya, karismatik iya, badanku atletis iya, dompet tebel iya lumayan kalau habis gajian, padahal mereka yang selalu mengejarku tapi malah mengkhianati "
Jevin akhirnya terlelap bersamaan pikiran-pikiran akan masa lalunya yang sangat menyedihkan.
**
Pagi menjelang, suara ayam berkokok yang berasal dari samping kostannya berhasil membuatnya terbangun.
Iya, kostannya berdampingan dengan rumah-rumah warga yang masih senang merawat hewan-hewan unggas.
Hari ini Jevin akan berangkat kuliah karna ia telah mengambil jadwal kuliah saat libur bekerja.
Ia akan naik bus saja untuk sampai di kampusnya.
Saat ini didalam bus sangatlah penuh, ia tidak dapat tempat duduk dan akhirnya berdiri sampai tujuannya sampai.
Naik bus lumayan cepat menurutnya, ia sampai 15menit sebelum kelasnya dimulai.
Dari kejauhan ia melihat Melly.
Ia lalu menghampirinya yang saat ini Melly sedang duduk sendirian.
"Mel, kau kuliah hari ini?" tanya Jevin dan mendaratkan bokongnya disebelah Melly.
"Kau... Oh iya aku ada kelas hari ini. Kau siapa namanya, aku lupa"
"Kenalkan aku calon masa depanmu" lalu Jevin pergi setelah satu kedipan mata tak lupa ia berikan untuk Melly.
"Orang gila. ." dalam hati Melly
Melly tak menghiraukan akan kegenitan teman sepupunya tersebut.
Karna ia sering menjumpai lelaki macam dirinya.
.
.
.
Like, coment ya kalau kalian sukaaaaaaa. hehe