THIS IS TRUE LOVE

THIS IS TRUE LOVE
BAB 3 Melly



"Siapa lelaki tadi, pagi-pagi sudah mengotori mataku saja. Aku selama berpacaran dengan Andrew, juga tak pernah melihat ia telanjang dada. Kenapa aku malah melihatnya duluan. Memalukan"


"Bukan, bukan aku yang membantingnya. Tadi ada perempuan yang masuk"


Jevin merasa kesal karna dituduh.


"Perempuan itu seperti tak pernah melihat lelaki telanjang dada saja, harusnya ia berbangga melihat badan atletisku. Gratis lagi"


"Hah... siapa?" seketika Aldo mengerutkan alisnya.


"Ah... kau membohongiku. Kau bilang tak punya kekasih, dan kau bilang hanya tinggal bersama kakakmu saja. Kakakmu kan lelaki, apa mungkin perempuan tadi seorang pembantu? terlalu cantik tapi."


"Oh.... aku tau"


Aldo langsung turun dari ranjang dan segera membuka pintu.


Melly baru saja berjalan untuk mengambil tas diruang tamu karna ingin menelfon kakak sepupunya saja.


Ia pikir tadi kakaknya masih tertidur maka dari itu ingin membangunkannya, karna sudah biasa melakukannya.


"Melly.... "


"Kak Aldo, kau sudah bangun?"


"Iya, karna kau membanting pintu kamarku"


"Baguslah, aku tak susah payah untuk membangunkanmu. Tania sudah ada didepan. Segera bersiaplah, kau jangan membuat temanku menunggu"


"Dia yang butuh harusnya bisa bersabar sedikit"


"Oh ya.. Wanita didunia ini masih banyak yang jomblo. Kau hanya perlu berusaha kenapa menyerah dan bermalam bersama.... "


"Bersama apa?"


"Lelaki " Melly tersenyum mengejek dan segera berlari.


"Hey.... Aku masih normal..." teriak Aldo.


Jevin yang sedang menyisir rambutnya didepan cermin dibuat kebingungan akan temannya yang masuk kamar sambil menggerutu tidak jelas.


"Kau kenapa? Dan tadi siapa?"


"Masih bertanya kenapa?? Gara-gara kau, aku dikira tidak normal. Sepupuku yang satu itu sangatlah menyebalkan. Sudahlah aku mau mandi dulu."


"Do, namanya siapa? Sepupu kau itu?"


Aldo yang sudah didalam kamar mandi tidak mendengar akan pertanyaan dari temannya itu.


Saat ini didalam mobil Aldo, ada Jevin yang berada disampingnya dan juga Tania yang duduk dibelakang.


Melly hanya mengantar Tania kerumah Aldo dan ia segera berangkat kuliah.


"Do, dibelakang itu siapa? Kau dari tadi tidak mengajaknya berbicara. Aku tak mungkin mengajaknya berbicara, kenal juga tidak."


Jevin berbisik ditelinga Aldo, agar Tania tak mendengarnya. Tapi Tania ternyata mendengar.


"Aku Tania, temannya Melly sepupunya Kak Aldo.Kau siapa? " tanya Tania sambil mengulurkan tangannya


"Aku Jevin. Oh.. perempuan tadi namanya Melly.. "


Aldo yang melihat Jevin berbinar-binar matanya seketika paham.


"Kau jangan mencoba-coba mendekati Melly. Dia sudah mempunyai kekasih. Sudah 3 tahun berpacaran" tegas Aldo


"Wow.. seperti kredit motor saja, lama sekali. Kapan menikahnya?"


"Hmm.. Tak tahulah"


Setibanya mereka dikantor, Jevin dan Tania dikasih arahan untuk bagian apa yang akan mereka kerjakan.


Iya, Tania juga akan bekerja disana. Ia ditawarkan oleh Melly untuk bekerja di kantor Aldo bekerja. Karna sedang membuka lowongan untuk beberapa bagian yang masih kosong.


"Jev, kau kan mulai bekerja besok. Kau hari ini mendaftar kuliah saja dulu. Hmm kau minta antar Tania saja, dia apal semua jalan Jakarta" usul Aldo dengan berbisik.


"Kau ini bagaimana ,katanya kau yang akan mengantar"


"Aku harus bekerja hari ini, kau seperti anak kecil saja. Tan... bolehkah aku meminta tolong? "


"Tan.. tan.. panggil Nia.. Aku bukan tante-tante. Minta tolong apa?" tanya Tania dengan mata berbinar walaupun sedikit kesal.


"Kau antarlah Jevin ke kampusnya Melly untuk mendaftar kuliah, dia kan belum tau jalan sekitar Jakarta. Dan kau Jev, bawalah mobilku, jam 3 jemputlah aku."


"Hmm baiklah kak" jawab Tania.


Di dalam mobil Tania dan Jevin hanya berdiam.


Tania asik dengan pemandangan kota dengan melihat kaca disamping.


Jevin canggung kepada perempuan yang baru ia kenal.


"Kakak teman kak Aldo darimana? Baru pertama ke Jakarta?"


Tania yang daritadi sangat gatal sekali mulutnya jika tidak berbicara, akhirnya mengalah untuk memulai percakapan.


"Hmmm iya..Aku dari Semarang,Tan. Eh Nia.. "


"Panggil saja Jevin, aku ini bukan kakakmu. Dan ini masih luruskah?"


"Masih Jev, nanti ada lampu merah belok kiri"


Sesampai dikampus, Jevin langsung mendaftarkan diri.


Dan karna merasa lapar, akhirnya mereka berdua pergi ke kantin.


"Mel ,kau sendirian saja? Apa-apaan ini, kau sangat kelaparan sampai memesan double? " Tania yang melihat Melly duduk dikantin sendirian pun menghampiri.


"Ini punya temanku, dia sedang ke Toilet"


"Manis juga wanita ini, sayang sekali sudah mempunyai kekasih"


"Oh ya... kenalkan ini Jevin temannya kak Aldo dari Semarang. Aku mengantarnya kesini untuk mendaftar kuliah, karna ia belum paham wilayah Jakarta."


"Aku Melly.. "


"Aku sudah tahu dari tadi pagi" mereka bersalaman, dan sesaat mata mereka bertemu.


"Lelaki ini, oh ya ampun.. lelaki yang ada dikamar kak Aldo tadi pagi. Aku sangat malu sekali"


Sekelebat bayangan Jevin yang telanjang dada dan hanya melilitkan handuk dipinggang memenuhi pikiran Melly.


"Kau yang tadi pagi membanting pintu kamar Aldo kan? "


"Hah... Apa? Nia, aku mau menyusul temanku dulu ke toilet"


Melly merasa malu dan segera berlalu pergi darisana setelah berpamitan dengan Tania.


"Kenapa dia? Siapa yang membanting pintu, Jev?"


"Sudahlah lupakan"


Mereka segera makan sesaat pesanannya datang.


Dan setelah selesai mereka ke parkiran untuk pulang, tapi Tania melihat Melly yang sedang berdiri di gerbang kampus.


"Mel, kau menunggu pak Jo?"


Pak Jo adalah supir Melly.


"Hmm.. tidak. Aku menunggu Andrew ,dia katanya mau jemput tapi dari tadi belum sampai juga"


"Kau sudah coba menelfonnya?" tanya Tania


"Sudah.. tapi tidak diangkat. Ini masih jam kerja tapi katanya sekalian ia pulang dari meeting diluar kantor makanya ingin menjemput"


Dan dari kejauhan mobil warna putih terlihat, iya betul itu mobil Andrew.


Tepat berhenti didepan Melly.


Senyuman Melly mengembang dengan tubuh sedikit diguncang seperti anak kecil yang melihat pesawat melintas di udara.


Andrew turun dari mobil lalu menghampiri Melly dan langsung mencubit pipinya yang menggemaskan.


"Apakah aku terlalu lama?"


"Sangat-sangat lama.." Melly mencebikkan bibirnya.


"Maaf lah sayang.. ayo masuk" Andrew membukakan pintu mobilnya untuk Melly.


"Nia, aku pulang dulu. Dah... "


Dan dijawab anggukan kepala dari Tania.


"Tampan sekali kekasihnya, jika aku wanita pasti juga akan menyukainya. Aiishhh... apa-apaan aku, menjijikan sekali. Dia sainganmu, Jev"


Setelah mengantar Tania, Jevin pun segera ke kantor tempat Aldo bekerja.


Setelah dikasih tau akan rute-rute jalan disekitar Jakarta, dengan cepat Jevin pun hapal.


Dia berniat untuk menunggu Aldo pulang kerja di parkiran saja.


Tibalah jam waktu pulang Aldo.


"Tuk... tuk.. tuk.. " Aldo mengetuk kaca mobil yang didalamnya terdapat Jevin yang sedang tertidur pulas. Namun tidak ada tanda-tanda Jevin bangun.


Aldo dengan isengnya menyuruh temannya untuk mengklakson mobilnya yang tepat disamping mobil milik Aldo.


Titt... titt. tittttttt ...


Seketika Jevin terbangun karna kagetnya.


Dan dilihatnya Aldo yang sedang tertawa puas di luar mobil.


.


.


.


Selamat membaca ya... like, coment kalau kalian suka...