There Is Love Over Time

There Is Love Over Time
BAB 7



Beberapa hari kemudian ...


Setelah kejadian malam panas nya bersama wanita cantik yang tidak ia kenal, wanita gi la yang mengajak o n s menyerahkan kesucian nya membuat dr Firman terus terusan memikirkan wanita itu, bayangan wajah cantik itu selalu terbayang di mata di benak nya semakin ia berusaha tidak memikirkan wanita yang tidak lain Kirana semakin pula membuat dr Firman resah. "aku bahkan tidak tau nama nya , bo doh ! " kata Dr Firman dalam hati nya, ntah kenapa ia tidak bisa melupakan wanita itu begitu saja apa lagi ia tau malam itu dia melakukan nya tidak pakai pengaman, di saat dr Firman melamun sibuk dengan pikiran nya terdengar suara ketukan pintu menyadarkan nya dari lamunan.


Tok... tok.. tok....


"ya masuk!" seru dr Firman yang saat ini masih berada diruangan di jam istirahat nya.


"maaf dok, ada yang mau bertemu dengan dokter nama nya tuan Raka kata nya ada hal penting !" kata asisten sekaligus perawat nya dr Firman.


"ya suruh saja dia masuk!" kata dr Firman , dalam hati nya ia bertanya tanya ada hal penting apa sehingga Raka mendatangi nya kesini.


Tidak lama setelah perawat itu keluar nunculah Raka yang datang bersama dengan orang yang sudah sukses membuat diri nya hancur. "Nadia.." lirih dr Firman tekejut melihat Raka yang masuk bersama Nadia.


Melihat orang yang selama ini ia cari cari keberadaan nya seorang wanita yang berhasil memporak porandakan hati nya dr Firman sangat bahagia, segera ingin me me luk wanita itu namun baru dya langkah dr Firman menyadari kedatangan Nadia bersama Raka ia langsung merubah mode yang tadi kaget campur bahagia menjadi mode santai karena ia tidak ingin terlihat rapuh meski dalam hati nya bergemuruh melihat wanita yang sukses membuat hidup nya hancur porak poranda tak tentu arah kini datang bersama laki laki lain tapi dr Firman sadar yang nama nya perasaan tidak bisa di paksakan jadi lah dia belejar ihlas untuk melepaskan Nadia. "silahkan duduk!" kata dr Firman pada Raka dan Nadia.


"Nadia gimana kabar kamu ?" tanya Dr Firman pada Nadia.


"a-aku baik ka, kaka bagaimana kabar nya ?" aku minta maaf saat itu pergi gak bilang bilang pada kaka" kata Nadia pada dr Firman.


"seperti kamu liat aku baik, its ok aku tidak apa apa, tidak perlu kamu minta maaf atau merasa salah semua nya itu sudah berlalu." kata dr Firman namun dalam hati nya mengatakan sebalik nya kalo hati nya sekang tidak baik baik saja.


"jadi ada hal penting apa yang membuat kamu dan Raka kesini?" tanya dr Firman.


Raka tipe orang yang tidak suka bertele-tele ia meletakan sebuah undangan di atas mejanya . "undangan pernikahan, aku dan Nadia sebentar lagi akan menikah dan kami berdua mengundang kamu dalam pernikahan kami!" kata Raka.


*deg*


Hati siapa yang tidak hancur melihat kartu undangan bertuliskan nama orang yang dicintai dengaan orang lain, dr Firman menatap nanar kartu undangan itu, tidak ingin kerapuhan hati nya terlihat orang lain dengan tangan terkepal berada di bawah meja dr Firman menguatkan diri nya sebisa dan sekuat mungkin ia bersikap santai di hadapan Nadia dan Raka.


"selain itu aku juga minta maaf dan ingin kamu, kita mengihlaskan dengan apa pernah terjadi di antara aku, kamu dan Nadia, terutama aku berharap kamu bisa berbesar hati mengihlaskan Nadia , tidak ada lagi masalah di antara kita aku hanya ingin hidup dan rumah tangga kami bahagia bersama keluarga kecil kami nanti! Maaf kalo kami berdua menyakiti hati kamu dan aku berharap semoga kamu bisa mengihlaskan Nadia bersama aku dan kalo pun kamu tidak terima dan tidak bisa mengihlaskan Nadia bersama aku aku tidak perduli dan aku akan tetap menikah dengan Nadia dan aku pastikan Nadia hanya untuk Raka Ardian seorang" tambah Raka menggengam tangan Nadia, dr Firman sejak tadi hanya diam mendengrkan Raka bicara dengan masih memasang wajah datar nya kemudian terkekeh mendengar akhir penuturan kalimat dai Raka.


"mau gimana lagi aku harus ihlas lagian kalo memang jodoh gak kemana bisa saja kan nanti kan aku dan Nadia bersatu nanti dan belum tentu kan kamu terus terusan bersama Nadia!" jawab dr Firman sengaja menggoda Raka.


'bre ng sek kamu ngomong nya itu sama saja kamu doain aku dan Nadia yang tidak tidak !" kesal Raka untung saja mood nya lagi bagus coba aja kalo gak di.pastikan dr Firman dapat bogeman mentah nya Raka.


"ka..." lirih Nadia, dr Firman tadi nya asik menatap.kartu undangan beralih menatap Nadia.


"ma-maaf, aku pasti sudah membuat hati kaka luka padahal kaka sangat baik keaku dan Nanda tapi percaya lah tidak ada sedikit pun ingin memaikn perasaan kaka", jelss Nadia.


"tenang saja aku tidak akan mengganggu rumah tangga kalian, aku turut senang atas bersatu nya kalian akan aku usahakan untuk datamg kepernikahan kaliam manti" kata dr Firman akhir nya setelah diam beberapa saat dengan mata menatap kekartu undangan.


"tapi ada syarat nya sih" ucap dr Firman mendapat tatapan tajam Raka berbeda dengan Nadia menatap bingung.


Melihat ekspresi Raka dan Nadia membaut dr Firman terkekeh kecil. "gak usah menatap tajam gitu! aku hnya ingin kalian membolehkan ku bertemu Nanda aku sudah sangat merindukan nya anak itu aku benar benar sudah meanggap nya seperti anak kandung ku sendiri" ucap Dr Firman mendengar Nadia menyebut nama Nanda bayi kecil yang sangat ia rindukan yang pasti nya sekarang sudah tidak bayi lagi.


"ya asalkan kamu jangan nyuri.nyuri kesempatan dan kesempitan ke Nadia!" tegas Raka.


"ck aku bukan pebinor!" decak Dr Firman.


"apa itu sayang pebinor ?" tanya Raka pada Nadia.


"perebut bini orang!" jawab Nadia dan dr Firman bersamaan.


"aku gak nanya kamu aku nanya calon istri aku" kesal Raka.


"kalo gitu aku dan Nadia pergi dulu karena ada janji sama pihak WO" kata Raka.


"baiklah , sekali lagi selamat atas pernikahan kalian semoga lancar sampai hari H nya aku doakkan semoga nanti rumah tangga kalian samawa dan terimakasih atas undangan nya"


"terimakasih juga doa nya" sahut Rakaa setelah itu Raka dan Nadia pergi dari ruangan dr Firman.


Sepeninggal nya Raka dan Nadia, dr Firman memandangi undangan pernikahan Nadia dan Raka jangan di tanyakan lagi tentang perasaannya saat ini apa lagi seperti tadi pura pura kuat tegar dihadapan orang padahal dalam hati nya benar benar hancur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


Malam hari nya dirumah Kirana...


"Evans, masuk nak!" ucap ibu mempersilahkan Evans masuk kedalam rumah duduk di ruang keluarga.


"makasih buk", ucap Evans sopan.


"bentar ibu panggil Kiran!" ucap ibu.


Kirana mendengus kesal saat menuruni anak tangga ketika melihat siapa yang datang. "ada apa ayah sama ibu minta Kiran turun?" tanya Kiran.


"kamu duduk dulu nak! pinta ayah dan Kirana duduk di sofa.


"ayah ada bu ? ada hal yang ingin saya bicarakan dan saya sampai kan dengan ayah, ibu, Kiran dan Karin.


Ibu menatap Evans bingung. "sebentar ibu panggil ayah, Kiran dan Karin" ucap ibu setelah itu melangkahkan kaki nya cepat.


Kirana mendengus kesal melihat siapa yang datang saat ia menuruni anak tangga. "ada apa bu manggil Kiran? Kirana sibuk bu!" ucap Kiran.


"ada Evans kata nya ada hal yang ingin ia bicara kan, kamu sini dulu!" jawab ibu.


Mau tidak mau Kirana ikut duduk di sofa. "mau ngomong apa kamu ? cepat aku sibuk!" ucap Kirana datar.


"Kiran .." tegur ayah nya.


"semua nya sudah disini jadi hal apa yang ingin kamu bicarakan ?" tanya Ayah.


"saya ingin melamar putri kalian dan segera menikahi nya dan untuk pertunangan aku dan Kiran"


"batal, pertunangan kami batal, tidak ada yang perlu di bahas lagi karena hubungan aku dan Evans sudah berakhir" ucap Kirana memotong ucapa Evans.


Orang tua Kirana kaget dan bingung mendengar ucapan Evans dan Kiran. "maksud kalian apa ?" tanya ibu.


"hubungan aku dan Evans sudah berakhir semenjak aku tau bahkan aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kekasih ku dan adik K-A-N-D-U-N-G ku ber cem bu mes ra di kamar apartemen kekasih ku, padahal aku yang ingin memberi kejutan tapi pas disana aku yang di buat terkejut, maka nya malam itu aku tidak pulang karena aku butuh menenangkan diri ku saat itu" jelas Kiran menekan kata kandung.


Ayah menatap tajam Evans dan Karin yang terliht gugup. "apa benar yang di ucapkan kaka kamu Karin?" tanya ayah.


Karin terlihat gugup menjawab nya. "i-iya yah,"


plakk...


Semua tercengang melihat ayah menampar pipi Karin karena selama ini ayah selalu bersikap sabar tidak seperti ibu yang emosian.


"bagaimana kamu bisa melakukan itu pada kaka kamu sendiri? di mana hati kamu ?" tanya ayah menatap tajam Karin.


"aku mencintai ka Evans yah" ucap Karin lirih memegangi pipi nya yang di tampar, sedangkan ibu duduk di sofa mengusap usap dada nya.


"yah, aku yang salah jangan sakiti Karin ia sedang hamil anak aku" ucap Evans pada ayah yang saat itu ingin melayangkan tangan nya.


*Deg*


Jantung ayah, ibu, Kiran berdetak kencang mendengar pengakuan Evans, jangan di tanya lagi bagaimana perasaan Kiran saat ini, hati nya sangat hancur mendengar itu. "kurang ajar kamu !" hardik ayah.


*bugh..bughh..* ayah memukul Evans secara brutal.


"breng sek ! apa yang sudah kamu lakukan pada anak anak ku? kamu sudah membuat kedua putri ku hancur!" kata Ayah yang masih memukuli Evans membabi buta.


"ayah cukup yah ! " Kiran menarik ayah nya yang memukuli Evans.


"Ayah cukup yah, ayah bisa di penjara kalo orang itu mati" Kata Kiran pada ayah nya.


"yah, Kiran tidak apa apa semua nya sudah terjadi yah!" ucap Kiran bicara pada ayah nya dengan menahan sesak didada.


"dengan kekerasan tidak bisa merubah keadaan, lebih baik hari pertunangan aku di ganti dengan pernikahan mereka sebab kalo kelamaan kandungan di perut Karin akan membesar biar tidak jadi omongon orang lebih baik dinikahkan ceoat yah" ucap Kiran.


"Kiran ? " ibu memeluk Kiran.


"aku tidak apa apa bu! ibu jangan nangis ok!" ucap Kiran memeluk ibu nya.


"ya sudah mau gimana lagi? hanya saja ayah merasa gagal menjadi ayah, ayah gagal mendidik anak ayah" ucap ayah lirih.


"ayah adalah ayah terhebat, aku dan Karin beruntung punya ayah seperti ayah, apa yang terjadi semua nya mungkin sudah takdir allah, aku tidak berjodoh dengan Evans tapi Karin lah jodoh nya karena jodoh takdir allah." ucap Kiran panjang lebar.


"jadi tidak ada yang perlu di permasalahkan lagi, semua nya sudah jelas dan aku ingin keatas dulu. !" setelah itu Kiran menaiki tangga menuju kamar nya yang ada di lantai dua, sesampai nya di kamar tangis Kirana tumpah.


"hiks..hikss...ya allah sakit, kuat kan hati ku ya allah" ucap Kiran menangis sambil memukul mukul da da nya yang terasa sesak


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


~~bersambung~


💓💓 hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya💓💓


💓💓SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR💓💓


💓 I LOVE YOU ALL 💓