There Is Love Over Time

There Is Love Over Time
BAB 17



Saat jam makan siang dr Firman menjemput Kirana mereka berdua sekarang sudah berada di sebuah mall, dengan wajah datar namun tidak sedikit pun menguragi kadar ketampanan nya, dr Firman menyadari beberapa pengunjung mall terutama laki laki melihat kearah Kirana yang terlihat cantik dan anggun dengan memakai dres selutut, make up natural dengan rambut nya yang hitam panjang sepinggang tergerai indah, dr Firman berjalan di samping Kirana dengan memasang wajah datar. "sudah makan belum ?" tsnya dr Firman pada Kirana.


Kirana menoleh kesamping kearah dr Firman. "belum!" sahut Kiran.


"saya juga belum, kalo gitu mau makan dulu atau kebutik langsung ?" tanya dr Firman.


"makam dulu deh biar shopping nya gak keganggu sama yang nama nya lapar" ucap Kiram nyengir kuda


"ok.baiklah, kita makan dulu!" ucap dr Firman menggenggam tangan Kirana dengan tidak sadar berjalan menuju resto tanpa mereka sadari ada seseoramg yang sedang memperhatikan mereka bahkan memoto dari jauh.


"bisa lepasin tangan anda gak?" tanya Kiran kutus.


"maaf gak nyadar, ya sudah duduk ! kita makan siang ddulh " ucap dr Firman.


Seorang pelayan resto datang memberikan buku menu dan mencatat makanan yamg di pesan dr Firman dan Kirana, sementara di meja lain yang jarak nya tidak terlalu jauh dengan meja Kirana dan dr Firman seseorang sedang memperhatikan dua orang manusia yang baru saja duduk itu, orang itu menajamkaan penglihatan nya untuk memastikan yang ia lihat, orang itu tidak lain adalah Evans yamg baru saja selesai bertemu dengan klien kerja nya. "Kirana" gumam Evans setelah yakin yang ia lihat adalah Kiran dengsn seorang laki laki yang si al nya lebih tampan dari nya.


Evan memperhatikan Kirana dan dr Firman yang adu mulut, Kirana kesal dr Firman tidak henti nya mengoda nya dr Firman tertawa melihat wajah lucu Kirana yang kesal namun di mata Evans yang memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh tidak juga terlalu dekat malah terlihat kebalikan nya di mata nya Kirana seperti bercanda, romantis bahkan seperti nya tidak ada terlihat kesedihan di wajah Kirana, rahang Evans mengeras tangan terkepal ia merasa cemburu melihat Kirana bahagia dengan pria lain.


Selesai makan Kirana dan dr Firman berjalan menuju butik yang ada di mall tiba tiba tangan nya ditarik seseorang. "Kirana!" seru Evans menarik tangan Kirana.


*deg*


"Evans , apa apaan kamu ? lepaskan!" ucap Kirana marah.


"lepaskan tangan anda! apa anda tidak mendengar nya?" ucap dr Firman tegas, ia melihat ada emosi di mata Kinara saat ini.


"sebaik nya anda jangan ikut campur kalo tidak ingin saya melaporkan anda kepolisi atas tuduhan penculikan atau membawa kabur anak orang!" ucap Evans menatap tajam dr Firman yang terkekeh mendengar ucapan Evans.


"bre ng sek kamu Evans ! mau kamu apa sih ? " tanya Kirana.


"ikut aku pulang !" ucap Evans menarik tangan Kirana agar meikuti nya.


Dr Firman menghalangi Evans menarik paksa tangan Kirana. "si al an! saya tidak ada urusan dengan anda!" geram Evans


"tentu ada, apa pun yang bersangkutan dengan Kirana akan menjadi urusan saya juga, anda membuat nya sakit lepaskan tangan anda!" ucap dr Firman dengan sorot mata yang menusuk tajam menarik Kirana sedikit lebih kencang membuat tangan Kirana yang di genggam Evans terlepas.


"Evans dengar ! aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apa apa lagi jadi jangan pernah mencampuri kehidupan ku, lebih baik kamu fokus urus pernikahan si al an kamu dan fokus ke calon istri kamu yang hamil itu." ucap Kirana marah tangan nya masih di genggam dr Firman, melihat Kinara seperti menahan emosi dr Firman menguatkan genggaman tangan nya Kinara


"aku hanya ingin kamu pulang kasian orang tua kamu memikirkan kamu" ucap Evans sedikit lebih lembut.


Evans tidak suka Kirana menyindir nya menyebut nya penghianat."maafkan aku sudah menyakiti kamu, seperti nya kamu masih belum bisa move on dan menerima kenyataan " ucap Evans dengan wajah menjengkelkan di mata Kirana.


"ck, percaya diri sekali kamu" cibir Kirana.


"dengar baik baik Evans cinta ku, sayang ku hilang lenyap tak bersisa saat itu juga di saat aku dengan mata kepala ku sendiri melihat K-A-M-U selingkuh ber cem bu mes ra dengan A-D-I-K K-A-N-D-U-N-G ku sendiri, semenjak itu perasaan cinta sayang aku berganti dengan rasa benci dan sakit" ucap Kiran dengan emosi berapi api.


"apa karena dia kamu tidak pulang ? siapa nya kamu dia?" tanya Evans.


"bukan....." Ucapan Kirana terpotong.


"saya kekasih nya Kirana, mau apa anda kalo saya kekasih Kirana ?" dr Firman memotong Kirana yang tadi nya ingin bicara, setelah mengetahui sedikit cerita nya ia jadi kesal dengan pria di hadapan nya ini.


Evans berdecak menggelengkan kepala nya. "ck, kekasih ? apa setelah putus dari aku kamu berubah jadi wanita murahan dan menerima sembarang pria lain? bahkan aku yakin kamu selama ini tidur dengan nya" ucap Evans, Kirana menggenggam kuat tangan nya yang di genggam dr Firman mendengar ucapan Evans.


"ternyata kamu lebih murahan dari Karin" cibir Evans.


Dr Firman melepaskan genggaman tangan nya dengan Kirana. "breng sek"


*bugh, bugh*


Bogem mentah mendarat diwajah Evans seketika mereka menjadi tontonan pengunjung mall. "breng sek! Jaga bicara anda! Kirana bukan wanita murah dia wanita yang sangat istimewa terutama di mata saya, sekali lagi menghina Kirana akan saya pasti kan anda selesai di tangan saya" ucap dr Firman marah terlihat sangat mengerikan di mata Kinara sebab baru ini Kirana melihat dr Firman marah.


*bugh*


Dr Firman kembali memukul wajah Evans, Kirana tidak ingin dr Firman memukul Evans bukan karena dia masih mencintai Evans dia tidak.ingin gara gara dia dan memukuli Evans dr Firmam beurusan dengan polisi. "hentikan!" seru Kirana namum dr Firman seperti kesetanan Evans juga melayangkan bogem mentah nya di wajah dr Firman.


Kirana me me luk dr Firman dari belakang ia takut dr Firman kenapa kenapa. "hentikan, ku mohon! kamu membuat ku takur!" lirih Kiran.


Emosi dr Firman langsung hilang ketika sepasang tangan melingkar di perut nya, pe lu kan Kirana dan ucapan Kirana menyadarkanya ia berbalik menghadap dan me me luk Kirana. "maaf sudah membuat kamu takut, ayo kita pergi dari sini!" ucap dr Firman lembut mengusap lembut punggung Kirana setelah itu membawa Kirana menjauh meninggalkan Evans serta mengabaikan pengunjung mall yang sejak tadi hanya menonton tidak ada melerai mereka bahkan beberapa dari merekam di hp mereka.


~~bersambung~


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“