
Hari ini Karina pulang bersama Evans kerumah orang tua Karina setelah dua malam tidur di kamar mewah di hotel berbintang tempat mereka menikah kemarin. Evans merasa haus pergi kedapur karena persediaan air minum dikamar Karina habis,di dapur Evans menghentikan langkah nya ketika melihat seseorang yang sejujurnya masih ada di hati nya terlihat sedang sibuk memotong motong sayur, Kirana terlihat cantik dan mempesona hanya dengan memakai kaos, celana pendek juga rambut yang di gulung keatas asal menyisakan sedikit anak rambut.
Dalam hati Evans ia menganggumi mantan nya ini bukan hanya cantik tapi juga rajin terbukti di hari masih bisa di bilang subuh saat yang lain mungkin sedang tidur termasuk istri nya Karina yang masih enak tidur bukan nya bangun lebih dulu menyiapkan keperluan suami nya apa lagi memasak seperti Kirana saat ini subuh sudah sibuk di dapur, dalam hati nya Evans membanding kan kaka adik itu.
"Tuan Evans! ada apa tuan ?" tanya mbok Rani saat melihat Evans berdiri di depan pintu dapur memandang Kirana yang membelakangi Evans.
Kirana terdiam sejenak saat mendengar mbok Rani menyebut nama sang mantan namun setelah itu tanpa menoleh kebelakang Kirana melanjutkan memotong sayuran nya tanpa memperdulikan mantan nya Evans. "Eh mbok! Saya hanya merasa haus persedian air dikamar habis maka nya ini kedapur pengen minum sekalian bawa air untuk di kamar!" jelas Evans ramah pada mbok Rani.
"Mbok silahkan lanjut aja kerja nya, ini saya udah selesai mau keatas dulu!" tambah Evans.
"Iya tuan!" sahut Mbok Rani yang melanjutkan membantu Kirana memasak sedangkan Evans kembali kekamar nya.
Didalam kamar Evans mengehela nafas memandangi istri nya sedang tidur. "Masih tidur! Boro boro pagi pagi masak buat suami, nyiapin keperluan buat suami, bangun aja enggak masih tidur! Gak kayak Kirana pagi pagi udah di dapur mana cantik dan mempesona liat dia pagi pagi motong sayur gitu!" dalam hati Evans membanding bandingkan kaka beradik yaitu Karina istri nya dan Kirana kaka ipar nya.
"Sayang bangun udah pagi!" dengan lembut Evans membangunkan istrinya.
"Mmmmmhhh..." gumam Karina yang masih tidur.
"Ayo bangun udah pagi! Aku juga hari ini kerja pagi ini ada mitting!" kata Evans membangunkan istrinya.
"Iya sayang, sebentar lagi! Kamu mandi aja dulu ntar aku siapin keperluan kamu!" ucap Karina yang mulai membuka mata nya.
"Kita mandi bareng aja yah, biar aku gendong kamu!" Evans langsung menggendong istri nya yang tanpa busana masuk kedalam kamar mandi.
"Aaahh...sayang !" pekik Karina kaget karena Evans yang tiba tiengangkat tubuh nya.
Evans menduduk Karina di meja wastafel kamar mandi, melihat tu buh istri nya yang polos itu membuat dirinya on kembali. Evans me lu m@t bi bir istri nya perlahan dan lembut yang di balas sang istri membuat lu mat an lembut berubah menjadi lu mat an yang menggebu gebu dan mereka berdua akhir nya melalukan penyatuan baru setelah itu baru pasangan suami istri itu mandi.
Selesai mandi Evans dan Karina turun bersama menuju meja makan sedangkan Kirana baru selesai memasak untuk sarapan pagi ini. Evans melihat Kirana dengan memakai arpon warna pink juga rambut di gulung keatas membuat Kirana benar benar terlihat cantik pagi ini, sejak duduk tadi Evans terus memandang Kirana seakan lupa dengan istri nya yang ada di samping. "Awwwhhh..." Evans meringis sakit Karina mencubit pinggang nya.
"Sayang kamu apa apain sih, sakit!" protes Evans.
"Kamu tuh yang apa apaan ? Jaga tuh mata! Ngapain kamu liatin Kirana sampai gak berkedip?" ucap Karina sedikit ngegas karena kesal dan cemburu melihat Evans suami nya memandang kaka nya.
"Siapa yang lihatin Kirana sih? Ngaco kamu ah!" elak Evans. Sedangkan Kirana yang disebut sebut nama nya nampak cuek tidak memperdulikan pasangan penganten baru itu yang sedang ribut.
"Gak ada apa apa bu!" jawab Evans tersenyum kikuk sebenar nya tidak enak hati di hari pertama ia tinggal dirumah mertua nya ia dan Karina ribut.
Karina menatap tajam Kirana yang sibut menata makanan di meja makan.hati nya terasa panas dibakar api cemburu karena mendapati suami nya memandang Kirana tadi. "Cih, Kaka sengaja banget ya tebar pesona ke Evans suami aku?" tanya Karina saat Kirana sudah di kursi nya.
"Maksud nya ?" tanya Kirana tidak mengerti.
"Cih, gak usah sok gak ngerti! Sengaja kan pagi pagi udah di dapur ? sok sokan masak, liat penampilan kamu juga rapi! Kamu dandan pagi pagi pasti karena niat nya mau tebar pesona ke Evans mantan kamu yang sekarang sudah sah jadi suami aku ya kan ?" cerocos Karina menuduh dan berpikiran yang tidak tidak dengan Kirana di karenakan terbakar api cemburu juga mungkin di tambah hormon ibu hamil.
"Karin! kamu apa apaan sih?" tegur Evans kesal pada istri nya Karina juga merasa tidak enak pada kedua mertua nya apa lagi saat ini ingin sarapan.
Ibu dan ayah dibuat bingung. "Hahaha maksud kamu apa sih gak jelas banget? Siaapa yang tebar pesona ? Lagian kamu kan tau setiap hari pagi pagi aku pasti bangun? masak buat kita sarapan di bantu mbok Rani, gak seperti kamu yang bangun nya saat semua masakan sudah siap dan tinggal makan aja !" sahut Kirana yang merasa lucu tidak.habis pikir dengan jalan pikiran sang adik.
"Alah ibarat kata kalo maling mana ada yang mau ngaku bisa penuh penjara! Ingat ya kak Kiran ! Evans sekarang sudah jadi suami aku, jadi kakak jangan pernah tebar tebar pesona apa lagi berharap balikan sama Evans karena aku.gak.akan diam kalo.itu terjadi!" ucap Karina.
"Ck, kamu lupa calon suami aku siapa ? Mana mungkin aku ingin balikan sama Evans dan itu gak akan pernah terjadi! Meski di dunia ini.tidak ada lagi laki laki selain Evans aku tidak akan balikan dengan Evans! Karena ludah yang sudah aku ludahkan tidak akan aku jilat kembali!" jelas Kirana panjang lebar. Tangan Evans terkepal di bawah meja, Jujur saja mendengar Kirana bicara seperti itu hati Evans.sedikit sakit, marah.
"Syukurlah! Bagus lah kalo gitu! Kalo memang seperti yang kakak katakan." ucap Karina santai.
"Awas aja kalo ketahuan kamu goda goda suami aku!" ancam.Karina.
"Sudah sudah! Pagi pagi udah ribut aja kalian! Mau makan pada ribut, cepat makan habiskan makanan kalian masinh masing gak perlu ribut yang gak jelas!" tegur ayah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bersambung
💓💓 hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya💓💓
💓💓SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR💓💓
💓 I LOVE YOU ALL 💓