The Turner Of Circumstances [HIAT]

The Turner Of Circumstances [HIAT]
Episode 8 - Rencana Latihan



Setelah kelas selesai Arasta dengan memberanikan dirinya menghampiri Trasta.


"Anu..." Panggil Arasta dari belakang


Trasta pun membalikkan badannya dan menjawab panggilan Arasta, "Ya?"


"A-Apakah anda memiliki waktu luang?" Jawabnya dengan nada gugup


"Hari ini?"


Arasta menjawabnya dengan menganggukan kepalanya.


"Sebentar aku ingat - ingat lagi" Tasta berfikir sejenak apakah dia memiliki waktu luang hari ini, "Em setelah ku ingat - ingat nanti jam 6 sore ada rapat dewan siswa aku juga tidak tahu kapan selesainya. Lalu aku ada beberapa hal yang harus dilakukan"


"Bukannya anda ketua dewan siswa ya? Kenapa anda tidak mengganti hari lain untuk rapat?"


"Rapat adalah suatu hal yang harus dilakukan untuk merundingkan sesuatu dan rapat tidak bisa diganti , ditunda kecuali keadaan darurat. Lalu waktu rapat juga tidak boleh dipotong. Karena kita harus memutuskan dan memikirkan apa yang menjadi topik rapat itu" Jelas Trasta kepada Arasta


"Maksudnya" Tanya Arasta yang masih belum paham


Trasta menjelaskan lagi, "Kita harus benar - benar matang dan teliti untuk memberikan keputusan yang tepat , kita juga harus memikirkan kerugian yang akan dialami dengan keputusan tersebut. Apa kamu sudah paham , Arasta?"


"Ya"


"Baiklah! Aku masih ada waktu 1 jam. Jadi , apa yang kamu inginkan dari waktu luang ku?"


"Ah benar. Jadi begini b-bagaimana ya..."


Trasta menatap mata gugup Arasta dan tersenyum mengatakan, "Jelaskanlah secara pelan - pelan"


Mata mereka saling bertatapan yang dimana membuat malu Arasta. Dan Arasta langsung menundukkan kepalanya.


"Lihat aku! Jangan menunduk!"


Arasta pun mendongak kan kepalanya dan menatap Trasta kembali.


"Jadi katakan sekarang?! Waktu sangat berharga kita tidak boleh menyia - nyiakan nya"


"B-bisakah a-anda mengajari saya sihir?" Jawabnya dengan nada seperti orang ketakutan


"Semenakutkan kah diriku?" Batin Trasta


"Sihir?"


"Y-Ya! Saat anda tadi mengajar dikelas anda menunjukkan sihir anda. Sihir anda begitu menakjubkan dan indah seolah - olah itu adalah sihir langka" Pujinya terhadap sihir Trasta


"Wah! Jujur sekali kamu dan terima kasih atas pujiannya!"


"S-sama - sama"


"Jadi kamu mau saya mengajari sihir?"


Arasta mengangguk.


"Lalu?"


"Maksud saya kamu ingin diajarkan sihir apa? Ada begitu banyak sihir dan juga terkadang sihir yang tergantung elemen sihir milik pengguna"


"Ah benar juga"


"Apa elemen sihir mu?"


Arasta menggelengkan kepalanya, "Saya juga tidak tahu"


Trasta terkejut dan batinnya mengatakan, "Ehhh??!!! Bagaimana bisa? Apakah mungkin kekuatan nya masih tertidur dan belum bangun sama sekali?"


Setelah Trasta memikirkannya ia pun tahu solusinya, "Sebelum aku mengajari kamu tentang kekuatan sihir. Lebih baik kita berlatih agar kita mengetahui elemen sihir mu , bagaimana?"


"Ide bagus! Tapi kapan latihannya?"


"Nanti akan kuberitahu dan juga pastinya jadwal latihannya"


"Baik! Terima kasih"


"Sama - sama. Oh ya apakah kamu akan ada kelas?"


"Sepertinya tidak ada. Memangnya kenaoa ya?"


"Maukah kamu menungguku hingga rapat selesai? Nanti kita akan membahas jadwal dan latihan yang cocok untukmu mengetahui elemen sihir mu"


"Kira - kira kapan selesainya?"


Trasta tersenyum polos, "Entahlah aku juga tidak tahu"


Arasta tertawa konyol, "Ah hahaha benar juga"


"Bisa - bisanya dia menjawabnya dengan senyum polos!" Ucapnya Arasta dalam batinnya


"Jadi , apakah kamu mau? Aku juga tidak memaksanya! Kamu bisa datang besok jika kamu mau"


"Besok? Apakah anda memiliki waktu luang besok?"


"Aku juga tidak tahu"


"Lalu kapan anda ada waktu luang?"


"Entahlah! Besok kamu bisa datang ke ruang dewan siswa cari saja aku disana. Nanti kita bahas bersama - sama. Kalau begitu aku peegi dulu ya!" Trasta seketika meninggalkan Arasta tanpa mendengarkan jawaban Arasta


"Ah baiklah! Hati - hati!"


"Kenapa tadi tidak langsung mengatakannya? Tapi kenapa lebih memilih menjelaskan dan be rumit - rumit alurnya begitu?" Batin Arasta


"Bagitu ya baiklah besok aku ke ruang dewan siswa"


Setelah urusan Arasta dengan Trasta telah selesai mereka bubar dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


^^^Selasa, 24 Agustus 2021^^^