![The Turner Of Circumstances [HIAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-turner-of-circumstances--hiat-.webp)
...Rexanne Arasta...
DEWAN SISWA :
...Gilvi Aleina...
...Mandairy Lynelle...
...Panava...
...Neala...
...Zorya...
...Ezra...
...Agaretha...
...Michaela...
...Slevin...
...Nehan...
"Masih tetap sama. Belum berubah ternyata."
"Siapa? Aku?"
"Bukan, tongkat sihir milikmu."
"Kau juga."
"Aku?"
"Bukan, kepribadian mu."
"Kalian berdua sama saja. Belum berubah sama sekali." Tambah Lantar.
"Dia duluan yang mulai." Ucap Trasta sambil menunjuk Gilbert.
"Dasar tukang ngadu🙄. Kalau sama yang lainnya galak, tapi kalau sama Lantar bucin nya se alam semesta." Batin Gilbert.
Trasta menendang kaki kanan Gilbert karena telah mengejeknya.
"Aduh! Kamu kenapa?"
"Kalau mau mengejek saya itu langsung tidak usah dalam hati anda mengejek saya!."
Gilbert lupa bahwa Trasta bisa membaca pikiran seseorang, "Ya maaf🙏"
"Dasar tidak tahu terima kasih."
"Silahkan pawangnya untuk menghibur Trasta." Gilbert mempersilahkan Lantar untuk menghibur Trasta.
"Memangnya saya biawak ada pawangnya?"
"Kalian ini setiap kali bertemu selalu saja ada tingkah nya, tidak bertengkar, tidak adu tanding, kapan kalian akan lelah dengan semua ini?" Suara hati Lantar yang mengeluh kepada mereka berdua.
"Dan kau masih saja tetap setia kepada seseorang yang tidak peka terhadap mu."
"GILBERT!" Ucap Lantar dengan nada tinggi.
"Tidak peka kepadamu? Siapa itu? Katakan kepadaku!? Akan kuhampiri dirinya lalu akan kukatakan kepadanya agar peka kepadamu."
Gilbert menepuk bahu kiri Trasta, "Trasta, didalam rumah mu ada cermin?"
"Ada. Memangnya kenapa?"
"Lebih kau bercemin dahulu sebelum marah, ok?"
"Ok" Jawab Trasta dengan sikap bingung mengapa Gilbert menyuruhnya bercermin.
"Sudah tidak perlu dibahas lagi. Para junior telah kembali ke akademi, mengapa kita tidak kembali?"
"Baiklah kalau begitu. Apakah kau akan ikut dengan kami, Gilbert?"
"Akademi terlalu membosankan. Lebih baik aku menjelajah kembali."
"Kamu menjelajahi sampai aku menikah, punya anak lalu meninggal. Sampai kapanpun kamu menjelahinya, kamu tetap tidak akan bisa menemukannya."
"Memangnya ada yang bersedia menikah denganmu?"
"Tentu saja ada. Daripada kamu yang menunggunya tetapi dirinya tidak kembali."
"Sudah, aku akan pergi. Selamat tinggal." Gilbert memasuki hutan pergi meninggalkan mereka berdua.
Trasta yang memandang Gilbert yang mulai menjauh, menghela nafasnya.
"Sungguh beruntung dia mendapatkan sosok seperti Gilbert, tetapi dia tidak datang. Lalu kapan aku memiliki sosok setia seperti Gilbert?"
"Kamu sudah memilikinya." Gumam Lantar.
"Benarkah? Dimana?"
"Ada disekitar mu."
"Ahhhh, kamu terlalu misterius"
Trasta dan Lantar kembali ke akademi. Masing-masing kembali ke asrama mereka.
"Bukannya aku punya tempat sendiri? Kenapa aku ke asrama?" Batin Trasta yang sedang berjalan di lorong asrama.
Dari arah belakang ada yang memanggil namanya.
"TRASTA!"
Trasta pun berhenti lalu membalikkan badannya, "Ya? Ada apa?"
"Will you marry me?" Ucap orang itu.
"Kamu gila ya?!"
Orang itu tertawa, "Hahaha aku masih sehat."
"Ada apa?"
"Setumpuk pekerjaan telah menunggu anda diruang kerja. Silahkan untuk segera dikerjakan karena besok ada batas waktu nya."
"Jahat sekali anda! Datang menghampiri saya hanya untuk memberitahu pekerjaan saya yang belum selesai." Trasta tersenyum pasrah.
Orang itu mengeluarkan sesuatu lalu memberikannya kepada Trasta, "Lalu ini juga. Batas akhir nya 1 minggu sebelum ujian."
"Bolehkah saya membunuhnya?" Batin Trasta yang ingin membunuh orang itu karena memberi pekerjaan tambahan.
"Jangan lupa untuk dikerjakan lalu berikan kepada ku saat batas akhir nya." Orang itu pergi meninggalkan Trasta seperti tidak memiliki dosa sama sekali.
Trasta yang berniat ingin istirahat terhalang karena pekerjaan. Kini hari-hari Trasta disibukkan oleh pekerjaan persiapan ujian.
NOTE
Batas akhir/batas waktu : Deadline
Orang itu : Neala
Ya, yang memberikan tugas tambahan dan mengingatkan Trasta akan tugasnya adalah Neala.