![The Turner Of Circumstances [HIAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-turner-of-circumstances--hiat-.webp)
"Kalau kamu kemari cuma buat ngetawain aku lebih baik pergilah!"
"Wah - wah kamu ngusir saya ya?"
"Ga juga"
"Trasta"
"Hm?"
"Dia cemburu"
Sontak Trasta langsung menatap Lantar, "Apa maksudmu"
"Andai saja kamu memiliki setengah dari kemampuan sihirmu"
"Ini lagi! Apa maksudnya? Sudah tahu lagi kesal malah dikasih teka - teki" Trasta yang tambah bingung
"Sudah - sudah lebih selesaikan dengan cepat agar kesalahpahaman nya cepat selesai"
"Bagaimana caranya?"
"Disaat - saat seperti ini IQ nya sedang meloading" Batin Lantar
"Maksud aku kamu minta maaf ke Mine terus jelasin yang sebenarnya"
"No! No! No!"
"Kenapa? Kamu mau masalahnya bakal jadi panjang? Bisa mempengaruhi rapat kamu nanti"
"Kenapa kamu bisa tahu kalau aku nanti ada rapat"
"Aleina yang beri tahu"
"Simulut ember" Gumam Trasta
"Lagian yang salah juga bukan aku"
"Trasta! Tidak peduli siapa yang salah duluan. Meminta maaf lebih awal bahkan bukan kamu yang salah adalah tindakan yang pemberani. Jadi , kamu minta maaf lalu jelaskan kepada nya yang sebenarnya dan masalah terselesaikan" Jelas Lantar dengan lemah lembut
"Oh begitu ya! Kamu memang bisa diandalkan. Kerja bagus! Terima kasih" Puji Trasta
"Lalu kenapa kamu masih ada disini?"
"Nanti saja sehabis rapat"
"Kalau begitu temani aku saja bagaimana apa kamu mau?"
"Kalau aku rapat telat bagaimana?"
"Tidak akan! Kamu bisa teleportasi bukan?"
"Benar apa yang kamu katakan. Kalau begitu kamu mau mengajak ku kemana?"
Lantar berdiri dan menarik Trasta. Lalu Trasta jatuh kedalam pelukan Lantar. Lantar memeluk Trasta. Dengan sihir teleportasi milik Lantar , ia mengajak Trasta pergi ke suatu tempat.
山 𝐆𝐮𝐧𝐮𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐬𝐚𝐭 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐞𝐬𝐚
Setelah tiba , Trasta begitu terkejut saat melihat pemandangannya.
Ternyata Lantar mengajak Trasta ke gunung yang berada diperbatasan pusat kota dan desa.
"Wahhh! Sangat indah sekali. Bagaimana kamu bisa tahu bila ada tempat yang seperti ini?" Tiada henti - hentinya Trasta memuji indahnya pemandangan tersebut
"Indah bukan?"
Trasta mengangguk.
"Kamu hebat , Lantar"
Trasta sepertinya puas dengan pemandangan ini. Tiada rasa henti untuk tidak memandangin pemandangan indah ini.
Saat Trasta sedang bersama dengan Lantar secara otomatis ia akan bertingkah laku manja kepada Lantar.
Lantar yang sangat memahami sifat Trasta menerimanya begitu saja.
Lantar menarik Trasta lalu memeluknya. Trasta hanya terdiam , lalu Lantar membelai rambut panjang Trasta , mengelus pipinya. Lantar tersenyum saat melihat Trasta yang terbengong.
Lantar mencium bibir Trasta dengan lembut , keduanya memejamkan matanya dan menikmati ciuman tersebut satu sama lain. Air liur Trasta dan Lantar menyatu didalam mulut Mereka. Mereka masih berciuman hingga beberapa saat.
Saat keduanya tengah berciuman , angin dengan sepoinya lewat diantara mereka , kelopak bunga terbawa oleh angin seakan - akan mereka seperti sepasang kekasih yang saling melepas rindu.
Lantar menyudahi ciuman tersebut , menyadarkan Trasta yang masih saja terbengong.
Lantar tersenyum mengelus pipi Trasta dengan lembut, "Kamu dari tadi masih saja terbengong. Apakah sanking nikmatnya sehingga sampai seperti itu?"
Seketika pipi Trasta menjadi merah merona. Dengan malu - malu Trasta menjawab, "E-ehh..Bukan seperti itu! Anu k-kamu!"
Lantar memiringkan kepalany sedikit lalu tersenyum nakal dan menujuk dirinya, "Aku?"
Karena malu dan tidak bisa menatap Lantar , Trasta memalingkan mukanya. Pipi Trasta masih merah merona bahkan lebih dari yang sebelumnya.
Lantar menggoda Trasta tanpa dosa , seakan - akan menggoda itu menyenangkan.
Trasta menujuk Lantar dengan tangannya, "K-kamu beraninya menciumku lalu menggodaku! Apakah menurutmu itu menyenangkan?!"
Lantar dengan senyumannya yang menggoda menjawab, "Sepertinya iya"
Blushhh...!
Pipi Trasta semakin memerah karena malu.
Mereka terbawa dan menikmati suasana ini terlebih lagi untuk Lantar.
Kesempatan seperti ini kalau tidak dimanfaatkan dengan baik kapan bisa mendapatkannya lagi , benar bukan?
"Dasar! Apa kamu tahu yang kamu ambil dariku?!"
"Apa?"
"Biar kuberitahu bahwa yang kamu ambil dariku adalah ciuman pertamaku"
Lantar tertawa mendengar penjelasan Trasta yang menurutnya menggemaskan, "Pfftt....! Berarti aku yang telah mengambil ciuman pertamamu?"
"Bukan mengambil tapi merebut nya!!!"
"Baiklah baiklah aku mengerti"
Suasana dibiarkan hening beberapa saat.
"Anggap ini sebagai kencan"
"Eh apa? Kencan?"
"Ya anggap saja ini kencan , mengerti?"
Trasta yang masih malu menjawabnya sambil menundukkan kepalanya, "B-baik"
Trasta yang akan cepat luluh dan bersikap manja ketika sedang dengan Lantar. Seolah - olah Lantar memberikan sihir pemikat kepada Trasta. Seakan - akan Trasta terjebak dalam bulaian , godaan dari Lantar.
^^^Kamis, 26 Agustus 2021^^^