The Turner Of Circumstances [HIAT]

The Turner Of Circumstances [HIAT]
Episode 14 - Kesabaran



Prokk...Prokk...Prokk...


"Ngapain kamu tepuk tangan , Mine?"


"Untuk memuji Agaretha"


"Apa yang pantas dipuji?" Tanya Aleina


"Silahkan untuk dijawab, Lord Aga" Ucapnya secara mengejek


"Sialan kau Mine!" Batin Agaretha


"Hm?" Aleina menatap Agaretha menantikan jawabannya


"Tidak ada yang pantas dipuji dariku. Mereka hanya bercanda. Tidak perlu dipikirkan"


"Kenapa saya juga di ikut sertakan?" Batin Trasta


"Baiklah"


...-END-...


"Aga. Aleina. Mengapa kalian tidak membantu?"


"Membantu siapa dan dimana?"


"Sebentar lagi dia akan datang. Kenapa tidak membantu di lantai wakil akademi"


"Bukankah ruangan wakil akademi sudah pindah? Lalu ruangan wakil akademi yang dulu dialihfungsikan menjadi lantai arsip?"


"Oh ya kah? Aku lupa. Jadi bantu lah mereka yang sibuk dilantai arsip"


"Itu melelahkan! Menghabiskan tenaga" Keluh Agaretha


"Kau salah! Itu menyenangkan! Disana kita bisa memperbarui sihir" Ucap Aleina dengan mata berbinar yang menatap Agaretha


"Itu menurutmu" Batin Agaretha


Karena wajah Aleina terlalu dekat dengan Agaretha, Agaretha menyingkirkan wajah Aleina darinya.


Aleina tampaknya sedih, "Sebegitu bencinya kah kamu terhadap wajahku?"


"Apa?"


"Lihat! Kau membuat Aleina menangis! Tanggung jawab" Ucap Mine mengompori Agaretha


Trasta mendekati Aleina, "Kamu kenapa? Mengapa menangis?"


Spontan Aleina memeluk Trasta, "Aga membenciku!"


"Aduh! Kenapa bisa? Orang semanis Aleina kenapa bisa dibenci? Pasti yang membenci Aleina buta" Ucap Trasta dengan lembut yang mencoba menenangkan Aleina dengan kata-kata nya


"Buta mata kau itu! Seluruh keluarga mu buta!" Batin Agaretha dengan kesal menyumpahi keluarga Trasta buta


Suasana kini menjadi campur aduk. Trasta dan Mine mencoba mendamaikan mereka.


Trasta melepaskan pelukan Aleina lalu membisikkan sesuatu kepadanya, "Aleina. Agaretha tidak membencimu. Tadi wajahmu terlalu dekat dengannya makanya dia menjauhkan wajahnya darimu agar tidak diketahui oleh mu kalau wajah miliknya memerah akibat malu"


"Jadi dia tidak membenci ku?"


Aleina merasa bersalah kepada Agaretha karena mengunduhnya bahwa Aga membenci dirinya. Aleina dengan inisiatif menghampiri Aga lalu meminta maaf kepadanya.


Agaretha memaafkannya tapi Agaretha penasaran dengan apa yang telah Trasta katakan kepada Aleina.


Karena Agaretha tahu bahwa Trasta dan Mine suka sekali menggoda mereka berdua.


Agaretha dan Aleina meninggalkan mereka berdua di ruang dewan siswa. Kini hanya tinggal Trasta dan Mine berdua saja.


Trasta adalah tipe yang meminta maaf terlebih dahulu bahkan bila dirinya tidak salah. Trasta menghampiri Mine lalu meminta maaf atas sikapnya tadi.


Mine memaafkannya. Sebelum memaafkannya Mine menggoda sedikit kepada Trasta.


Mine menarik Trasta lalu memeluk nya dan membisikkan sesuatu tepat ditelinga Trasta.


Sebelum membisikkan, Mine meniup lalu menjilat telinga Trasta. Bukannya malu tapi Trasta malahan geli. Karena geli ia memegang telinga yang ditiup dan dijilat Mine.


"Kekurangan permen?"


Mine tertawa kecil, "Memang Trasta. Susah sekali digoda"


Trasta menatap Mine sambil memutar balikan matanya.


"Tapi habis darimana kamu tadi?"


"Ha? Habis darimana apa nya gimana?"


"Sebelum rapat. Kamu dimana?"


"Oh itu ya. Aku dari taman dekat perbatasan antara kota sama desa"


"Ngapain disana? Sendirian?"


"Ya kesana aja. Tenang saja, tidak kok tadi kebetulan saja ketemu Lantar"


"Lantar?"


"Ya Lantar. Memangnya kenapa? Ada masalah apa kamu sama Lantar?"


"Tidak ada kok"


"Saingan muncul satu" Batin Mine geram ketika saingan muncul satu


"Kenapa lama?"


"Ya itu bukan urusan kamu"


Ahahahaahaa....


"Ketawa kamu menyeramkan"


"Sabar aku tuh mah" Batin Mine dengan sabar


Trasta melepaskan pelukan Mine lalu pergi keluar. Mine ditinggal sendiri oleh Trasta.


^^^Jum'at, 3 September 2021^^^