![The Turner Of Circumstances [HIAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-turner-of-circumstances--hiat-.webp)
"Apa kau serius dengan membiarkan mereka semua melawan apa yang dihadapan mereka?".
"Tentu" Ucap Gilbert yang masih melayang diudara.
"Setidaknya turun dulu lalu kita berbicara. Sungguh tidak sopan! Dasar pecundang" Ejek Trasta memanas-manasi Gilbert.
Dengan ejekan yang dilontarkan Trasta, Gilbert pun turun dan berdiri disamping Trasta.
"Mari kita menyaksikan aksi mereka sambil meminum teh dibawah pohon sana. Tentu saja kita bisa membahas sesuatu" Ajak Gilbert dengan santai.
"Kau ini sungguh keterlaluan. Baiklah mari!" Trasta dan Gilbert pun menuju pohon tersebut, lalu duduk dibawahnya sambil minum teh dengan menyaksikan aksi mereka.
"Bagaimana kabar mu? Masih disibukkan dengan status ketua dewan siswa?" Ucap Gilbert yang sedang meminum teh.
"Hais! Itu sungguh melelahkan! Sebagian besar waktu yang aku miliki, aku habiskan dengan bersama dokumen-dokumen tersebut" Ucap Trasta yang sedikit mengeluh menghadapi dokumen-dokumen tersebut.
"Lalu bagaimana dengan kabar mu?" Tanya Trasta yang juga tengah meminum teh.
"Tidak terlalu sibuk".
"Murid-murid sepertinya berkembang secara pesat dan baik. Akhirnya kau bisa melakukannya".
"Benar apa kata mu. Aku juga tidak menyangka bahwa aku bisa....".
"Ya! Kau bisa. Lihat hasil kerja keras mu dari dulu hingga saat ini. Bahkan kau menciptakan murid yang jenius".
"Maksudmu Lantar...?".
"Tidak hanya dia tetapi juga yang lainnya. Pasti suatu hari nanti salah satu atau mungkin semua murid mu akan berkata Guru! Lihat kami semua berhasil! lalu dengan bangganya mereka akan mengatakan bahwa Kami bangga memiliki guru seperti anda tak lupa juga mereka akan mengucapkan rasa terima kasih dan mengenang semua nya" Ucap Trasta memandangi mereka yang tengah bertarung.
Gilbert mendengar hal itu tersenyum, "Apa kau berusaha untuk menghiburku?".
"Ayolah tentu saja tidak! Aku juga murid mu bukan, Guru?!" Ucap Trasta yang berbalik menatap Gilbert.
"Kau benar, Trasta" Batinnya tersenyum.
"Apa tindakan yang kita lakukan ini benar?".
"Apa maksudmu?".
Tentu saja tidak! Bagaimana bisa kalian membiarkan mereka bertarung tanpa kalian bantu? Sungguh guru dan senior yang...!.
Trasta menyudahi acara minum teh yang dilakukan secara mendadak ditengah pertarungan.
"Kamu mau kemana?" Tanya Gilbert yang masih menikmati teh nya.
"Tentu saja aku mau kesana. Membantu mereka".
"Kau ini tidak pernah berubah ya!".
"Begitupula juga dengan dirimu, Senior" Tiba-tiba Trasta merasakan perasaan yang aneh seperti sesuatu akan terjadi dihadapannya.
"Perasaan apa ini? Kenapa aneh, sesak dan begitu menyakitkan? Apa telah terjadi sesuatu?" Batin nya berbicara sambil memegang dada miliknya.
Benar saja suatu hal terjadi. Sebuah serangan mendadak sedang menuju kearah Lantar yang tengah sibuk bertarung. Dengan mata elang miliknya dan sikap cepatnya, Trasta berhasil menahan serangan yang muncul secara mendadak tersebut.
Beruntung tidak ada yang terluka. Sedetik saja terlambat mungkin akan ada yang mengalami luka parah akibat serangan yang lumayan besar itu. Terutama apabila Lantar terluka cukup parah maka disitulah kesabaran Trasta habis dan langsung akan membantai pelakunya.
"K-kami baik-baik saja" Jawab para anggota tim yang masih sedikit terkejut akibat serangan mendadak tersebut.
"Apa kau perlu bantuan, Trasta?" Tawar Gilbert yang masih saja menikmati secangkir teh milikinya dibawah pohon.
"Terserah" .
Tempat Gilbert dan Trasta tidak terlalu jauh.
"Serangan yang lumayan kuat juga. Bila menggunakan sihir angin sepertinya tidak cukup. Lalu apa yang harus aku lakukan agar tidak ada yang terluka nantinya?" Batinnya berfikir tentang bagaimana Trasta untuk menghancurkan serangan itu.
Sebuah ide terlintas dalam benaknya bagaimana cara untuk menghancurkan serangan itu. Trasta menggunakan serangan kombinasi dan ternyata berhasil menghancurkan serangan itu.
Walau ada suasana yang cukup menegangkan karena serangannya semakin lama semakin besar tetapi Trasta berhasil menghancurkan serangan itu.
"Ternyata kau juga sudah berkembang lebih cepat dari perkiraan ku" Batin Gilbert dari bawah pohon sana.
"Berhasil juga! Cukup melelahkan!" Ucap Trasta menghampiri Lantar.
"Apa kau terluka? Dimana luka mu? Apa ada yang parah? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Trasta sibuk mencari luka disetiap sudut tubuh Lantar.
Lantar hanya terdiam melihat Trasta yang khawatir akan padanya, "Tenanglah aku baik-baik saja. Berkat kau kita tidak ada yang terluka".
Trasta menghela nafas nya bersyukur tidak ada yang terluka terutama Lantar.
Gilbert juga menyudahi santai-santai nya dibawah pohon tadi lalu menghampiri mereka, "Kau berkembang cukup pesat juga, Trasta"
"Apakah menurutmu aku juga tidak meningkatkan skill yang kumiliki?".
"Ya tadi lumayan juga".
"Jadi dia adalah ketua dewan siswa, Trasta? Hebat juga ternyata" Batin salah satu anggota tim itu yang mengagumi kehebatan Trasta.
"Apakah dengan ini misi kalian sudah selesai? Apa tidak ada yang lain?".
Gilbert menjelaskan misi yang tadi mereka hadapi, "Ya misi ini selesai. Lawan terakhir tadi lawan yang Trasta berhasil kalahkan adalah bos mereka".
"Woah! Sungguh?! Itu menakjubkan. Aku bahkan tidak menyadari bahwa yang aku lawan tadi ternyata adalah bos nya" Kagum Trasta yang tidak menyangka bahwa ia berhasil mengalahkan bos dari lawan misi ini.
"Kami mendapatkan laporan bahwa terdapat kekacauan yang disebabkan oleh beberapa monster tadi. Oleh sebab itu, kami diberi misi ini" Ujar Lantar yang ikut menambahkan.
"Kalian semua ternyata cukup hebat juga!" Pujian dari Trasta untuk semua.
"Lalu bagaiman bisa kamu sampai kemari bahkan mengetahui lokasi kami?" Tanya Lantar
"Aku juga tidak tahu bagaimana bisa aku sampai kemari. Tadi aku mengaktifkan teleportasi dengan tanpa tujuan alhasil teleportasi itu membawa ku kemari".
"Mungkin barangkali rusak?" Tanya Lantar lagi.
"Teleportasi bukan barang melainkan sihir. Kemungkinan juga iya"
"Senior Lantar dan senior Trasta akrab sekali. Apa mungkin jangan-jangan mereka memiliki suatu hubungan rahasia? Jika memang benar...Tapi kenapa senior Lantar harus memiliki hubungan rahasia dengan senior Trasta?! Mereka tidak cocok terutama senior Trasta!!!" Batin salah satu murid baru yang tak lain adalah anggota tim tersebut yang cemburu akan keakraban antara Lantar dan Trasta.
Ups! Saya mencium bau-bau pelakor nih 🙈🙊!
^^^Kamis, 16 September 2021^^^