The Red Fox: Author and The Dark Energy

The Red Fox: Author and The Dark Energy
Kebangkitan Energi



"hmm..." George memikirkan hal yang mungkin berkaitan dengan inti misterius. Dari buku pribadinya dia menggambar sebuah peti yang dulunya dia sembunyikan "oh tunggu dulu". setelah jiwanya terlepas dari tubuhnya, kunci tersebut mulai terlihat. Kunci tersebut terlihat seperti sebuah orb kecil yang bersinar. Eva terhipnotis ingin mencurinya lalu kabur dari mereka "Ini indah" Dengan segera Author menghempit kuncinya dengan buku pribadinya agar tidak di ambil oleh siapapun. Tatapan matanya juga menandakan curiga terhadap Eva "kembalikan jiwanya ke tempatnya, aku akan langsung pergi" "Tapi bukumu masih tidak memiliki energi yang cukup" Waverley memperingatinya. Tapi Author tetap saja ingin pergi "lagian Dragunov ada di sini". Waverley masih ragu-ragu. Dia kawatir apa nantinya yang terjadi padanya jika dia kehabisan energi. Kepalanya dan telinganya di elus oleh Author agar dirinya tidak terlalu kawatir "Hey, kau ingat sebuah otak serigala yang ingin ku ambil? aku akan ke sana dan mengambilnya"


"Huh? memang sudah bisa?"


"belum, tapi akan aku pikirkan secepatnya. Lagian otak itu sudah cukup menguatkan kembali bukuku. Aslinya aku perlu sebuah kristal milikku sendiri sebagai energi tak terbatas, tapi entah kemana dia. Hey, tapi- otak itu sudah cukup untuk memusnahkan mereka"


"oohh... baiklah, hati hati di sana"


Arthur sedikit terganggu pemandangannya melihat kedua ekor berdekatan "OH AYOLAH! KALIAN MERUSAK PEMANDANGANKU. AKU MAU LIHAT KUNANG-KUNANG DI JENDELA TAPI MALAH MELIHAT KALIAN YANG MAU BERCIUMAN. tolong jangan buat aku sedih!". Keduanya langsung terkejut "uh ok, baiklah maaf"


"iya... maaf"


"a-aku pergi dulu"


"iya baiklah"


"Dah.."


Langsung Author menaiki Dragunov dan terbang menuju mansionnya. Arthur melipat kedua tangannya dengan wajah datar menyesal atas ikut bersama mereka "Aku sendirian di sini, di kelilingi seekor hewan antro dan tidak ada manusia biasa yang normal." Waverley hanya bisa terdiam canggung melihat Arthur yang tersiksa


****************


William masih mencari bahan bahan yang penting. Di celah celah kecil dia enggan untuk di tinggalkan. Kerena hadiah buta dan sulit sekali untuk melihat tanpa sadar dia tersandung dan jatuh ke dalam gua yang yang mengarah ke bawah "ah- WAAAAAAAAAAAAAA!!!- oh, bagus aku bisa mati-" [Bruk!] . Kepalanya terbentur terlebih dahulu tapi dia masih selamat. tengkorak di dalam kepalanya kembali sembuh dan menyatu dengan cepat hingga membentuk kepala yang sempurna "AH SIAL!!!"


"oohh... ini kah yang George cari-cari?" sebuah kristal berwarna ungu kehitaman mengambang di tengah bebatuan William tidak sabar ingin mengambilnya. Tapi setiap dia menyentuhnya cakarnya terluka "hehehe.... oohh nakal". Dia mencoba sekali lagi menyentuhnya, lalu terluka lagi. Memang menyakitkan tapi baginya menggelikan "aahh... gimana ya? nanti aku bisa mati apa tidak? hmmm...Sudah lah! masa bodoh!" Langsung dia mengenggam kristalnya tanpa berfikir panjang. Hampir seluruh tubuhnya berubah karena efek dari kristal itu. Cakarnya makin tajam, kemudian wajahnya berubah menjadi tengkorak, dan darah di matanya juga makin banyak yang keluar "hahaha, aku tidak pernah berfikir sejauh ini!"


Dia melompat dan memanjat keluar dari goa dengan cakarnya. Selagi dia memegang kristal itu membuatnya berubah wujud dan beberapa kelebihan lainnya, kecuali matanya.



...****************...


"Kekuatan dalam kristal itu mengubah pemiliknya menjadi apa yang dia inginkan. Jika aku tidak menemukannya sebelum William, maka dia akan menjadi masalah berikutnya"