The Red Fox: Author and The Dark Energy

The Red Fox: Author and The Dark Energy
Kunci



Karena kedatangannya William Henry berpikir kalau dia bisa jadi sebuah penarik perhatian musuh untuk mereka yang bisa pergi ke sumber itu. Karena William tidak bisa matitetap bertahan meskipun hatinya tertusuk oleh beberapa pisau ataupun lepas dari tubuhnya. Arthur mungkin lebih cepat daripada dia tapi yangdibutuhkan Henry adalah ketahanannya terhadap serangan mereka jika di saat terkena tubuh.


"Will aku rasa kau lebih penting untukrencana kami" kata Henry dengan penuh semangat "oh, iya kah apa itu???"Begitu juga dengan William yang sangat penasaran tentang apa yang dimaksud oleh Henry. Henry hanya mengganggu kan kepalanya dan memberitahunya tentang apa yang dia dimaksud.


"kau tidak keberatan kan?"


"aahh, ayolah... jika kau perlu pertolonganku, maka gunakanlah aku"Kata William dengan penuh gembira dan semangat ekornya bahkan mengibas ke kanan dan ke kiri "Baiklah jika kalau itu yang kau mau, Maafkan aku kalau misalnya ada salah oke. atau sesuatu yang kayak menyiksamu itu" kata Henry yang masih ragu menggunakan William untuk rencana mereka.


Selagi mereka memikirkan sebuah rencana di sana Author sedang mencari sesuatu tentang informasi dari inti tersebut melewati buku pribadinya "dapat sesuatu George?" tanya Henry yang penasaran. Author masih sibuk membolak-balik kertas dan membacanya berkali-kali tapi buku tersebut masih tidak menjelaskan sepenuhnya "mereka tidak menjelaskannya secara menyeluruh, aku tidak mengerti. Yang aku dapatkan hanyalah sebuah masalah. inti tersebut memerlukan sebuah kunci tapi bagaimana? jiwa seperti kita tidak bisa masuk ke dalam sana. Kecuali kita menghancurkan energi dari inti tersebut"


"Apa hukum memberitahu sesuatu soal kuncinya"


"Tidak sepenuhnya. tapi di sini menjelaskan bahwapengertian dari mereka yang memiliki jiwa manusia seperti kita tapi mereka mendukung para makhluk-makhluk tersebut, kemudian diberikan kunci untuk bisa masuk ke dalam sana".


"Apakah bukumu tahu siapa orangnya?"


Author dan Henry melihat satu sama lain. Author mulai terkejut, dia langsung mencari orang tersebut dengan segera melewati buku pribadinya. Kemudian muncul sebuah gambar Edward di buku pribadinya. Hati Henry berdetak kencang, pupilnya mengecil, dan ekornya mulai kaku melihat teman lamanya sendiri memegang kunci masuknya "Edd...".


Hendri mulai meninggalkan kelompoknya dan berlari menuju keluar untuk mencari Edward. tiada sangka bawa teman dekatnya sendiri membawa kunci mereka.


dia tetap berlari dan terus berlari sampai dia menemukan Edward. matanya mulai berwarna unguyang dapat mendeteksi suhu panas tubuh Dan dapat melihat jelas Dalam Gelap.


Mereka semua kebingungan melihat Henry yang tiba-tiba berlari secepat itu. Tapi author itu sendiri mengerti apa yang dia maksud "dia baik baik saja?" tanya Arthur "Yah temennya ada yang menyembunyikan sesuatu darinya"


Ada nama apartemen mereka mendengar sesuatu. sebuah suara teriakan dan hentakan kaki begitu banyak. semuanya bersiaga untuk bersiap melawan mereka. kecuali bagi William itu sendiri dia tidak memiliki senjata ataupun kapak di cakarnya "Aku harus apa?" tanya William. Author Mengeluarkan sebuah kapak yang dalam buku pribadinya dan memberikannya kepada William. Sebagai tambahan kapak itu juga terdapat kekuatan yang diberikan olehnya yang di mana dapat bertindak seperti pedang miliknya sendiri "ooohhh, terimakasih".


Setelah pintunya terbuka karena mereka yang ingin sekali masuk mereka pun menyerang dengan senjata mereka sendiri. Arthur harus menunggu bulan tersebut muncul agar mengubah terjadinya menjadi manusia serigala. sekarang ini dia masih menggunakan sebuah pistol dan pisau miliknya. Author Bersiap untuk menyembuhkan temannya yang terluka atas mereka. Stefan William dia hanya berdiri sendiri karena sudah kebiasaannya dia sendiri.


***


Henry pun terus berlari dan berlari sampai dia di sebuah padang rumput setelah menyeberangi sebuah sungai. siapa melihat sekitar dan mengendus. kemudian berlari lagi hingga dia menemukan apa yang dia cari.


Hujan deras mulai membasahi seluruh baju dan bulu Henry, tetapi dia tidak akan pernah berhenti mencarinya. Tak sedikitpun tempat dia melewatinyadan tak ada rasa lelah ataupun hal yang membuatnya terhenti. Amarahnya hanya dia gunakan untuk mencarinya bukan untuk melukainya. Setelah dia menemukannya dia berjanji untuk tidak pelukannya hanya berbicara dan memberitahunya saja tentang kunci tersebut.


***


Setelah mencari dan mencari, akhirnya dia menemukan gerak gerik yang familiar. Langsung dia melompat dan menerkamnya yang hendak melarikan diri dari Henry di semak-semak. Memang benar dia adalah Edward.


Tanpa sengaja Henry menangkapnya begitu kasar hingga membuat mereka berdua berguling dan terjatuh kedalam jurang.


Beruntunglah mereka mendarat di sebuah danau kecil yang dalam di sana. Henry masih bisa berenang tapi Edward tidak. Dia langsung menarik ekor Edward ke tepi danau.


Edward kemudian panik ingin keluar dari goa agar lepas dari pandangan Henry "Tidak, tidak, TIDAK! MENJAUHLAH!!!" dia mencoba memanjat pinggiran jurang itu dengan sekuat tenaga. Tapi hasilnya dia hanya terjatuh kembali "Edd, tenanglah aku tidak akan melukaimu". Edward tidak memperdulikannya, dia akan tetap mencoba untuk keluar dari jurang.


Henry langsung menahan seluruh bagian tubuhnya agar dia tidak bergerak sedikit pun "Dengar Edd, tenanglah. Ada apa denganmu?"


"tidak, kau tidak akan mengerti-"


"aku tidak ingin mengerti apapun. aku kemari hanya sebuah kunci kau miliki!"


Mereka kemudian diam selama beberapa menit dan Eddie tidak tau harus bagaimana. Kuncinya adalah jiwanya sendiri "tidak, kau tidak bisa. Dia ada di dalam jiwaku"


Henry kemudian melepaskannya selagi Edward telah tenang. "Maaf, seseorang mencari ku sebagai kunci dari gerbang inti itu"


"aku, tidak tau kau adalah bagian dari mereka"


"memang, tapi aku tidak lagi milik mereka"


Edward berdiri dan merapikan bulu dan ekornya "mereka menanam kunci tersebut saat mereka pertama kali muncul dari dunia. Agar generasi mereka tetap terjaga untuk menguasai semua isi dunia. Sayangnya kunci itu sudah tidak ada lagi, hanya ada satu, ya itu ada pada diriku sendiri. Tidak, kau tidak bisa membunuhku untuk membukanya. Aku masih ingin hidup. Tolong pikirkan cara lain tanpa membunuhku"