The Red Fox: Author and The Dark Energy

The Red Fox: Author and The Dark Energy
Wilson



William mengendus dan mencari sesuatu di sekitar pohon milik Eva. Mencari sesuatu yang berguna seperti sebuah energi yang membuat buku Author dapat kembali memindahkan mereka ke sana.


Dia mencari di dahan pepohonan bahkan beberapa daun. Kemudian pergi menjauh untuk mencari lebih jauh lagi. William mulai mengendus tanah dan rumput dan bahkan bebatuan.


"Hmm... masih tidak berguna"


Kemudian mengendus ke dalam lubang di tanah. Akhirnya dia menemukan seekor kelinci untuk dirinya sendiri. Langsung dia tarik keluar dari lubang dengan mulutnya. lalu merobek leher kelinci tersebut dengan cakarnya agar membuat dirinya mati "baiklah". Telinganya mencoba untuk mengobservasi wilayah sekitar. Kenyataannya tidak ada seekor rubah satupun di sekitar "oh baiklah... jangan hiraukan aku jika aku akan memakan makananku". William langsung melempar makanannya ke atas dan mengarahkan ke mulutnya yang terbuka.


Sayangnya, anak panah menusuk kelinci yang di lempar William. Kemudian menyangkut di sebuah batang pepohonan. William baru menyadari kalau makanannya tidak datang kepadanya "Hey!".


Setelah beberapa detik terdiam William langsung berlari ke arah seseorang atau seekor yang meluncurkan anak panah tersebut dengan penuh amarah "kau!" kemudian melompat "akan!" lalu menerkam seekor rubah yang memiliki warna bulu yang sama dengan William "Berakhir!". Rubah itu tergeletak, kedua cakar nya di tahan oleh cakar William agar dirinya tidak bisa kabur "Wilson....." Kata William sambil menggeram kepadanya. Tapi Wilson menendang perutnya dengan keras hingga membuatnya melepaskan genggamannya. dia pun berdiri seketika, jubah hijaunya berkibar di punggungnya "Lama tidak berjumpa, lawan. Tidak ku sangka kau masih buta"


"kau pikir menendangku sudah cukup?" Kemudian dia mengeluarkan buku pribadinya dari pucuk ekornya. lalu mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah yang meneteskan banyak darah "tanpa mata, aku masih bisa menggunakan pedangku". Senyuman kecilnya seakan dia mengejek Wilson.


William mengayunkan pedangnya, begitu juga dengan Wilson sehingga mereka berdua menangkis satu sama lain.


William menangkis serangannya juga yang hendak mengenai wajahnya. sayangnya kaki Wilson dia tidak dapat menangkis. dia menendang kepalanya dengan keras hingga membuka penutup matanya.


Dia akhirnya melihat wajahnya yang begitu aneh, membuatnya terhipnotis untuk menatap matanya yang penuh dengan air mata darah "apa yang-"


"apa, ada yang salah?"


Cakarnya yang menggenggam pedangnya bergemetar melihat wajahnya "tidak, tidak". akhirnya dia melarikan diri darinya "yeah, lebih baik begitu. jangan pernah kemari jika kau tidak dapat melawanku" Kata William. Dia lalu menutup kembali matanya dengan kain penutup matanya. lalu mengambil kembali mayat kelinci yang tersangku di batang pohon "syukurlah tidak ada yang mengambil" lalu mengunyah seluruh daging kelinci tersebut dengan giginya yang tajam "bagus".


"dia sudah menjadi jiwa yang lepas dari tubuhnya. aku tidak berhak melawan seekor jiwa yang berkeliaran di sini. sebagai nightmare aku hanya bisa mengambil milik mereka yang masih hidup. Tapi dia adalah kawanku, aku tidak tau harus aku apakan dia" -Wilson