The Red Fox: Author and The Dark Energy

The Red Fox: Author and The Dark Energy
Pendamping(ft.Wolfery)



Tidak seindah sebuah hutan lainnya selain bunga mawar yang menarik perhatian Wolfery di tengah-tengah mencari makan. "hah" serunya melihat bunga tersebut.


Dia kemudian mengendus dalam dalam aroma bunga mawar itu "haaahhh.... cukup menarik". ke dua kakinya mencoba untuk mengambil bunga tersebut tapi gagal. Tidak seperti antropomorfik lainnya, dia tidak memiliki tangan. Hanya dengan empat kaki dan mulutnya. cara menggunakan mulutnya dia juga tidak bisa karena dari bunga mawar tersebut akan melukai lidahnya "Gimana caranya aku agar memberikan ini kepada Luna?"


kemudian seekor rubah berjalan dengan santai meskipun Serigala berada di depannya. Wolfery merasa penasaran apa yang ingin rubah ini tujui "A- uh- permisi. kamu mau kemana?" tanya Wolfery. Rubah itu hanya diam dan melanjutkan perjalanannya. Sepertinya rubah itu sudah terbiasa dengan serigala sehingga merasa biasa saja jika ada serigala sekitar.


Dia sudah menjauh dari Wolfery tapi itu tidak membuatnya terhenti dari kata penasaran. Dia mulai berlari ke arah rubah tersebut untuk menanyakan kemana dia akan pergi "Hey, tunggu!" seru Wolfery. Dia berlari mengejarnya untuk bertanya. Rubah itu juga ikut berlari mejauh dari Wolfery karena dia menyangka kalau dia akan memakan dirinya. Akhirnya mereka berlarian seperti serigala yang hendak memangsa seekor rubah. Tapi sebenarnya Wolfery hanya menanyakan beberapa hal


Setelah beberapa lama mereka berlarian, Rubah itu tidak sengaja menabrak sebuah pohon apel di depannya. Kemudian terjatuh "eee...". Wolfery mendapatkannya "Akhirnya...huh... kau cepat juga berlari". Rubah itu kebingungan apa yang akan dia lakukan kepada dirinya "Jangan kabur, jangan panik, aku hanya...hah... bertanya" Kata wolfery menghela nafasnya berkali kali karena kelelahan "tunggu dulu, kau tidak terlihat panik saat berjalan di dekatku". Dia teringat apa yang di katakan Norman ke padanya soal teman yang tertinggal.


Wolfery terkejut "gasp Thomas?".  Tidak dia sangka bahwa dia bertemu dengan teman dekat Norman yang dia sering bicarakan. Dan ya, itu benar. Dia adalah Thomas Lynn. Dia berdiri dan merapikan bulu kakinya.


Thomas juga tidak menyangka bahwa dirinya di ketahui oleh serigala lain yang kenal dengan Norman. Dia mengendus kaki Wolfery sebagai pengenalan lalu duduk di depannya. Dia mempercayai Wolfery dan dia yakin kalau dia adalah serigala yang aman untuk di kunjungi "Baiklah, baiklah, baiklah aku ingat kalau kau tidak bisa bicara sepertiku, maafkan aku". Thomas duduk terdam manis di depannya tapi dia mengerti apa yang Wolfery maksut. Hanya saja dia tidak tau harus mengeluarkan suara apa. Lagipula dia tidak akan tau soal apa yang Thomas keluarkan.


"Jadi kenapa kau tidak kembali mengunjungi teman dekatmu tu?" tanya Wolfery. Thomas hanya meggelengkan kepalanya. Lalu berbaring di dekat kaki Wolfery. Entah apa yang membuatnya merasa nyaman dengan kakinya "Okay, mungkin kamu merasa kesepian". Dan Thomas mendengkur di kakinya. Mengingatkannya dia dengan norman yang hendak bersantai bersama. Wolfery paham apa yang dia maksud sehingga dia mengalah saja "Yah, aku rasa aku tidak pulang dulu"


Di pagi harinya dia menemukan sebuah daging rusa entah dari mana "Huh? Apa yang-" Dan juga Thomas yang menarik narik ekornya untuk membangunkan Wolfery "Iya, iya aku bangun. Jangan di tekan, ada bekas gigitan di sana". Tidak di sangka kalau tadi malamnya Thomas menyeret bekas buruan manusia dengan sekuat tenaga sampai dekat ke Wolfery. Wolfery juga tidak menolak apa yang di beri Thomas. Tetapi dia juga memotong sebagian daging rusa itu untuk membagi makanan untuk dirinya dan Thomas.


Setelah mereka makan makanan bereka Wolfery ingin pulang tapi melihat Thomas yang kesepian dia tidak tega untuk meninggalkannya "Seandainya Waven di sekitar sini". Kemudian suara seekor serigala betina terdengar olehnya "Wolfry-" "AAAAA" Wolfery berteriak terkejut melihat kekasihnya muncul di depan matanya "Luna, a- aku-"


"Ternyata kalian makan bersama?"


"a-"


"Kenapa kamu tidak mengajakku?"


"a- anu- aku-"


[Luna mengusap wajah Wolfery dengan cakar kakinya]


"lain kali, bilang ya?"


"iya... maaf"


Sedangkan Thomas hanya duduk terdiam menyimak pembicaraan kedua serigala itu. Ekornya mengibas sedikit


"Luna, aku benar benar minta maaf. Lagi pula, Thomas tidak lagi pada teman dekatnya, aku harus bagaimana?"


Mereka berdua membicarakan masalah soal Thomas yang hidup sendiri. Luna mengizinkannya bersama Thomas selama beberapa hari, tapi dia juga berpesan jika bisa cari tempat atau sebuah teman untuk Thomas agar dirinya dapat pulang kembali tanpa bertahun tahun menemani Thomas "Aku tau, kalau kamu memang merasa kasihan padanya maka carilah tempat yang membuatnya nyaman agar kamu bisa pulang"


"Gimana caranya?"


Wolfery melihat Thomas memjilati tubuhnya sendiri. Begitu polosnya dia sebagai seekor rubah. Kemungkinan seekor rubah memang sering bertingkah seperti itu. "Ingat, rubah penuh dengan tipu daya. Pastikan kalau dia benar benar merasa kesepian" Kata Luna kepada Wolfery yang melirik kepada Thomas "iya, aku tau-". Saat wolfery hendak menatap Luna tiba-tuba dia menghilang dari pandangannya "Luna?". Dia kebingungan bagaimana dia dapat kabur dengan cepat. Thomas juga bingung darimana dia bisa menghilang begitu saja "Kau melihatnya?" Tanya Wolfery. Thomas mengangguk kepalanya melihat Luna  menghilang begitu saja


Mereka berjalan entah kemana untuk mencari tempat atau sebuah teman yang mungkin membuat Thomas merasa nyaman. Dari kejauhan ada sebuah goa besar dan kosong. Thomas mengendus tempat itu dan berkesan kalau tempat ini pernah di tempati oleh seekor naga "Tom, kau pernah terbiasa tinggal sendirian?". Thomas menggeengkan kepalanya "Tapi, kamu nyaman tidak?". Thomas menggelengkan kepalanya lagi. "yeah, aku juga".


Mereka kemudan keluar dari goa, di sana ada beberapa seekor rubah terlihat mencari sesuatu "Oh hey, itu temanmu". Thomas bukannya pergi kepada mereka, justru bersembunyi di belakang Wolfery "A-apa". Kemudian rubah-rubah itu menghampiri mereka berdua. Mereka terlihat begitu penuh dengan amarah "Okay... dia ada masalah apa dengan kalian?". Mereka tidak menjawap pertanyaan apapun dari Wolfery hanya ada geraman yang hendak siap menyerang "Baiklah, kalau itu keinginan kalian"


Wolfery memiliki tubuh lebih besar daripada mereka,sehingga satu ayunan cakar sudah dapat membuatnya terlempar ataupun hancur. Bahkan mulutnya yang dapat menghancurkan tulang mereka dengan sekali gigitan. Thomas yang di belakangnya melihat Wolfery menyerang dan mengigit mereka demi melindunginya. Lagipula Thomas sendiri tidak begitu dekat dengan spesiesnya sendiri.


Dan tentunya Wolfery kembali menikmati makanannya lagi


Kemudian ke sungai untuk membersihkan muutnya yang berlumpur darah rubah "Tadi kau tidak apa apa kan?". Thomas terdiam melihat Wolfery membersihkan mulutnya "Ya, kalau mereka tidak menyerang. Aku tidak akan menyerang mereka" Lalu wolfery melihat Thomas yang mengibaskan ekornya dan tersenyum bahagia "Apa? kau terlihat tidak begitu dekat dengan spesies mu sendiri"


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka dan Wolfery pastinya sudah sangat jauh dari tempat asalnya. Tetapi dia dapat kembali ke rumahnya dengan cepat menggunakan kekuatannya sendiri.


mereka berada di sebuah padang rumput lagi tapi di beda tempat ya belum pernah mereka kunjungi. tempat itu cukup luas tapi luasnya seperti sebuah danau yang dipenuhi oleh rumput. hembusan angin yang cukup terlihat sejuk bulu mereka. beberapa saat mereka berdua menikmati angin tersebut di tengah padang rumput itu.


setelah berjalan cukup lama di padang rumput tersebut akhirnya mereka sampai di pojokan yang di mana akhir dari area Padang rumput.


tempat itu adalah sebuah hutan. hutang yang tempatnya lebih jauh dari kota Titanium. kemungkinan ada hal baru yang bagi mereka belum ketahui panas biasanya beda hutan beda hal-hal mistis yang terkandung di dalamnya "Baiklah, wow.... aku rasa kita sudah berjalan cukup jauh" Kata Wolfery "Mari beristirahat dulu, aku sudah kelelahan"


Wolfery berbaring di bawah pohon, sementara Thomas berlari ke sana kemari atau bermain dengan sebuah ranting pohon. Wolfery mehatnya penuh dengan energi, tak sedikitpun dia terdiam "Heh,rubah".


Setelah beristirahat mereka melanjutkan perjalanan mereka. Tepat pada seeorang manusia misterius di depan mata mereka berdua. Dari jauh merka terkejut, biasanya tidak ada manusia yang biasanya jauh dari kelompok merka. Tapi yang satu ini pergi ke sana sendirian "A-" Terhenti Wolfery di saat dia melihatnya. Kemudian bersembunyi di sebuah semak semak yang cukup tebal "Thomas, ayo. Kau bisa terlihat olehnya" Dia mengajak Thomas untuk bersembunyi di dekatnya. Tapi Thomas hanya terdiam melihat manusia tersebut "Thomas?" Wolfery berbisik keras padanya taoi tidak ada respon darinya.


Thomas langsung menghampiri manusia tersebut secara perlahan lahan "Thomas apa yang kau lakukan?" Tanya Wolfery. Masih tetap tidak ada respon darinya.


Saat manusia itu duduk di sebuah batu Thomas memberanikan dirinya untuk mendekat. Manusia itu terkejut melihat mata Thomas yang memiliki warna yang sama dengan miliknya. Dia mengendus tangan manusia itu perlahan lahan dan mengenali bau tersebut "Tom, apakah itu kau?" tanya manusia itu. Thomas mulai duduk dan mengibaskan ekornya karena dia tau bahwa dia mengenalnya. Manusia itu tersenyum bahagia lalu menggendong Thomas kemudian memeluknya "Tom, kau kemari. Aku pikir kau tidak akan kembali lagi mengunjungiku". Thomas juga merasa bahagia bertemu dengannya. Keduanya pun menangis bahagia. Sebuah momen yang mereka tunggui akhirnya terwujudkan


Wolfery di semak semak menyimak mereka berdua. Tidak menduga bahwa Thomas menemukan pemilik kesayangannya "Yah, tidak seperti yang aku bayangkan. Dia kembali ke tuannya". Kemudian Luna muncul di sampingnya dan berkata "Ya, begitulah"


"Luna?"


"Gimana kamu- a-"


"Nanti aku jelaskan. Sekarang mari kita pulang bersama"


Akhirnya mereka berdua pulang ke tempat masih masing. Tapi Thomas masih memikirkan apa yang di lakukan Norman di waktu-waktu begini