The Red Fox: Author and The Dark Energy

The Red Fox: Author and The Dark Energy
Pertemuan



"Okay, berita bagus. Inti tersebut berkembang lebih lambat dari pada siput" Kata Author menerima informasi dari buku pribadinya. Arthur kemudian terbangun dari tidurnya dan terkejut "Apa? kau menggunakan energi bukumu saat penuh? Kita tidak bisa ke sana dengan cepat"


"hey, hanya sebagian. Lagian ini sangat penting. Lagian untuk teleportasi masih belum cukup"


mereka akhirnya mengadu argumentasi lagi dan lagi.


Sementara itu Eva di halaman rumahnya, dia merasa kawatir apa yang aka di lakukan Henry kepada temannya, kemudian William di sampingnya mulai berulah lagi. Yaitu membunuh salah satu Antropomorfik serigala untuk makanannya sendiri. Eva sendiri tidak yakin, sepertinya William memiliki ketergantungan atas membunuh atau di bunuh meskipun sifatnya telah normal kembali "Oh, Eva. kenapa kamu masih belum tidur?". Eva hanya terdiam cemas "Jangan kawatir, Henry dan Edward adalah teman baik. Engkau kan sudah tahu dari dulu"


Kemudian William menuju ke atas rumah Eva, dan... yeah. Author dan Arthur masih saja mengadu argumen satu sama lain "baiklah, aku jadi tidak tahu mana yang rubah dan mana yang manusia"


"apa?"


"ya?"


"Selagi kita di sini. Carilah cara agar cepat mengatasi inti tersebut. jangan adu argumen kayak rubah liar lainnya"


Kemudian kertas buku pribadinya bersinar yang menandakan seseekor atau seseorang mengirimkan pesan kepadanya. Author membuka bukunya dan membaca apa isi dari pesannya. Dari Waverley dia berpesan bahwa dia membawa Dragunov untuk menolong Henry dan Edward. Dia kemudian mencondongkan buku itu ke luar rumah Eva dengan segera.


Suara dentuman keras dari buku pribadinya membuat sebuah portal berwarna campuran antara putih, ungu, dan hitam. Di sana keluarlah seekor naga berwarna hitam terbang dengan cepat hingga membuat angin menghembus dengan kencang, dan itulah Dragunov. Di belakang punggungnya terdapat Waverley, Henry, dan Edward menaikinya. Dia terbang ke atas dan berputar sekali layaknya seekor naga yang bahagia atas kebebasannya. Waverley kegirangan bahagia karena telah lama dia tidak menaiki Dragunov kembali. Sedangkan Henry dia hanya tersenyum senang sambil menahan pedangnya agar tidak terjatuh. Edward ketakutan, dia takut akan ketinggian, jadi dia berteriak di setiap penerbangan.


Di saat Dragunov mendarat Waverley langsung melompat ke bawah, Henry turun melalui sayap Dragunov, Dan Edward dia jatuh tak sadarkan diri. Tapi Waverley menangkapnya segera tanpa membuatnya jatuh ke rumput "Seharusnya kamu bilang dari tadi".


Eva menghampiri mereka bertiga "Wave, Henry?! oh syukurlah kalian kemari. Kami mencari kalian" "Ya, kalau bukan karena George kita gak akan sampai" Kata Waverley sambil tertawa kecil. Kemudian dia melihat ke atas rumah Eva, dan yeah, Author melihat Waverley yang menggendong Edward di cakarnya. Dia langsung mejatuhkannya ke tanah dan menyapanya "Hai sayang. Gimana kabarnya?". Kedua cakarnya bersembunyi di belakang punggungnya dan menjinjitkan kakinya. Dari kejauhan Author melampaikan cakarnya. "Kau tau Wave... aku berterimakasih atas membuat Eddie tak sadarkan diri". Kemudian dia membawanya ke atas rumahnya dengan kedua cakar kakinya yang menggenggam kulit di bagian blakang leher Edward. Waverley juga ikut ke atas sana dengan memanjat tangga gantung.


"Yeah"


Begitu juga dengan Author, dia memeluk Waverley. Arthur di sana hanya melihat dan menghela nafas sedikit. Dia juga berfikir mereka berdua impas karena dari awal dia membuat Author iri kepada nya "okay....."


Waverley merasakan hati Author merasakan rasa takut yang di sembunyikan. Trauma yang dia miliki masih berlanjut hingga saat ini. Dia mengelus bulu punggungnya dan bagian belakang kepalanya agar dirinya merasa tenang kembali. Kemudian berbisik padanya "Jangan kawatir, Aku masih berada di sisimu".


"Okay, okay... apakah kalian akan melakukannya di sini? yah, aku akan ke bawah" Kata Arthur penuh dengan kecemburuan. Waverley dan Author mengerti kalau dia merasakan cemburu atas apa yang di lakukan mereka berdua.  "Kenapa kau tidak bilang dari awal" kata Author.


Author dan Waverley menatap dan berbisik satu sama lain "Baiklah, kita fokus soal inti terlebih dahulu. Pelukannya nanti saja"


"kenapa"


"Arthur kehilangan kekasihnya"


"oh"


Kemudian mereka berdua melepaskan pelukannya lalu merapikan bulu mereka sendiri. Arthur mulai kebingungan mendadak, ada apa dengan mereka berdua "okay..."


Dari kejauhan seekor rubah tanpa anggota tubuh mengawasi mereka semua