The Life Of Henelina Devhano

The Life Of Henelina Devhano
Rencana Selanjutnya



Sampailah mereka di dalam gedung apartemen. Kamar Fyd dan Kerlan berada didekat pintu keluar, jadi mereka bisa keluar masuk gedung dengan mudah. Sebenarnya mereka ingin menuju apartemen Henelina untuk bertanya lebib lanjut kejadian tafiw, karena sepertinya dia tau sesuatu. Tapi mereka mengurungkan niatnya karena sudah malam dan mereka sudah berjalan-jalan selama beberapa jam.


Mereka kemudian berbaring ke tempat tidur mereka masing-masing. Karena di apartemen itu memiliki 2 tempat tidur yang berbeda. Dan memang tempat tidur itu khusus untuk 1 orang saja.


Tanpa mereka ketahui, ternyata Henelina datang mengunjungi apartemen yang di pakai kedua orang tersebut. Mereka terkejut karena ternyata Henelina datang sendiri ke mereka. Dan tentunya mereka menyambut Henelina dengan baik.


"Apakah ada tujuan mendesak anda datang kemari ?" Tanya Fyd kepada Henelina yang sedang duduk sambil menyeruput minuman yang disediakan oleh Fyd sendiri. "Saya ingin berdiskusi dengan kalian perihal rencana selanjutnya" ucap Henelina sambil mengkode kedua orang tersebut untuk duduk menggunakan tangan kanannya. Mereka pun duduk di tempat yang Henelina maksud. Mereka agak sedikit gugup untuk beberapa hal yang tentunya berkaitan dengan Henelina.


"Langsung ke intinya. Apa ada sebuah pekerjaan yang cocok untuk saya ?" Tanya Henelina pada mereka, dan tentunya itu membuat mereka keheranan. Pasalnya, mereka tidak mengetahui apa yang Henelina sukai. Maka dari itu mereka ingin bertanya ciri pekerjaan yang Henelina sukai. "Pekerjaan mudah" ucap Henelina karena ia tau jikalau mereka ingin menanyakan pekerjaan apa yang disukainya. Bahkan terlihat sekali dari mimik wajah dari mereka yang keheranan. Mereka memaklumi Henelina yang seperti ini, karena mereka tau ada sesuatu yang menakjubkan pada diri guru mereka itu. Hanya dengan sekilas saja, ia tau apa yang ingin mereka lakukan(pertanyakan). Karena sudah tau apa yang Henelina sukai, maka mereka mulai menyebutkan satu persatu pekerjaan mudah yang mereka tau. Mulai dari menjadi pelayan restoran, menjadi perias artis, atau menjadi pelayan sebuah keluarga kaya. Semua pekerjaan itu di balas dengan gelengan kepala Henelina yang menandakan dia tidak setuju dengan semua pekerjaaan yang mereka ajukan.


Karena Henelina tidak setuju, jadi mereka berfikir bahwa sekarang Henelina sudah punya pekerjaan yang dia sukai. Namun untuk memastikan, Fyd bertanya pada Henelina apakah ia dia sudah memutuskan pekerjaan apa yang diambilnya ataukah tidak. Dan Henelina lagi-lagi menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mempunyai pekerjaan yang dia sukai. "Pekerjaan yang kalian berikan terlalu mudah dan tidak sesuai dengan kepribadian saya" ucap Henelina sambil menggeleng-gelengkan kepalnya. Fyd dan Kerlan saling bertatap mata. Sama seperti sebelumnya meja tidak tau apa yang harus dilakukan. Kerlan memegang dagunya, ia sedang memikirkan pekerjaan apa yang cocok dengan minat serta kepribadian Henelina. Di saat-saat mereka sedang berfikir, Henelina tiba-tiba langsung berkata sesuatu. "Besok baru merancang rencana" sambil menaruh kembali cangkir minumannya dan berlalu pergi.


Malam berlalu dan berganti pagi. Fyd dan Kerlan tengah bersiap-siap untuk mengunjungi apartemen Henelina. Karena Henelina sudah mengabari mereka untuk menunggu di depan apartemen miliknya. Saat mereka sudah berada tepat di depan apartemen Henelina, ternyata Henelina juga baru saja membuka pintu apartemennya. Bisa dikatakan, Fyd dan Kerlan datang tepat waktu.


Tanpa ada perbincangan, Henelina langsung masuk lagi dan dengan bahasa isyarat untuk menyuruh mereka untuk masuk juga. Untung saja mereka mengerti maksud Henelina dan ikut masuk juga. "Sangat bersih dan semuanya tertata dengan baik" batin Fyd, kala ia melihat-lihat sekeliling apartemen Henelina. Fyd saat ini sangat sibuk menilai apartemen Henelina, dan ia tidak terlalu memperhatikan Henelina. "Fyd Selion!" Bentak Henelina pada Fyd. Dia tentunya tau kalau Fyd tidak dibentak, maka ia tidak akan mendengarkan apa yang ingin dikatakannya(Henelina).


Karena kaget, ia secara spontan meminta maaf kepada Henelina. "Fokuslah!" Tegas Henelina. Fyd hanya mengangguk-anggukkan perkataan Henelina. Kerlan hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Fyd.


Mereka semua pun duduk, dan percakapan dimulai dari Henelina.


1 Jam berlalu, barulah Fyd dan Kerlan kembali ke apartemen Henelina. Mereka tentunya terlebih dahulu mengetuk puntu sebelum masuk ke dalam. Terlihat Henelina membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk.


Mereka kesulitan mencari bahan-bahan yang dibutuhkan Henelina. Jadi mereka membutuhkan waktu yang cukup lama.


Henelina langsung mengambil kantong plastik yang berisi bahan-bahan yang berada di tangan Kerlan. Setelah itu, ia langsung menuju arah kamar pribadinya, dan menyisakan Kerlan dan Fyd di ruang utama.


15 menit telah berlalu, dan Henelina belum juga keluar dari arah kamar kamarnya. 2 sejoli yang sejak tadi menunggu pun tidak tau apakah ada yang terjadi pada Henelina ataukah tidak. Namun yang pasti jika Henelina masih dalam keadaan baik-baik saja. Dan mereka masuk ke dalam kamar pribadi Henelina, maka mereka akan gawat.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu keluar juga dari kamarnya. Namun anehnya, ia menggunakan semacam topeng di sisi wajah bagian kanannya. Mereka bertanya kenapa sisi bagian kanan dari wajah Henelina tertutupi, dan di mana kantong plastik yang dibawa Henelina tadi.


Tanpa pikir panjang Henelina langsung meraih topeng yang menghalangi sebagian daru wajahnya, lalu menarik topeng tersebut dari wajahnya.


Dan betapa terkejut dan mualnya mereka tatkala melihat semacam penampakan dan juga mencium bau yang sangat-sangat luar biasa amisnya, yang ada di hadapan mereka. "Toilet mana toilet!" Kedua orang itu sangat-sangat mual dan segera mencari toilet untuk meredakannya. Mereka tidak menyangka akan apa yang mereka lihat.


Saat Henelina membuka keseluruhan dari topeng setengah wajah itu, ternyata di baliknya terpampang jelas bentuk ul*t-ul*t yang sepertinya sudah menjadi bangkai. Mereka sedikit trauma akan kejadian tersebut. Namun Henelina langsung berkata "Itu bukanlah betulan, melainkan hanya sebuah trik". Meski sudah mendengar penjelasan dari Henelina, mereka tetap mual-mual dan masih ingat bentuk dan bau amis yang mereka lihat dan rasakan tadi.


"Kemari" tegur Henelina pada Fyd dan Kerlan yang masih saja menetap di kamar mandi. Mereka sebenarnya tidak ingin menuruti perintah Henelina. Tapi karena mengingat dia adalah guru dan juga orang yang mereka takuti, jadilah mereka menuruti perintah Henelina. Tapi mereka menutup mata dan hidung mereka, untuk menjaga mereka mual-mual lagi. Namun saat mereka sudah berada tepat di depan Henelina yang hanya berada berdiri beberapa meter dari arah toilet, Henelina langsung meraih tangan yang ada di hidung mereka satu persatu dengan cepat, dan memberikan sebuah tempat-tempat kecil yang berisi semacam air tepat di depan hidung mereka. Dan mereka secara spontan langsung membuka mata dan mengambil tempat kecil itu. Mereka lalu menghirupnya dan sepertinya membuat mereka merasa segar kembali