The Life Of Henelina Devhano

The Life Of Henelina Devhano
Di mana ini ?



Seorang wanita berambut hitam pekat dengan paras nan cantik bak dewi, namun di wajah nya terdapat mimik kebencian dan kekesalan yang mendalam.


Dia adalah Zintya, wanita yang telah terbunuh dengan pengkhianatan, namun dia ditakdir kan oleh yang maha kuasa untuk dapat reinkarnasi lagi sebanyak 3 kali.


Zintya yang terbaring di suatu tempat yang tidak diketahui nya membuka perlahan matanya. Dengan samar dia melihat di sekeliling nya berwarna biru tua.


"Eghh... i-ini di mana?"


Zintya merasa sakit di bagian kepala nya. Dia bingung, sebenarnya... di mana dia berada?


Zintya kemudian mulai berdiri dari tempat di mana ia terbaring.


"Aku merasa..di sekeliling ku ini berwarna biru tua.." batin Zintya.


"Dan tunggu!?.. tempat aku berdiri ini seperti cermin, aku bisa melihat bayangan diriku di bawah" batin Zintya lagi.


"Heeyy... apakah ada seseorang yang bersama ku di siniii!?"


Zintya berteriak sekencang mungkin berharap ada seseorang juga di sana.


Namun nihil, semenit Zintya berteriak menanyakan, tapi tidak ada orang.


"Haahh ...sepertinya aku seorang yang berada di sini ..." batin Zintya merasa sangat putus asa.


Zintya lalu memejamkan matanya.Di saat itu dia baru menyadari jika dia telah mati karena di beri racun oleh sahabat nya sendiri, juga orang yang paling di percayai nya. Dan ia juga baru menyadari sepertinya tempat itu adalah tempat terakhir sebelum Zintya bereinkarnasi.


"Jika ini memang tempat terakhir sebelum aku bereinkarnasi .. lalu di mana 'makhluk' yang akan menjelaskan dan mengantar ku ke tempat di mana aku akan hidup kembali?"


Zintya keheranan akan keadaannya sendiri. Bagaimana tidak, 'makhluk' yang akan menuntun dan memberi tau akan dunia tempat di mana ia bereinkarnasi tidak ada sama sekali.


"Apa aku hanya menunggu saja di sini dan langsung ke tempat di mana hidup baru ku di mulai?.. Dan juga aku tidak tau bagaimana asal usul dunia yang kumasuki.." batin Zintya bertanya-tanya.


"Apa mungkin ingatan tentang dunia itu akan timbul pada diriku?" batin Zintya melanjutkan kata hatinya.


Banyak pertanyaan dalam diri Zintya saat ini.


---3 menit setelahnya


"Hmm ...? Apa itu ?" Zintya melihat cahaya yang sangat terang dari atas yang mulai turun kebawah. Zintya menutup matanya menggunakan lengannya karena terlalu terang.


Yang dilihat Zintya adalah seorang wanita yang di sekeliling terdapat cahaya. Wanita itu menempatkan kefua tangan di dada, tangan kirinya berada di bawah tangan kanan nya. Zintya melihatnya seperti seorang dewi, bagaimana tidak!.. Dia memiliki cahaya yang mengelilingi nya dan dia memiliki kedua buah sayap di punggung bagian kanan dan kirinya yang membuatnya dapat terbang.


"Siapa kau?" Zintya.


"Aku adalah bagian lain dari Henelina" Wanita itu memang seperti dewi, suaranya sangat lembut, selembut kapas, mungkin lebih lembut lagi.


"Henelina!?" Zintya agak bingung, siapa sebenarnya yang di sebut 'Henelina' ini?


"Ya" wanita itu menjawab dengan kata kata yang sangat singkat.


"Kau tau bahwa kau sudah mati dan akan hidup kembali, jadi ..." kata wanita itu belum selesai.


"Untuk saat ini yang perlu kau ketahui adalah kau berada di antara ke dua dimensi" kata wanita itu.


"Yang di mana, di sebelah kananmu adalah tempat di mana kau berasal, sementara di sebelah lain, lebih tepatnya di sebelah kiri, terdapat tempat di mana kau akan hidup kembali" ucapnya lagi.


"Perlu kau tau, zaman tempat di mana kau akan hidup lagi , adalah tempat yang aneh, itu dulu yang perlu kau ketahui tentang zaman yang kau akan hidup kembali di sana"


"Selainnya kau akan tau sendiri jika kau sudah masuk ke dalam tubuh wanita"


"Nama wanita yang tubuhnya akan kau masuki adalah Henelina Devhano"


Wanita itu menjelaskan tentang dunia/zaman yang akan Zintya hidup kembali di sana.


"Jadi kau adalah bentuk tubuh 'Henelina' ? tanya Zintya.


"Bisa di bilang begitu"


"Namun 'Henelina' yang kau lihat saat ini berbeda dengan yang aslinya" lanjutnya


"Kenapa?" tanya Zintya heran.


"Kau akan tau segera"


Warning: Yang bilang aku ngecopy novel Khadijah Annufaisah, itu ga yaa,, soalnya itu aku sendiri,, jd MT yg dulu ak pake buat tulis novel itu ak hps, trys download ulang, dn pas donlod ulang ak pake akun beda,, jd terpaksa hrs bikin ulang. btw sebelumny itu ak salin kata-katany trus ak simpan d catatan :)