
Assalamualaikum,, haiishh ...maaf banget author kira bakalan cepat ,ternyata ga secepat ituu up-ny..
......
"Baiklah! Kau tunggu sebentar disini, aku akan memproses agar kau bisa masuk ke dalam dunia tempat kau hidup kembali" kata wanita itu kembali.
"Ini memerlukan waktu setidaknya tiga jam"
"Dan selama tiga jam itu kau hanya perlu duduk bersila, kedua tangan mu masing masing berada di paha kanan dan kiri mu, kau tidak boleh bergerak sama sekali saat tiga jam itu, atau kau akan terus ulang hingga kau tidak bergerak"
"Ini mempengaruhi pembukaan pintu masuk jalan menuju tempat kau bereinkarnasi/ hidup lagi"
Wanita itu menjelaskan dengan baik. Tapi dengan wajah yang datar dan tanpa ekspresi sama sekali.
Zintya mengerti akan hal itu dikarenakan dia pernah membaca buku yang berada di rak perpustakaan milik rumah/kediamannya.
4 setengah menit berlalu, namun tanda tanda prosesnya belum terlihat sama sekali.
"Ini sudah berlalu beberapa menit, kenapa kau tak kunjung melakukan proses untuk memasuki dunia baruku ?" Zintya mengangkat suara dan bertanya.
Ia melihat wanita itu yang sedari tadi memejamkan matanya kemudian perlahan membuka kedua kelopak matanya dan mengatakan...
"Ulang sekali lagi" ia mengatakan hal itu dengan nada suara yg tenang, tak menunjukkan ekspresi marah atau apapun itu.
Ia kembali menutup kedua kelopak matanya dengan perlahan.
Meski wanita itu terlihat biasa saja saat mengatakan nya, namun tidak dengan Zintya yang mendengar ucapan tersebut, sua sangat bingung kenapa harus mengulanginya lagi...
"Hey! Mengapa aku harus mengulanginya lagi!?" Zintya meninggikan suaranya di depan wanita tersebut.
"Sudah kubilang, jangan bergerak atau semacamnya, dan kau tidak mendengarkan" wanita tersebut lagi lagi dengan nada tenang mengatakan nya.
"Bukankah 'proses' yang kau maksud tadi belum kau laksanakan? Kenapa harus ulang?" Zintya langsung satu kali bertanya.
Namun wanita itu hanya diam, seakan akan mengisyaratkan kepada Zintya untuk diam.
"...." Zintya diam sejenak.
"Baiklah aku akan diam!" Zintya berbicara dengan tegas namun tetap terasa tenang.
Sebenarnya si wanita itu sedang melakukan prosesnya, namun proses tersebut tidak bersuara atau berdampak apa-apa pada Zintya.
Yang dia tau dari kartun kartun atau semacam dengan itu, jika melakukan ritual atau semacamnya, pasti akan ada dampak pada tubuh orang tersebut.
Tiga jam telah berlalu dan Zintya yang saat ini sedang duduk bersila dan dengan mata yang tertutup, merasakan tubuhnya menggigil karena angin yang sangat kencang, dan dia juga merasa sangatlah silau. Zintya tidak ingin membuka kedua matanya karena ia merasa sangat silau sekali.
Sesekali Zintya mengintip apa yang sedang terjadi di situ.
"Dinginnyaaa... eeee~~.."
Zintya menggigil kedinginan, namun itu hanya di dalam hatinya, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, hal tersebut disebabkan karena Zintya berjam jam tidak bergerak.
"Bukalah matamu"
"Tidak! Terlalu silau untuk aku membuka mata!" Zintya menolak untuk membuka matanya.
"Eh tunggu...! Oh tidaakk ..aku berbicara, apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah aku ulang lagi!? Aku mohon agar itu tidak terjadi. Huhuu.." Zintya baru menyadari jika dia telah berbicara, dia juga takut apakah dia akan ulang ataukah tidak. IDK
"Jadi kau tidak ingin bereinkarnasi dan menetap di sini selamanya?" Tanya seorang wanita yang sedari tadi bersamanya.
Zintya yang tadinya tidak dapat menggerakkan tubuhnya dan tidak sanggup membuka kedua kelopak matanya, akhirnya ia dapat melakukan itu semua. Itu semua berkat wanita itu.
Zintya berdiri dari duduknya.
"Kau sudah boleh pergi ke dunia barumu, Zintya" Kata wanita itu.
Zintya melihat pintu yang sangat besar dan dari pintu itu terdapat cahaya yang sangat terang dan juga keluar dari pintu itu angin kencang yang saking dinginnya, sampai merasuk ke tulang tulang.
"Eh ..!?"
Zintya merasa heran, bagaimana tidak, ia melihat dua lagi seorang yang hampir mirip dengan wanita yang sedari tadi bersamanya, dan kedua wanita itu tepat berada di kedua sisi pintu yang besar itu. Meski begitu, paras kedua wanita itu berbeda dengan wanita yang bersamanya sejak tadi. Hanya lah bentuk tubuh mereka yang mirip. Kedua wanita itu juga kembar bak Zodiak (gemini).
"Kau mungkin keheranan bagaimana cara mereka ada disini, namun itu tidak penting. Sekarang kau harus segera masuk ke dalam pintu itu. Karena jika kau tidak segera masuk maka pintu itu akan tertutup lalu kau akan berada di sini selamanya" kata wanita itu mengerti akan Zintya yang sedang heran.
"Hmm... Baiklah, aku segera masuk"
OKEE... SEGITU AE DULU...
hehee... aku masi kecil jadi ga terlalu tau bahasa bahasa yang gimana gimanaa... jadi mohon di maafin yah .. :)
Salam hangat dari author
Warning: Yang bilang aku ngecopy novel Khadijah Annufaisah, itu ga yaa,, soalnya itu aku sendiri,, jd MT yg dulu ak pake buat tulis novel itu ak hps, trys download ulang, dn pas donlod ulang ak pake akun beda,, jd terpaksa hrs bikin ulang. btw sebelumny itu ak salin kata-katany trus ak simpan d catatan :)