
________
Henelina berjalan menyusuri tempat-tempat di kota tersebut. Banyak sekali orang-orang yang hidupnya baik dan tidak sedikit yang hanya bisa berjualan kerupuk dan semacamnya.
"Baju ini sangat tidak nyaman untuk di gunakan" Batinnya mendengus risih.
Henelina yang saat itu merasa tidak nyaman dengan bajunya kemudian mencari toko baju yang ada di sekitarnya. Ia menemukan toko baju yang bisa dibilang tidak terlalu terkenal, karena sedikitnya orang yang memasuki toko tersebut dan juga itu untuk orang-orang yang tidak mampu berbelanja di toko-toko mewah .
Ia berencana untuk membeli baju dari toko itu saja, mengingat uang yang dimilikinya cukup sedikit untuk membeli di toko-toko terkenal yang ada di sekitar situ.
Ia membeli baju yang sekiranya membuat dia merasa nyaman digunakan olehnya.
Setelah membayar, ia langsung menuju ruang ganti. Tentu saja untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru saja dibeli olehnya.
"Ini baru pakaian yang nyaman!" gumamnya sambil memperhatikan penampilannya di depan cermin yang ada di ruang ganti tersebut
Henelina memang merupakan tipe orang yang tidak suka dengan pakaian yang dimana, pakaian tersebut membuat tubuh sulit bergerak dengan leluasa dan dimana saat itu dia menggunakan pakaian yang tidak sesuai dengan seleranya. Jadi ia memilih baju biru muda polos dengan bagian lengan yang pendek. Dan untuk celana, ia memilih celana berwarna merah yang tidak terlalu terang juga gelap. Ia juga lebih memilih yang berbahan dasar karet dan tidak terlalu ketat juga tidak terlalu longgar.
Warna pakaian yang dibelinya sesuai dengan warna favoritnya.
\=\=\=\=\=
Henelina sudah berada diluar selama beberapa jam. Lalu ia memutuskan untuk kembali pulang.
"Hmm... Sepertinya lebih baik aku pulang, malam nanti aku akan jalan lagi" gumamnya.
Henelina lalu berjalan menuju arah apartemennya. Saat perjalanan pulang, Henelina melihat ibu penjual permen yang tadi sempat ia temui sebelumnya tengah dihadang oleh pria yang dilihat sekilas saja sudah diketahui bahwa mereka adalah sekelompok penjahat. Henelina tipe orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, apalagi banyak orang di sekitar situ. Tidak ada seorang pun dari mereka membantu ibu tersebut. Meski Henelina bukan tipe orang yang suka mencampuri urusan lain, apalagi di keramaian. Namun lalu ini berbeda, ia mempunyai cara tersendiri untuk membereskan para penjahat itu.
Henelina mengambil beberapa kerikil, lalu melemparkannya ke penjahat tersebut. Para penjahat itu merasakan ada yang melemparkan benda-benda kecil kepada mereka. Karena merasa kesal, mereka pun berkata sambil berteriak...
"SIAPA YANG BERANI MELEMPARKAN SESUATU KEPADA KAMI HAH!!!"
Orang-orang yang ada di sekitar situ merasa takut dan berusaha menghindari dari tempat tersebut.
"Hehe... berhasil" ucap Henelina dengan suara kecil juga dibarengi dengan senyuman licik.
Ia berjalan pelan-pelan dan masuk ke dalam sebuah gang kecil. Itu untuk menarik perhatian para penjahat tersebut. Dan berhasil!
Mereka sedikit curiga kepada Henelina, karena ia berjalan pelan ke dalam gang, seolah dia sedang mengendap-endap agar tidak ketahuan.
Para penjahat tersebut tersenyum licik, seolah mengatakan "Aku menemukanmu!"
*Di dalam gang*
"Oy! Kau tidak perlu mengendap-endap lagi!" Tegas salah satu penjahat tersebut.
Henelina tidak menanggapinya dan malah berbalik ke arah mereka lalu berkata. "Apa kalian bersedia menjadi murid saya?" Tanya Henelina para mereka semua. Ia ingin merekrut mereka menjadi bodyguardnya, namun sebelum itu berlatih bela diri dulu bersamanya untuk membuat mereka layak menjadi bodyguard. Dia menginginkan itu karena merasa mereka cocok untuk itu.
"......" sekelompok orang itu terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan Henelina. "Hahahahaha!" Mereka semua tertawa terbahak-bahak setelah terdiam sejenak. "Ingin kami menjadi muridmu???" Tanya salah satu dari mereka sambil menahan tawanya. "Bercanda!" Dan mereka semua kembali terbahak-bahak.
"Gadis kecil, kau masih perlu 1.000 tahun untuk berkata itu" kata salah satu dari mereka lagi.
"Oh, lalu apa kau akan hidup hingga 1.000 lamanya?" Tanya Henelina bermaksud untuk meledek ucapan yang tadi di ucapkan salah satu dari mereka.
"Jika Tuhan menghendaki" lalu mereka tertawa lagi dan lagi.
"Heh! Kalian saja tidak bisa memastikan hal tersebut, jadi kalian juga tidak bisa memastikan ucapan saya" ucap Henelina dengan nada santai.
"Kal-" ucapan salah satu dari mereka terhenti karena di potong oleh salah satu dari mereka yang lainnya. "Sepertinya kau melakukan ini untuk mengulur waktu"
Perkataan orang tersebut di benarkan oleh yang lainnya. "Sepertinya juga begitu"
Karena merasa dibodohi, mereka lalu berencana untuk "melakukan sesuatu" terhadap Henelina. Mereka mulai mendekat. Namun...
Bruk! Bruk!
Yang lainnya hanya terdiam membeku melihat itu semua. Mereka tidak percaya akan apa yang dilihat. Henelina mendekat pada mereka. "Ka-kau... apa yang mau kau lakukan" ucap salah satu mereka dengan badan gemetaran.
Mereka kemudian merogoh baju mereka, berencana untuk mengambil pistol. Namun lagi-lagi Henelina membuat mereka melongo dan menganga.
"Ini" seru Henelina seraya memperlihatkan 3 buah pistol yang berada di telapak tangannya.
"Apa sekarang kalian bersedia menjadi murid saya?"
"Bersedia... kami sangat bersedia menjadi muridmu" ucap mereka bersamaan dengan ketakutan yang menyelimuti diri mereka. "Cih! Ini hanya permulaan, aku akan menghabisimu nanti!" Gumam salah satu dari mereka yang berniat memberontak kepada Henelina nantinya, dia juga tersenyum meski pun sedikit gemetaran.
"Jangan berpikir untuk membuat saya tunduk kepada kalian!" Ucap Henelina degan sangat tegas dan menatap tajam mereka semua. "Ti-tidak... kami tidak berani" ucap mereka semua.
"Baiklah, kalian pergi saja kemana pun kalian mau, tapi kalian harus sudah berada di suatu lapangan saat jam 4 sore, terserah di mana saja lapangannya! Kalian mengerti!?" Jelas Henelina kepada mereka semua dan mereka mengiyakannya.
"Oh ya dan satu lagi, teman kalian itu akan bangun 1 setengah menit lagi" ucap Henelina lagi dan berlalu pergi.
Mereka semua terdiam dan melihat Henelina berlalu pergi. "Hahahahaha!"
Mereka tertawa sejenak sesaat setelah Henelina pergi.
"Hanya orang bodoh yang menuruti perintahnya"
"Kita langsung kabur saja lah! Ayo!" Salah seorang dari mereka menyeru kepada yang lain untuk kabur terlebih dahulu dan disetujui oleh yang lainnya.
Mereka berlalu pergi dari gang tersebut dan melupakan kedua teman mereka yang masih tergeletak di tanah saat itu.
_____
Sementara Henelina.
Dia sudah berada di dalam kamarnya. Ia sedang menentukan beladiri apa yang akan dia berikan pada sekelompok orang yang tadi sudah bersedia menjadi muridnya lalu akan dijadikan bodyguard setelahnya. Tentunya untuk menjadi bodyguard, Henelina harus mengajari mereka beladiri yang akan digunakan untuk melindungi Henelina nantinya, meski Henelina juga
bisa beladiri untuk melindungi dirinya . Setelah beberapa
saat, Henelina pun sudah menentukan pilihannya.
_____
Sore pun tiba. Henelina bersiap-siap untuk mencari keberadaan mereka.
Ia membawa buku yang isinya adalah pelajaran tentang beladiri. Buku itu tentunya ia sendiri yang membuatnya. Juga, itu hanya sebuah pelengkap saja.
Saat menuju lapangan terdekat, Henelina dari kejauhan melihat kedua orang yang tadi ia buat pingsan berada di lapangan, namun yang lainnya tidak ada di situ.
Henelina pun mendekat ke arah mereka. Saat sudah dekat dengan mereka, ia langsung menanyakan keberadaan yang lainnya dan tentu saja membuat mereka terkejut. Apalagi itu adalah Henelina.
Mereka langsung menjawab pertanyaan Henelina karena saking takutnya. "Saat kami terbangun, mereka sudah tidak ada" jujur mereka. Ia hanya terdiam mendengar jawaban kedua orang tersebut. Henelina tidak bertanya lebih lanjut, karena dia sudah mengetahui keseluruhannya. Dia mencari informasi setelah mendengar pengakuan dari mereka.
•
•
•
Kenapa kok seperti ga niat buat novel? **Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu. Dan memang saya tidak niat😅
Tapi karena sebenarnya saya dari dulu kepingin liat novel/komik yg MC wanitanya tuh kuat gitu lo, jadi yah karena jarang ada dan saya ngga nemu-nemu juga, alhasil saya coba buat deh😌😂
Saya Berusaha Saja Buat Bikin Nggak Ini😌
Klo ga suka sma novel yg MC wanitanya kuat, novel ini ga cocok mungkin untuk kakak² Tapi Henelina nanti saya rencana mau buat dia lu*u-lu*u dikit pas sama MC prianya😆**