
Pagi hari yang cerah dengan angin sepoi sepoi juga dedaunan yang beterbangan di sepanjang jalan jalanan.
Di suatu tempat yang biasanya ditinggali orang orang yang tidak memiliki rumah, namun untuk tinggal di tempat itu yang harus dilakukan setiap bulannya dengan membayar upah berupa seonggok uang rupiahan.
Tentu saja itu adalah sebuah aprtemen
.....Kamar 08.....
Kamar 08 adalah kamar yang paling tengah dan juga kamar tersebut juga ada kespecialan lainnya yaitu, kamar tersebut ditinggali oleh seorang wanita.
Hah!? terus apa hubungannya kalo di kamar itu terdapat seorang wanita??
Pasalnya asrama itu di tempati banyak lelaki, dan bisa dibilang hanya di kamar 08 yang terdapat seorang wanita, di kamar yang lain semuanya terdapat lelaki.
Ibu asrama yang selalu merasa bosan karena tidak ada yang menemaninya pun biasa juga di temani oleh wanita yang bertempat di kamar 08.
"btw tu ibu kos tinggalnya ga di asrama, tp di samping :)"
Siapa nama wanita yang berada di kamar 08?
Ialah Henelina Devhano.
.......
'Kamar 08'
Seorang wanita yang terbaring di tempat tidurnya,tengah berusaha membuka matanya. Dia terbangun dari tidurnya dikarenakan cahaya terang dari jendela kamarnya.
"Hmm..di mana ini ?" kata seorang wanita dengan nada layaknya orang yang baru bangun dari tidur lamanya.
Ah,wanita itu lupa jikalau dia telah bereinkarnasi, dan jiwanya masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang tidak dikenalnya.
"Aku lupa, kalau aku telah bereinkarnasi.."
"Tapi tunggu..! Kumuh sekali kediaman ini.." kata Henelina (Zintya) yang masih polos-polosnya.
"Sudahlah, lebih baik mandi dan berjalan di sekitar sini, mudah-mudahan dengan begitu aku dapat mengingat hal-hal apa yang ada di sini" batinnya.
Tak terasa waktu pun berlalu dan Henelina telah bersiap-siap untuk mengelilingi tempat ini.
"Ok, sudah siap, waktunya berangkat!" ucapnya dengan penuh semangat.
Henelina keluar dari kamarnya dan menguncinya.
Setelahnya, Henelinamenuju ke pintu keluar dari gedung yang terlihat lumayan besar bagi orang-orang yang melihatnya.
Namun 3 langkah sebelum Henelina keluar, tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang lengan kanannya.
Henel langsung berbalik dan ..
"Siapa kau!!?" Henel.
"Hehe.. dari dulu saya selalu mengagumi anda"
Oh, ternyata dia adalah orang dari sebelah kamar Henelina.
Henel menatap laki-laki itu dengan tatapan introgasi.
"Emm,,sebelum itu bisakah kita berbicara di cafe sebelah apartemen ini?"
"Baiklah" kata Henel menyetujui.
Sampailah mereka di Cave Luty ,yang berada tepat di sebelah asrama tersebut.
"Silahkan duduk nona" lelaki tersebut tersenyum kepada Henelina.
Lelaki tersebut memanggil pelayan dari cafe tersebut dan memesan minuman yang diinginkan Henel sekaligus dengan dirinya.
"Namaku Henelina, aku mengikuti anda ke sini untuk mengetahui apa alasan anda mengagumi saya, soalnya saya agak risih jika ada orang yang tak dikenal tiba-tiba mengagumi saya tanpa suatu alasan yang jelas" ucap Henel datar dan segera menyeruput minumannya.
"Baiklah, saya juga ada sedikit urusan sebentar"
"Wanita yang benar-benar cocok denganku" lelaki tersebut tersenyum lagi dan lagi.
"Saya sebenarnya mengagumi anda, sebab saat anda melewati lorong-lorong yang gelap di asrama, kau tidak takut sama sekali"
katanya.
"Terima kasih atas pujiannya,saya sudah harus pergi" Henelina memperhatikan jam dinding di cafe tersebut dan juga merasa aneh dengan alasan pria tersebut.
"Baik tidak masalah" lelaki tersebut juga mengikuti Henelina melihat jam dinding.
"Semoga kita berjodoh.."
"Henelina"gumam lelaki tersebut dengan senyum menyeringai.
Henelina sudah sampai di depan pintu masuk️.
"Cih!Bermuka dua!" Henel berdecih.
"Sudahlah,lanjut jalan saja" sambung Henel.
Henelina telah berjalan-jalan cukup lama dan dia menemukan seorang ibu-ibu yang berjualan permen kapas.
Henelina tidak tau apa yang dilihatnya itu,namun dia tertarik dan langsung menuju ke ibu-ibu tersebut.
"Halo bu,semoga sehat selalu" Henelina memulai dengan mendoakan ibu tersebut.
"Terima kasih nak, jarang sekali ada gadis zaman sekarang yang sesopan dirimu" ibu tersebut membalas pujian Henelina dengan pujian juga.
"Haha,ibu biasa saja" Henelina tersenyum.
Henelina adalah seorang wanita yang dingin. Dan hanya beberapa orang saja yang tidak mendapat sifat dinginnya tersebut. Dan sebenarnya ia tidak memunculkan sifat dinginnya itu kepada orang lain jika dia sudah tau orang tersebut akan baik kepadanya di masa mendatang
"Ituu,,apa yang ada di depan ibu?Apakah itu kapas?Kalau itu kapas,untuk apa kegunaannya?" Henelina langsung mengatakan maksudnya.Karena perilaku Henelina tersebut,sang ibu pun tertawa kecil.
"Nak,kau polos sekali..Apakah dulunya kau tidak pernah memakan ini?" tanya ibu itu dengan tersenyum.
"Hah!!? Ini dimakan!?" batin Henelina dengan sangat terkejut.Itu dikarenakan di zamannya dulu, tidak ada yang seperti itu.
____
Kalau Ada Kritikan Boleh, yang penting tetap utamakan tata krama yang baik😄😄