
...The Legend Of Crazy Demon...
.......
.......
.......
Fajar yang tenang.
Aku terbangun oleh suara ayam yang berkokok dan burung-burung yang berkicau merdu.
Aku terbangun di tempat yang cukup familiar.
Apakah ini kamar lamaku?. Tunggu dulu, apa aku sedang bermimpi?. Aku mencoba mengedipkan mata ku berkali-kali namun yang kulihat tetap sama.
Ini adalah kamar kecil ku yang berada tepat di belakang restoran keluarga ku. Rumah makan Mioshan itulah namanya, rumah makan yang telah diwariskan selama 3 generasi.
"Tapi. Kenapa aku bisa ada disini?"
Tiba-tiba aku teringat kata-kata Kakek tua misterius itu.
'Ini adalah kesempatan terakhirmu, ini adalah hal terbaik yang bisa kulakukan dan hadiah terbaik yang bisa kamu terima.'
Tunggu, apakah yang dia maksud kesempatan terakhir dan hadiah terbaik adalah mengirim ku kembali kemasa lalu!?
"Hah? Tunggu, aku benar-benar kembali ke masa lalu?"
Kalau dipikir-pikir, kondisi tubuhku juga jauh lebih baik.
Aku baru menyadari satu hal, tangan kiriku yang sebelumnya terpotong dapat kurasakan lagi. Namun, sepertinya luka di wajah ku tidak menghilang, aku merasakan perih seolah-olah seseorang baru saja meninju ku.
Ketika aku membuka pintu kamar untuk mencari tahu apa yang telah terjadi, aku disambut oleh pemandangan rumah makan Mioshan yang sangat berantakan.
Mempertimbangkan kata-kata Kakek tua itu dan di mana aku sekarang, maka 'masa kini' saat ini jelas merupakan 'masa lalu' ku.
aku sangat bingung sehingga aku tidak menyadari bahwa situasi saat ini adalah musibah atau berkah.
"Tapi apa-apaan ini?"
Kenapa restoran ini begitu berantakan.
Aku mencoba keluar dari restoran, saat aku membuka pintu. Aku menyaksikan pemandangan yang indah, melihat Sang mentari mulai nampak di punggung bukit. Aku menatap pemandangan ini sampai matahari yang terbit mulai menyebarkan cahayanya samar-samar ke dalam rumah makan.
Sudah sangat lama sejak aku merasakan kedamaian ini.
Tapi itu sedikit mengecewakan.
Mengapa harus pada titik ini di masa lalu?
Saya tidak bisa menemukan orang tua ku di rumah maka, ataupun di kamarnya.
Bukankah akan sangat menyenangkan jika kembali ke masa lalu dan melihat orang tua ku lagi.
Suasana hatiku menjadi sedikit buruk ketika mengingat kematian ayahku karena sebuah penyakit misterius, dan setelah 4 bulan ibuku ikut menyusul nya karena depresi yang berlebih.
Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk mengatasi gejolak emosi yang tiba-tiba ini.
Sambil melihat pemandangan di luar rumah makan untuk waktu yang lama, mata kananku berdenyut-denyut.
Rasanya seperti memar.
Aku segera mengeceknya di cermin, setelah melihat kecermin aku melihat pemandangan yang cukup mengejutkan. Bekas luka yang telah aku dapat kan di wajah selama Pengejaran sekte iblis telah menghilang dari wajahku, Namun, mata kananku memar dan membiru, dan bibirku robek seolah-olah aku baru saja ditinju.
'Kapan aku dipukuli seperti ini?'
wajah yang aku lihat saat ini ada wajahku di saat usiaku sekitar 18-20 tahunan.
Dimasa lalu aku memang sering dipukuli, itu membuat ku jadi bingung kejadian apa yang menyebabkan mata kanan ku ini terluka. Di saat aku melihat pantulan wajahku di cermin setelah beberapa saat, kenangan masa lalu datang kembali.
Tempat aku berdiri saat ini adalah prefektur Namgong, Tidak ada sekte atau keluarga bangsawan terkemuka yang berada di tempat ini, tetapi ini adalah tempat di mana faksi Ortodoks dan Unortodoks bentrok satu sama lain.
Pada saat aku mulai dikenal dengan julukan Crazy Demon, tempat ini telah tenggelam dalam kehancuran.
Melihat suasana yang masih sangat sepi, dan juga masih sangat pagi saat ini, aku pikir orang-orang masih tertidur, karena itu aku berteriak.
"Aku telah kembali! Sialan!"
Namun seorang pria di salah satu rumah dekat rumah makan ku berteriak sebagai balasan.
"Diam! Dasar bajingan gila! Kalau mabuk, pulanglah. Ugh, sial."
"Kau sudah bangun? Tidurlah kembali."
•••
Apakah aku beruntung karena aku bertarung dengan sekte demon atau bertemu dengan Kakek tua misterius itu?
Itu mungkin kombinasi keberuntungan dan tidak membiarkan Sekte Iblis melakukan apa yang mereka inginkan sesuka hati mereka lagi.
aku tersenyum.
"Senang bisa kembali."
Aku membayangkan seberapa kuat aku bisa meningkat saat ini, karena aku kembali ke masa lalu dengan ingatanku ketika menjadi Crazy Demon. Aku dapat belajar seni beladiri beberapa tahun lebih cepat.
Dulu sebelum aku menjadi Crazy Demon aku selalu di abaikan,dihina , di ganggu dan dipukuli karena aku cuma seorang pelayan.
Tapi sekarang hal itu tidak akan terjadi lagi.
Lagipula, pelayan ini pernah tumbuh menjadi pria yang berani membuat kekacauan di Aliansi Murim dan Sekte Iblis.
Saya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Prefektur Namgong untuk menyegarkan ingatan saya.
Kenangan yang terlupakan perlahan-lahan kembali setiap kali mataku tertuju pada berbagai bagian jalan yang sudah dikenal.
Gang yang kotor, bau amis dari toko ikan, tutup kuali di depan restoran pangsit,
Pemandangan dan aroma jalanan yang biasa terus membawa kembali ke kenangan masa lalu. Begitupula dengan emosi yang kembali muncul.
Saat berjalan di sekitar gang, aku sering menjilat dan menggigit bibirku karena mencium aroma lezat dari kedai makanan.
Tapi saat ini aku tidak punya uang.
Aku mungkin seorang pemilik kedai makanan yang masih muda, tetapi aku harus menjalani kehidupan seperti pengemis untuk memenuhi kebutuhan. Karena sejak orang tua ku mati, pendapatan dari kedai makanan keluarga kami semakin berkurang.
•••
Sial, aku sekarang ingat kenapa aku mendapat luka di wajah ku saat ini.
Seorang pelanggan pernah bertanya kepadaku, akan ku apakan semua hasil kerja keras ku selama ini.
Mendengar pertanyaan itu aku membuat ku terdiam untuk beberapa saat.
Aku bekerja mati-matian karena aku yatim piatu, jika aku tidak bekerja keras, bagaimana aku bisa bertahan hidup, pikirku saat itu.
Namun aku hanya menjawab dengan bercanda saat itu.
Aku mengatakan, alasan ku Bekerja keras karena ingin menabung uang untuk mendengarkan permainan musik Yuan Li dari rumah bordil Ninshan.
Aku bersumpah, itu hanya lelucon.
Seperti yang aku duga, orang-orang tertawa, tetapi jawaban yang aku buat dengan bercanda mulai menyebar.
Namun rumor-rumor itu semakin tidak masuk akal. Ungkapan "Aku ingin mendengarkan permainan musik" tiba-tiba berubah menjadi "Aku ingin tidur dengan Yuan Li."
Bukankah itu mengesalkan?
Desas-desus ini menyebar seperti api di seluruh Prefektur Namgong, tetapi tidak ada lagi yang menyebutkan itu sebagai lelucon.
'Kudengar dia menabung semua uangnya untuk meniduri Yuan Li'
'Sungguh cabul. Tidak heran dia menabung dengan sangat cermat.'
'Sampah.'
'Tapi orang itu harus tahu tempatnya. Walaupun Yuan Li tinggal di rumah bordil, tapi dia bukan seorang pelacur'
Memikirkannya masih membuatku kesal.
"Astaga, itu hanya lelucon, dasar bajingan. Ugh..."
Bukankah itu cerita yang konyol dan menarik?
Kata-kata yang aku ucapkan dengan bercanda sebagai alasan aku bekerja keras menyebar ke seluruh Prefektur Namgong dan tiba-tiba menjadi topik pembicaraan teratas.
Aku berhenti sebentar di rumah bordil Ninshan, yang dipenuhi dengan bermacam-macam lentera dengan warna yang berbeda pula.
Kenangan masa lalu memenuhi pikiranku seperti cahaya lentera itu.
Setelah mendengar desas-desus bahwa seorang pesuruh ingin meniduri Yuan Li, penjaga rumah bordil Ninshan datang ke kedai untuk mengolok-olok saya, tapi karena ekspresiku begitu kaku, aku tiba-tiba dipukul di wajah dan ditendang oleh mereka.
Mungkin alasannya bukan hanya itu
Mereka mungkin marah karena menganggap aku memperlakukan Yuan Li sebagai pelacur.
Dilihat dari kondisi wajahku, kejadiannya baru beberapa hari yang lalu.
Ini terjadi begitu lama, jadi aku tidak ingin memikirkannya, tetapi karena aku sekarang kembali ke masa lalu, aku tidak punya pilihan selain terus merenungkannya.
Saat itu, wajahku mengeras karena mereka membawa Yuan Li untuk menghinaku dengan sengaja.
Bagaimana saya bisa mengungkapkan rasa frustrasi dan rasa malu saat itu?
Tidak masalah bagi mereka apakah itu lelucon atau kebenaran.
Mereka hanya tidak senang bahwa seorang pelayan sedang melihat wanita paling cantik di rumah bordil Ninshan.
Itu pertama kalinya aku melihat Yuan Li
Dia sangat cantik, tetapi tidak ada yang lebih memalukan daripada melihat wajah wanita yang penuh dengan kemarahan dan penghinaan.
Saat aku mengingat emosi ini, aku mulai tersenyum.
Karena mereka mempermalukanku didepan khalayak ramai, saku akan mengunjungi rumah bordil Ninshan di malam hari saat paling ramai.
Aku harus mengubah 'rumor' itu kembali menjadi 'lelucon.'
Aku melihat rumah bordil Ninshan untuk waktu yang lama dan berbalik ketika seorang pria yang berbicara kepada ku.
"Apakah kau ingin membakar rumah bordil Ninshan, untuk membalaskan dendam mu? "
.......
.......
.......
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan like, fav, dan kritikan nya.
...makasih sudah mampir buat baca...