
...The Legend Of Crazy Demon...
.......
.......
.......
"Kuburanku?"
Zhou Xia mengangguk.
"Senang kamu sadar. Katakan padaku tiga alasan mengapa aku harus membuatmu tetap hidup sebelum mereka selesai menggali. Kamu bisa menjadi penjaga gerbang sekte yang akan datang. Atau, kau bisa menjadi anjing atau keledai ku, aku akan berubah pikiran. Guan, kita dibesarkan di kota yang sama. Bukankah terlalu kejam untuk membunuh seseorang hanya karena mereka menyebabkan sedikit masalah?"
Aku sedikit berpikir sejenak.
'Apakah kamu akan membunuhku atau tidak? Pilih saja. Bajingan.'
Namun, apa yang dilakukan Zhou Xia sedikit lucu, jadi aku memilih untuk ikut bermain.
Aku duduk berhadapan dengannya, kemudian aku berkata.
"Dari pada kita hanya mengob terus-menerus, lebih baik kita segera mulai permainannya."
Mendengar dan melihat apa yang kulakukan, Zhou Xia menghela nafas dan memanggil namaku.
"Guan."
Aku menghela nafas dan menjawab.
"Kedengarannya seperti namaku. Ada apa?"
"Ada apa? ada apa? kau bertanya ada apa bajingan!?"
Niat membunuh terpancar dari tubuh Zhou Xia. Dia tidak sabar, dan aku tahu persis apa yang akan dilakukan Zhou Xia.
"Apa bajingan!?."
Zhou Xia mencabut belatinya dan langsung menuju keleherku. Suara logam memenuhi udara sebelum ujung belati bisa mencapai jakunku.
Trang!!!
Belati yang kuambil dari meja menghalangi belati Zhou Xia, membuat ujung belatinya berhenti di sisi lebar belatiku.
Aku mendorong belati itu perlahan dan melihat ke arah Zhou Xia.
"Ah, kau membuatku takut. Aku hampir tertusuk."
Baru setelah itu Zhou Xia menatapku dengan terkejut..
"…!"
Aku menancapkan belatiku ke atas meja dan berkata.
"Apakah ada alasan mengapa aku harus mengampunimu? Katakan padaku satu alasan mengapa. Jika aku membunuhmu, aku juga harus membunuh kedua tuanmu. Jadi jika aku ingin membunuhmu, Mereka berdua juga harus mati, jika aku tidak membunuhmu, maka aku tidak akan membunuh mereka berdua. Jadi pilihlah, hidup atau mati?"
"Hidup atau mati? Astaga, beraninya seorang idiot yang tidak bisa memberiku pukulan mengancamku. Dasar bajingan, coba bicara omong kosong lagi."
"…"
Zhou Xia menancapkan belati ke atas meja dan melipat tangannya seperti yang kulakukan.
Zhou Xia kemudian berkata dengan wajah kesal.
"Sepertinya kamu mendapatkan pencerahan di suatu tempat. Selamat."
Kemudian, bawahan yang masih menggali dengan bodohnya bertanya pada Zhou Xia.
"Bos, kita hampir selesai menggali."
Zhou Xia menjawab.
"Menggali sedikit lebih dalam."
"Baik!."
Zhou Xia tidak ingin menunjukkan keadaannya yang memalukan kepada bawahannya.
Ketika aku kembali mengambil belatiku, aku memberi isyarat padanya untuk mencoba dan menghentikanku.
"telinga."
Begitu aku menyelesaikan kalimatku, Zhou Xia meraih belatinya. Namun, aku telah memotong telinga kanannya dan menariknya kembali.
Jleebbb!
Seolah ingin melihat dunia luar, darah mengalir keluar bersama belatiku.
Tuk-tuk-tuk-tuk…
Sambil meraih belatinya, Zhou Xia melihat telinganya yang telah berada di atas meja. Baru saat itulah dia menyadari perbedaan besar dalam kecepatan kami.
Melihat Zhou Xia menjadi pucat, aku berkata.
"Mengapa kamu begitu lambat? Kamu hidup seperti seorang raja di Prefektur Namgong. Bagaimana rasanya? bagaimana rasanya saat salah satu telingamu di potong oleh seorang pelay? Anjing keluarga Zhou kami tercinta yang suka menggali kuburan."
Zhou Xia mengatupkan giginya erat-erat dan mencabut belati untuk memotong telingaku.
Kali ini, aku bisa melihat dengan jelas teknik Zhou Xia.
Aku meraih pergelangan tangan Zhou Xia dengan tangan kiriku dan mengambil belatiku lalu aku menusuk telapak tangannya.
Zhou Xia buru-buru mengambil kembali telapak tangannya yang terluka dengan wajah memelintir kesakitan. Meja yang kami pakai mulai berlumuran darah.
Kemudian, sebagai tradisi, belati kami masing-masing ditancapkan di atas meja lagi.
Braakk! Braakk!
Sudah waktunya bagi yang lemah untuk menutup mulutnya, jadi aku mengatakan sesuatu.
"Lupakan perasaanku. Apakah ada alasan mengapa aku harus membuatmu tetap hidup? Kamu tidak hanya mengambil bagian dalam perdagangan manusia, tapi kau juga membunuh beberapa teman masa kecilku. Dan serikat? sialan dengan itu. Bukankah Serikat Badak Besi mengizinkannya agar mereka bisa memeras uang?"
"Itu-"
"Diam. Kau akan mulai memeras pedagang untuk uang perlindungan. Jika pedagang marah dan melawan, Serikat Badak Besi akan datang dan menanganinya. Orang-orang muda dari toko pandai besi dan toko-toko lainnya akan bertarung sampai mati. Ini bekerja untuk keuntungan Serikat Badak Besi. Jika pertumpahan darah terjadi, Prefektur Namgong tidak akan bisa melawan dan dipaksa untuk membayar."
Serikat badak besi membutuhkan pembenaran karena kekuatan faksi ortodoks lainnya juga menargetkan Prefektur Namgong.
Uniknya, Prefektur Namgong menjadi sasaran berat di masa lalu dan untuk sementara dikecualikan sebagai wilayah sengketa. Kakak beradik Zhou adalah orang-orang yang mengambil keuntungan dari situasi itu.
Hal ini menyebabkan darah orang-orang Prefektur Namgong tertum dan keuntungan dipetik oleh Serikat Badak Besi dan Kakak beradik Zhou.
Itulah masa depan yang aku tahu.
Zhou Xia menjawab.
"Ada banyak pemuda yang bersemangat di Prefektur Namgong. Pertama, kami akan membangun sekte, meningkatkan kekuatan kita, dan melawan Serikat badak besi bersama-sama."
“Dengan tingkat keterampilan seperti itu? Siapa yang akan bertanggung jawab atas para pedagang dan pengrajin yang akan dihancurkan saat itu? Serikat badak besi mengintimidasi karena status Pemimpin mereka. Bisakah kamu bahkan menanganinya?"
"Bagaimana kau tahu!?"
"Kadang-kadang berita berjalan lebih cepat bagiku daripada ke Aliansi Murim."
Zhou Xia kemudian mengulurkan tangannya yang berdarah dan berkata.
"...Semakin banyak alasan kita harus bekerja sama. Aku tidak tahu bagaimana kamu menjadi kuat, tapi itu tidak masalah. Guan Yu, kamu tidak akan pernah bisa menghadapi serikat badak besi sendirian."
Aku mendecakkan lidahku dan mengarahkan jariku ke anak buah Zhou Xia. Mereka masih menggali dengan antusias.
Aku bertanya.
"Untuk apa lagi itu?"
"…Ancaman."
Balasan alami mengalir keluar dari mulutku.
"Tidak apa-apa. Sekarang itu menjadi kuburanmu."
Aku memberi Zhou Xia senyuman saat aku menatap matanya.
Zhou Xia berbicara seolah-olah dia sedang mengungkapkan sebuah rahasia.
"Pemimpin serikat badak besi adalah bagian dari kelompok yang disebut Dua Belas Jenderal. Sangat sedikit yang tahu persis di mana dia berada dalam kelompok itu. Selain itu, saya mendengar bahwa seorang master gila yang memimpin mereka."
Zhou Xia sedang membicarakan sesuatu yang sudah aku ketahui.
Zhou Xia memukul dadanya.
"Jika kamu menyentuhku, kamu akan masuk ke dunia yang menakutkan ..."
Aku menusukkan Belatiku ke telapak tangan yang dipegang Zhou Xia di dadanya.
Jleebb!
"Aarggh…!"
Belatiku menembus tangannya dan menembus dadanya. Aku membalas kata-kata terakhir Zhou Xia.
"Kamu terlalu banyak bicara. Kamu datang ke sini dengan ancaman ketika kamu seharusnya memohon padaku untuk melepaskanmu."
Zhou Xia menatapku dengan mata tidak percaya saat aku mengatakan ini.
Ketika Belatiku ditarik keluar, Zhou Xia ambruk dalam genangan darahnya sendiri.
Bugghh…!
Darah memercik dari meja. Aku kemudian membisikkan sedikit kebenaran masa depan pada mayat Zhou Xia.
"Aku adalah orang paling gila di dunia yang menakutkan itu."
Aku kemudian berbicara dengan bawahan Zhou Xia, yang masih menggali.
"Berhenti menggali."
.......
.......
.......
Fun Fact [ Zhou Xia memiliki nama asli Lin Xia, namun karena menjadi orang kepercayaan keluarga Zhou (Anjing), dia akhirnya sering di panggil sebagai Zhou Xia.]
Jangan lupa untuk berikan dukungan kalian dengan like, fav dan kritikannya.
...Terimakasih telah berkunjung...