The Legend Of Crazy Demon

The Legend Of Crazy Demon
Ch.19 - Pria Yang Meninggal Karena Tidak Membersihkan.



...The Legend Of Crazy Demon...


.......


.......


.......


Zhou Yan berbalik dan mengulurkan kedua telapak tangannya saat aku mendekat.


Melihat apa yang ingin dilakukan Zhou Yan, aku menanggapinya, dengan menggunakan teknik Jari Naga untuk menyerang telapak tangan Zhou Yan.


Mungkin tanganku akan patah karena dampak energi internal, atau Zhou Yan akan menderita luka dalam karena kekuatanku yang menembus telapak tangannya.


Saat telapak tangan Zhou Yan dan jariku bertemu, ruangan yang kami tempati langsung dipenuhi dengan suara barang-barang yang pecah, Zhou Yan terlempar ke sudut ruangan lalu memuntahkan darah berwarna gelap.


Dia menatapku dengan tatapan tidak percaya..


"Bagaimana kau…"


“Bagaimana aku belajar seni bela diri?”


Aku kemudian mengalirkan energi dalam ke telapak tangan ku dan memberikan serangan ke arah perut Zhou Yan. Dia yang menderita luka dalam, melawan dengan menggerakkan kedua tangannya sembarangan, tetapi tidak ada cara untuk memblokir serangan tapakku yang masuk.


Setiap kali tapakku bergerak, bekas telapak tangan semakin banyak menghiasi tubuh Zhou Yan.


Zhou Yan berteriak saat aku mengarahkan tapakku ke bagian bawah perutnya..


“Yuu! Dasar sialan, Guan Yu! Tunggu dulu!"


Aku menghentikan tapakku beberapa saat sebelum menyentuh bagian bawah perut Zhou Yan, lalu aku kembali mengalirkan energi dalam yang cukup besar ke arah telapak kananku, kemudian melanjutkan serangan yang sebelumnya tertunda.


Dengan suara beberapa tulang retak. Tubuh besar Zhou Yan ambruk ke lantai, mengakibatkan seluruh Paviliun blue roses bergetar.


Broookkkkk!


Kematian Zhou Yan bukanlah sesuatu yang menurutku lucu.


Setelah memastikan bahwa Zhou Yan sudah mati, aku mengambil Pedangku yang sebelumnya terlempar. Penjaga Zhou Yan menunggu di lorong, tetapi mereka tidak bisa masuk tanpa izin.


Aku berbicara ke arah pintu dengan pedang di tangan kananku.


"Buka pintunya."


Saat pintu terbuka, para prajurit menunggu dengan waspada dengan pedang di tangan mereka.


Alasan mengapa mereka tidak bisa masuk sangat sederhana.


Menurut mereka, saat ini Zhou Yan sedang bertarung dengan orang dari serikat badak besi.


Sulit bagi mereka untuk menentukan siapa yang harus mereka bantu.


Tanpa bisa memutuskan, keselamatan pribadi menjadi yang terpenting.


Pemilik paviliun, Zhou Yan. Mungkin terlihat menakutkan, tapi mereka sadar bahwa kakak beradik Zhou telah mengundang tuan dari serikat badak besi dan menjamu mereka.


Jika bukan karena mereka secara resmi mendeklarasikan sekte, mereka hanyalah preman lokal.


Aku bisa membayangkan bagaimana rasanya bagi mereka.


Aku memelototi beberapa orang karena semua orang menghindari kontak mata dengan ku.


Aku mengatakan kepada mereka alasan pembunuhan itu adalah perintah dari Serikat badak besi.


“Pemimpin Serikat badak besi telah berubah pikiran dan memutuskan untuk menunda pembentukan serikat pekerja di Prefektur Namgong. Karena itu aku telah memutuskan untuk menggunakan Zhou Yan sebagai contoh, kalian akan berakhir seperti dirinya jika ada yang mempertanyakan keputusan tersebut. Menyingkirlah dari jalanku jika kalian ingin hidup.”


Orang-orang yang memenuhi aula membuka jalan,mereka berdiri di dinding kiri dan kanan.


Beberapa pergi ke pintu masuk untuk melihat tubuh Zhou Yan.


Saat aku berjalan menyusuri lorong, aku menyampaikan satu perintah kepada mereka.


"Laporkan apa yang terjadi di tempat ini ke Cao-Cao di paviliun Ninshan untuk menangani masalah ini."


Saat aku berbalik dan tiba di ujung lorong, bisikan-bisikan mulai mengalir keluar dari orang-orang dibelakang ku.


"Aku mengerti... Pemakaman harus diadakan, tapi buat sesederhana mungkin. Ketiga paviliun ini telah menghancurkan banyak kehidupan orang tidak mampu. Dia tidak butuh pemakaman yang bagus”


Saat aku berbalik, seseorang berkata.


“Bukankah kamu pelayan dari rumah makan Mioshan?”


Kata-kata itu diucapkan lumayan keras, hingga dapat didengar oleh semua orang.


“…!”


Keheningan diikuti terjadi lalu diikuti oleh gumaman.


Aku berhenti, dan para prajurit yang memegang pedang mereka mengangkat kepala mereka satu per satu dan menatap punggungku.


“Pelayan dari rumah makan Mioshan? Apa kamu yakin?"


"Aku yakin. Dia hanya mengenakan pakaian yang lebih bagus. Aku sering melihatnya, jadi aku tahu wajahnya dengan baik.”


Ternyata ada yang mengenali ku.


Aku berbalik, menggerakkan leherku dari sisi ke sisi. Sekarang semua orang melihat wajah dan mataku.


Aku tersenyum saat melihat mereka.


"Betul sekali. terus kenapa? Apakah aku yang hanya seorang pelayan membuat kalian lebih berani? Jika kalian ingin mati, maka majulah. ”


Tentu saja, tidak ada yang maju.


“Jika kalian ingin menemani Zhou Yan menuju ke neraka dan menjilat kakinya, majulah. Aku akan melakukannya dengan senang hati. Jika kalian ingin mematuhinya seperti anjing di dunia bawah, aku yakin dia akan sangat senang."


Lebih dari dua puluh orang berbaris di aula, namun tidak ada yang berani melangkah.


“Pelacur yang kehilangan pemiliknya pasti tahu tempat mereka.”


Seseorang kemudian bertanya.


"Mengapa kamu tiba-tiba membunuh pemilik paviliun?"


"Mengapa?"


Aku tidak butuh alasan.


“Kenapa kamu tidak bertanya pada Zhou Yan kenapa aku harus membunuh nya? Jika kau penasaran, datanglah kepadaku kapan saja. Aku tidak pergi kemana-mana."


Aku berbalik, tapi tidak ada yang bergerak.


Jika mereka menyerang punggungku juga tidak berguna, mereka semua yang lebih lemah dari kakak beradik Zhou bahkan dapat menyentuh ku, walau mereka melakukan serangan secara diam-diam.


.......


.......


.......


Ketika aku kembali, Cao-Cao tersentak dan cegukan dengan ekspresi terkejut di wajahnya seolah-olah dia sedang melihat hantu.


"Hah? Anda telah kembali? bagaimana dengan Zhou Yan?”


"Dia sudah mati."


"Omong kosong!"


Cao-Cao yang sedang mabuk, melompat dan mulai berlari ke Paviliun blue roses, berita itu sangat mengejutkannya.


Saat aku duduk dan minum gelas ketujuhku sambil memakan makanan yang sudah dingin, Cao-Cao kembali dan menggelengkan kepalanya saat dia bernafas Dengan tidak beraturan.


"Ya Tuhan. Ini gila! Zhou Yan sudah mati! Zhou Yan benar-benar sudah mati!”


"Bukankah aku sudah memberitahumu"


“Ah, aku merasa ingin muntah setelah berlari.”


Cao-Cao melanjutkan sambil duduk.


“Maksudku, aku mendengar tidak ada orang lain yang terbunuh selain Zhou Yan. Bagaimana cara anda melakukannya?”


Menunjuk jariku pada Cao-Cao, aku kemudian berkata.


"Paviliun itu, rawat dengan baik."


“Ada beberapa yang mungkin tidak akan mendengarkanku, tapi tenang saja. Anda dapat menyerahkannya kepada ku. ”


Dua manajer paviliun lainnya berada pada posisi yang sama dengan Cao-Cao, meskipun dia menganggap dirinya lebih kuat. Pemilik paviliun Ninshan dan Paviliun blue roses sudah mati, dan yang tersisa hanya Zhou Qian, pemilik Paviliun Love girl dan pemasok 'wanita penghibur.'


Cao-Cao bertanya.


"Apa yang akan anda lakukan sekarang?"


"Aku juga harus membunuh adiknya."


"Aku akan memberitahumu begitu dia tiba."


Tentu saja, aku berencana untuk berlatih, tetapi aku tidak memberi tahu Cao-Cao tentang itu. Aku bisa berlatih di rumah makan Mioshan dengan tenang.


Yang aku butuhkan sekarang bukanlah pelatihan ilmu pedang. Sebaliknya, yang paling penting adalah metode kultivasi internal yang dapat menarik dan menggunakan energi Yin yang menunggu di dalam Dantianku.


Setelah diam-diam mengamati situasi Prefektur Namgong selama beberapa hari, aku akan memutuskan apakah akan memilih untuk mengasingkan diri atau melanjutkan pelatihan ku di sini.


Aku melihat kekacauan di atas meja dan berkata,


"Pastikan untuk membersihkan ini sebelum kau pergi."


Cao-Cao hendak mengatakan sesuatu tapi menutup mulutnya. Dia tahu dia mungkin akan dipukul jika dia menolak.


Sebaliknya, Cao-Cao datang dengan ide bagus dan berbicara dengan hati-hati.


“Aku akan mengirim seseorang yang terkenal untuk membersihkannya. Mereka berada di lima besar untuk menjadi yang terbaik di Prefektur Namgong. Aku akan segera mengirimnya, jadi harap untuk menunggu. ”


"Apa kau mendengar tentang seorang pria yang meninggal karena dia tidak membersihkan sampah?"


“Ada cerita seperti itu?”


“Ini adalah salah satu legenda di Prefektur Namgong.”


"Ada cerita seperti itu? Saya tidak tahu. Saya akan membersihkan meja terlebih dahulu. Mengapa Anda tidak menginap di paviliun Ninshan? Di sana lebih nyaman, dan ada penjaga…”


Tanpa menjawab, aku masuk ke kamar kecil dan duduk bersila.


Cao-Cao menghela nafas dan mencari kain pel.


‘Dasar bajingan sialan, berani sekali dia memerintahkan Cao-Cao untuk membersihkan sampah! Ha...'


Cao-Cao tidak punya pilihan selain mulai


membersihkan tempat ini.


.......


.......


.......


Jangan lupa untuk berikan dukungan kalian dengan like, fav dan kritikannya.


...Terimakasih telah berkunjung...