The Legend Of Crazy Demon

The Legend Of Crazy Demon
Ch.16 - Untuk Terlihat Keren.



...The Legend Of Crazy Demon...


.......


.......


.......


"Berhenti menggali."


Para bawahan menurut, mengira orang yang memberi perintah adalah Zhou Xia.


"Baik."


"Kemari dan bersihkan kekacauan ini."


Begitu tiga pria berpakaian hitam mendekat, ekspresi mereka berubah.


"huhh ..."


"Euk!"


Mayat yang menunggu mereka, yang mengejutkan mereka, bukanlah mayat pelayan itu, melainkan mayat Zhou Xia.


Aku melihat kearah mereka bertiga dan berkata.


"Mengapa kalian begitu terkejut? Dia bermain dengan pisau dan mati sendiri."


Salah satu pria mencoba mengeluarkan pisau sebelum yang di sebelahnya membujuk untuk tidak melakukannya. Itu adalah langkah yang bagus karena keterampilan seni bela diri Zhou Xia lebih unggul dari mereka.


Aku melihat orang yang mencoba mengeluarkan pisau dan berkata.


"Mengapa kamu berhenti? Silahkan lanjutkan dan tarik keluar."


"Maaf, aku hanya refleks."


"Apakah kamu lebih kuat dari Zhou Xia?"


"Tentu saja tidak."


"Jika kamu lebih kuat, Zhou Xia akan menjadi orang yang menggali. Kalau tidak, mengapa kamu menggali, anjing? Buka matamu."


"I-iya."


"Lepaskan topengmu. Biarkan aku melihat apakah aku mengenal salah satu dari kalian."


Ketika ketiganya melepas topeng mereka, wajah mereka yang berkeringat terungkap. Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya, tetapi mereka pasti pemula yang berusia tidak lebih dari dua puluh tahun.


"Aku belum pernah melihat kalian di sekitar Prefektur Namgong. Apakah kalian dari serikat badak besi?


"Tidak tuan. Kami datang dari luar daerah dan saat ini bekerja di Paviliun blue roses."


"Betulkah?"


Karena aku tidak tahu wajah mereka, orang-orang ini mungkin akan segera mati.


"Begitukah? kalian adalah pekerja biasa di Paviliun Bunga blue roses. Zhou Xia memerintahkan agar mayat segera dikuburkan hari ini, jadi orang biasa yang tidak punya pikiran ada di sini untuk menggali seperti tikus tanah. Apakah kalian bertiga akan mati di sini, atau akankah kalian mengubur mayatnya dan kembali ke kampung halaman kalian?"


Salah satunya menjawab terlebih dahulu.


"Kami akan kembali ke kampung halaman kami jika Anda membiarkan kami hidup."


"Saya tidak bisa kembali ke kampung halaman saya karena beberapa alasan, tapi saya tidak akan pergi ke paviliun blue roses lagi.."


"Saya tidak akan menunjukkan wajahku lagi jika anda membiarkanku hidup."


Aku mengangguk.


"Kalau begitu urus mayatnya dan enyahlah."


Mereka sedikitpun tidak ragu-ragu sebelum mereka melarikan diri. Tapi salah satu dari mereka mengajukan pertanyaan yang salah.


"Maaf, tapi siapa anda?"


Aku heran kenapa dia menanyakan pertanyaan itu.


"Siapa aku?"


"Iya."


"Aku seorang pelayan dari kedai makan Mioshan."


"Aku tidak percaya itu."


Mereka pasti berpikir seorang pelayan rumah makan di sebuah pedesaan tidak akan pernah bisa membunuh Zhou Xia.


Aku memerintahkan orang yang mengajukan pertanyaan bodoh untuk menyeka darah dari lantai dan meja dan dua lainnya untuk memindahkan tubuh.


Pemuda itu menemukan pel sendiri, membawa ember kosong, menyeka darah, dan meremas pel berulang kali.


Aku bertanya pada pria yang memeras darah dari pel.


"Di mana Zhou Qian?"


"Aku belum melihatnya akhir-akhir ini."


"Apakah kau tahu apa yang dilakukan Zhou Qian akhir-akhir ini?"


Pria itu menghentikan tindakannya dan menatapku.


"Iya, saya tahu."


"Katakan padaku."


"Dia menculik wanita muda dan miskin dari desa yang jauh. Bisa dibilang dia memasok dan melatih untuk menjadi penghibur di paviliun."


"Bajingan itu!."


Pria itu kembali berkata setelah menelan ludahnya.


"Apakah aku akan mati juga?"


"Kamu akan mati suatu hari nanti. Jika kamu bertemu orang sepertiku lagi."


"Bagaimana kalau hari ini?"


"Tidak hari ini."


"Terima kasih. Saya akan melayani Anda mulai hari ini, tuan."


"Aku tidak akan menjaga orang tolol sepertimu."


"Saya minta maaf."


"Untuk apa?"


"Karena menjadi orang bodoh."


Aku tertawa terbahak-bahak mendengar jawabannya. Ekspresinya tidak berubah sama sekali bahkan saat dia mengatakan sesuatu yang mencela dirinya sendiri.


Aku tersenyum dan berkata kepada anak nakal itu.


"Jika kamu sudah selesai membersihkan, enyahlah."


"Apakah Anda kebetulan membutuhkan pelayan? Saya tidak punya cara untuk mencari nafkah jika saya tidak bekerja di Paviliun blue roses."


Masalah terbesar bagi kaum muda di sini selalu untuk memenuhi kebutuhan. Aku memiringkan kepalaku dan bertanya.


"Apakah kamu pandai memasak?"


"Iya."


"Bisakah kamu membuat Ayam kecap?"


"Bukankan ayam kecap adalah hidangan yang sangat mudah?"


"Hm."


Tiba-tiba aku menjadi seorang pria yang bahkan tidak bisa melakukan hal-hal mudah. Aku memang membutuhkan seseorang yang terampil, tetapi tidak sekarang.


"Aku memang membutuhkannya, tapi tidak sekarang. Kamu akan dibunuh oleh orang-orang keluarga Zhou jika kamu tetap di sini."


"Kenapa?"


Aku berbicara dengan tampilan dan nada yang serius.


"Itu takdirmu. Bagaimanapun juga, kalian bertiga bersekongkol untuk membunuh dan mengubur Zhou Xia."


"Apa?"


"Apa yang kamu rencanakan mulai sekarang?"


"Saya…"


"Zhou Qian sangat kejam. Seorang pria tanpa darah atau air mata. Dia akan menemukanmu bahkan jika kamu menyembunyikan dirimu di kamar mandi Sekte Iblis."


Wajah para pemuda itu menjadi pucat.


"Tapi yang kami lakukan hanyalah menggali kuburan."


"Oh, itu untuk kalian."


"Kau pikir mudah untuk bertahan hidup di Jiangsu? Yang kamu lakukan hanyalah mengubur mayatnya setelah tidak melakukan apa pun untuk membantunya. kau tidak berpikir itu cukup untuk menyalahkanmu? Jika kau tidak ingin mati, pergilah. Dan ajak teman-temanmu."


"Kami bukan teman. Apa yang akan anda lakukan jika mereka melapor kembali ke Paviliun blue roses?"


Aku menunjuk senjata di atas meja.


"Menurutmu apa itu?"


"Pedang dan belati."


"Apa artinya menurut kalian?"


"Aku tidak tahu."


"Itu artinya aku siap berperang. Dasar bajingan."


Pemuda itu menatapku seolah aku sudah gila.


"Tapi..."


"Jika kalian bertiga ingin membalas dendam, kembalilah dengan anak buah Zhou bersaudara. Kami akan menyelesaikan masalah kami ketika saatnya tiba. Kemudian aku akan menunjukkan kepada kalian sifat sejati Jiangsu yang tanpa ampun."


Setelah mendengar ku, orang yang sebelumnya ingin menjadi pelayan ku kembali berbicara.


"Akan saya sampaikan. Omong-omong, bos, saya belum memperkenalkan diri."


"Diam dan enyahlah."


"Baik..."


Meski disuruh pergi, dia tetap menundukan kepalanya di depan kedai makan setelah kembali dan mengatur alat bersih-bersih.


"Saya akan mencoba membuat ayam kecap lain kali."


"Lebih baik khawatirkan tentang hidupmu saja untuk saat ini."


"Ah, saya mengerti. Kalau begitu silahkan istirahat yang baik, tuan."


Dia kemudian berlari ke dalam kegelapan.


.......


.......


.......


Setelah beberapa saat, orang-orang yang mengubur Zhou Xia di dalam lubang itu menghilang, dan rumah makan Mioshan dibiarkan sunyi.


Malam seperti ini sangat cocok untuk makan sup iga babi.


"Ck..."


Melihat kegelapan di luar rumah makan, aku berkata.


"Apakah kau seekor tikus?"


Dalam kegelapan, seekor tikus dengan penutup mata di salah satu matanya berjalan keluar dan menjawab.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


Aku melihat penutup mata Cao-Cao.


"Kupikir matamu baik-baik saja?"


Cao-Cao menunjuk ke penutup matanya.


"Ini hanya untuk permainan pikiran."


"Bukan untuk terlihat keren?"


"Itu juga salah satu rencanaku. Setelah melaporkan cedera mata, aku bergegas ke dokter dan melihat situasi dari sana. Kalau tidak, aku juga akan menggali di sini. Sebegitu pandainya aku. Kau tahu?"


"Ya, bagus."


"Terima kasih. Saya tidak punya pilihan kecuali saya ingin bertahan hidup. Ngomong-ngomong, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apakah Anda akan segera melawan Zhou Yan? Atau kau akan menunggu di sini."


"Apakah kamu memberitahunya kata-kata yang ku ucapkan dengan tepat?"


"Apa katamu? Aku mungkin salah dengar."


"Aku bilang aku akan mengampuni dia jika dia datang dan menjadi bawahan ku, tapi anjing setia mereka malah datang dengan belati."


"Aku tau..."


"Dia memerintahkan anak buahnya dengan arogan hanya untuk menggali kuburnya sendiri. Begitulah akhirnya dia. Akankah Zhou Yan menjadi berbeda?"


“Bukankah Zhou Yan yang paling jahat? Lihatlah bagaimana dia menugaskan pekerjaan terburuk dan semua pertempuran untuk adiknya Zhou Qian. Dia bersembunyi setiap kali sesuatu yang buruk terjadi dan melapor ke Serikat badak besi. Itu sebabnya dia bisa hidup setelah membuka tiga paviliun. Dia adalah penjahat terburuk di Prefektur Namgong."


"Hei, Cao-Cao."


"Iya?"


Aku berkata sambil melihat ke jalan yang gelap.


"Belikan aku sup iga babi manis."


"Mengapa?"


"Aku punya minuman keras tetapi tidak ada lauk untuk dipasangkan dengannya."


"Tiba-tiba? Kita baru saja membicarakan Zhou Qian..."


"Anggap saja dia sudah mati."


"Bukankah dia masih hidup dan sehat?"


"Dia tidak terlihat olehku, jadi dia sudah mati. Apa bedanya Zhou Yan? Jika aku membiarkannya, Prefektur Namgong akan menderita. Aku akan membunuhnya."


Dia memerintahkan adiknya untuk memperdagangkan wanita dan membunuh, jadi satu-satunya pilihan terbaik adalah membunuhnya. Lagi pula mereka berdua adalah bajingan yang mempersembahkan Prefektur Namgong kepada Serikat badak besi di atas piring perak.


Cao-Cao bertanya dengan tatapan bingung.


"Apakah tidak ada lauk pauk di rumah makan ini? Lucu sekali rumah makan ini. Aku akan pergi beli sup iga babi, jadi beri aku uang."


Aku menggelengkan kepalaku.


"Aku juga tidak punya itu."


Cao-Cao melihat sekeliling dengan tatapan pahit dan mendesah.


"Apakah kamu punya sesuatu di sini?"


"Tidak ada. Aku membuat nasi goreng dengan sisa lauk pauk."


“Dulu tempat ini terkenal dengan ayam kecap yang enak, tapi bagaimana itu jatuh sejauh ini? Apa lagi yang kamu butuhkan?"


Kata-katanya sedikit menusuk. Tetap saja, pasti tidak menyenangkan bagi manajer paviliun Ninshan untuk menjalankan perintah pelayan.


Aku menjawab dengan santai.


"Yang perlu aku makan hanyalah sup iga babi. Beli lauk pauk yang kau suka, tapi beli secukupnya saja. Dan jika kita punya makanan sisa, kita akan memakannya besok."


Lihat betapa perhatiannya diriku?


"Aku akan membeli banyak."


Segera setelah aku melihat Cao-Cao menggerutu, akuberbicara dengan nada dingin.


"Cao-Cao."


"Ada apa?"


"Mengapa kau berjalan sangat lambat? Apakah kau hanya ingin berjalan-jalan? Apakah kau ingin merangkak? Apakah kau seekor kura-kura?"


"hahhh, sialan!"


Cao-Cao mulai berlari sambil menahan keinginan untuk mengutukku.


'Bajingan sialan itu.'


Wajah Cao-Cao memerah. Dia tidak pernah membayangkan melakukan tugas untuk seorang pelayan dalam hidupnya.


Aku berkata lagi pada Cao-Cao, yang menghilang di kegelapan malam.


"...Aku bertanya apakah kau hanya ingin jalan-jalan?"


Dalam kegelapan, sumpah serapah yang marah memecah kesunyiannya.


... ....


... ....


... ....


Jangan lupa untuk berikan dukungan kalian dengan like, fav dan kritikannya.


...Terimakasih telah berkunjung...