
Disamping amarah dan dendam yang berpacu dalam diri, mereka juga merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh manusia keji itu. Di sana hanya ada 6 orang selain bu guru [Didi, Nita, Sisil, Fahri, Rafi, Putri] lalu siapa orang ke-7 yang dimaksud bu guru??, apakah bu guru juga menangkap Lina?.
Ditengah kebingungan ini, muncul suara orang yang dilemparkan 'brughhh'. Dari kegelapan ujung lorong terlempar seorang pemuda yang dalam kondisi badan terikat dan mulut terlakban. Nampaknya, pemuda ini sudah mati, karena tidak adanya pergerakan, muka yang pucat, serta darah yang mulai mengering diarea kepala.
"WILL..." teriakan Nita ini membuat suasana semakin mencekam saja. Nampaknya mulut Nita sudah tidak terkunci lagi.
Nita menangis histeris melihat jasad adiknya, terlebih lagi saat orang yang melakukan semua itu kepada adiknya nampak begitu jelas.
"LINA..." semua orang terkejut, mengetahui bahwa Lina lah yang melakukan itu. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa Lina akan sekejam itu.
Lina disini nampak berbeda, ia nampak lebih pucat dengan mata yang menghitam seluruhnya.
"Hahahahahah..." tawa yang sangat menggetarkan jiwa orang-orang disana pun pecah. Ini merupakan tawa dari iblis. Seakan merasa belum puas, iblis berjalan menuju Lina.
Saat semua itu terjadi tidak ada seorang pun yang dapat bergerak. Dalam suasana yang sangat menegangkan itu, tiba-tiba muncul seseorang yang meloncat keluar dari kegelapan dan menikam iblis tepat dijantungnya. Hal ini tak disangka ternyata dapat membunuh iblis mengerikan itu.
Kejadian berlalu begitu cepat, entah bagaimana, saat iblis itu tertusuk terjadi gelombang dahsyat yang menghantam orang-orang yang berada disekitarnya, bahkan sampai memecahkan kaca jendela.
Orang itu adalah Adi. Adi ikut terpental ke tembok. Adi tidak menyangka bahwa apa yang dilakukannya ini membuahkan hasil yang bagus.
Putri dan Rafi yang berada tepat didekat dengan pembatas koridor, terhempas dan jatuh kebawah.
Didi yang tadinya terkunci dengan posisi terbaring diantara serpihan kaca pun, tidak sempat menyelamatkan diri, dan nampaknya sudah mati tertusuk serpihan kaca susulan akibat gelombang tersebut, darah bercucuran membanjiri tubuh Didi.
Posisi Fahri sangat menguntungkan bagi Sisil, secara tidak langsung Fahri telah melindungi Sisil. Walaupun itu tidak bagitu kuat, tetapi ini cukup untuk membuat keduanya tetap selamat.
Setelah gelombang berhenti, sihir dari iblis itu menghilang. Lina tampak kembali seperti semula. Matanya kembali seperti semula, dan mukanya nampak tidak begitu pucat.
"MAMAH..." Teriakan Lina ini membuat semua mata memandangnya. Ia berlari dan memeluk bu guru yang nampak teriak kesakitan, seiring dengan terbunuhnya iblis.
"Maksud kamu apa Lin?, jangan bilang wanita busuk ini ibumu?" Ucap Sisil yang tampaknya sudah sangat menggila karena semua kejadian ini.
"Dia memang ibunya Lina." Ucap Adi sambil meringis menahan rasa sakitnya.
Adi mencoba menjelaskan apa yang sebenernya terjadi.
Lina merupakan anak dari ibu guru. Lina tahu bahwa ibunya memang memiliki hubungan dengan iblis dan juga alasan pembuatan sekolah ini sebenarnya hanya untuk menyiapkan tumbal bagi iblis, tapi Lina gak pernah tinggal diam. Sudah ribuan cara dia lakukan buat bikin ibunya sadar. Tetapi, ibunya ini sudah dikendalikan oleh iblis. Bahkan saat Lina memutuskan untuk meninggalkan rumah, ibunya tidak peduli.
'kenapa temen-temen gak pernah menyadari itu?'
Itu karena ibunya Lina sudah dikendalikan sepenuhnya oleh iblis, bahkan ibunya tidak pernah ingat kalau Lina adalah anak kandungnya. Postur muka Lina juga lebih ke ayahnya yang sudah meninggal daripada ibunya. Itu membuat Lina mudah untuk menutupi rahasia ini.
Tapi Lina ini sama seperti anak lainnya, bagaimana pun ibunya, ia tetap ibunya Lina, ibu yang Lina sayangi, ibu yang mengurus Lina sedari kecil. Ini menjadi sebab 'kenapa Lina bersekolah disana, dan kenapa Lina tidak ingin terlibat dalam rencana Nita, karena itu akan menyakiti ibunya'.
Jadi hari itu, Lina mencoba untuk menemui ibunya dan menyadarkanya. Namun apa daya, ibunya malah menganggapnya sebagai penghambat setiap rencananya. Ibunya memasukan jin kedalam tubuh Lina, agar Lina berhenti mengganggunya dan mengikuti semua kemauanya. Benar saja, Lina menuruti perintah ibunya untuk membawakan adik dari Nita malam ini ke lantai 3 gedung sekolahnya.
Baik ibu dan anak tidak ada yang menyadari bahwa pertemuan itu diintip oleh Adi. Adi membuntuti Lina sedari pulang sekolah, saat teman-teman yang lain menyiapkan ritual. Dari situ Adi tau segalanya.
Selagi Adi menceritakan semua itu, Nita menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri dan membawa adiknya pulang ke rumah.
Sampai penjelasan Adi yang sangat panjang itu, Lina masih saja merasa panik. Mencoba menolong ibunya yang meronta-ronta dan menjerit kesakitan, tanpa memperdulikan teman-temannya.
" ahh.. ga gue sangka, kalian semua munafikk!! Gue benci udah kenal lo semua, gue ga sudi temenan sama orang munafik yang egois kayak lo semua, gue udah muakk!!." Ucap Sisil yang merasa sudah sangat muak dengan semua kejadian ini.
"wanita keji ini pantes mati!!" ucap Fahri, sembari menarik bahu Lina dan menikam tubuh bu guru beberapa kali dengan pisau yang ia ambil dari tangan Didi.
Ini membuat semua orang terkejut, Lina yang tidak terima menarik badan Fahri. Adi yang sepertinya memiliki rasa kepada Lina, tidak terima Fahri menyakiti wanitanya pun berkelahi dengan Fahri. Terjadilah pertengkaran yang sangat hebat
Muak dengan semua ini, Sisil memutuskan untuk melarikan diri. Ia merupakan satu-satunya orang yang lolos dari peristiwa ini. Tanpa memikirkan dirinya, ia pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan.
Melihat Sisil yang berantakan, tutur katanya tidak dimengerti, polisi memilih untuk datang langsung ke TKP [Tempat Kejadian Perkara].
Besok paginya, tersebar berita di media dan TV, atas kejadian yang sangat memilukan ini. 7 orang ditemukan tewas. 2 orang ditemukan tewas di lapangan sekolah dengan dugaan jatuh dari lantai 3, 5 orang lainnya ditemukan tewas di lantai 3, dengan beberapa luka tusukan.
Kejadian ini membuat Sisil mengalami trauma yang mendalam, terlebih lagi saat ia mendengar bahwa Nita telah meninggal dunia dengan luka lebam dan tusukan, dengan tersangkanya yaitu orang tua angkatnya.
Kejadian ini membuat Sisil sangat depresi dan beberapa minggu kemudian, media mengabarkan kembali kabar duka mengenai 'meninggalnya seorang siswi yang sempat selamat dari tragedi pembunuhan'. menurut keterangan, siswi itu bernama Sisil, ia memutuskan untuk bunuh diri karena mengalami depresi berat.
...SELESAI...