THE JURIG SCHOOL

THE JURIG SCHOOL
CHAPTER 1 - MURID BARU



Cerita ini berawal dari sebuah gedung besar bertingkat dan luas yang di singgahi oleh banyak orang-orang untuk mencari ilmu, mendapatkan teman dan lain lain, atau lebih singkatnya bisa disebut Sekolah. Digedung besar tersebut ada salah satu kelas 11-B yang didalamnya berisi siswa siswi yang solidaritasnya itu kadang kadang. Mereka berasal dari daerah berbeda, udah kaya semboyan aja.


Pukul 07:00 bel berbunyi, menandakan bahwa sudah waktunya untuk masuk kelas dan memulai pelajaran baru, ini adalah hari senin yang dimana kelas 11-B dihidangkan dengan Ujian Matematika. Seorang guru datang menuju kels 11-B dengan membawa tumpukan lembaran ujian di tangannya, ketegangan para siswa siswi 11-B pun muncul walau sang guru masih berjalan di koridor namun terlihat di jendela, keringat dingin menyelimuti mereka ketakutan karena akan ujian. Tettt.....suara pintu kelas terbuka sang guru memasuki kelas dan berdiri di hadapan para siswa siswi, ketegangan siswa siswi pun mulai memuncak badan gemetar.


"Selamat pagi anak anak" sapa ibu guru.


"P-pagi bu"


"Apakah sudah siap untuk ujian tengah semester ini?sudah pada belajarkah kalian semua?"


"s-s-sudah bu"


ketegangan para siswa siswi pun menjadi-jadi disaat sang guru mulai membagikan kertas ujian itu. Namun disela sela sedang membagikan kertas ujian, ada kepala sekolah datang kekelas 11-B dan memanggil sang guru untuk keluar kelas sementara, disaat itu siswa siswi begitu girang karena ujian pun terjeda. Begitu berisik sorakan senang mereka hingga sang guru yang sedang menghampiri kepala sekolah pun putar badan dan menajamkan mata kepada mereka menandakan bahwa sebuah kode itu memberitahu ujian akan di lanjut nanti, dan para siswa siswi pun terdiam seketika karena tatapan yang menyeramkan dari sang guru.


Selang beberapa menit sang guru berbicara dengan kepala sekolah, sang guru kembali kedalan kelas. Ketegangan siswa siswi pun kembali memuncak.


"eh anak anak" ucap sang guru


"Iya kenapa bu. " spontan siswa siswi menjawab dengan kompak.


"ibu akan menyampaikan imformasi untuk kalian semua".


"Pasti ibu mau ngasih tau kalo ujian hari ini gak jadi, iya kan bu?" saut siswa di ujung kursi belakang, siswa tersebut bernama Didi.


"Bukann, dengerin dulu-"


"ouh atau ibu mau ngasih tau kalo saya dapet nilai seratus di ujian sebelumnya kan?". Saut siswa sebangkunya didi memotong bicara sang guru. Siswa itu bernama Rafi.


"huuuuuuuuu pede bet dah"


spontan siswa siswi menyuraki rafi karena ke pdan nya berpikir nilai ujian seratus. Namun karena ulah rafi barusan seketika suasannya yang tegang seketika berubah demikian.


"Udah udah jangan berisik" ucap sang guru.


"Gini loh, ibu mau ngenalin murid baru ke ka-"


"HAH MURID BARU??". Memotong pembicaraan sang guru


"BISA DIEM DULU GAK SI!? dari tadi kalian motong omogan ibu terus auto ibu tambahin soal ujian nya nanti ." Ketus sang guru dengan muka kesal.


"Ehhh ibu cantik jangan gitu dong. Kan tadi kita cuman kaget aja heheh jangan di tambah ya ujian nya bu, ibu baik, ibu cantik love love love deh" Bujuk didi dengan muka melas.


"Huwek. Jiji gua denger lo ngomong gitu di, gak cocok" Saut siswi bernama Sisil yang duduk di meja depan.


"Eleh diem lu gue begini biar ujian gak ditambah, bukannya makasih malah ngeledek lu"


Prak...suara geprkan penghapus bor yang beradu dengan papan tulis menghasilkan suara begitu keras dan siswa siswi sontak terkejut, dan ternyata sang guru terlihat mulai marah besar.


"Kalian disuruh diem masih aja bicara, kena hukum tau rasa. Tapi, mungpung ibu lagi baik jadi ibu gak tambah soal ujian nya. Tapi, IBU SUSAHIN SOALNYA"


seketika ruangan kelas hening setelah mendengar ucapan sang guru.


"Nah gitu diem gak berisik. Ayo Nita masuk dan perkenalkan nama kamu ya, maaf tadi berisik kelasnya."


"Baik bu" Jawaban dengan suara lembut dan senyuman yang begitu manis. Seketika pandangan siswa siswi di kelas tersorot ke siswi baru itu karena begitu cantik sekali.


"Hai semuanya. Kenalin namaku Nita aku pindahan dari sekolah SMA Noesantara 2, salam kenal"


"Hai nita.. Salam kenal juga" kompak sautan dikelas.


"Hallo nita.. Kenalin juga aku Didi Suryadi cowok paling tuampannn di sekolah ini" Ungkap Didi dengan mengibas rambut .


"Huhhhhhh" Sorak siswa siswi kelas.


"Idih sok kecakepan modus huuuu" saut Lina siswi yang sebangku dengan sisil.


"Husssss jurig nyinyir diem lu, nyamber mulu kek kabel" Balas didi.


"Hah apa lu bilang jurig nyinyir? Awas lu ya gue lempar sepatu biar tau rasa" Lina melempar sepatunya ke arah Didi namun sayang lemparannya tidak terkena didi, satu jengkal lagi mungkin Didi terkena sepatu itu jika tidak menghindarnya.


"Eits gak kena wle...wle.. wlee.."


Nita yang didepan terdiam melihat mereka dan hanya tersenyum saja karena kelakuan mereka. Namun berbeda dengan sang guru dia sangat marah dan seketika dia menggeprak meja menggunakan tangannya begitu keras dan seketika semua terkejut, Nita yang di sampingnya pun sungguh terkejut karena dia sungguh dekat suara geprakan meja itu.


"E..E.. Ibu itu tangannya gpp? Saya kaget hehe.." Tanya Nita.


"Maafkan saya Nita hari pertama sekolah mu malah begini, ini juga salah mereka karena berisik terus dari tadi jadi saya kesal".


"Eu.... Hehe tak apa bu saya senang kok mereka lucu."


"Baiklah silakan duduk nita, cari kursi kosong ya."


"Nita sini duduk sama aku" Panggil didi sambil mengayunkan tangannya lalu menepuk tepuk kursi disebelahnya padahal kursi itu sudah disi rafi.


"Udah Dii gak usahh modus mulu, itu Rafi mau duduk dimana kalo nita duduk sama lo" Ucap siswa bernama Fahri yang duduk di meja depannya Didi. Ya... mereka itu seperti satu cericel lah ya, makannya meja mereka berdekatan.


"Tau nih Didi dasar.. Yakali gua pindah meja nanti lo kangen gua gimana.." Canda Rafi


"Idih najis gua kangen lo, jiji"


Nita menghampiri Putri dan duduk disampingnya karena memang kursi di samping putri itu kosong. Lalu siswa siswi di kelas pun melanjutkan ulangan nya terkecuali dengan Nita karena memang dia murid baru jadi dia hanya diberi materi untuk dipahaminya dan akan menyusul ujiannya nanti.


Beberapa jam ujian di kelas pun selesai. Wajah wajah stress mereka pun terlihat karena baru saja menghadapi soal soal ujian yang membuat kepala meledak dan berpikir keras. Bel pun berbunyi menandakan waktunya untuk jam istirahat, beberap dari mereka berbondong bondong keluar kelas dan pergi kekantin untuk mengisi perut keroncong mereka.


"Guys kekantin yu.." Ajak sisil.


"Aku ikuttt.." Samber suara dari meja belakang, yaitu Fahri.


"Nita kamu ikut kekantin juga?" tanya Putri.


"Ikut ya nanti aku teraktir" Bujuk didi.


"Iya.." Jawaban singkat padat jelas dengan senyuman manis nita.


"Nita aja nih yang diteraktir?..." Sindir Lina.


"Iya kamu gimana sih Di, massa kita gak diteraktir" Ucap seorang siswa yang berjalan menuju obrolan mereka, yaitu bernama Adi teman sebangkunya Fahri. Ya sudah jelas dia juga circlenya mereka.


"Kalian mah kebanyakan duid gua gak cukup" Jawab Didi.


"Udah ah ayo kekantin, gua laper ni.." Ungkap Rafi mengajak mereka.


***


Saat di kantin


Mereka menyeret meja lain dan disatukan dengan meja lainnya bertujuan agar mereka bisa duduk bersama ber8-nan dan makan bersama. Ya mereka adalah 2 circle yang menyatu yaitu circle laki laki dan perempuan dan tidak bisa terpisahkan maka duduknya pun harus bersama sama.


"Nita kalo boleh tau kenapa kamu pindah sekolah?" Tanya sisil.


"Terus kamu juga tinggal dimana?" Tanya Fahri.


"Terus kamu udah punya pacar belum?" Tanya Adi.


"Heh kalian. Kayak wartawan nanya nanya mulu" Ucap Didi.


"Tapi jawab dong pertanyaan temen temen kita. Aku penasaran juga hehe.." Saut Putri.


"Jawab aja satu persatu pertanyaannya" Ucap Rafi.


Nita menghelas napas bingung harus menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu, tapi Nita mencoba menjawabnya.


"Iyaa....Iyaa... aku jawab, jadi aku tuh kenapa pindah sekolah itu karena--".


Kring......Kring.....Kring...


Bel pun berbunyi sehingga jawaban Nita pun terpotong oleh bunyi bel itu. Bel tersebut menandakan bahwa jam istirahat sudah selesai dan sudah waktunya untuk kembali kedalam kelas.


"Lahhh.. Udah bel lagi" Ujar Sisil.


"Belom juga makan Astaga" Jawab Fahri.


"Yok ahk balik kekelas nanti kena omel guru kalo telat" Ajak Lina.


"Okeee.." Jawaban Adi beserta yang lainnya.


Mereka beranjak kembali kekelas dengan keadaan perut keroncongan karena belum sempat makan di jam istirahat. Mereka melewati lorong dan melewati tangga untuk kelantai 3, tetapi mereka tak menaiki tangga itu karena kelas mereka di lantai 2. Namun ada hal aneh saat mereka melewati tangga untuk kelantai 3 itu.


"Ah.. Jarak kantin sama kelas jauh amat dah..." Ujar Didi.


"Heleh jalan jarak segitu aja ngeluh. Ayo cepet jalan nya guys nanti telat, emang udh telat 1 menit si" ujar Adi.


Berbeda dengan Didi dan Adi atau dengan yang lainnya, Nita saat melewati tangga itu seketika terdiam membeku ditempat dan mamandang fokus pada satu titik ke arah tangga menuju lantai 3 itu.


"Nita ayo. Kenapa kamu diem liatin tangga itu? Ada yang aneh?" Tanya Putri.


"Kamu liatin apa nit?" Tanya Rafi.


"Nit.. Oi.." Lina menepuk pundak Nita sehingga Nita terkejut.


"Eh.. E.. Enggak...aku cuman penasaran sama tangga ini" Jawab Nita.


"Ini cuman tangga buat kelantai 3 aja" Ujar Didi.


"Kenapa sepi ?" Tanya Nita.


"Iya. Emang di lantai 3 memang sepi kita juga yang udah lama sekolah disini jarang ada orang yang naik kelantai 3 entah kenapa. " Jawab Sisil.


Nita bingung mengapa tangga ke arah lantai 3 ini sepi, dan banyak rasa penasaran didalam dirinya terhadap tangga menuju lantai 3 itu namun Nita mencoba menghiraukannya.


"Ayo akh kekelas udah telat 5 menit nih, auto kena omel pas sampe kelas." Ajak Adi


"Ayok ayok"


Disekolah ini memang peraturan nya ketat. Jika siswa siswi telat datang sekolah atau telat datang kekelas setelah istirahat, maka akan kena hukuman Push Up 5 kali untuk laki laki dan Skot Jump 5 kali untuk perempuan. Mengapa sekolah ini mengadakan hukuman seperti itu? Agar mereka disiplin dan tepat waktu.


...BERSAMBUNG...