
Setelah berjalan beberapa menit kesekolah, mereka pun akhirnya sampai di depan sekolah. Namun, tak disangka sangka ada seseorang didepan gerbang sekolah itu, padahal disaat malam hari biasanya tidak ada satpam yang menjaga sekolah. Lalu siapa dia? Apakah benar satpam? Atau..
"Eh, liat ada penjaga. " Ucap sisil menunjuk arah penjaga
"Mana? Loh iya ada, biasanya kan gada yang jaga. " Jawab Fahri sambil menyidik nyidik
Tiupan angin kencang menghembus menusuk kulit mereka, bulu kuduk berdiri, awan gelap menutupi bulan yang terang dan suasana semakin menegangkan.
"Aduh... ko merinding si. " Ucap Putri sambil memegang leher belakangnya
"Iya nih, suasananya kok aneh gini ya. " Saut Lina.
Mereka mencoba melirik kesana kemari, melihat sekitar tidak ada siapa pun selain mereka dan hanya seseorang yang jaga di sana. Disaat melihat kearah penjaga itu, dan ternyata penjaga itu juga melihat kearah mereka dengan tatapan yang menakutkan.
"ini mau masuk atau engak? Diliatin terus sama bapak bapak itu tau, serem pula tatapannya. " Tanya Adi
"Masuk lah buku aku di dalem sana. " Jawab Lina
"Tapi minta izin dulu ke yang jaga di sana." Saut Putri
"Duh pulang aja yok, perasaan aku gak enak nih." Ucap Nita ketakutan.
"Massa pulang, kita udah jauh jauh kesini. " Ucap Sisil.
"Tapi sil, serem. " Jawab Nita
"Duh gimana ya bilang kemereka biar pulang . " Batin Nita
"Jangan takut kan ada Mas Didi disini, akan selalu disamping Nita. " Ucap Didi sambil mengibas rambut.
Nita dan yang lainnya pun hanya tertawa, padahal dari dulu Didi itu penakut.
Mereka akhirnya mencoba untuk masuk kesana, tetapi mereka akan izin terlebih dahulu apakah di perbolehkan masuk atau tidak.
"Permisi ... "
Penjaga itu tidak menjawab.
"Pak .. Pak .... " Sisil mencoba memanggilnya dan melambaikan tangannya ke depan penjaga itu, tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Gak dijawab sama bapak nya, ngelirik aja engak. Padahal tadi sebelum nyamperin dia ngeliatin terus deh. " Ucap Sisil
"Ah gimana ini, gawat kalo gak bisa diambil bukunya. " Lina dengan nada panik dan mundar mandir kebingungan.
"Kita pulang aja ya, Besok lagi aja ambilnya." Ucap Nita membujuk Lina
"Gak bisa Nita. buku aku ada di dalem, kalo gak di ambil aku kena hukumannya. " Jawab Lina
"Udah jam 10 nih, udah malem mending besok aja ambil bukunya. " Ucap Rafi sambil memandang jam tangannya.
"POKOKNYA GAK BISA HARUS SEKARANG." jawab Lina
Lina pun langsung mencoba pergi menuju arah gerbang dan ternyata tidak di kunci. Ini kesempatan bagi Lina untuk masuk kesana, dan Lina pun langsung berlari kekelasnya. Teman teman nya pun langsung bergegas mengejar Lina yang berlari itu. Tetapi, mereka tak menemukan jejak Lina, mereka keheranan apakah Lina secepat itu larinya sampai mereka tak bisa mengejarnya.
Hah.. Hoh.. Hah.. Hoh..
Bunyi napas mereka kelelahan, karena mengejar Lina yang lari begitu cepat.
"Huh.. Gila Lina larinya cepet amat kita ketinggalan sama dia. " Ucap fahri
Tap... Tap... Tap...
Tiba tiba ada suara orang sedang manaiki tangga
"Syutt... Jangan berisik. " Ucap Sisil sambil mengarahkan telinganya kearah suara.
"Kalian denger suara gak? . " Tanya Sisil berbisik.
"Aku sama yang lain ga denger apa apa sil." Jawab fahri
Tiba tiba Didi mendengar apa yang Sisil dengar juga.
"Kayak ada suara orang naik tangga deh.. " Didi sambil mencoba mendengarkan kembali suara itu.
"Nah.. Akhirnya ada yang denger juga.. " Kata Sisil.
Setelah Sisil dan Didi berbicara seperti itu, yang lain juga mencoba memfokuskan daun telinga mereka ke arah sumber suara itu. Dan ternyata mereka mendengar nya.
"Loh iya, baru kedengeran. " Ucap Adi
Suara itu semakin mengecil atau menjauh dari mereka. Lalu mereka terdiam dan berpikir, suara langkah siapa itu?
"Langkah siapa ya?. " Tanya Didi sambil mengerutkan dahinya.
"Jangan jangan ... " Ucap Adi
Seketika mata teralihkan ke Adi dengan wajah penasaran.
"Jangan jangan apa?" Jawab Nita
"Jangan jangan Lina udah ke atas, terus itu suara langkah Lina. " Jawab Adi.
"Ah iya bener juga kata Adi, kita langsung aja keatas siapa tau dia udah dikelas. " Samber Putri.
Mereka pun langsung pergi ke lantai dua untuk menyusul Lina dan siapa tau dia ada disana. Disaat sampai di lantai 2, mereka harus melewati tangga ke lantai 3 yang terbengkalai itu untuk menuju kelas. Sebenarnya mereka tak ingin melewati tangga itu karena suasana yang menyeramkan, tetapi mereka tidak ada pilihan lain untuk tetap lewat sana. Mereka berusaha tak melirik tangga itu dan hanya lewat saja tetapi tiba tiba Nita melihat sosok yang berada di tangga menuju arah ke lantai 3.
(Gambar hanya ilustrasi)
"I... I... I... Itu.... A-a-a-paan. "Ucap Nita nada ketakutan dan gemetar.
" Nita kenapa?... " Tanya Sisil dan mencoba menenangkan Nita.
"Ka-kalian co-coba liat ketangga paling atas i-itu. " Nita menunjuk arah tangga
"Ada apa emang? " Tanya Putri.
"Ce-cepet liat ke sa-sana! " Ucap Nita dengan naga ngegas.
Mereka pun langsung melihat ke arah tangga dan ternyata
"I-itu a-a-apa... " Tanya Putri gemeteran dan wajah ketakutan.
"Ju-ju-ju-JURIGG!!!!!! LARI. " Rafi terkejut melihat yang ditangga itu dan langsung berlari.
"Rafiiiiiii!!!! Tunggu!!!. "
Mereka pun berlari dengan sekencang kencang nya walau kaki mereka gemetar dan susah untuk melangkah. Lalu Rafi yang tadi berlari begitu kencang seketika langsung diam mengerem larian nya dan ternyata Rafi ada di dekat kelas. Lalu dia melihat Lina dari jendela sedang duduk sendirian didalam kelas.
Teman teman yang mengikuti Rafi pun langsung mencoba mengerem larian nya karena melihat Rafi berhenti. Namun, mereka gagal mengerem dan akhirnya saling bertabrakan.
Bugh..
Rafi dan yang lainnya pun terjatuh, dan Rafi tertindih di bagian paling bawah.
"Aduh.... Rafiii.. Jangan ngerem dadakan napa. " Ucap Adi menahan kesakitan
"Entar aja komentanya, berdiri dulu berat woi. " Ucap rafi dengan nada menahan berat.
"Hehe sory sory ... "
Mereka pun langsung berdiri dan membersihkan pakaian mereka yang terkena debu lantai akibat terjatuh tadi.
"Huh... Remuk badan gua. " Ucap Rafi sambil meregangkan punggungnya yang tertindih tadi
"Ouh iya, yang tadi di tangga ngak ngejar kita kan? " Tanya Rafi
"Kayaknya engak fi. " Jawab Putri
"Fi, jurig itu apa?. " Tanya Nita.
"Jurig itu Hantu, Nit." Jawab Rafi.
"HAH, SETAN. " Kompak mereka berkata
"Hantu heh bukan setan. " Ucap Rafi
"Sama aja, fi. " Jawab Sisil
Didi yang tadinya sedang membersihkan baju nya yang kotor, tiba tiba matanya teralihkan ke arah jendela dan melihat Lina yang duduk sendiri didalam kelas.
"Eh, liat itu Lina kan?. " Tanya Didi sambil mengarahkan telunjuknya ke arah jendela.
"Nah itu, makannya gua tiba tiba ngerem lari, karena ngeliat Lina didalem kelas. " Samber Rafi.
"pantesan, eh kita samperin Lina aja, ayo. " Ajak Putri.
Merek pun langsung menghampiri Lina, tetapi disaat menghampiri nya wajah Lina tertutup rambut yang panjang.
Tiba tiba ada bayangan dari belakang mereka dan memanggil mereka.
"Hei, kalian ngapain disitu? Aku udah ambil bukunya ayo balik. " Ucap seseorang dari belakang mereka.
Mereka pun mendengar suara itu spontan melihat kebelakang dan ternyata dia Lina.
"LINA?!. " Kompak mereka menyebut nama Lina dengan nada terkejut dan mata mereka yang bulat.
"Iya ini aku, kalian ko kaget? " Tanya Lina
"Ka-kalau i-itu Lina, te-terus yang ditepuk Ni-Nita siapa? " Ucap fahri.
Fahri dan yang lainnya pun langsung melihat ke arah sosok yang ditepuk Nita dan ternyata, sosok itu langsung menunjukan wajah aslinya yang seram mata yang merah, bau amis yang menyengat dan tawa yang menyeramkan.
"Hihihihihihi... "
"SE-SE-SE-SETANNNNNNN!!!! LARIIIII!!. "
mereka pun berlari sekencang kencang nya dan melewati tangga untuk turun ke lantai satu. Tetapi saat di tangga tiba tiba pencahayaannya menjadi gelap dan tangga yang biasa tiba tiba berubah, padahal itu satu satunya jalur untuk ke lantai satu.
(Gambar hanya ilustrasi)
"Loh kok beda tangga? "
Mereka kebingungan dan harus bagaimana lagi, akhirnya mereka mencoba turun melalui tangga itu. Mereka berusaha lari secepatnya untuk kabur dari sosok menyeramkan tadi dan berusaha hati hati agar tidak terjatuh. Namun, entah mengapa tangga itu tidak ada habis nya, tangga itu begitu panjang sekali, sungguh berbeda dengan tangga sebelumnya.
"Loh kok panjang banget, perasaan tangga sekolah kita gak panjang gini. " Rafi berbicara sambil berlari.
"Stop.. Stop.. Aku cape, hah hoh. " Ucap Putri dan menghentikan larian yang lainnya.
"Sama.. "
"Kalo di lanjut juga bakal gada habisnya, kita kejebak disini gimana cara kita keluar?"
Ucap Sisil.
"Kita gak tau harus gimana, cuman ini tangga satu-satunya buat kebawah. " Jawab Adi.
Mereka pun terduduk ditangga itu, dan memikirkan cara agar mereka keluar dari tangga panjang itu. Disela sela itu tiba tiba ada bisikan ketelinga Nita.
"Semuanya dengerin aku. " Ucap Nita
Seketika mereka langsung menatap Nita.
"Kita bisa keluar dari sini, tapi kita harus balik lagi ke awal tangga tadi. " Ucap Nita
"Hah? Yang bener aja Nit. Kita udah turun banyak ngelewatin anak tangga loh. " Jawab Lina.
"Aku serius, kita naik ke awal tangga tadi gak bakal banyak ngelewatin anak tangga. " Kata Nita dengan wajah serius.
"Hah? Gimana bisa gitu nit. Mustahil. " Ujar Adi.
Yang lain pun menatap Nita dengan kebingungan, mengapa Nita berbicara sesuatu hal yang tidak masuk akal.
"Aku mohon ikutin omongan aku. Aku yakin setelah ini, kita bisa keluar dari tangga ini. " Ucap Nita.
"Dan kalian juga jangan lupa berdoa kepada kepercayaan masing masing biar kita bisa cepat keluar dari sini. " Ucap Nita.
"Gada salah nya kita nyoba, siapa tau berhasil. " Ucap Sisil.
Disaat mendengar omongan itu mereka pun mencoba dan berputar balik menaiki tangga, dan ternyata benar saja disaat mereka menaiki tangga itu hanya perlu melewati beberapa anak tangga saja tidak seperti saat mereka turun.
Setelah selesai menaiki tangga itu, mereka kembali ke lantai 2 di posisi pertama saat mereka sebelum turun ke tangga panjang itu.
"Hah... Hoh... Hah... Hoh.. Bener ternyata kata Nita, kita balik lagi ke tangga paling awal. " Ucap Fahri.
"Hah ... hoh... tapi kita masih di lantai 2 Nit, Gimana cara kita balik ke lantai 1." Tanya Didi
"Sebentar, napas ku belum stabil. Hah... Hoh.. Hah.. Hoh... "
"Sekarang kalian tutup mata dan jangan buka mata sebelum aku bilang buka. " Ucap Nita.
"Hah?! Maksudnya? "
Mereka kebingungan dengan yang di maksud Nita. Disaat coba meminta penjelasan tiba-tiba muncul suara tawa menyeramkan yang bergema dan terdengar dimana mana.
Hihi... Hihi..
"Ayo cepet tutup mata kalian dan tenangkan pikiran kalian. Pliisss dengerin aku, sebelum suara itu merusak telinga kalian. "
"Guys ayo dengerin kata Nita. " Ucap Didi
Mereka pun langsung menutup matanya lalu seketika suara tawa itu menghilang entah pergi kemana. Lalu Nita mehitung beberapa detik angka untuk aba aba membuka mata.
"Sekarang hitungan ke 3 buka mata kalian. " Ucap Nita.
"Satu.. "
"Dua... "
"Tiga.. Buka mata kalian, dan lihat kearah tangga. "
Mereka membuka mata disaat melihat ke arah tangga, terkejut dan mereka berpikir kenapa ini bisa terjadi dan mengapa ini tidak masuk akal.
"Hah?!" Sontak mereka terkejut.
'Tangga nya berubah, seperti tangga biasa yang sering dilewatin kita dan tangga panjang tadi ilang. " Ucap Sisil.
Disaat terkejut dengan kejadian itu, tiba-tiba suara tawa itu kembali datang dan bau amis menusuk hidung mereka, dan ada sosok bayangan yang berbicara kepada mereka.
HIHIHIHI... Kaliannnn kemarilah... Hihihihi...
Kalian... Kemarilah... Temani aku disini hihihihi..
Sontak mereka terkejut dengan suara panggiilan itu, dan spontan mereka melirik suara yang ada di lorong itu dan ternyata disana ada seseorang wanita menyeramkan.
"Se-se-se-setannn!!!!!!!" Teriak mereka
"Cepet lari!!!!!!! "
Mereka pun langsung bergegas lari turun tangga dan langsung menuju gerbang sekolah, berlari dengan sekuat tenaga walau napas mereka tidak beraturan dan jantung berdetak dengan kencang.
"Cepet cepet ayoo...!! " Ucap fahri memegang pagar gerbang dan menggerakan tangannya membuka pagar itu.
Mereka pun langsung berlari keluar sekolah dan menjauh dari sekolah itu walau pandangan mata mereka dengan ke arah sekolah itu masih terlihat.
"Stop... Stopp.. Kita udah lumayan jauh dari sekolah. " Ucap Sisil ngos ngosan
"Pliss istirahat dulu sebentar aku cape banget, sesek dada hah... hoh... hah... Hoh . " Ucap lina
Mereka pun berhenti dan berusaha menenangkan pikiran dan mengstabilkan napas mereka yang sesak itu. Tetapi, disaat mereka beristirahat ada seseorang selain mereka yang keluar dari sekolah. Siapa mereka? Bukankah hanya mereka saja yang datang kesekolah saat malam hari?
"Eh guys... Liat itu ada yang keluar, bukannya tadi di lantai 2 sama lantai 1 gada siapa siapa ya?. " Tanya Fahri sambil menunjuk arah seseorang itu.
"Loh.. Itu kan... Bu guru, yang waktu itu jadi pengawas ujian MTK, kan. " Saut Sisil sambil memerhatikan orang yang keluar dari sekolah itu.
"Lah iya, loh itu kok banyak murid murid yang keluar juga? Perasaan tadi gada siapa siapa disana selain kita. " Ucap Putri.
"Muka mereka asing semua, dan ini baru pertama kali liat. Apa mungkin ada sesi sekolah malam? Rasanya gak mungkin, kan. " samber Adi
"Jangan jangan mereka itu... " Ucap Rafi namun tak membereskan omongannya.
"Rafi, udah jangan bikin kita makin takut. " Ucap Nita.
"Udah gak usah di pikirin. Lebih baik kita pulang dan istirahat jangan lupa tugas nya kerjain, kita udah cape cape ambil buku Lina kedalem awas aja kalo besok ada yang gak ngerjain nanti kena hukum guru, aku gak mau sampe diantara kalian kena hukum. Sekarang udah tengah malem ayo pulang. "
Sontak terkejut saat melihat Didi berbicara seperti itu, ini seperti bukan Didi yang biasanya, Didi yang sekarang mengapa begitu dewasa sekali.
"Wow... Didi sejak kapan lo jadi bijak? Kesambet setan apaan tadi di sekolah?. " Ujar Rafi
"Didi kan emang bijak fi. Didi gitu loh" Jawab Didi sambil bergaya.
"Eh udah jangan bercanda, kata Didi bener ayo kita pulang. " Ucap Lina.
Mereka pun pulang. Namun sebenarnya mereka masih memikirkam hal yang terjadi tadi, mengapa kejadian ini tidak masuk akal dan siapa orang orang yang keluar dari sekolah tadi selain mereka.
...BERSAMBUNG... ...