
3 jam Pelejaran pun telah selesai. Pukul 10:00 Bel berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba, para siswa siswi pun beranjak keluar kelas dan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.
"Guys, ayo kekantin. " Ajak Lina sambil memasukan buku kedalam tasnya.
"Lina, Lina, kekantin mulu yang ada di pikiranmu itu. "Ujar sisil.
"Kan ini jam istirahat" Jawab Lina
"Waktunya jajan iya kan, Lin. "Samber Adi yang berjalan menuju pembicaraan mereka.
Lina pun melirik Adi." Nah bener tu di".
"Kalian tuh ya, ya udah ayo kekantin. " Ucap sisil sambil beranjak berdiri dari kursinya.
Lalu mereka pergi bersama menuju kantin. Disaat melewati lorong untuk berjalan ke arah kantin tiba tiba Nita menarik tangannya Sisil dari belakang, dan seketila jalannya Sisil pun terhenti dan yang lain sudah berjalan jauh dari mereka.
"Sil aku mau ngomomg sesuatu. " Ucap Nita.
"Mau ngomong apa nit? " Jawab Sisil.
"Ini serius. " Ucap Nita dengan wajah serius dan ini pertama kalinya Sisil melihat Nita dengan wajah seperti itu.
"Iya, apa? " Tanyanya Sisil.
"Jadi, aku bisa li-" Ucapan Nita pun terpotong disaat ada suara Didi dari depan sana.
"Woi, kalian cepetan jalannya. Kayak keong aja lambat banget. " Ujar Didi
"Eh ... Okeee, okee, " Jawab Nita.
"Sil ayo lanjut kekantin. "Ajak Nita sambil menarik tangan Sisil . Namun, Sisil mencoba menahannya.
"Loh Nit, omongan kamu belum beres tadi."
"Nanti aja deh Sil. " Menjawab dan tersenyum seperti menutupi hal sesuatu.
"O-oke."
Mereka pun langsung melanjutkan jalannya kekantin. Tetapi saat perjalanan itu Sisil memerhatikan Nita dengan rasa penasaran dan bingung.
"Ini Nita kayak nya nutupin sesuatu dari kita. " Batin Sisil sambil memandang Nita.
"Sil, ngapain ngeliatin aku kayak gitu? Liat kedepan nanti kesandung. " Tanya Nita.
"Ouh engak Nit hehe, hari ini kamu gapapa, kan? Terus, aku masih penasaran sama omongan kamu tadi. Sebenarnya kamu mau ngomong apa?." Jawab dan tanya Sisil.
"Gapapa kok. Kamu santai aja nanti juga tau sendiri kok, hehe" Balas pertanyaan Sisil.
"kayaknya aku gak perlu kasih tau kamu sekarang deh." Batin Nita.
Mereka memberhentikan obrolan mereka dan melanjutkan jalannya kekantin. Setelah sampai di kantin ternyata teman teman mereka sudah makan duluan dan Lina sang wanita rakus pun telah menghabiskan 2 mangkok makanannya. Nita dan Sisil pun langsung duduk disamping mereka dan langsung memesan makanannya. Teman teman yang lain pun menunggu Sisil dan Nita untuk menghabiskan makanannya dan Lina si rakus pun memesan makanannya yang ke 3 sambil menunggu Nita dan Sisil makan. Lina ini memang rakus sekali tapi badannya tetap ideal, bagaimana bisa begitu.
Bel berbunyi jam istirahat pun telah selesai. Sisil dan yang lainnya pun beranjak ke ke kelas untuk melanjutkan pelajaran mereka.
Setelah beberapa jam mereka belajar Bel jam pulang pun berbunyi, mereka pulang bersama kembali karena memang arah nya sama.
Disaat di perjalanan pulang mereka memang sering bercanda tawa sampai mereka bisa melupakan masalah pribadinya masing-masing.
"Haha ... Lucu banget tadi gua liat Rafi kejedot kusen pintu pas mau pulang. "
Ucap Didi dan tertawa terbahak bahak bersama temannya.
"Anjir malah diketawain, sakit tau. " Jawab Rafi.
"Lagian kamu tinggi amat punya badan, kejedot kan tu. " Ledek Putri.
"Heleh diam kamu pendek, iri ya gak bisa tinggi haha haha" Ledek Rafi
Sebenarnya Rafi dan putri itu tingginya tidak berbeda jauh, putri hanya beda 5 senti dari tinggi nya Rafi. Namun Rafi tetap menganggap bahwa putri Tetap pendek.
Disaat mereka bercanda tawa membahasa Rafi yang kejedot kusen pintu. Tiba tiba Didi tersandung.
Bugh..
"Apaan tuh. " Fahri dan yang lainnya melihat kesumber suara.
"Didi ngapain tengkureb disitu, rebahan mah dirumah jangan disitu. " Ucap Rafi
"Matamu rebahan, gua jatoh bambang. "
"Hahah ... Makannya liat liat kalo jalan." Ujar Adi terbahak bahak
"Bau apaan dah ini. " Didi mencium tangannya mengenali baunya.
"Buset tai kucing, gua jatuh di tai kucing. " Ucap Disi sambil menahan baunya.
"Hahaha, lu ngapain megang ee kucing." Rafi dan yang lainnya ketawa terbahak bahak tapi Rafi lah ketawa yang begitu puas melihat Didi terjatuh.
"Hahahah Di, Di, Di, idup lu kocak banget dah. " Rafi tertawa puas dan tak sengaja menginjak sampah yang sangat licin. Dan yang terjadi..
Bugh...
Rafi nyungseb kesemak semak karena menginjak plastik licin tadi dan yang lain pun semakin tertawa melihat Rafi terjatuh juga.
"Fi ngapain lo nyungseb disitu haha. " Ucap Fahri tertawa terbahak bahak.
"Rasain lu fi karma dari gua, gara gara lu ngetawain gua" Ujar Didi dengan tertawa sangat puas disaat melihat teman nya terjatuh juga.
"Ah plastik sialan. Gua jadi nyungseb juga, bantuin lah woi malah di ketawain, susah bangun anjir. " Minta tolong Rafi
"Hahahaha... udah jangan di ketawain terus, bantuin mereka berdiri. " Ucap Nita.
Di antara pertemanan memang benar disaat terjatuh itu bukannya ditolongin malah di ketawain . Author juga gitu si hehe:D.
"Di gua minta maaf karena tadi ngetawain. " Ucap Rafi
"Iya bro gapapa, gua maafin. " Sambil menepuk tangan Rafi yang luka bekas jatuh tadi.
"Heh Anjir sakit, malah ditepak. " Ujar Rafi dan Didi malah ketawa.
" Fi sakit ya. " Tanya Putri sambil menoel noel lukanya Rafi.
"Heh sakit lah, malah ditoel toel. "
"Utututu atit yaa... Cini aku toel lagi. " Ucap Putri sambil mengerjakan telunjuk tangannya ke arah luka Rafi.
"Heh pendek, diem. " Rafi menepuk telunjuk Putri.
"Udah oi malah bercanda, ayo pulang kapan sampenya ini. " Ucap Sisil.
"Nah iya, ayo Pulang" Ajak Nita dan Lina.
Mereka pun pulang dan Rafi dituntun jalan oleh Adi karena ternyata kakinya rafi pun sedikit terluka. Lalu Didi dituntun jalan Oleh Fahri karena benturan lutut dan batu tadi yang mengakibatkan Didi tersandung. Fahri menuntun Didi dengan mencoba menutup hidung nya karena bau kotoran kucing yang menempel di tangannya Didi.
Beberapa menit berjalan mereka pun telah sampai di pertigaan, dan mereka berpisah arah untuk menuju rumah masing masing. Grup laki laki ke arah kiri dan grup perempuan ke arah kanan.
Pukul 21:00 Awan gelap yang disinari bulan menerangi bumi begitu indah. Sunyi malam menenangkan pikiran dan telinga dan waktunya tidur untuk berpindah ke alam bawah sadar atau disebut sebuah bunga tidur.
Kring ... kring ... Kring ...
Sisil yang terlelap dalam tidurnya dan terbangun disaat mendengar nada dering handphone nya, lalu mengangkat telponnya itu dan ternyata itu adalah telpon dari Lina.
"Hallo ... " Sapa Sisil dengan nada lelah yang mengantuk.
"Hallo Sil, Buku aku ketinggalan di kelas. "
"Ya terus?.. " Tanya Sisil sambil menguap
"Temenenin aku ngambil bukunya kesekolah. " Ucap Lina dengan nada panik
" Besok aja Lin, besok kan sekolah. Sekarang aku ngantuk banget." Sisil menguap
"Gak bisa ... Besok ngumpulin tugas, buku tugas aku disekolah Sil. "
"Oh tugas doang. "
"HAH?! TUGAS?! ASTAGA AKU LUPA BELOM NGERJAIN. " Ucap sisil dengan mata bulat karena terkejut mendengar kata tugas, dan seketika rasa kantuk pun hilang.
Karena Sisil adalah teman setia, tidak sombong, baik hati dan rajin menabung. Dia langsung mengantar Lina untuk mengambil bukunya disekolah dan menelpon yang lain untuk menemani mereka mengambil bukunya kesekolah.
"Ya udah ayo aku temenin, tapi aku nelpon dulu Nita sama Putri buat nemenin kita. " Ucap Sisil
"Oke makasih Sisil my bestie yang baek muach muach. "
"ih geli aku lin. " Langsung Mengjauhkan handphonenya dari telinga dan langsung menelpon Nita dan Putri.
Setelah Sisil menelpon Nita dan Putri, mereka langsung berjanjian di salah satu tempat, mereka langsung berangkat bersama kesekolah dalam keadaan awan gelap dan diterangi bulan itu. Sebenarnya mereka takut keluar malam malam seperti itu, namun tidak ada jalan lain selain mengambil bukunya kesekolah, dan jika tugas Lina belum terselesaikan besok maka dia bisa saja terkena hukum di sekolah.
Disaat sampai di per3 an menuju kesekolah tiba tiba ada teman mereka dari arah berlawanan yaitu Didi, Rafi, Fahri, dan Adi.
"Eh kalian ngapain disini?. " Tanya Sisil
"Biasa, kita abis nongkrong. " Jawab Fahri
"Loh kalian ngapain malem malem disini? Cewe dilarang keluar malem malem tau. " Tanya Rafi.
"Kita mau kesekolah ngambil buku. " Jawab Lina.
"Hah buku? " Tanya Rafi
"Iya. Buku tugas aku ketinggalan disekolah, kalo gak di ambil sekarang aku gak bisa ngerjain tugasnya terus bisa kena hukum juga besok. " Jawab Lina
"Kalian mending ikut kita aja buat nemenin kita kesekolah, biar aman juga kalo banyakan. " Ajak Putri.
"Hemm.. Males si sebenarnya tapi boleh deh ayo, dari pada kalian kenapa napa." Ucap Rafi
Tiupan angin menghebus badan mereka dan menusuk kedalam kulit mereka suhu dingin begitu menyelimuti badan mereka.
Sisil dan yang lainnya menggunakan jaket semua terkecuali Nita dia hanya menggunakan baju lengan panjang saja tidak doble menggunakan jaket karena pikir Nita suhu malam hari akan sama dengan suhu siang hari.
"Duh dingin ... Aku lupa bawa jaket. "
Ucap Nita sambil meneluk tangannya yang kedinginan.
"Nita kedinginan ya ... Sini pake jaket aku aja. " Ucap Didi sambil melepas jaketnya dan menyimpan jaketnya di pundak Nita.
"Ekhem ... Duh keselek uhuk uhuk ... " saut Fahri.
"Ekhem... duh sama ni tenggorokan kering uhuk uhuk.. . " Saut Sisil.
"Ekhem... Kalo mau pdkt tau tempat dong ... Ekhem.. " Ucap Adi
"Duh jadi nyamuk kita disini, kita pergi aja yok. " Ajak Lina
"Heh kalian jangan ninggalin, oi tungguin." Ucap Didi dan Nita hanya tersenyum melihat mereka.
Mereka pun melanjutkan perjalanan nya kesekolah ditemani teman laki lakinya supaya ada yang menjaga mereka dan mengawasi mereka agar tidak kenapa napa.