
Malam yang meriah dengan Gemirlap lampu menghiasi kota Foresty City.tak ada penduduk yang tak bersuka cita,sambil memanjatkan Doa kepada Dewi yang mereka Agungkan yaitu Libia.Satu hal yang mereka panjatkam tidak semata sebagai suatu pujian Atau Dorongan dari Orang lain itulah yang Yuki Lihat.
Perayaan Ulang tahun Ratu yaitu Vena De Azurd sang pemimpin Elf yang ke XIII betepatan dengan Diselenggarakanya Upacara Di Ghazaela.Semua para Elf menggunakan Kain putih yang menutupi badan mereka dengan Gaya yang Dikenakan Bagi orang yang Kebatinannya Cukup tinggi, berjejer Rapi berjalan diatas pijakan batu dan satu Tujuan yang mereka Langkahkan kaki.
Sejarah Elf yang begitu panjang dan Rumit hingga membuat peradaban dan Juga Kehidupan Budaya Para Elf itu sendiri Begitu terpaut jauh dengan Ras manusia yang akan haus kekuasaan dan kekuasaan
Mereka Menabur bunga Lotus sebagai perwujudan penghormatan Pada 3 orang yang disebut Legenda para Elf Hingga mereka disetarakan dengan Posisi para Valar sebagai tangan Kanan Dewi Libia.
Terlihat Vena De Azurd merentangkan tanganya sambil memejamkan mata,takkala apa yang ia pikirkan.Sebuah Sihir Elf Kuno dengan Tulisan Rune dengan Aksara aksara Rumit yang sangat besar menutupi Kerumunan para Elf yang memadati Upacara.
Dan saat itu lah apa yang terjadi.
"Ní Fírinne muídne atá in aice leat,in ainm na Fírinne Déan Cosantóir draíochta atá le do ****Neart****"
Perlahan lahan sihir yang melindung Seluruh Wilayah Kerajaan Elf pudar secara berangsur.seperti sebuah Udara yang Transparan yang sangat Kuat dan terlihat Seperti apa Dunia Luar.banyak Elf terkagum kagum dengan Apa yang mereka saksikan, Hidup primtif dan mengurung Diri Ratusan tahun bahkan Ribuan Tahun membuat para Elf seperti Linglung dengan Kehidupan para Ras lain yang begitu masif.
Sebenarnya Upacara yang di lakukan ini adalah untuk menggantikan Penghalang baru dengan Sihir yang Lebih Kuat lagi itu berlangsung selama 1000 tahun.1000 tahun memang Cukup untuk keberlangsungan Bangsa Elf.
Pohon kehidupan akan melakukan Proses Integrasi Energi yang Cukup besar dari tingkatan sebelumnya selama 1000 tahun,pada masa itulah penghalang yang melindungi kerajaan Elf akan melemah oleh sebab itu Harus digantikan dengan Yang lebih kuat lagi selama 1000 tahun.
Tapi yang di khawatirkan Adalah ketika penghalangnya menghilang Ras lain akan menyerang kerjaan Elf salah satunya adalah Bangsa Iblis,tapi itu Sudah Diantisipasi Oleh petinggi kerajaan dan juga Ratu Elf itu sendiri.
Ratu Vena mempunyai Sihir yang sangat Kuat salah satunya adalah [Sealing Magic];apalagi dengan pemahamannya dengan Sihir Elf Kuno pada Generasi pertama,dapat meningkat Pemahaman Sihir segelnya dan beberapa Karakteristik itu sendiri agar Lebih kuat lagi.memang Sihir segel Disebut Sihir yang Cukup langka dan sulit di pelajari sehingga Pengetahuannya begitu minim dari Unique Magic yang lain.
Tapi apa yang dikhawatirkan Tidak seperti antisipasi yang sudah diprediksi itu dan apa yang Disematkan jauh jauh Hari berakhir dengan apa yang disebut dengan kegagalan Total.
Tampak Sebuah Lubang Hitam Di Atas Hutan Alfheimr atau Lebih tepatnya diatas Kota Foresty city.Tak ada kata yang diucapkan Setiap orang yang melihatnya,Ratu Vena yang masih Fokus dengan Sihir penghalang tingkat tinggi itu terganggu karna Adanya Gangguan dari Aliran mana yang sangat bertolak belakang.
"Sepertinya Hari yang ditunggu tunggu sudah dimulai"ucap seorang diatas Langit menggunakan Sayapnya sambil memantau kearah bawah.
Lubang Hitam tadi setelah sekian detik membesar dan Keluarlah Apa yang Disebut dengan Pasukan Kegelapan,baik berukuran kecil,sedang Maupun Besar dengan Tanduk dan Tampak lebih menakutkan dari Monster itu sendiri
Terlihat Sosok berkepala banteng dengan menggunakan kapak yang ia pegang keluar Dari Lubang kegelapan yang muncul begitu saja.
"Kami bangsa iblis sudah menunggu seribu Tahun dan kami tak akan Menyia-nyiakan kesempatan Langka ini"ucapnya
"SERANG....."
Semua pasukan kegelapan yang dipimpin Salah satu Tangan kanan dari Pangaeran Neraka yaitu Bolphegor Yang di Juluki "Sang Tangan Merah"
Yuki berdiam Diri didalam kamarnya Ia masih memikirkan apa yang Ucapkan Ramiris Tadi,sebuah Ledakan Besar terdengar Diarah pusat Upacara.Yuki memfokuskan Mananya Menjangkau sekitar 10 km dengan Unique skill sebagi Complet Sensorik.
Tak ingin membuang buang waktu,sebuah Firasat Buruk yang ia Rasakan bahkan sudah ia prediksi akan terjadi seperti ini.membuka Penghalang sama saja dengan menunjukan keberadaan seseorang bukankah begitu,walaupun hanya Disadari bangsa Iblis saja tapi Harus diantisipasi dengan Keputusan yang benar benar matang.
Dua pasukan Saling berbenturan pasukan Elf menggunakan Sihir mereka menumbangkan para pasukan Kegelapan dan terjadilah apa yang namanya Benbenturan 2 sisi sehingga menimbulkan Ledakan Yang Cukup besar.
o0o
"Hahaha....Lihatlah kalian Bangsa Lemah Hanya dengan Kekuatan Lah yang dapat menundukan Bangsa Lemah seperti kalian itu"
Sebuah Lonjakan Energi dari Orang berkepala banteng yang Bernama Bardof,Sihir berwarna merah bercampur jingga terkumpul di tanganya.
"Matilah kalian disini"ucapnya
SWUSS...
BUFF...
Suara tertahan terdengar,sosok Siluet dari Asap yang bertebaran,10 orang menggunakan Zirah perang dengan Senjata perang mereka masing masing.Seorang Elf yang menggunakan pedang besar dengan badan yang tegap dan Cukup besar Yaitu Simulus de Asgard melangkah Maju dengan menjulurkan tangan yang memegang pedang Besarnya seakan menantang apa yang didepannya.
"Jangan Senang Dulu Makhluk Laknat,tak akan kubiarkan kalian menyentuh kerajaan Ini"
"Hahahaha...kita Lihat saja"balasnya dengan senyum mengejek
SWUSS...
DING...
DING..
Suara pedang besar beradu dengan kedua kapak yang saling berbenturan.tangan mereka yang memegang senjata mereka saling menyerang dengan Niat membunuh dan saling menjatuhkan.Hentakan dan bunyi pedang semakin menjadi jadi dua orang itu tak saling pandang Bulu mereka menyerang secara Brutal.
Sebuah Aura tebasan Dari seseorang yang mengarah pada Bardof yang beradu dengan Elf yang bernama Simulus.
SWUSS...
Entah secara Reflek atau instingnya,ia dengan cepat menghindar serang yang Dilancarkan Cukup Fatal itu,Zoro yang menggunakan 3 pedangnya yang tampak gagah berjalan dengan angkuh ketempat mereka berdua yang masih terkejut.
Zoro dengan Kecepatannya menyerang Bardof dengan Ganas,tebasan demi tebasan yang dilancarkan secara brutal membuat Bardof begitu Kewalahan.
"Kalian......"Geramnya
SWUSS
Angin angin yang bertebaran seperti Hempasan ketikan Kekuatan seseorang melonjak.aura merah darah menyelimuti Tubuh sang Anak buah dari Bolphegor itu sambil memutar-mutar Dua kapaknya sehingga menimbulkan api yang menyelimuti Senjata kapak yang ia pegang.
"Matilah...."ucapnya dengan Lantang