
"kapten..."ucap seseorang di depan Gerbang yang tak jauh dari Posisi Kami berdiri dengan Lambaian tanganya seakan menandakan Rasa Suka cita atas kedatangan Rombongan itu
"Silent sepertinya Suara kamu Tidak bisa diperkecil Yah"ucap Mia yang sedikit kesal
"Hahahahah....maaf maaf kapten"Balasnya
"Eh..ini bukanya"ucap orang yang bernama Silent dengan Sedikit menjeda
"Yah....manusia"balas Mia dengan Cepat
"Bukanya Manusia kan..."ucap nya terpotong dengan Balasan Mia yang memukul kepalanya
"Sudahlah kamu itu berisik sekali,nanti ku jelaskan bersama Di hadapan Ratu"ucap Mia yang sedikit kesal
Rombongan Elf dan juga Yuki melangkah maju memasuki Kota,terlihat Rumah yang menjadikan Pohon sebagai Tempat tinggal dengan Arsitektur yang cukup simple, mengikuti Gaya pohon dan Juga tinggi pohon.
Terlihat Kilauan Kilauan Cahaya sebagai penerang Jalan yang tampak cantik,para Elf yang hidup Primitif dan juga lebih mengurung diri mengakibatkan Campur tangan budaya Luar tak terlihat di tempat ini.
Mereka berjalan dengan santai,sontak semua pasang mata setiap Elf berlalu lalang dengan Baju Zirah melihat mereka dengan Sedikit bingung dan juga Ada yang terkejut.Yuki,Zoro,kei,dan kai hanya diam,mereka santai berjalan sambil tak menghiraukan pasang mata yang menatap mereka Dengan tajam.
"Hei Zoro kamu Lihat kan pandang mereka Sinis Banget"ucap Kai yang pandanganya mengarah kepada Zoro
"Aku tak tau,yang penting Tuanku selalu berada di sisiku"Balas Zoro yang Acuh tak acuh
"Sepertinya Kalian berdua melupakanku,kai Lupakan saja dengan omong kosong mu itu jangan terlalu banya Tanya Lebih utamakan dengan Situasi sekarang"ucap Kei sambil menatap Lurus kedepan
"iya..iya..iya..."ucap Kai yang memelas
Percakapan singkat mereka pun terhenti ketika Rombongan Elf itu berhenti disebuah Gerbang yang Lebih besar dari sebelumnya yang terbuat dari Batu.
"Selamat datang pintu masuk kehidupan sebenarnya dari Kerajaan Elf"ucap seorang pengawal yang memberi hormat
Mata Yuki yang Fokus dengan pemandangan yang ia lihat melirik kepada seorang penjaga yang badanya Semua adalah kayu yang cukup besar sambil hormat kepada Kami.walaupun matanya agak sedikit melotot kearah kami.
Perlahan Mia berjalan kepada kami yang masih sibuk memandang Pohon yang sangat Tinggi Nan elegan yang kental dengan Aura Hijau.tapi jika Dilihat Lebih teliti tampak pohon itu seperti istana yang menjadikan Pohon sebagai pondasinya.
"Kalian ikut denganku bertemu dengan Ratu"ucap Mia denga tatapan Datar
Kami berempat hanya mengangguk,perlahan langkah kaki kami berempat Mengikuti menyusuri istana atau lebih tepatnya Ruangan yang sangat Luas itu,terlihat tangga Batu disetiap Ruangan yang menghubungkan setiap Tingkat atas Pada tingkatan Istana Pohon itu.
Ada sebuah Pintu batu dari arah depan,walaupun sedikit samar samar.Mia yang merupakan Jendral penting dari Elf kingdom dan juga pemimpin divisi 3 hanya melangkahkan Kakinya terus maju kedepan.
Pintu Batu itu terlihat Jelas dan Mia mendekat kearah Pintu sambil memegang Tubuh dari Batu Pintu itu dengan pejaman mata.tak tau apa yang diucapkan seakan sebuah Permohonan ketika seseorang Berdoa dengan Khusu.
"*****Osclai'tear** Doirse mo'ra***" ucapnya dengan Lantang
Perlahan pintu terbuka,sinar putih yang menyilaukan mata tak kala jika di lihat.Yuki yang melihat itu hanya menaruh tanganya menutupi silau cahaya yang masuk ke matanya dan itu juga mereka bertiga.
Tampak terlihat Jalanan yang lebih besar dan juga Peradabannya lebih maju,seakan Yang dilihat pertama hanyalah sebuah Kiasan saja.Yah ini adalah pusat Dari kehidupan semua para Elf kecuali Dark Elf.untuk menghindari Keterkejutan maupun masalah yang Lain akibat pembeda antara Ras manusia maupun Elf,Mia menyodorkan sebuah Jubah penutup kepala yang agak panjang dengan dilengkapi atribut sihir dari pengrajin Klan Asgard.
Jubah itu kami kenakan dengan menutup kepala,tampak terlihat seperti seorang Misterius yang identitasnya tak ingin disebar Luaskan.kami menyusuri setiap perkampungan para Elf yang lebih maju dari yang dilihat Sebelumnya sambil menghindari kontak mata Para Elf yang melihat dengan sedikit penasaran.
Terlihat Sebuah kastil yang megah yang dikelilingi oleh keindahan alam yang tak ada duanya,Di setiap jalan tampak para prajurit Elf yang menggunakan seragam prajuritnya serta Armor dan juga Senjata masing masing Berlalu-lalang baik itu Elf perempuan maupun Elf laki laki.
Perjalanan yang tak terasa ini terhenti disebuah pintu dengan Ukiran bahasa Elf Kuno yang tertempel,hingga pintu itu terbuka yang diikuti oleh langkah kaki seorang prajurit Elf
"Hei....Mei sudah sekian lama tidak berjumpa lagi"ucap Seorang laki laki elf dengan pedang yang berada disampinya
"Seperti biasa kamu Silfan selalu bersemangat"balas Mia dengan tenang
"Haihhh.....begitulah aku pergi dulu,aku ada misi Yang di berikan Ratu"ucap elf itu sambil melangakah pergi
"Hmmm...."
Satu kata yang di ucapkan menutup akhir pembicaraan itu,terlihat tampang Mia yang berubah menjadi datar dan takkala melihat kearah kami.
"Ayo..."ucapnya dengan tenang
Pintu terbuka lagi,tampak seorang Perempuan elf yang memegang Tongkat dengan beberapa Mutiara yang ada diatasnya yang duduk disebuah Singasana.dialah sang Ratu elf sekarang Vilia de Azurd.
"Hormat salamku Ratu"ucap Mia sambil menunduk arah kesatria
"Berdirilah"Balasnya
ia melirik kearah belakang,tampak 4 orang memakai Jubah yang tak lain tak bukan Yuki,Zoro,kei dan juga Kai.Terlihat wajahnya yang Mengernyit dikeningnya yang menandakan bingung dan juga tanda tanya.
"Siapa mereka Mia"ucapnya
Mia hanya diam seakan memikirkan sesauatu,ratu yang melihat tak Ada respon sama Sekali dari lawan bicaranya,Amarahnya sedikit memuncak.
"Siapa mereka Mia"ucapnya Lagi Sedikit Berteriak
"Maaf Ratu kalau itu membuat anda marah,Sebenarnya mereka adalah Ras manusia yang kami temukan tadi,dan mereka...."ucapnya yang sedikit Khawatir
Yuki yang melihat kejadian itu pun ambil Bagian,ia sebenarnya tak mengharapkan Akan bertemu Ras Elf secepat ini.
"Maaf Sudah membuat anda sedikit Emosi sang Ratu Agung para Elf"ucap Yuki
Langsung saja Yuki menyodorkan tanganya keatas penutup Jubah yang ia kenakan sambil menggerakan jari jarinya membuka Penutupnya itu.tampak Rambut putih bermata merah mengarah Kearah ratu yang masih menatap kearah yang difokuskan yaitu seorang Pemuda umur belasan Yang terlihat Tenang dari Raut wajahnya.
"Sebenarnya kami disini Tak memiliki Tujuan Denganmu yang mulia Ratu,tapi...."ucap Yuki yang sedikit menjeda
"Tapi seseorang yang kamu sebut sebagai Temanmu ingin bertemu denganmu" tambahnya sambil menghela nafas
"Temanku?"balas sang Ratu
Terlihat Raut wajahnya bingung dengan Maksud yang diutarakan sang pemuda berambut putih itu,tapi ia juga melihat tak Ada kata Bohong dari apa yang di ucapkanya seakan benar terjadi.
Ramiris yang ada didalam Liontin Juga merasakan Hal yang sama,tak ingin membuang buang Waktu Ramiris keluar dari Liontin dengan Wujud perinya itu
"Hai Vena....Sudah lama yah kita tidak berjumpa Lagi"ucap Ramiris dengan senyum Gembiranya itu
"Ra-miris"ucap Sang Ratu elf
**Catatan Author
Semoga Like dan Komentarnya dibawah**!!!