The Guardians Of Balance

The Guardians Of Balance
Chapter 30.Meet and About Yuki



Suasana Pertemuan dan juga Nostalgia antara sang Ratu peri dan juga Ratu Elf,walupun peri memiliki Umur yang lebih panjang dari Elf tapi membuat pertemanan antar sama Gender maupun penampilan tak dapat dipisahkan.


"Sudah Tidak Lama yah kita tidak bertemu sang Ratu cerewet"ucap Ratu elf


"Yah begitulah sang Ratu kerutan"balas Ramiris yang bernostalgia


Sedangkan 3 orang manusia dan juga seorang Elf yang melihat pemandangan itu terheran heran,bagaiman tidak seorang Ratu elf yang disebut tegas dan juga bijaksana malah berbicara dengan gembira sambil tertawa dengan seorang anak anak yang mungkin seumur 10 tahunan.


Sedangkan Yuki,ia tampak tak peduli sambil memejamkan mata dan memikirkan sesuatu yang menjadi perhatiannya.sudah saatnya dia menancapkan pengaruhnya Diberbagai Ras,dia juga tak tau apa yang memotifasinya itu seakan ada yang mendorongnya ke arah sana.


"Hei...Yuki...Yuki.." tampak suara yang mengarah kepada Yuki yang sedikit melamun


"Hmmmm...."ucapnya singkat


"Kamu sudah Lihat kan Temanku yang kuceritakan padamu"ucap Ramiris yang bersemangat


"Iya.."tambahnya


"Hei Vena kemari Dulu"Lirikan Ramiris yang mengarah Ke sosok perempuan paruh baya yang beras Elf itu.


Sambil melangkahkan kaki dengan senyuman kearah Ramiris yang memanggilnya.perlahan langkahnya terhenti disamping Ramiris.


"Ada apa Ramiris"ucap Vena


Ia menatap kearah Kedepan seorang pemuda yang sekiranya seperti Keponakanya dengan Rambut putih berbicara Acuh tak acuh dengan Ramiris.


"Jadi ini yah tuanmu yang sempat kamu sebutkan itu"ucap Vena


"Yah...benar"ucap Ramiris


"Hmmm....Lumayan Juga kamu yah menemukan sosok yang sempurna"tambah Vena lagi


Tapi dilihat dari Raut wajah Yuki yang sangat kesal seakan dihina,tapi ia tahan dengan Kepalan tanganya yang sangat kuat.kenapa Yuki merasa Dihina,Yuki adalah orang yang Cenderung memandang Objek lain Lebih Tinggi darinya walaupun disembunyikan dari tampang datarnya,tapi hal tersebut tidak menganggu mental dalam Kepercayaan diri maupun Emosi merasa lebih kuat.Yuki merasa dia adalah seorang yang tak sempurna didunia ini baik didunia masa lalunya maupun dunia ia jalani ini,dari semua Cobaan yang sakit ia Lewati tanpa merasakan apa yang namanya Sakit itu.


Tapi Yuki tahan amarahnya itu dengan tatapan Datarnya seakan tak terjadi apapun dan tak menghiraukan seperti angin lalu.


"Besok kan Ulang tahunmu..benarkan Kan Vena!"ucap Ramiris sambil memikirkan sesuatu


"Yah begitulah.....malamnya kami akan membuat Pesta besar besaran yang mengundang seluruh Ras elf di kerajaan elf itu sendiri"


"Jadi aku akan makan Enak dong"ucap Ramiris yang sangat gembira


"Yah begitulah..."balasnya


"Hahahha....Makan enak"ucap Ramiris yang tersenyum Lebar dengan Nada seperti nyanyian Anak-anak


"Tapi sebelum itu"tambah Rimiris yang sedikit menjeda


"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan kamu Yuki"ucap Ramiris yang mengarah kepadanya


Tampang Yuki sedikit mengernyit,baru pertama kali Ia bersama Dengan Ramiris melihat tatapan Seriusnya selama ini.Yah,walaupun Yuki tak peduli sih.


wajah Yang serius tadi tergantikan dengan cepat dengan Senyum anak anak yang diarahkan kepada Vena sang Ratu Elf,sambil melahap permen kapasnya itu.


Yuki tak pernah memikirkan Sasuatu yang menurutnya tidak penting dilakukan tapi ia mengingatkannya akan Sesuatu yang Lebih penting dari Pikiranya yang Larut dengan pertemuan.


Disebuah Lorong terlihat 3 pemuda,dua berambut Hitam dan Satu berambut Hijau menyusuri Lorong Lorong dengan Pencahayaan Yang Cukup.takkala Obrolan Singkat mereka keluarkan.


"wah...bagusnya"tambahnya dengan mata berbinar


Sedangkan Dua orang Lainya yang melihat yaitu Zoro dan Juga kei hanya memasang Tatapan Datar dan tak menghiraukan Akan hal itu.


Terlihat Sosok berambut Putih Salju dan juga mata berwarna merah tampak dari Kejuhan


Singkat Cerita Keadaan Yuki tadi hanya membicarakan beberapa Masalah Ringan yang Dilanjutkan Tawa dari Ramiris.


Yuki yang menyandarkan Tubuhnya disebuah persimpangan Lorong dengan Memejamkan mata takkala Sambil terbuai di Alam sadarnya.Hal yang membuat ia bisa merilekskan badanya walaupun sedikit mengenai Perjalanan yang panjang ini,ia tak pernah sama sekali memikirkan Akan terjadi Hal yang menurutnya sangat merepotkan itu.


"Tuan!!!!"Guman Zoro dan juga Kei sedangkan Kai masih dengan ocehannya yang tak dipedulikan Oleh kedua orang itu.


"Sepertinya kalian bersenang bersenang yah"ucap Yuki yang jaraknya semeter dengan mereka


"Tidak Yuki-sama kami akan sangat bahagia jika berada Di dekat anda"ucap Zoro sambil memberikan Hormat


"Dan Saya juga begitu Yuki-sama"tambah Kei


Kai Yang dari tadi disibukan dengan Dengan urusanya itu tak terpikirkan Jika tuan mereka berada dekat dengannya.


"Eh....Tuan"ucap Kai yang kaget


"Ah..sudahlah kalian ayo kita pergi"ucap Yuki dengan tenang


Mereka hanya mengangguk berjalan bersama melewati Lorong istana Elf yang sangat berbeda dengan Manusia.


Disisi lain,seorang perempuan Elf yang menggunakan Tongkat yang disebut Tongkat agung yang dibuat oleh seorang Pengarajin terkenal dari Klan Asgard pada generasi pertama yang Wajahnya terlihat kerutan berbicara santai dengan Seseorang,dia adalah Ramiris.


"Jadi,begitu yah.aku tak tau bahwa Kondisinya akan serumit ini"ucap Vena


"Yah..begitulah,kami bangsa peri selalu menjaga Jiwa para pahlawan maupun orang yang Berpengaruh Pada dunia ini"balasnya


"Tapi,apakah dia akan menerima semua kenyataan maupun Takdirnya"ucap Vena


"Entahlah....Tapi takdir telah memilihnya"balasnya lagi


"Memang sebentar lagi Dunia akan di landa Kekacauan,aku juga bingung dengan Firasatku tapi itulha yang kudapat vena"ucap Ramiris


"Walaupun aku yang telah Hidup 10.000 tahun,aku tak pernah Lihat yang namanya kedamaian sebelum meletusnya perang dengan Bangsa iblis"


"Sebenarnya,apa yang akan kamu Lakukan sekarang"ucap Vena


"Memberi tahu sesuatu yang penting mengenainya"balasnya


o0o


"Wah.....Indahnya"ucap Kai


"aku tak pernah sama sekali memikirkan akan tinggal disebuah Pohon seperti ini"tambahnya


Sebuah Rumah Elf yang terlihat menyatu dengan pohon dengan bentuk seperti pohon itu sendiri,kesannya seperti Rumah yang alami.Rumah elf atau biasa disebut Aegir bagi bahasa Elf kuno dengan Ciri khas Pohon sebagai penyatu Ruangan sampai dengan Tingkat teratas.tak ada yang namanya Logam yang dijadikan sebagai Penyatu maupun dalam komponen bangunan hanya ada barang Alami yang dapat diperbaharui yang mereka Rancang sedemikian Rupa sehingga dapat digunakan.


Rumah yang disebutkan tadi merupakan Tempat yang sudah dipersiapkan untuk mereka berempat ditempati sementara Waktu. Sambil melihat keadaan Rumah yang mereka tempati itu,Yuki masih memikirkan Tentang Ucapan Ramiris tempo waktu tadi.terlarut larut dalam pikiranya sehingga ia tak mendengar seseorang yang memanggilnya,ia melirik Zoro yang memanggilnya berulang kali dengan Ucapannya.


Tak ada yang akan disembunyikan Pada hari Ini oleh Ramiris,sewaktu angin tak terdengar membuat telinga tak menyadari akan keberadaanya.tapi,padahal yang mereka tak pikirkan Selalu berada disisi mereka tak memikirkan suasana yang Menimpa mereka.