
"Yuri akan ku ajak kau berkeliling asrama ini"
Aku mengangguk dan mengikuti mrs Edwin, seperti itulah aku harus menyebutnya. Selama kami berkeliling beliau pun sambil menjelaskan aturan-aturan di sekolah ini.
"Nahh kau lihat gedung sebelah kiri itu ?"tanya mrs edwin.
Aku mengangguk. "Ya aku melihatnya mrs"
"Itu adalah base cam anak-anak Baul, kau akan menjadi bagian dari mereka saat ini, mari akan ku ajak kau berkenalan"ucap mrs Edwin.
Kami yang semula berada di gedung utama kini terus berjalam ke arah gedung sebelah kiri tempat anak-anak Baul berkumpul.
"Ada berapa anak di kelas Baul ?"
"50 anak tapi aku mengelompokkan nya dalam 5 kelompok"
Aku mengangguk. Ternyata cukup banyak orang-orang yang berada di kelas Baul. Untuk naik kelas maka aku harus menyelesaikan tantangan di kelas Baul.
"Setiap kelas itu ada aturan Yuri dan untuk Baul sendiri ia mempunyai 10 aturan,sedikit tapi begitu sulit"
"Apa itu ?"tanyaku.
"Kau boleh tanyakan kepada teman-temanmu yang baru, akan terasa lebih enak jika kau menanyakam langsung kepada mereka"
Tak terasa aku dan mrs Edwin sudah sampai di kelas Baul semua orang hormat kepadanya.
"Tegak gerak"ucap mrs Edwin
Semua anak-anak sesusiaku kini berbaris rapih menatap mrs Edwin dengan serius. Tidak ada satupun yang main-main semuanya terlihat serius dan sigap.
"Perhatian semua, ini adalah Yuri dia akan menjadi bagian dari kelas Baul berasal dari Indonesia dia akan ku masukkan ke kelompok 5 dimana anggotamya kurang satu kan karena Helmy sudah meninggalkan sekolah ini untuk selamanya"
"Siap mrs"
Mrs Edwin menatapku dan aku pun mengangguk seolah-olah aku tahu jika mrs Edwin menyuruhku untuk berkenalan dengan mereka.
"Haii semuanya, saya Yuri Angelica"
"Salam kenal Yuri, dan selamat bergabung di kelas Baul"
Aku tersenyum, satu persatu aku berkenalan dengan mereka. Anak-anak kelas Baul ini begitu ramah, aku merasa nyaman berada disini walaupun aku baru pertama kali menginjakkan kakiku di tempat ini.
Setelah selesai berkenalan aku pun langsung masuk ke dalam ruangan Baul 5, yang mencirikan jika itu bagian dari anak Baul kelompok 5.
"Yuri"
Salah satu orang wanita menyapaku. Dia tersenyum manis ke arahku dan aku pun membalas senyuman manisnya itu.
"Aku Syarla, kau boleh memanggilku Ara"
"Haii Ra, seneng berkenalan dengan kamu"
"Yuri kau lihat kan disini ada 5 pria dan 5 wanita yaitu aku dan kau salah satunya, aku senang karena aku belum mempunyai teman yang cocok. Kau lihat ranjang bertingkat di pojok itu Yuri"
Aku mengangguk. "Ya aku melihatnya"
"Disitulah kita akan tertidur kau tidur di ranjang bawah dan aku akan tidur di ranjang atas"
"Baiklah sesuai apa maumu Ra"ucapku sedikit terkekeh
Saat aku dan Ara sibuk membicarakan dimana kita akan tertidur, 5 orang laki-laki dalam kelompok Baul masih saja sibuk bermain komputer.
Aku menaruh semua keperluanku di dalam lemari di salah satu sudut ruangan berganti baju, aku susun di setiap bajuku di lemari itu lalu bersih-bersih.
"Suara alarm apa itu ?"
"Itu tanda jika waktu makan sudah tiba, inget ya Yuri jika alarm itu berbunyi 1 kali itu adalah tanda makan atau tanda untuk kita latihan, jika tanda itu berbunyi 2 kali maka itu adalah tanda sigap atau kita harus segera bersiap dan alarm ke 3 itu tanda bahaya kau harus mengingat itu dengan baik"
"Oke terimakasih Ra, aku pasti mengingatnya"
"Ayo cepat kita harus pergi ke ruangan makan, jangan sampai terlambat atau kita akan malu di lihat oleh semua kelas. Walaupun kita adalah kelas Baul tapi kita harus tunjukkan jika kita juga kelas yang cepat dan sigap jika mendengar perintah"ucap salah satu pria.
Kita semua segera berjalan cepat menuju ruang makan yang berada cukup jauh. Disana aku akan melihat seluruh anggota angkatanku di sekolah Las Cosa Nostra ini, dan aku begitu penasaran dengan kelas Ardolph.
Kita tiba di ruangan makan. Kita berbaris untuk mengambil makanan dan pergi ke tempat yang sudah di beri nama berdasarkan kelompok. Dan kelompokku berada di tempat pojok kiri.
Sembari menyantap makanan sekekali pun aku bertanya.
"Mengapa sepertinya kelompok Baul selalu di pinggirkan ?"
"Itu sudah biasa karena kita adalah kelompok paling lemah, dan kita belum berkenalan namaku Neo"ucap salah satu pria kelompokku.
Aku mengangguk dan tersenyum.
"Terasa berbeda sekali ya, kelompok Corden dan Ardolph begitu di istimewakan mereka bisa duduk di depan sedangkan kita hanya di pojok"ucap Lily
"Sudahlah pasti akan ada saatnya kita akan masuk ke kelompok Corden atau Ardolph"ucap Max
"Jika kau lulus ujian Baul"ucap Ara
Kita semua tertawa. Dari semua kelompok aku hanya dekat dengan Ara, Neo, lily dan Max, entah mengapa mereka semua begitu membuatku nyaman berada disini.
Ara dengan sikapnya yang ramah dan juga tegas, Max si pemimpin yang baik dan begitu adil, dan Lily yang polos dan sedikit ceroboh serta Neo yang begitu logis dan cerdas.
Kita saling melengkapi satu sama lain. Kelas Baul ternyata tidak seburuk yang aku pikirkan, malah mereka menjadi kan aku nyaman dalam kelompok ini walaupun aku baru satu hari berada disini.
"Kalian sudah berapa lama kalian berada disini ?"tanyaku
"Kita sudah berada 6 bulan disini Yuri, selalu gagal melewati tantangan agar masuk ke kelas Corden. Tapi memang bukan sembarangan orang-orang yang masuk ke Corben"ucap Max dengan santai
"Sudah cukup lama yaa, tapi kenapa tidak kita coba saja mengharumkan nama Baul seperti kelas Corben dan Ardolph ? " ucapku
Mereka yang sedari tadi memakan makanan nya kini berhenti sejenak mendengarkan ucapanku.
"Baul saja artinya sudah siput bagaimana orang-orang akan menghormati kita jika kita hanya sekedar dari kelas siput, kelas paling lambat"ucap Neo
"Apa salahnya mencoba membangkitkan nama Baul, kita tidak pernah tau bagaimana kedepannya"ucap Ara
"Tapi kita harus mulai darimana ?"sahut lily
"Kita mulai dengan kekeluargaan, jika kita kompak kita pasti bisa, kita bisa latihan setiap hari dan juga kita akan menatap dunia dengan sudut pandang yang berbeda"ucapku
Aku merasa begitu semangat memajukan kelas Baul. Menurutku Baul juga mempunyai orang-orang hebat yang tentunya berasal dari keluarga Mafia yang hebat juga.
"Waktu makan sudah habis, segera bersiap-siap 30 menit lagi kita akan pergi ke tempat pertarungan"ucap panglima.
Kita semua pergi ke kelas masing-masing, hari pertamaku disini sudah sangat menyenangkan tidak salah ayah membawaku kesini.
Aku tidak sabar apa yang selanjutnya aku dapatkan dari La Cosa Nostra ?
...The Dark Side Of The World ...
haii guys maaf karena aku jarang sekali update, karena satu dan lain hal. Ikutin terus ceritaku yaa dan bantu aku agar bisa terus memperbaiki tulisanku, dengan like dan komen karena itu sanhat berarti bagiku dan juga agar aku lebih semangat lagi menulisnya.
see you