The Dark Side Of The World

The Dark Side Of The World
prolog



Siang itu disaat aku tengah berluntang lantung di pasar untuk hanya sekedar mencari sesuap nasi, tiba tiba terjadi keributan banyak orang menggunakan jas yang rapih juga membawa pistol yang siap kapan saja menembak ke arah sasaran nya.


Saat itu aku hanya gadis kecil berusia 15 tahun. Aku tak mengerti tentang apa yang sedang terjadi karena kedua orang tua kandungku sudah lama meninggalkan aku sendirian di tengah kota ya mereka menelantarkanku.


Aku hanya bisa menangis sambil bersembunyi di balik tong yang besar. Aku takut saat itu, aku hanya bisa pasrah jika suatu saat orang orang itu akan menembakku karena mereka begitu brutal menembaki beberapa orang di pasar.


"Bagaimana ini, apa aku akan mati hari ini ?"


Aku begitu takut, bagaimana aku tidak takut jika di hadapan kalian tengah terjadi aksi tembak tembakan yang begitu brutal dan kalian hanya seorang anak kecil.


Hingga ada seseorang yang mendekat ke arahku lalu dia menutup hidungku dengan kain yang begitu menyengat hingga aku tak sadarkan diri.


Aku mengerjap membuka perlahan mataku. Kali ini aku sudah berada di sebuah masion megah yang entah milik siapa. Tanganku di borgol seperti seseorang yang sudah melakukan kejahatan. Bajuku lusuh hanya memakai sendal jepit yang begitu kotor dan juga rambutku yang begitu berantakan aku sudah mirip seperti orang gila.


"Maaf tuan kami membawa anak kecil ini sesuai perintah tuan"


Aku menatap ke arah seseorang yang kini tengah sibuk dengan kertas yang berada di hadapan nya. Dengan kaca mata yang bertengker di hidungnya.


"Tunggu sebentar akan ku selesaikan pekerjaanku dulu"


Beberapa orang orang berjas berada di belakangku, yang yakini mereka seorang prajurit atau bawahan dari orang yang masih sibuk dengan pekerjaan nya. Aku hanya bisa menunduk tak berani menatap orang itu.


"Kalian boleh keluar biarkan gadis itu tetap disini"


Orang orang berjas itu keluar. Aku masih saja senantiasa menunduk, aku masih tak mengerti mengapa mereka membawaku kesini karena aku bukanlah seorang anak orang kaya yang pantas mereka culik lalu meminta tebusan karena orang tua kandungku saja sudah menelantarkanku di pasar.


"Siapa namamu ?"


"Yuri"


"Kau tau kenapa kau berada di sini?"tanya nya


Aku menggeleng. "Tuan, aku bukanlah seorang anak orang kaya yang ketika kau culik orang tuaku akan memberikan tebusan uang yang banyak" aku berbicara sembari menatap matanya.


Orang itu terkekeh. "Panggil aku ayah dan anggap aku seperti ayahmu"


Aku terdiam dengan mulut yang menganga, apa yang sebenarnya terjadi mengapa semuanya ini terjadi kepadaku ?. Apa yang harus aku lakukan?.


"Tidak tuan, biarkan aku kembali ke pasar"sanggahku


"Sayang sekali Yuri saat kamu sudah berada disini kau tak bisa keluar dari sini, kau harus tetap menjadi anakku dan kau akan menjalankan semua tugas yang akan ku berikan kepadamu"


"Tuan aku--"


"Sudahlah jangan banyak bercakap lama lama aku muak mendengar omonganmu. Sudah sekarang kau ikuti pelayan itu dan segera pergi ke kamarmu"


"Pelayan antarkan dia ke kamarnya, suruh dia bersih bersih agar tak terlihat seperti orang gila"


"Baik tuan"


Aku segera pergi dengan mengikuti beberapa pelayan yang berada di depanku. Apa sebenarnya mereka rencanakan ? Tugas apa yang akan dia berikan kepadaku ? Mengapa dia menganggapku sebagai anaknya ?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.


"Yuri ini kamarmu sesuai perintah tuan kau harus bersih bersih dan jangan lupa agar kau segera tiba di ruang makan nanti malam"


"Baiklah" Aku mengangguk.


Kini hanya aku sendiri yang berada di kamar semegah ini, ini begitu mewah karena biasanya aku tidur di depan toko yang aku harus bangun lebih pagi agar aku tak kena siram oleh si pemilik toko. Tapi kini aku bisa tidur dengan nyenyak, menikmati semua fasilitas yang di berikan oleh orang yang baik yang menganggapku sebagai anaknya.


Aku segera bersih bersih, semua pakaian dengan brand ternama tersusun rapih didalam lemari milikku, seperti kedatanganku sudah di rencanakan.


Aku memejamkan mata sambil menunggu malam tiba. Rasanya begitu nikmat bisa tidur di kasur empuk seperti ini tidak lagi tidur di depan toko yang hanya di lapisi kardus.


"Yuri kau sudah di tunggu di ruang makan"


Aku membuka mataku rasanya sudah cukup lama aku kertidur aku segera menemui pelayan yang berada di depan pintu kamarku. "Tuan memanggilmu Yuri"ucap salah satu pelayan.


"Baiklah antarkan aku kesana"


Aku terus mengikuti beberapa pelayan, hingga akhirnya aku tiba di ruangan dengan begitu banyak meja bundar di sekelilingnya juga begitu banyak orang kini menatapku. Mereka sepertinya anak buah ayah.


"Tuan sudah menunggumu disana Yuri"


Aku mengangguk lalu tersenyum ke arah pelayan pelayan itu, aku perlahan melangkah maju ke meja yang berada di tengah tengah. Aku mendekat sudah banyak orang disana.


"Permisi ayah"


"Duduk"


Aku pun duduk. Beberapa orang tersenyum ke arahku. Dan aku pun membalas senyuman mereka.


"Baiklah semuanya aku minta perhatian sebentar" ayah berdiri dan semua orang memperhatikan nya dengan begitu serius.


"Akan ku perkenalkan anggota baru keluarga kita dia adalah Yuri dia disini tidak sebagai prajurit ataupun pelayan dia adalah anak angkatku dan tugasnya sama seperti Rafka jadi aku mohon tolong ajari dia agar sekuat Rafka walaupun dia perempuan"ucap ayah dengan tegas


Aku yang sempat berdiri ketika ayah memperkenalkan ku kepada semua pekerja ayah yang sudah dia anggap keluarga. Aku kembali duduk disaat acara perkenalan itu sudah selesai.


"Yuri ini adalah Risa istriku, Rafka anak kandungku, Darman staf kepercayaanku, Leonard ketua prajurit, Helmina ketua para pelayan dan Gristeen adalah staf keuangan kita"


Aku mengangguk dan tersenyum disaat ayah memperkenalkanku dengan orang orang penting disini. "Aku Yuri Angelica salam kenal"ucapku


Mereka semua mengangguk. Kami menikmati malam malam dengan begitu hangat, aku seperti nyaman berada di keluarga walaupun aku tak mengerti ada apa di balik keluarga ini.


Untuk kali ini aku berjanji untuk selalu ada dan berbakti untuk keluarga ini mau sebagaimana pun sulitnya tugasku aku akan tetap menjalankannya karena mereka sudah sangat baik memberikan aku kehidupan yang layak.


...The Dark Side Of the World...


Haii perkenalkan sebelumnya aku nengyani aku hanyalah seorang gadis remaja berusia 17 tahun yang hobi menulis. ini adalah cerita pertamaku di novel toon aku harap temen temen bisa suka ya oleh cerita yang aku buat ini. 😊


pantengin terus yaa ceritanya