
"Cukup"
Leo mengambil pistol dari tanganku. Dia menghembuskan nafasnya kasar aku yakin dia begitu kesal kepadaku tapi aku juga lebih kesal kepadanya. Bagaimana mungkin semua yang ku lakukan selalu salah di matanya.
"Leo, ada yang ingin ku tanyakan"
"Tanyakanlah"
Aku mengatur nafasku sejenak. "Ayah akan mengantarkanku ke sekolah Mafia Leo, aku baru mendengar jika ada sekolah mafia dan juga apa yang akan aku dapat disana ?"
Leo menatapku dengan begitu serius. "Sesuai apa kata ayahmu kau akan mendapatkan ilmu dan pengalaman untuk menjadi seorang mafia yang hebat, sekolah mafia memang sudah ada sejak 2 tahun lalu semua keluarga mafia merencanakan membuat sekolah itu sebaik mungkin agar penerus penerus keluarganya dapat menjadi orang hebat"
Aku mengangguk. Ternyata dunia mafia itu begitu luas jaringannya. Aku hanyalah gadis biasa yang baru berada dalam dunia hitam bagaimana jika aku tidak dapat bersaing dengan teman-teman disana.
"Kau dapat bersaing dengan teman-teman mu disana karena aku sudah mendidikmu dengan begitu keras dan juga kau bukan hanya hebat dan cerdas Yuri tapi kau juga mempunyai empati tapi jangan sampai empatimu melemahkanmu"
Aku mengangguk mendengar ucapan dari Leo. 2 hari lagi aku harus berangkat ke america dan juga 2 hari lagi adalah hari hari aku terakhir latihan bersama Leo, aku pasti merindukan omelannya itu.
"Siapkanlah dari sekarang keperluanmu untuk pergi ke sekolah mafiamu, ingat jangan memalukan ku sebagai gurumu kau harus membanggakan nama keluarga Agra disana"
Aku tersenyum. "Baik Leo"
"Latihan sudah selesai kau boleh beristirahat"
Aku mengangguk lalu pergi menuju kamarku untuk beristirahat. Tapi ada satu hal yang menganggu benakku besok akan ku tanyakan kepada ayah.
...||||...
Hari ini aku tidak berangkat ke sekolah umum dan menggunakan waktuku untuk mempersiapan semua keperluanku, rasanya aku akan terbebas dari seseorang yang bernama Bintang yang selalu mengusik hidupku.
Setelah selesai mengemas barang, aku putuskan untuk menemui ayah karena aku ingin sebelum aku berangkat aku harus tahu segalanya.
Lorong demi lorong telah ku lewati, masion ini begitu luas. Aku telah mencari ayah ke segala ruangan tempat kerjanya, kamarnya, perpustakaannya tapi dia tidak ada hingga akhirnya aku melihat ayah tengah mengantap kopi hangat di depan kolam renang sendirian.
"Sulit sekali menemukan ayah"lirihku
Aku segera menghampiri ayah dengan semua pertanyaan di otakku yang meminta mendapatkan jawaban nya. Aku yakin ini adalah saat yang tepat dimana aku mempertanyakan semuanya.
"Ayah"
Dia melihat ke arahku. Lalu seperti biasanya dia menyuruhku duduk lalu kembali menikmati kopinya.
"Ada apa kau kesini Yuri ?"
"Ada yang ingin aku tanyakan ayah dan aku harus mendapatkan jawaban nya sebelum aku pergi ke Amerika"
Ayah melihat ke arahku. Dia menyimpan kopi hangatnya di meja yamg berada di sampingnya.
"Tanyakan apapun yang kau tanyakan aku akan menjawab jika pertanyaanmu tidak menyulitkanku"ucap ayah dengan menunjuk telunjuknya ke arahku.
Ayah meminum kopinya. Membuatku menunggu jawaban yang selama ini aku nantikan, aku harus siap dengan segala jawaban yang akan ayah berikan.
"Untuk apa kau tanyakan itu ? Untuk apa kau masih memikirkan mereka yang sudah membuangmu ?"ucap ayah sembari menatapku.
Aku mengatur sejenak nafasku. "Aku tau ayah, bahkan aku sangat membenci mereka tapi aku hanya ingin tau alasan kenapa mereka melakukan itu karena aku yakin mereka pasti mempunyai alasannya"ucapku memohon untuk ayah menjawabnya.
Ayah menatapku dengan lekat. "Orang tua menjualmu karena mereka ingin kau mempunyai masa depan yang lebih baik Yuri, uang dari hasil menjualmu mereka gunakan untuk menyelamatkan perusahaan mereka yang di ambang kebangkrutan dan juga untuk membiayai adikmu. Tapi tetap saja mau sebagaimana pun alasan nya mereka tetap jahat seharusnya masih ada jalan lain untuk menyelamatkan perusahaan tanpa harus menjual dirimu"
Aku sudah meneteskan air mata. Kenapa aku di jual untuk supaya bisa menyelamatkan perusahaan kedua orang tuaku. Kenapa mereka begitu jahat hingga tidak memikirkan perusahaanku.
"Awalnya aku tidak mau melakukan itu Yuri, tapi Leo mempunyai yang sangat bagus saat Leo mengamatimu lima tahun lalu dia bilang kau bukan sekedar gadia kota yang manja tapi kau begitu cerdas dan juga kau begitu berani, Leo mengatakan agar memperkuat benteng kekuasaan kita dengan menerim tawaran itu karena Rafka sendiri akan kesusahaan mengatasi kemajuan dari keluarga Agra yang kini sudah hampir menguasi benua asia"
Aku tidak berhenti meneteskan air mata karena menyadari betapa tidak berharganya aku untuk kedua orang tua kandungku. Sebegitu tidak di inginkannya aku, padahal aku sangat menyayangi mereka lebih dari diriku sendiri.
"Mereka menjualku hanya ingin mendapatkan uang agar perusahaannya tidak jadi bangkrut ? Kenapa hidupku semenyedihkan itu ayah betapa tidak berharganya aku dimata mereka"
Ayah menatapku, dia memegang pundakku. Dia menenangkan aku padahal aku hanyalah anak angkat yang dia beli dari orang tua kandungku.
"Kau harus tumbuh menjadi seorang mafia yang hebat, simpan rasa sakitmu dan buktikan kau itu bisa tanpa mereka. Biarkan mereka menyesal menjualmu kepadaku"
Aku mengangguk. "Aku akan berusaha sebaik mungkin agar aku bisa menjadi mafia yang hebat, mampu melebarkan sayap kekuasaan keluarga Agra lebih luas lagi. Karena hanyalah keluarga Agra rumahku sekarang"
"Lakukanlah yang terbaik untuk keluarga ini yuri, berikan yang yang terbaik dari versi dirimu"
Aku mengangguk. Kali ini pertanyaan itu sudah terjawab secara tuntas oleh Ayah Agra, aku menjadi semangat pergi ke sekolah mafiaku karena ada rasa sakit hati yang harus ku buktikan dengan prestasi.
"Besok, akan ku antarkan kau langsung ke sekolah mafiamu, jangan pernah khawatirkan apapun tentang keluarga Agra yang ada di indonesia. Dan satu hal lagi aku akan memberikan keamanan penuh untukmu selama berada di amerika"
Aku mengangguk.
"Aku tidak akan mengirimkan bodygard untuk mengawalmu kemanapun, aku akan mengawasimu dari jauh dan buktikanlah jika masa depan keluarga Agra akan cemerlang di tangan Rafka dan juga tanganmu"ucap ayah sembari menatapku lekat.
Aku tersenyum menatap ayah. "Ternyata harusnya aku berterimakasih kepada kedua orang tuaku ayah"
"Apa maksudmu ?"
"Karena mereka menjualku kepadamu ayah, jika mereka tidak menjualku mungkin aku tidak bisa merasakan kehormatan di angkat oleh keluarga Agra ini"
"Ya kau betul sekali, berterimakasih lah kepada mereka yang telah membuangmu"
Aku tersenyum. Kecintaanku kepada keluarga ini semakin besar, tidak ada lagi rumah untuk ku berpulang kecuali keluarga Agra jadi kan ku berikan yang terbaik untuk rumahku.
... The Dark Side Of The World...
Terimakasih bagi yang sudah membaca ceritaku. ikutin terus setiap update an nya, jangan lupa berikan vote dan komen agar aku lebih semangat lagi menulis ceritanya.
see you