
Aku sudah berada di sekolaku setelah aku di antarkan oleh supir masion. Kali ini Leo tidak mengantarkanku mungkin karena dia masih kesal kepadaku entahlah dia terlihat seperti anak kecil padahal usianya sudah menginjak 40 tahun.
Aku berjalan di koridor menuju kelasku, selama di sekolah aku perkaian seperti siswa lainnya namun yang berbeda aku terlihat cuek dan misterius.
"Yuri"
Suara itu suara yang pernah ku dengar kemarin siapa lagi jika dia bukanlah Bintang laki-laki aneh yang kemarin mengangguku.
Kini dia sudah berada di sampingku. Dia tersenyum ke arahku tapi aku tidak membalas senyumannya dan segera pergi meninggalkan Bintang.
"Bicaralah kepadaku Yuri" dia tepat berbicara di belakangku.
Aku masih terus berjalan dan tidak peduli dengan semua ucapan yang dia lontarkan kepadaku. Biarkan dia cape mengobrol denganku dengan sendirinya.
"Kemarin aku sudah berjanji kalau aku akan mendekatimu jadi apakah kau tidak membantuku untuk sekedar ngobrol denganku?"
Aku menghentikan langkah dan menatap Bintang. "Akan ku peringatkan jangan pernah mengusik hidupku" ucapku dengan tegas.
Dia terdiam. Aku kembali melanjutkan jalanku sepertinya peringatanku akan membuatnya takut tapi itulah yang aku inginkan agar dia tidak terus mengusik hidupku.
"Apa aku tidak boleh menjadi temanmu ?"
Aku terus melanjutkan jalanku. Kenapa orang ini terus mengangguku, apa aku harus menghabisinya seperti pesan ayah ? Tapi tidak aku tidak mungkin menghabisinya aku tidak mau, biarkan dia sendiri yang menyerah dan menjauhi ku.
Setelah jam istirahat tiba aku memutuskan untuk membeli makanan di kantin dan menyantapnya sendiri di bangku paling pojok aku sengaja agar tidak ada orang yang duduk di mejaku.
Aku baru seminggu ada di sekolah ini, aku dapat mengikuti pelajaran dengan sangat baik terbukti dari nilai-nilai yang tak pernah absen dari nilai 100. memang banyak yang ingin berteman denganku tapi aku tidak mau karena aku akan mengikuti perintah ayah.
"Apa aku boleh duduk disini?"
Aku menoleh ke arah orang itu seperti biasa lagi lagi dia adalah orang yang sama. Ingin sekali aku menolaknya tapi aku melihat kantin yang begitu ramai dan juga dia yang sudah membawa makanan nya.
"Diam berarti iya"ucapnya
Dia langsung duduk di hadapanku. Aku sama sekali tidak peduli dan fokus untuk menyantap makanan ku tapi yang membuatku sebal adalah dia yang mengangguku.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku ?"
Aku menatapnya. "Apa aku harus menjawabnya ?"ucapku dengan tegas.
"Menurutku iya apa sulitnya menjawab Yuri"
Aku menatapnya dengan tajam. "Sudah ku peringatkan jangan pernah mengusik hidupku dan untuk pertanyaanmu itu aku tidak ingin berteman dengan orang kota sepertimu"
Dia terkekeh kecil. "Lantas kau ingin berteman dengan orang yang bagaimana ? Orang desa ? Orang luar negeri ?"
"Aku tidak ingin berteman dengan siapapun"ucapku dengan tegas
"Kenapa kau ini mengapa kau anti sosial sekali ?"
"Terserah apa katamu dan akan ku peringatkan lagi JANGAN PERNAH MENGUSIK HIDUPKU"
Aku lantas meninggalkan kantin, dia hanya membuat nafsu makanku hilang saja. Mengapa dia terus mengangguku apa yang dia mau dariku sudah beri peringatan berapa kali tapi dia seakan tak peduli dan menganggap omonganku hanya main main.
Rasanya aku ingin pindah sekolah aku sudah tidak nyaman berada di sini karena laki-laki yang bernama Bintang itu. Tapi aku tidak ingin menceritakan ini kepada keluarga Agra biarkan aku yang mengatasinya sendiri.
...||||...
Aku sudah berada di masion kali ini, aku merasa jika di masion ini sepi. Aku memutuskan untuk pergi ke ruangan ibu Risa aku yakin dia akan mengetahui semuanya.
"Ada Yuri" ucap para penjaga yang menjaga di depan pintu ruangan ibu.
Aku masuk ke dalam ruangan ibu terlihat jika ibu tengah berkutat dengan laptopnya. Aku berniat untuk kembali karena tidak ingin menganggu ibu tapi ibu sudah memanggilku lebih dulu.
"Yuri, tunggu sebentar akan ku selesaikan pekerjaanku dulu"ucap ibu Risa.
Aku pun mengangguk lalu duduk. Aku yang masih memakai seragam SMA dan juga mengendong tas ku dengan sabar menunggu ibu Risa.
"Oke baik ada apa Yuri"ucapnya sembari menutup laptopnya.
"Aku ingin bertanya bu, aku liat masion sepi memangnya semuanya pada kemana bu ?"
"Agra dan semua prajurit pergi ke Surabaya mereka harus mengurus beberapa pemberontak yang mencoba memeras perusahaan ilegal milik keluarga Agra"
"Kenapa mereka memberontak ?"
"Karena ingin mengusai perusahaan itu dan juga setahu ku mereka adalah kolage ayahmu tapi mereka merencanakan hal yang buruk untuk perusahaan milik Agra"
"Lalu apa yang di lakukan oleh ayah dan yang lainnya ?"
"Sesuai dengan prinsip keluarga kami jika ada yang mengusik kami maka harus dihabisi"
"Jadi mereka akan dihabisi oleh keluarga Agra, mengapa tidak mencari jalan damai ? "
"Kamu ini begitu polos Yuri, kau lupa dunia hitam permainan nya bukan begitu. Menghabisi dan di habisi sudah wajar dalam dunia kami "
"Tapi bu akan banyak keluarga yang akan kehilangan anggota keluarganya termasuk keluarga Agra"
"Itu sudah biasa dalam dunia hitam Yuri, kau harus terbiasa"
Aku terdiam. Ibu memang benar kita ini hidup dalam dunia hitam dihabisi dan menghabisi adalah hal yang paling wajar dalam dunia hitam seperti ini. Aku hanya belum terbiasa untuk itu tapi aku merasakan bagaimana rasanya sepi bagaimana rasanya kehilangan itu sungguh sulit dan menyakitkan.
"Akan ku bilang kepada Agra kalau kau harus ikut dalam pertarungannya"
"Aku belum menginginkan itu bu mental ku masih buruk Leo saja marah kepadaku tadi malam karena sikapku yang tidak sopan kepadanya aku khawatir dia tidak akan mengajariku lagi"
Ibu terkekeh mendengar ucapanku. "Leo akan terus mengajarimu aku yakin akan hal itu Yuri"
"Dia seperti anak kecil bu dia marah karena aku pergi lebih dulu"ucapku mengadu.
Ibu Risa tertawa kecil semakin membuat aura kecantikan nya terpancar dengan usia nya yang sudah tidak muda lagi. Dia adalah bagian dari keluarga Mafia tapi hatinya begitu baik begitu lembut aku salut akan ibu.
"Yuri, aku yakin masih ada banyak pertanyaan yang ada di benakmu kalau kau mau kau bisa tanyakan itu kepada Agra mungkin dengan senang hati dia akan menjawab selagi kau tidak membuatnya kesal"ucap ibu Risa.
Ibu Risa ini seperti tahu apa yang sedang aku rasakan memang naluri sebagai seorang ibu begitu kuat walaupun aku hanya anak angkatnya tapi dia memperlakukan aku dengan begitu baik.
"Baiklah bu nanti akan aku tanyakan kepada ayah, oh iya bu nanti malam aku harus latihan bersama para prajurit jadi aku permisi ke kamarku"
Ibu risa mengangguk. Aku segara pergi menuju kamarku nanti malam aku harus latihan bersama para prajurit hebat keluarga Agra karena Leo sedang dan ayah serta yang lainnya sedang pergi membereskan masalah yang serius dan kemungkinan pulang esok hari.
...The Dark Side Of The World ...
^^^maaf jika aku jarang update ya teman-teman karena satu dan lain hal tapi aku pasti akan menyempatkan waktu untuk kembali update. terimakasih bagi yang sudah membaca cerita ini. ceritanya masih sangat amat panjang dan seru jadi ikutin terus. ^^^
see you