The Dark Side Of The World

The Dark Side Of The World
part 4. kesedihan pertama



Aku terbangun karena mendengar keributan di luar. Aku melirik ke arah jam baru pukul 4 pagi, aku begitu lelah hari ini setelah selesai latihan bersama prajurit aku langsung tertidur.


Aku melihat ke arah jendela. "Ternyata ayah dan yang lainnya sudah tiba tapi mengapa terdengar suara tangisan ? Apa yang terjadi ? Aku harus melihatnya" ucapku


Aku langsung keluar dari kamar dan pergi ke parkiran masion sudah terpampang banyak mobil yang baru saja tiba sudah banyak juga orang yang menyambut kedatangan mereka.


Dan juga aku begitu tersentak serta langsung menangis melihat beberapa prajurit yang di bawa dengan keadaan tak bernyawa. Ini yang aku takutkan sejak tadi ketika ada keluarga yang kehilanggan anggota keluarga nya.


"Aku harus kuat berada di keluarga ini, aku sudah berjanji untuk selalu berbakti aku harus berlapang dada ketika harus kehilangan anggora keluarga" lirihku.


Aku mengusap air mataku mencoba untuk tegar melihat 4 prajurit yang sudah tidak bernyawa. Ini memang wajar terjadi dalam dunia hitam tapi tetap saja begitu menyakitkan.


"Kau harus terbiasa melihat ini Yuri"ucap Ayah.


Ayah datang menghampiriku dan mencoba membuatku mengerti dan terbiasa untuk keadaan saat ini. Karena hal ini tidak bisa di hindari dari sebuah dunia hitam dimana jika kau tidak ingin dihabisi maka kau harus menghabisi lebih dulu itulah prinsipnya.


"Semua disini sedih tapi mereka tidak gugur dengan sia-sia, mereka melawan dan membela keluarga Agra. Mereka adalah pahlawan Yuri mereka akan selalu kita kenang jadi tidak ada nyawa gamg gugur dengan sia-sia semuanya adalah pahlawan"


Aku sedikit terisak. "Tapi akan banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya ayah aku tidak sanggup membayangkannya"


"Kau ini sudah mirip dengan Risa sedikit-sedikit nangis padahal hal ini wajar terjadi kau harus tumbuh menjadi anak yang kuat tidak perlu terlalu menangisi kematian karena kita akan mendapat gilirannya"


Aku mencoba menghentikan tangisanku ayah benar aku harus sadar kalau aku sudah masuk ke dunia hitam Mafia dan aku tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan dari kematian prajurit atau keluarga Agra lainnya.


"Ayo masuk yuri kita harus mempersiapkan pemakaman mereka"


"Baik Ayah"


Aku dan ayah masuk untuk menyiapkan pemakaman pahlawan keluarga Agra. Kami mengikuti acara pemakaman dengan begitu tegar karena memang hal ini sudah wajar terjadi.


Setelah acara pemakaman selesai aku kembali ke kamarku. Jam sudah menunjukkan pukul 6 aku harus bersiap-siap untuk pergi ke sekolah karena ayah menyuruhku untuk tetap pergi ke sekolah.


Aku berjalan ke area parkiran masion. Aku merasakan duka di masion hari ini tapi wajar saja karena para pelayan baru saja kehilangan suaminya yaitu para prajurit yang sudah gugur di medan pertempuran.


"Nanti malam akan ku tunggu kau untuk latihan bersamaku"


Aku menoleh ke arah seseorang yang berada di depanku. Dia Leo setelah perdebatan waktu itu ini kali pertamanya dia kembali berbicara kepadaku.


"Baiklah Leo"ucapku


"Aku sudah memberimu jeda satu hari untuk memikirkan kesalahanmu jadi jika nanti masih ku lihat sikapmu begitu jelek tidak mau aku mengajarimu lagi"


"Baik Leo"


Leo pergi meninggalkanku dan aku kembali melanjutkan jalanku. Hari ini aku tidak ambisius untuk pergi ke sekolah tapi setiap omongan ayah adalah perintah jadi aku harus menurutinya walaupun aku sudah meminta kepada ayah untuk tidak berangkat sekolah hari ini.


...|||...


Aku sudah pulang dari aktivitas sekolahku, walaupun orang aneh itu tetap mengangguku tapi aku tidak pernah bosan memperingatinya setiap kali dia mengangguku.


Aku masih terdiam di kamarku sedikit membaca buku-buku pelajaran dan juga buku mafia yang sudah aku beli di toko buku karena aku tidak akan pernah lelah sampai aku mengerti tentang dunia ini dengan sendirinya.


Tok tok tok


"Siapa ?"ucapku


"Ayahmu"


"Ada apa ayah ?"


"Aku berniat memasukanmu ke sekolah mafia"


Aku tersentak kenapa ayah mengatakan begitu. "Setiap omongan ayah adalah perintah jadi akan aku jalani" ucapku


Dia tersenyum menatapku. "Disana kau akan bertemu dengan anak anak mafia seluruh dunia, disana kau akan dididik dengan keras lebih dari Leo mendidikmu kau akan tumbuh menjadi mafia yang hebat disana Yuri"


Aku mengangguk paham. Sepertinya sekolah mafia akan lebih menyenangkan karena aku akan merasa lebih mengenal dunia hitam ini.


"Tapi karena itu aku juga akan kehilanganmu karena kau akan asrama disana"


"Itu bukan masalah ayah aku menjalani sekolah itu untuk keluarga kita, aku berjanji bahwa aku akan membangakan keluarga Agra. Kau tidak akan pernah kehilanganku"


"Minggu depan kau akan ku antarkan ke Amerika untuk menjalankan sekolah Mafia mu. Ingat Yuri kau harus kembali ke tanah air mu setelah kau menyelesaikan sekolah mafia mu"


Aku mengangguk paham. Ayah pergi meninggalkan kamarku, sejujur aku takut untuk sekolah di sekolah mafia tapi bagaimana pun karena aku harus melebarkan kekuasaan keluarga Agra maka aku harus menjalani sekolah ini agar aku bisa tumbuh menjadi mafia yang hebat untuk keluarga ini.


Tak terasa malam sudah tiba sang rembulan kini hadir memancarkan cahaya nya yang indah. Aku segera pergi ke tempat latihanku dengan Leo aku tidak ingin mengecewakan nya lagiĀ 


"10 9 8.."


Leo terus menghitung aku sepertinya aku akam telat aku segera berlari ke arah Leo dia terus menghitung tapi hitungannya begitu cepat sehingga aku mengakui kesalahanku.


Aku mengatur nafas tepat disaat aku sudah berada di depannya. "Ma-maafkan aku Leo aku terlambat"


"Kau terlambar 12 detik"


Aku segera berdiri dengan sempurna dan menatap Leo. "Aku janji tidak akan ku ulangi"


"Simpan janjimu itu jangan mengucapkan janji jika kau tidak bisa menepatinya"


Aku terdiam. Perkataan leo itu benar benar membuat ku tak bisa berkutik menjawab perkataannya. Aku mulai latihan kali ini Leo sudah memberikanku pistol.


"Kau lihat botol botol kaca itu kau harus menembakinya dengan cepat tidak boleh kurang dari 30 detik"


"Tapi Leo botolnya begitu banyak kau menyimpan botol itu puluhan dan aku tidak boleh menghabiskan waktu lebih dari 30 detik bagaimana aku bisa mengisi peluru Leo"


Ekspresi wajah Leo berubah. "Cepat lakukan jangan banyak membantah kau ini, semua ini aku lakukan agar kau dapat sigap karena dunia hitam itu lebih kejam dari yang kau bayangkan"


"Baik Leo"


Aku mencoba menembaki botol-botol kaca itu leo terus menghitung waktu dengan cepat aku terus menembaki nya tapi tetap saja aku kalah lihat hanya 15 yang berhasil aku jatuhkan dari 40 botol yang sudah Leo sediakan disana.


"Lambat bodoh sekali kau ini Yuri bagaimana mungkin kau menembak orang dengan selambat ini"


Aku terdiam menatap Leo, dia terus mencaciku ketika aku lambat aku tidak bisa menembakinya kurang dari 30 detik itu sulit sekali belum lagi aku harus mengisi peluruku bagaimana mungkin bisa secepat itu.


...The Dark Side Of The World...


ikutin terus yaa ceritaku aku harap kalian suka. jangan lupa untuk menambahkan cerita ini ke perpustakaan dan favorite kalian. klik vote dan berikan komen agar aku lebih semangat lagi menulis ceritanya.


see you