
Setelah acara makan malam selesai aku tidak langsung kembali ke kamarku, aku kini berada di depan kolam renang hanya untuk sekedar menatap bintang,-bintang dan juga merasakan hembusan angin yang menerpa kulitku.
Aku tidak pernah membayangkan kehidupanku akan seperti ini, selama ini aku hanya tau bagaimana caranya mengamen untuk aku menyambung hidup. Tapi kini aku sudah berada di tempat yang ada segalanya tanpa aku harus mengamen.
"Yuri"
Tiba tiba aku di kagetkan oleh suara lembut yang aku tau itu adalah milik Nyonya Risa istri dari Ayah Agra. Aku menoleh ke belakang ternyata memang benar dia sedang berjalan ke arahku dengan senyuman yang senantiasa terpancar dari wajahnya.
"Aku ingin berbicara denganmu Yuri"ucapnya lembut
Aku mengangguk. Kita duduk di kursi yang sudah ada disana. Sebenarnya ini adalah kesempatanku dimana akan ku tanyakan semua pertanyaan yang selama ini hanya ku tanyakan di dalam otakku.
"Aku tau pasti kau membutuhkan jawaban dalam semua pertanyaanmu"ucapnya
"Begitu banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan"ucapku
"Tanyakanlah nak"
"Sebenarnya ada apa dengan keluarga ini bu ? Aku rasa keluarga ini bukan keluarga seperti biasanya, lebih mirip seperti keluarga mafia dan sejenisnya"
Ibu Risa ternyum dia mengelus kepalaku. "Ayahmu Agra adalah seorang Mafia terhebat sepanjang masa selama ini dia menyeludupkan barang barang haram seperti narkotika dan sebagainya ke seluruh dunia tanpa ada yang tau, tanpa ada yang curiga karena kami bekerja secara rahasia"ucap ibu Risa dengan tenang.
Aku tersentak. Ternyata aku berada di tengah tengah kelurga Mafia yang dimana aku tau jika berurusan dengan mereka maka tidak akan pernah ada ampun.
"Kau tau kenapa berada disini Yuri?"ucap ibu Risa sedih.
Aku menggeleng karena aku benar-benar tidak tau.
"Karena orang tua mu yang sudah menjualmu kepada Agra"ucap ibu Risa menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.
Aku menggeleng tidak percaya bagaimana mungkin orang tua ku tega menjualku kepada seorang Mafia, tapi jika itu benar maka aku akan sangat membenci mereka.
"Tapi mereka menelantarkanku di pasar bukan langsung membawaku kemari"ucapku mencoba tegar.
"Itu adalah bagian dari skenario kami, sebenarnya aku tak ingin menceritakan ini kepadamu Yuri tapi aku tahu kau selalu bertanya tanya tentang itu semua"
"Kenapa harus aku yang mereka jual ?"
Ibu Risa meneteskan air mata karena melihatku menangis dan juga melihat pancaran mataku yang penuh akan kebencian kepada orang tuaku sendiri.
"Aku tidak mengetahui tentang itu kau boleh menanyakan nya kepada ayahmu"
Aku menangis tersendu-sendu. Fakta ini begitu membuat hatiku hancur ternyata hidupku semenyedihkan ini, aku harus di jual oleh orang tua kandungku kepada keluarga Mafia dan kini aku tak bisa keluar dari lingkup dunia hitam ini.Ibu Risa memeluk ku dengan sangat erat, dia mencoba nenenangkanku.
"Jangan menangis Nak, Agra dan aku begitu menyayangimu jangan kau merasa sepi karena semua di rumah ini juga menyayangimu"ibu Risa menenangkanku.
"Aku tidak pernah menyangka mereka setega itu kepadaku, aku sangat membenci mereka bu" ucapku dengan suara gemetar.
Ibu Risa mengangguk paham. Aku melepaskan pelukanku menghapus air mataku dan mencoba mengatur nafasku walaupun semuanya terasa begitu sakit.
"Aku akan berbakti untuk keluarga ini bu karena hanya keluarga ini lah satu-satunya rumahku"
Ibu risa mengangguk. Aku sudah lama tidak merasakan sentuhan dari seorang wanita lembut sepertinya. Rasanya ini adalah takdir paling baik untukku, aku baru tahu jika seorang mafia terhebat sepanjang masa memiliki istri yang begitu lembut seperti itu Risa.
"Kau besok akan ku antar ke sekolahmu yang baru, aku tau kita adalah keluarga Mafia tapi bukan berarti kau tidak boleh untuk bersekolah. Aku yakin kau seharusnya masuk SMA, kau harus sekolah karena semua orang di rumah ini berpendidikan yang tinggi"
"Kau begitu ibu permisi Yuri"
Aku mengangguk. Satu hak lagi yang kudapat yaitu hak pendidikan yang selama ini sudah tidak aku dapatkan dari kedua orang tuaku. Aku segera pergi dari kolam renang kata ayah besok juga waktu latihanku dengan Leonard di mulai agar aku bisa sekuat Rafka.
...|||||...
Kini aku sudah berada di sekolah ternama di kota tak tertarik untuk mengenal teman teman lebih jauh karena tadi pagi ayah sudah memperingatkanku agar tidak ada orang yang tahu mengenai keluarga Arga yang merupakan seorang Mafia, ayah juga memperingatkan untuk aku tidak bergaul dengan orang orang kota.
"Yuri"
Aku menoleh ke arah seseorang yang memanggil namaku, seorang pria dengan perawakan seperti anak kota sekali. Aku hanya bisa terdiam menatap orang itu bagaimana bisa dia tau mengenai namaku karena sedari tadi aku tak melihat orang itu di kelas.
"Aku Bintang"dia menjulurkan tangannya kepadaku.
Aku tidak membalas jabatan tanganya. Hanya anggukan yang aku berikan kepadanya. Dia kembali menarik tanggannya dan menatapku canggung.
"Kamu kelas 10 Ipa 6 ya ?"
"Maaf aku ada urusan, permisi"
Aku segera pergi meninggalkan orang itu. Hanya ada satu kata yang berada di benak ku tentang orang itu aneh. Saat aku sudah berjalan beberapa langkah tiba tiba dia mampu menghentikan langkahku dengan ucapan nya.
"Aku janji aku akan mendekatimu Yuri"
Aku kembali berjalan. Aku tidak peduli dengan perkataan nya dan aku tidak peduli dengan orang itu, aku tidak ingin berteman dengan orang kota atau bahkan harus lebih dari teman aku sangat tidak menginginkan nya karena fokus ku adalah berbakti kepada keluarga Agra.
Jam pulang sekolah telah tiba aku di jemput oleh Leonard kepala dari semua prajurit aku tidak ingin menceritakan bagaimana sekolah pertama ku hari ini karena semuanya tidak penting.
"Sepertinya kau sulit bergaul dengan orang-orang kota itu, Yuri "ucap Leo meledekku.
"Bukan aku yang sulit bergaul Leo tapi aku tidak menginginkan bergaul dengan mereka, ayah Agra sudah memperingatiku agar tidak bergaul dengan mereka jadi akan ku lakukan" ucapku dengan santai
"Ayahmu itu memang begitu keras, bahkan Rafka tidak mempunyai teman satu pun selain dari kalangan Mafia"
"Oh ya ? Mengapa semua itu terjadi Leo kenapa ayah melarang untuk berteman dengan orang orang kota atau orang-orang yang bukan dari keluarga Mafia"
"Sebenarnya itu tidak di larang tapi ayahmu yang terlalu khawatir jika anak anak nya akan manja seperti orang kota padahal dia sudah mendidik anak anak nya begitu keras"
"Leo aku tidak mengenal mengenai dunia Mafia dan dunia gelap lain nya, sungguh aku hanya lah gadis polos yang senantiasa mengamen untuk menyambung hidupku"
Leo tersenyum ke arahku. "Kau akan mengerti dengan sendirinya Yuri dan kau harus mengerti karena kau sudah masuk ke dalam bagian keluarga Mafia"
"Baiklah"
Mobil hitam melesat dengan cepat menuju masion Mewah milik keluarga Agra, bersekolah cukup melelahkan untukku tapi rame rasanya bisa bercerita dengan Leo aku menjadi nyaman berada di keluarga ini walaupun sebenarnya tidak ada yang aman dari seorang Mafia.
...The Dark Side Of The World ...
Haii guys, oh iya sebelumnya aku mau ngasih tau dulu ya kalau di cerita ini sebelum si Yuri ke sekolah Mafia dia masuk dulu ke sekolah umum jadi bakalan ada beberapa part menuju Yuri ke sekolah Mafianya. kenapa sih aku buat gitu ? ya biar kerasa aja perbandingan sekolah di sekolah umum dan juga sekolah mafia.
semoga kalian suka yaa, minta kritik dan saran nya agar aku bisa menulis lebih baik lagi
see you