
"Luis"
Ayah melembaikan tanganya ke arah seseorang berjas yang aku rasa umurnya seumur dengan ayah. Orang itu mendekati kami dan terdiam sebentar menatap ayah.
"Ahh kau ternyata Agra"
Mereka lantas berpelukan. Aku tidak tau laki-laki tua yang ayah sebut Luis itu siapa tapi aku yakin dia berteman baik dengan ayah.
"Apa kabar, mengapa kau jarang mengunjungiku disini"
"Ya aku sibuk dengan bisnisku"
"Aku selalu mendengarmu terus memajukan sayap sayap kekuasaanmu setiap harinya, tiada henti nya kau mewujudkan obsesimu itu Agra"
Mereka tertawa lalu duduk bersama. Saat ini kami sudah berada di salah satu restoran di negeri ini, aku masih terus melanjutkan makan sementara ayah masih asik mengobrol dengan kawannya.
"Yuri dia adalah Luis dia pemilik restoran ini dahulu dia juga seorang mafioso hebat tapi dia sudah menemukan jalan yang lebih baik untuk hidupnya dan dia mulai membuka beberapa cabang usaha di negeri ini meski modalnya tetap sama dari hasil ilegal"ayah sedikit terkekeh.
"Hahaha kau benar Agra, semuanya usahaku sekarang juga mermodal dari usaha ilegalku yang dulu memang begitu lucu hidupku ini"
Mereka sama sama tertawa. aku pun ikut tertawa mendengar candaan mereka.
"Siapa gadis ini Agra ? "
"Dia putri angkatku, Yuri. niatku akan memasukan nya ke dalam sekolah La Cosa Nostra agar dia dan Rafka bisa terus melebarkan sayap keluarga Agra"
"Hallo saya Luis"
"Saya Yuri"
"Lalu apa alasanmu sebenarnya mengunjungiku, aku yakin kau bukan hanya berniat untuk menyantap makanan disini"ucap Luis serius
"Kau memang selalu benar Luis, aku datang kemari karena aku ingin kau menjaga putriku selama dia berada di negeri ini. Dia memang akan asrama di sekolah mafia tapi jika suatu saat ada libur panjang aku harap kau terus menjaganya mengingat banyak sekali yang iri dengan keluarga kami"ucap Ayah serius.
Luis mengangguk. "Dengan senang hati aku akan menjaga putrimu"
Kami pun melanjutkan makan. Setelah beberapa lama kami langsung melanjutkan perjalanan. Aku dan ayah serta Leo langsung pergi menuju sekolah mafia bernama La cosa Nostra.
Selama di mobil aku hanya bisa menatap kagum negeri paman Sam ini. Aku sudah tidak sabar bersekolah di sekolah baruku tentu karena sekolah ini berbeda dengan Sma ku yang dulu dimana aku yakin jika di La cosa Nostra tidak ada yang namanya main-main.
"Leo, aku minta tolong agar kau mengurus bisnis senjata ilegalku yang berada di Madrid karena yang aku dengar ada beberapa orang yang sudah lumayan menganggu perusahaan kita"
"Ya akan ku lakukan tuan"
Sudah tidak heran jika selama hidup ayah, dia lakukan untuk memikirkan bagaimana cara melebarkan sayap kekuasaannya di seluruh jagat dunia. Luis benar selama ini ayah terobsesi akan dunia hitam, sehingga dia tidak pernah ingin meninggalkannya.
"Tuan, bagaimana dengan niatmu yang ingin mendirikan perusahaan senjata ilegalmu di kota Victoria ? Salah satu prajuritku sudah mensurvei lokasi yang tepat untuk mendirikan perusahaanmu"
"Bagus sekali Leo, tapi aku rasa aku harus membereskan tikus-tikus kecil yang selalu mengusik perusahaanku dahulu. Setelah tikus-tikus kecil itu sudah dihabisi maka akan ku pastikan bangunlah perusahaanku di kota Victoria"
"Kau benar tuan tikus-tikus kecil itu memang harus segera dihabisi"
Aku hanya bisa mendengarkan percakapan antara Leo dan ayah, tapi mendengarkan mereka mengobrol aku jadi sedikit mengerti mengenai situasi bisnis ayah saat ini.
...||||...
"Yuri bangunlah"
Aku mengerjapkan mata menatap Leo yang membangunkanku, aku rasa kita sudah sampai di tempat tujuan. Aku langsung keluar dari mobil, suasana sore hari membuat sekolah ini sedikit sepi.
Aku mengangguk mendengar ucapan Leo. Sekolah ini begitu luas, mewah, bagus dan begitu canggih. Tiada henti aku mengagumi keindahan sekolah ini sama seperti kali pertama aku mengagumi masion ayah Agra.
"Sudah siap berada disini Yuri ?"tanya Ayah.
"Aku selalu siap"ucapku bersemangat.
Kita terus berjalan melewati ruangan demi ruangan. Satu hal yang menarik untukku lihat adalah disaat aku melihat salah satu kelas dari jendela, saat kelas itu tengah mempresentasikan hasil senjata di depan semua teman-temannya.
"Keren sekali"lirihku
Aku masih setia menatap senjata itu di presntasikan senjata kecil namun mematikan, itulah kata seseorang di dalam ruangan itu.
"Yuri"
Aku langsung menatap ayah yang memanggilku dan segera mengikutinya. Kita masuk ke salah satu ruangan yang aku rasa jika di indonesia dia adalah kepala sekolah.
"Agra"
Ayah masih berjalan menuju ke arah laki-laki yang melembaikan tanganya itu. Ruangannya begitu luas, kita semua duduk bersama dengan laki-laki itu.
"Edwin, sudah lama kita tidak bertemu"
"Ya kita selalu sibuk dengan urusan masing-masing Agra"
"Aku lihat La Cosa Nostra sudah sangat luar biasa kau mendirikannya dengan sangat baik Edwin hingga aku memutuskan untuk membawa putri angkatku untuk bersekolah di La Cosa Nostra"
"Suatu kebanggaan untukku Agra jika aku bisa mengajar putrimu itu"
Ayah tersenyum. "Kau boleh menjelaskan mengenai sekolah ini Edwin aku dan putriku ingin mendengarnya"
"Sekolah ini pertama didirikan 2 tahun lalu oleh semua keluarga Mafia, dengan tujuan penerusnya dapat menjadi seorang mafia yang hebat dan tak terkalahkan serta dapat mampu melebarkan sayap kekuasaan diseluruh jagat dunia. Di sekolah ini juga terbagi menjadi 3 kelas yaitu Baul, Corben, dan Ardolph"
"Apa perbedaan dari kelas itu ?"
"Baul atau siput adalah kelas yang paling bawah biasanya diisi oleh oleh yang baru masuk ke sekolah La Cosa Nostra. Lalu ada kelas menengah yaitu Corben atau gagak, yaitu kelas dimana orang-orang yang sudah melewati tantangan di Baul akan langsung masuk ke Corben, tetapi jika dia tidak bisa meningkatkan kualitas dirinya maka akan di pastikan langsung diturunkan ke kelas Baul. Dan yang terakhir ada kelas yamg paling tertinggi atau terhebat yaitu Ardolph atau serigala mereka adalah kumpulan orang-orang hebat dan kuat yang tak pernah terkalahkan selama ini. Dan setiap satu tahun sekali setiap kelas akan di adukan untuk mengetahui siapakah yang paling hebat"
Aku hanya bisa mengangguk mendengar ucapan Edwin. Sekolah ini luar biasa, aku harus benar-benar bersekolah dengan baik disini karena aku suka akan tantangan dan ini adalah tantangan yang paling menyenangkan.
"Yuri sepertinya aku harus pergi mengurus bisnis ku, aku akan menitipkanmu kepada Edwin dan juga Luis. Ingat belajarlah yang baik dan jangan lupa untuk pulang ke negerimu"ucap Ayah
"Baik ayah"
"Aku titip Yuri Edwin, didik dia sampai dia bisa menjadi mafia yang hebat. Aku percaya dia akan berhasil di tanganmu"
"Kau tidak perlu khawatir Agra, aku akan selalu mendidiknya dengan sangat baik"
"Baiklah aku permisi"
Ayah pergi dengan Leo. Kini aku benar-benar sendiri di negeri ini dan ini adalah saatnya aku membuktikan seberapa pantaskah aku di keluarga ini.
Dan disinilah perjalananku dimulai..
...The Dark Side Of The World...
haii terimakasih yang tetap setia membaca karyaku ini terimakasih banyak. Jangan lupa untuk komen dan vote untuk karyaku agar aku dapat semangat menulis ceritanya. Dukung aku terus ya dalam berkarya.
see you