The Dark Side Of The World

The Dark Side Of The World
part 2. latihan pertama



Setelah selesai di masion aku langsung pergi ke kamarku. Sekedar bersih bersih dan juga mengistrirahatkan badanku setelah aktivitas sekolah.


Setelah aku rasa cukup beristirahat akuĀ  keluar dari kamarku untuk melihat masion yang begitu luas ini. Aku berjalan jalan karena Leo yang menyuruhku untuk mengerti dengan sendirinya.


"Aku sudah berjanji akan berbakti untuk keluarga ini tapi bagaimana aku akan berbakti jika aku tidak mengenal mengenai dunia hitam ini"gunamku.


Aku melewati beberapa lukisan mewah yang tertempel di dinding, aku tertarik melihat-lihat lukisan itu semuanya nampak begitu indah.


"Aku yakin kau bisa di andalkan oleh keluarga ini"


Aku menoleh ke arah seseorang yang tiba-tiba saja berada di sampingku. Dia adalah Rafka anak Kandung dari ayah Agra yang terkenal begitu kuat.


"Rafka"


Dia menoleh ke arahku. "Kau ingin mengenal mengenai dunia ini Yuri ?" Tanyanya


Aku mengangguk. "Leo bilang aku harus mengerti dengan sendirinya tapi aku ingin mendengar denifisi dunia hitam menurutmu Rafka"


"Baiklah akan ku jelaskan, tetapi aku rasa sembari menyantap teh hangat akan lebih baik"ucapnya dengan seulas senyum di wajahnya


"Tidak masalah mari"


Kami berdua berjalan menuju taman belakang dengan di temani pelayan yang sudah membawakan teh hangat, sejujurnya aku bisa membuat teh itu sendiri tapi pelayan itu menolak dan berkata jika itu sudah tugasnya.


Setelah tiba kami pun duduk di sebuah kursi di pohon yang begitu rindang memberikan kesan sejuk saat kami duduk di bawah naungannya.


"Terimakasih"ucapku kepada para pelayan.


"Akan ku mulai ceritakan"ucap Rafka


Aku mengangguk. Dan dia mulai menceritakan nya.


"Mafia adalah suatu organisasi rahasia yang dimana semua pergerakan kita tidak ketaui oleh siapapun termasuk aparat negara, pemerintah dan lain nya. Kita bekerja dan mencari kesepakatan dengan cara ilegal kita menyelusupkan nartokita, melakukan penipuan, perjudian, dan penggelapan dana dengan nominal tak terhingga siapapun yang mengusik tentang kami akan langsung di habisi"


Aku masih memperhatikan Rafka berbicara mengenai dunia yang sejak kecil sudah dia kenal. Dia seperti sudah tau seluk dan beluk mengenai dunia ini jadi tak salah mendengarkan definisi dunia hitam menurutnya.


"Banyak yang ingin menjatuhkan kami Yuri, tapi selama ini hanyalah kami yang paling hebat sepanjang masa. Semua keluarga mafia lain nya tunduk di tangan kami, Itulah harusnya sebagai penerus ayah aku harus begitu kuat dan cerdas"


"Tugasmu dan semua orang di keluarga Agra adalah sama yaitu mempertahankan dan memajukan keluarga ini melebar sayapnya dengan begitu luas"ucap Rafka begitu serius


Aku mengangguk. "Aku akan menjalankan tugas itu dengan baik Rafka"ucapku sungguh-sungguh


Rafka mengangguk. Dia meminum teh hangat yang sedari tadi sudah ia pegang. Setidaknya mendengar penjelasan dari Rafka aku sedikit mengerti mengenai dunia ini. Dunia hitam dengan semua bahaya yang berada di dalamnya.


...||||...


Malam sudah tiba, selesai makan malam aku langsung diajak Leo untuk melakukan latihan pertamaku. Ayah menginginkan aku tumbuh menjadi anak yang kuat seperti Rafka.


Kali ini kita sudah berada di tempat latihan Leo menyuruhku untuk meninju samsak dengan waktu yang sudah dia berikan dengan terus meneriaki ku ketika aku berhenti menyebalkan sekali memang Leo.


"Bagaimana dengan janjimu itu kalau kau terus berhenti ketika aku baru menyuruhmu meninju"teriak Leo


"Aku tidak main-main dengan janjiku Leo, tapi waktu yang kau berikan kepadaku begitu lama dan juga kau tidak menyuruhku untuk berhenti sekedar melepas kelelahan ku dan lain nya"ucapku sembari terus meninju.


"Persetan dengan alasanmu Yuri cepat lebih bertenaga lagi"ucapnya kesal.


"Waktumu tinggal tersisa 15 menit lagi jika aku masih melihatmu mencuri-curi waktu untuk beristirahat akan ku adukan kepada ayahmu agar dia sendiri yang akan mengajarimu"ancam Leo


Aku tersentak mendengar ucapan Leo, aku tidak mau menjadi beban pikiran ayah Agra yang sudah memintaku untuk di didik sekuat Rafka tapi aku sendiri malah main-main saat latihan.


"Jangan adukan itu kepada ayah Leo, aku berjanji akan sungguh-sungguh menjalankan latihanku bersamamu saja tidak bersama ayah"


Kali ini semangat dalam diriku kembali menggejolak mendengar ucapan Leo. Aku sudah di angkat menjadi keluarga Agra dan aku harus menjalankan perintah dengan baik bahkan aku tidak boleh melakukan kesalahan.


15 menit berlalu kini Leo meniupkan peluit tanda jika latihanku hari ini telah selesai. Jari jari tangaku begitu perih karena aku meninju tiada henti. Aku yakin besok latihanku akan lebih berat dari ini dan aku harus siap dengan segala perintah.


"Duduk Yuri aku ingin berbincang denganmu"


Aku mengangguk dan duduk di sebelah Leo. Aku menatap leo yang kini terlihat serius menatapku, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dalam diri Leo saat dia menatapku.


"Ada apa Leo ?"tanyaku kepadanya.


Leo terdiam sejenak. "Maaf kalau aku mengajarimu terlalu keras"ucapnya.


"Iya kau mengajariku dengan begitu berat Leo, lihat tangaku sampe perih karena aku tidak berhenti meninju padahal kita masih punya banyak waktu tidak perlu kau mendidikku terlalu keras di latihan pertamaku" ucapku mengungkapkan kekesalanku


Leo kertawa kecil melihatku mengoceh. "Sudah ku katakan akan ku didik kau sekuat Rafka"


"Iya aku tau Leo tapi aku dan Rafka tetap berbeda aku ini seorang wanita Leo aku bisa merasakan lelah"


Leo semakin tertawa. "Jadi menurutmu karena Rafka laki-laki dia tidak merasakan lelah ?"


Aku terdiam menatap Leo yang tertawa aku sungguh malu dengan perkataanku. "Hmm maksudku tidak begitu Leo"


"Tapi kau mengatakan itu Yuri"


"Sudah jangan bahas itu kau ini menyebalkan"


Aku bangkit dan segera meninggalkan Leo aku tidak bercanda kali ini. Aku tidak suka di olok-olok seperti begitu memangnya aku ini seperti anak kecil apa.


"Aku tidak menyuruhmu untuk pergi"


Aku membalik menatap Leo. "Tapi aku lelah Leo aku ingin istirahat apa kau tidak mengizinkanku untuk itu?"ucapku lesu


Dia bangkit dari duduknya dan kembali menatapku. "Satu hal yang harus kau ingat Yuri mau sedekat apapun aku dengan mu aku ini masih guru mu jadi hormati aku"ucapnya serius.


Aku terdiam. Aku pikir Leo adalah orang yang santai tapi ternyata tetap saja dia seperti yang lain nya tapi sikapku memang keterlaluan karena sudah pergi sebelum Leo menyuruhku pergi.


"Maafkan aku Leo atas perilaku ku yang tidak sopan kepadamu" ucapku tertunduk.


Leo pergi meninggalkanku tanpa satupun kata yang dia ucapkan. Aku merasakan jika Leo marah aku tidak berniat untuk tidak sopan kepadanya hanya saja aku benar-benar lelah karena selama 2 jam Leo tidak menyuruhku berhenti meninju padahal ini adalah latihan pertamaku.


Aku segera pergi menyusul Leo yang sudah tidak terlihat lagi punggungnya. Aku berjalan menuju kamarku dan mulai beristirahat.


...The Dark Side Of The World ...


Haii, terimakasih buat yang udah klik cerita ini semoga kalian suka yaa ikutin terus ceritanya oke.


see you