The Bicthes

The Bicthes
Episode 8



Linzi pun langsung bangun dan mandi,ia bersiap siap bersama Kiki.


"Ki,aku pake baju yang mana ya? yang ini,atau yang ini?" Sambil menunjukkan baju nya pada Kiki.


"Hei baju-baju mu sudah agak kuno ! Apa tidak ada yang lain ?"


"Ahh,kau tau kan selama ini uang ku hanya untuk keperluan Nenek." Murung.


"Oh iya ya,maaf maaf aku lupa..Pakai saja yang itu dulu,besok siang kita shopping !!!"


Mereka pun berangkat ke club ZX dengan di jemput Jordi.


"Sayang,kau cantik sekali malam ini !" Ucap Jordi sambil mengecup bibir Kiki.


"Ahh,terima kasih sayang !!"


"Bisakah kalian tidak seperti ini setiap kali bertemu,aku muak !!" Langsung masuk ke mobil.


Kiki dan Jordi pun saling menatap dan tersenyum.


Sesampainya di Club ZX Yohan langsung menyambut Linzi.


"Linzi,kemari dan duduk bersama ku !"


Linzi pun mendekat,Yohan langsung menarik tangan Linzi dan langsung memangku Linzi.


"Ahh,Bos Yohan.." Merasa malu.


Mereka pun minum-minum bersama saat itu.


Setelah beberapa saat Yohan menatap Linzi "Linzi ayo kita pergi !!" sambil mengedipkan matanya.


Linzi yang mengerti Isyarat itu langsung berdiri dan mengikuti Yohan.


"Bos,kita kemana?"


"Kita akan pergi ke tempatku ! dan oh ya jangan memanggil ku dengan Bos,cukup Yohan saja !"


"Iya Yo..han..."


Yohan pun membawa Linzi ke Apartemen mewah nya.


Disana ia tidak langsung mengeksekusi Linzi.


Ia mengajak Linzi untuk berbincang-bincang di sofa,tetapi tangannya liar dan meraba-raba tubuh Linzi.


Linzi pun merasa kegelian,tetapi Yohan,menggengam tangannya.


Tangannya kemudian menelusup kedalam Rok mini yang ia pakai,lalu Yohan memainkan bagian Penting Linzi dengan sangat Liar,membuat Linzi melonjak ke enakan.


"Yohan,apa yang kau lakukan..." Sambil mengerang.


"Apa ini nikmat?" Tanya yohan sambil terus menusuk milik Linzi dengan Jari nya.


"Iyaa,Ini sungguh Nik....maaattt" Terbata bata.


Dan sampai pada titik ternikmat nya Yohan langsung berhenti dan menarik tangannya.


"Kenapa berhenti...." Tanya Linzi


Yohan hanya tersenyum,dan berdiri meninggalkan Linzi.


Linzi merasa tidak enak,karena setelah di ujung Yohan berhenti.


Ia pun berinisiatif untuk memulainya duluan.


Ia kemudian berjalan mendekat pada Yohan dan langsung melumat bibir Yohan,tanganya teru mengerayang di tubuh Yohan,ia membuka satu persatu kancing baju Yohan.


Dan itu membuat Yohan merasa senang,karena trik nya berhasil,ia tadi sengaja melakukan itu,agar Linzi berinisiatif lebih dulu.


"Sayang,kau sungguh tidak sabar !!"


Linzi tidak memperdulikan ucapan Yohan,ia terus membuka dan menjil*t tubuh Yohan dari atas sampai perut.


Kemudia ia berusaha membuka celana Yohan.


Yohan hanya membiarkan saja,dan kemudian ia menarik habis celana dalam Yohan,hingga terlihat Adik kecilnya yang sudah tegang.


Linzi langsung melakukan Handjob,yang membuat Yohan terpejam keenakan.


Yohan pun merasa tidak tahan tetapi dia tidak ingin terburu buru,ia kemudian menyuruh Linzi untuk beridiri dan membuka Baju dan celana Linzi hingga mereka sama-sama te****** .


"Sayang,kau benar-benar Liar saat ini !"


Linzi lagi-lagi langsung melakukan blowjob pada Yohan.


"Linzi sudah hentikan ! Aku bisa keluar sebelum waktunya !"


Linzi langsung menatap Yohan dan langsung tersenyum.


Yohan kemudian menarik Linzi dan melemparnya ke atas Kasur.


"Sayang,Sekarang saatnya kau menerima balasan dari ku !" Ucap Yohan sinis.