The Bicthes

The Bicthes
Episode 4



Linzi hanya terus menangis dan tak mau menatap wajah Andrew.


Andrew pun semakin merasa bersalah,dari sekian banyak perempuan yang ia tiduri hanya Linzi yang menangis seperti ini,biasanya wanita-wanita itu malah merasa senang bisa tidur dengan Andrew.


Andrew pun mencoba untuk membujuk nya.


"Linzi,sekali lagi maafkan aku,sekarang ayo kita pergi aku akan mengantarkan kamu ke tempat teman mu."


"Tidak perlu,aku bisa pergi sendiri !"


"Linzi ayo lah,jangan seperti ini terus,aku jadi semakin merasa bersalah."


"Keluar,aku mau memakai pakaian ku !"


Andrew pun langsung keluar dari kamar tersebut.


"Hah kenapa dia mengusir ku keluar,aku kan sudah melihat semuanya,bahkan sudah menikmati nya,untuk apa dia malu." Gumam Andrew.


Andrew pun mengantar Linzi ke hotel tempat Kiki menginap bersama Jordi.


Sesampainya disana ia mengetuk pintu kamar tersebut,tetapi tidak kunjung di buka.


"Kemana sih anak ini,kenapa tidak membuka pintunya." Gumam Linzi


Sementara itu di dalam kamar Kiki dan Jordi sedang bercinta.


"Sayang,cepat sedikit,Linzi sudah ada di depan !" Celetuk Kiki.


"Ahh sabar sayang,biarkan saja...."


Linzi pun kemudian menelfon kiki tetapi tidak di angkat.


Linzi mendengar suara dering telfon milik kiki.


"Ahh,handphone nya ada di dalam,tetapi kenapa dia tidak mengangkatnya,Apa terjadi sesuatu pada mereka !" Celetuk Linzi


Andrew mengerti dengan apa yang sedang dilakukan Kiki dan Jordi,ia kemudian mengajak Linzi untuk pergi ke restoran,karena tidak ingin mengganggu Kegiatan Kiki dan Jordi.


"Linzi,sebaiknya kita ke restoran saja,aku lapar !"


"Tidak mau,pergi saja sendiri !"


"Linzi,kau ini sungguh tidak pengertian,mereka sedang olahraga,kau jangan mengganggu !"


"Olahraga apa? ini bukan tempat gym !!"


"Dasar bodoh,ayo pergi !" Menarik tangan Linzi.


"Linzi,maaf kan aku atas kejadian semalam."


Linzi hanya diam tidak menjawab sepatah kata pun.


Tak lama Kiki dan Jordi datang menyusul Linzi.


"Hei kalian ini kemana saja sih,kenapa tidak angkat telfon !"


Mereka hanya tersenyum dan meminta maaf.


"Linzi ini siapa?" Tanya Kiki


"Ahh,perkenalkan namaku Andrew !" Jawab Andrew


"Oh iya,aku Kiki,dan ini pacarku Jordi."


"Linzi apa semalam kau bersama nya?" Tanya Kiki.


"Hm iya...." jawab Linzi lembut.


"Ahhhh....Apa kalian????"


Linzi hanya tertunduk dan tidak menjawab pertanyaan Kiki.


"Kiki,ayo kita pulang !" Ucap Linzi.


"Hm ayo baiklah,teman-teman yang lain sudah menunggu !"


Kiki dan Jordi pun berpamitan dengan Andrew.


"Andrew terima kasih ya sudah "menjaga" Linzi tadi malam,kami pulang dulu,sampai jumpa !!"


Linzi pun langsung pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


"Linzi,kenapa kau tidak berpamitan pada Andrew ?" Tanya kiki


"Ahh tidak perlu..."


Andrew pun kembali ke Apartemen nya,ia masuk ke kamar nya dan mengingat kejadian semalam,ia semakin merasa bersalah pada Linzi.


Tiba-tiba ia teringat kalau dia tidak mempunyai alamat serta kontak Linzi.


"Gadis itu membuatku frustasi,baru kali ini aku merasa sangat bersalah,padahal ini hanya one night stand !!!"