
Sambil menunggu obat itu bereaksi Andrew mengajak Linzi berbincang-bincang.
5 menit kemudia Linzi merasa badannya panas dan aneh,Linzi terlihat gelisah dan suara nafasnya pendek.
Andrew yang melihat itu tsersenyum.
"Linzi kau kenapa?"
Linzi hanya diam dan mulai menggigit bibirnya.
"Andrew,aku kenapa?badan ku rasanya aneh sekali?"
"Aneh bagaimana?"
"Tidak tau..."
Linzi terlihat semakin agresif ia tiba-tiba memegang tangan Andrew dan mulai meraba-raba.
"Linzi...linzi...." panggil Andrew
Linzi tidak memperdulikan Andrew.
Andrew mengambil kesempatan itu dia mencium bibir Linzi,Linzi menikmati ciuman itu,dan membalas ciuman demi ciuman yang di berikan oleh Andrew.
"Andrew..tolong aku.." Erang Linzi.
"Iya sayang,aku dengan senang hati menolong mu !" Jawab Andrew.
"Cepat Andrew,aku tidak tahan lagi."
"Baiklah sayang,ini kau yang meminta ya !" Dengan tersenyum sinis.
Andrew pun langsung mengendong Linzi dan membawanya ke kamar dan membaringkan Linzi di atas kasurnya.
"Andrew...." Erang Linzi
"Iya sayang,tunggu sebentar..."
Andrew pun membuka baju linzi,ia takjub melihat bentuk tubuh Linzi.
"Sungguh indah." Gumam Andrew.
Linzi yang sudah tidak tahan langsung menarik Andrew dan mencium bibirnya.
Sementara tangan Andrew ********* Dada Linzi.
Andrew pun merasa tidak tahan,ia kemudian membuka celana Linzi.
Ia menatap bagian "penting" Linzi.
"Wah,dia benar-benar masih Original."Pikir Andrew dalam hati.
Andrew kemudian memain-mainkan milik Linzi,Linzi pun mengerang yang membuat Andrew semakin bergairah.
"Andrew,ayo cepatlah..."
Kemudian Andrew melakukan "itu" pada Linzi dan membuat Linzi mengerang kesakitan.
"Aww,sakit sekali,pelan-pelan..." Erang Linzi
"Tenang sayang,nanti juga kau akan ke Enakan."
"Andrew terus,jangan berhenti ! "
"Wah wanita ini ternyata oke juga." Pikir Andrew dalam hati.
Mereka pun melakukannya beberapa kali sampai subuh dan tertidur bersama tanpa sehelai benang pun.
Siangnya saat Linzi terbangun,betapa terkejutnya ia melihat ada sosok laki-laki di sampingnya.
Ia langsung mengecek dan melihat ia tidak memakai sehelai benang pun,ia langsung berteriak dan membangunkan Andrew.
"Andrew apa yang kau lakukan padaku !!" Langsung menangis.
"Linzi kau ini kenapa?" Tanya Andrew pura-pura tidak tahu.
"Kenapa kau bilang? Tega sekali kau !!!" Menarik selimut menutupi badannya.
"Kau sendiri yang meminta,kenapa kau menyalahkan ku !!!" Jawab Andrew.
"Tidak mungkin !!!"
"Linzi kau tadi malam mabuk,dan kau melakukannya dengan ku !"
"Ha kenapa kau lakukan ini padaku,ini pertama kali nya untukku !" Terus menangis.
"Sudah lah untuk apa kau menangis,ini sudah terjadi !"
"Gampang sekali kau berkata begitu,bagaimana nasib ku nanti,aku melakukan ini bersama orang yang baru ku kenal dan tidak aku cintai."
Linzi terus menangis dan Andrew mencoba membujuknya.
"Linzi maafkan aku.." sambil mengelus rambut Linzi.
"Sudah pergi sana,aku benci padamu." menepis tangan Andrew.
Andrew pun pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Linzi.
Saat di kamar mandi tiba-tiba saja Andrew merasa bersalah.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Andrew kembali menemui Linzi.
"Linzi,sudah laah,maafkan aku!"
Linzi tidak menjawab sama sekali.
"Linzi ayo pakai pakaian mu,aku akan mengantar mu ke teman mu !"