The Bicthes

The Bicthes
Episode 7



Keesokan Hari nya ia bertemu dengan Kiki di kamar kost nya.


Kiki pun yang penasaran dengan apa yang terjadi semalam langsung bertanya.


"Linzi bagaimana semalam? Apa kau pergi bersama bos Yohan?"


Linzi hanya berlalu dan tidak menjawab pertanyaan Kiki.


"Hei Linzi,aku sedang bertanya padamu,apa yang kau lakukan bersama bos Yohan??"


"Tidak ada,aku hanya menemani nya minum." Berusaha menghindari Kiki.


"Ayo lah jangan malu-malu,aku tau bos Yohan orang seperti apa,dia tidak mungkin membiarkan mu pulang begitu saja."


"Iya tidak terjadi apa-apa !" masih berusaha menutupi.


"Kalau kau tidak mau cerita ya sudah,aku bisa bertanya nanti malam saat bertemu dia."


"Ahh,ya ya baiklah aku akan cerita.."


"Ayo ayo ceritakan.." Bersemangat.


"Tadi malam aku menemani Yohan minum-minum,lalu..."


"Lalu apa? jangan membuat ku penasaran !!"


"Hmm,lalu kami tidur bersama !"


"Ahh,sudah ku duga,Bos yohan tertarik padamu !"


"Iya,dia bahkan mentransfer ku sejumlah uang."


"Benarkah?Berapa banyak?"


"150 juta !"


"Wahhh,banyak sekali,dia biasa tidak pernah membayar sebanyak itu !"


"Ha memang biasanya berapa?"


"Ya paling cuma puluhan juta ! sepertinya kau benar-benar membuatnya terkesan,hahaha..."


"Hm aku tidak tau,ini pertama kali nya untuk ku,dan sekarang aku sangat malu padamu."


"Hei kenapa malu,kita sama-sama mengerti saja,dulu juga sebelum bertemu Jordi aku juga seperti mu."


"Hmm,Tapi sekarang kau sudah tidak seperti itu,dan aku baru memulai nya."


"Sudah lah,nanti lama-lama juga akan ketagihan,hehe..."


"Kau ini ! " sambil memukul Kiki.


"Hei kau jangan lupa mentraktir ku dan Jordi ya !!"


"Iya iya,pengobatan nenek mu harus lebih utama ! Semangat !!!"


Tiba-tiba Linzi langsung meneteskan Air mata.


"Linzi kenapa???"


"Kiki,apa benar yang ku lakukan ini..."


"Hei kenapa seperti ini,barusan kau terlihat senang,kenapa sekarang berubah."


"Saat kau mengatakan kata semangat,tiba-tiba saja hati ini merasa aneh."


"Linzi sudah lah,ini semua demi nenek dan juga kehidupan mu !" Memeluk Linzi.


"Ya ya...,aku akan melakukan segala nya demi nenek !" menghapus air matanya.


"Ya sudah sekarang jangan pikirkan hal lain lagi,pergi sana mandi dan ganti pakaian mu."


Linzi pun berganti Pakaian dan setelah itu langsung pergi kerumah sakit.


"Mba,saya Wali dari pasien bernama Hilda,pasien yang di rawat di ruang ICU."


"Oh iya mba,ada keperluan apa?" Tanya Suster tersebut.


"Saya mau melunasi tunggakan pasien."


"Baik mba,saya cek dulu ya..."


Setelah membayar semua biaya pengobatan Neneknya Linzi langsung menemui Nenek nya.


"Nenek,cepat sembuh ya,Linzi akan melakukan segala nya agar Nenek bisa sembuh,Hanya Nenek satu-satu nya keluarga Linzi yang masih ada." Menangis sambil memegang tangan Nenek nya.


Setelah menjenguk Nenek nya ia pun kembali ke kost,Tak lama Handphone nya berbunyi dan ada Sms yang masuk.


*Linzi,temani aku malam ini di club ZX*


"Ahh,Yohan...." sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Ia pun tertidur sampai malam karena kelelahan.


Kiki pun membangunkan Linzi.


"Linzi,ini sudah malam,ayo bangun !!"


"Ahh,sudah jam berapa,aku ngantuk sekali..."


"Ini sudah jam 9 malam !"


"Ha apa !"


"Iya ayo bangun !!"