
Setelah berpikir Akhirnya Linzi mengiyakan.
"Hm baiklah,aku hanya menemani nya sebentar kan?" Tanya Linzi menyakinkan.
"Iya,tentu saja,ini semua tergantung padamu Linzi,kau yang memutuskan nanti."
"Ya baiklah,aku setuju."
Linzi pun pergi bersama Yohan ke salah satu kamar VVIP yang ada di club tersebut.
Kamar tersebut cukup mewah dengan segala Fasilitas yang ada.
Yohan pun menggandeng Linzi dan mengajak Linzi minum-minum.
"Linzi,mari bersulang...."
Linzi pun minum beberapa gelas.
"Linzi aku mau kau melayani ku malam ini."
"Ha apa? tidak !!"
"Ayo lahh,aku sangat tertarik padamu..." Bujuk yohan.
"Aku tidak mau."
"Aku akan membayar mu 20x lipat dari ini !!!"
Linzi langsung tertegun.
"Apa? 20x lipat,itu artinya sekitar 100 juta." pikir Linzi dalam hati.
"Ayo lah,aku sudah tidak tahan lagi.." Ucap yohan.
Linzi kembali berpikir "Ha ini sangat banyak,dan aku juga sedang membutuhkan uang saat ini,lagian benar kata Kiki aku juga sudah pernah melakukan ini."
"Tapi aku tidak berpengalaman?" Jawab Linzi malu-malu.
Yohan yang sudah tidak tahan tiba-tiba langsung menerkam Linzi,ia mencium bibir Linzi,melumat nya hingga Linzi sulit bernafas.
Ciuman demi ciuman turun ke leher,ia menjilati setiap bagian wajah dan leher Linzi yang membuat Linzi bergairah.
Kemudian ia mulai membuka kancing baju Linzi,Linzi hanya membiarkannya saja,Lalu yohan me****** dada Linzi,menjilat serta ******dot dada nya,Linzi mengerang.
"Linzi,kita lakukan disini atau di atas kasur??"
"Di kasur saja...." Jawab Linzi sambil mengerang.
Yohan pun menggedong Linzi ke atas kasur.
Ia membuat Linzi semakin bergairah,ia mer****** dada Linzi,Linzi pun menjambak rambut yohan.
"Ahhh,hentikan...." Erang Linzi.
Yohan kemudian menyingkap Rok mini yang di pakai Linzi.
Yohan pun membuka baju dan celana miliknya,hingga terlihat Adik kecilnya.
"Sayang,ayo ***** adik kecilku !" perintah yohan.
Linzi pun menuruti perintah yohan.
"Aku masukkan sekarang yah..."
Linzi hanya menganggut.
"Ahhh,masih sempit sekali..." Erang Yohan.
"Terus yohan....jangan berhenti...." Erang Linzi.
Yohan terus menggoyangkan tubuhnya di atas tubuh Linzi.
Linzi mengerang kesakitan dan keenakan.
"Yohan,cepat aku mau keluar...." Erang Linzi.
"Tunggu sayang,kita keluar bersama..."
Mereka pun keluar bersama,yohan merasa sangat puas dengan service yang di berikan oleh Linzi.
"Linzi katanya kau tidak berpengalaman,tapi tadi sungguh luar biasa !"
"Benarkah?"
"Haha iya,kau sangat memuaskan !" Sambil mencium bibir Linzi.
Mereka pun tidur bersama sampai pagi.
Pagi nya saat Linzi sudah bangun Yohan langsung menngecup bibir Linzi.
"Linzi ayo kita lakukan sekali lagi !"
Linzi hanya diam dan pasrah saat yohan mencumbu nya lagi pagi itu.
Setelah itu yohan meminta no rekening Linzi.
"Linzi,kirim kan aku nomor rekening mu,aku akan mentransfer bayaran mu !"
"Baiklah..."
"Ini kartu Nama ku,hubungi aku segera,aku akan menemui lagi nanti." mencium bibir Linzi dan pergi meninggalkan Linzi di kamar tersebut.
Setelah itu Linzi langsung mengirimkan no rekeningnya.
"Apa yang aku lakukan ini benar.." Gumam Linzi dengan mata berkaca-kaca.
Tring...suara sms masuk.
"Hah,125 juta...Apa aku bermimpi? ini seperti kesenangan batin yang di bayar !!" Gumam Linzi tersenyum.