
Linzi pun sampai di kota Zz.
Linzi terlihat sangat murung dan sedih setelah kejadian itu,ia takut tidak akan ada lagi orang yang mau menerimanya,ia sangat frustasi.
Malam itu teman-temannya mengajak Linzi untuk keluar minum-minum,karena cukup frustasi akhirnya Linzi ikut dengan teman-temannya itu.
Linzi minum cukup banyak,ia terlihat sudah mulai terbiasa dengan Alkohol.
"Ahhh,hidup ku sudah hancur,aku harus bagaimana..." Ucap Linzi sambil menangis.
"Linzi kau kenapa???" Tanya Kiki.
"Kiki hidup ku sudah hancur !!"
"Linzi tenang,kendali kan dirimu,jangan menangis..."
"Laki-laki brengsek itu,sudah merenggutnya !"
"Apa yang kau bicarakan Linzi? Laki-laki siapa?"
"Laki-laki brengsek yang waktu itu,yang di kota KK."
"Andrew??"
"Jangan sebut nama bajingan itu !!!"
"Linzi tenang lah,kau bisa cerita padaku,apa yang dia lakukan pada mu !"
"Dia memperkosa ku !!!" Menangis keras.
"Hah diperkosa?"
Kiki selama ini tidak mengetahui kalau Linzi di perkosa oleh Andrew,Saat itu ia hanya bercanda kepada Andrew.
"Linzi,maafkan aku,saat itu aku tidak tau kalau kau di perkosa oleh Andrew."
"Bagaimana ini,aku sudah tidak memiliki masa depan."
"Linzi,kau jangan berkata seperti itu,di zaman seperti sekarang hal itu tidak di permasalahkan,semakin kau berpengalaman maka akan semakin bagus !" Ucap Kiki.
"Tapi..."
"Sudah lah Linzi,jangan menangis lagi,hidup mu masih panjang !" Sambil memeluk Linzi.
"Ayoo kita pesta malam ini !!!"
Mereka pun kembali minum dan berjoget.
Di saat bersamaan,Andrew masih kepikiran akan Linzi,Setiap ia ke club itu ia teringat Linzi,ia memutuskan untuk mencari Linzi.
Tak butuh waktu lama ia mendapatkan informasi tentang Linzi,saat itu ia ingin sekali menemui Linzi,tetapi sayang di saat dalam perjalanan Andrew mendapat telfon kalau Ayah nya sakit dan koma,ia harus segera kembali ke Amerika.
"Linzi,seperti nya saat ini kita tidak berjodoh." Gumam Andrew.
Andrew pun langsung pulang ke Amerika.
Disana ia harus menyelsaikan semua urusan perusahaan dan tidak akan kembali ke Korea dalam waktu yang lama.
Saat di club TX ada seorang lelaki yang mengamati Linzi,ia sepertinya tertarik dengan Linzi.
Ia kemudian memanggil Kiki.
"Hei apa dia teman mu?"
"Iya bos,kenapa?"
"Aku tertarik pada nya?"
"Tetapi dia bukan wanita seperti itu !"
"Aku akan membayar dia 10x lipat !"
Kiki langsung terdiam dan berpikir "Wah...ini kesempatan bagus !"
"Baiklah,aku akan coba bertanya padanya !"
Kiki pun datang menghampiri Linzi yang sedang asyik berjoget.
"Linzi,sini ikut aku,ada yang mau berkenalan dengan mu !"
"Ha siapa?"
"Ayo ikut saja,nanti kau juga akan tau !"
Kiki pun menarik Linzi dan bertemu dengan laki-laki itu.
"Linzi,perkenalkan ini Bos Yohan,dia pemilik club ini !"
"Ahh,iya saya Linzi !" mengulurkan tangan.
"Yohan..." menjabat tangan Linzi,dan memegang erat tangannya.
Linzi pun merasa tidak nyaman dan berusaha melepaskan tangannya.
"Linzi,Bos yohan tertarik padamu,dia ingin kau menemani nya malam ini !"
"Hah apa??"
"Linzi ayo lah,kau hanya menemani nya sebentar !"
"Aku tidak mau..."
"Bayaran nya 10x lipat,kau yakin tidak mau?"
"10x lipat??"
"Iya,biasanya Bos yohan tidak seroyal ini,berarti dia sangat tertarik padamu."
"Hmm,ayo lah,kau kan juga sudah tidak murni lagi,apa salahnya,kau juga butuh uang kan untuk biaya nenek mu dirumah sakit !"
Linzi pun terdiam dan berpikir bahwa tawaran ini cukup menggiurkan.